Catatan Akhir Januari 2010

No Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Ga disangka sudah 1 bulan lagi berlalu, dan kini kita sudah berada di penghujung bulan Januari 2010. Entah kenapa rasanya waktu sangat cepat berlalu dan 31 hari terasa sangat pendek sekali. Dan tentu cepatnya waktu yang berlalu juga sedikit banyak berpengaruh ke blog ini mengingat aku juga masih jarang menulis lagi di sini. Toh, yang jelas aku menjamin selama 1 bulan harus ada 1 tulisan yang aku buat di sini.

Ada beberapa hal yang terjadi di bulan ini dan cukup menarik untuk aku bahas di sini. Tetapi tentu saja karena isi dari entry ini hanya merupakan catatan akhir Januari 2010, maka semua yang aku tulis di sini hanya berupa rangkuman sederhana saja. Let’s get it on.

Mozilla Firefox 3.6 Namoroka

Kata pepatah, setelah 3.5, terbitlah 3.6 (pepatah baru dariku). Begitu juga kenyataan yang harus dilewati oleh Mozilla dengan merilis browser andalan mereka, Firefox 3.6 (Fx 3.6) yang memiliki codename Namoroka. Kehadiran Fx 3.6 ini aku rasa cukup disambut antusias, dan beberapa orang mungkin harus membiasakan diri dengan beberapa hal baru di sini, mulai dari behavior ketika membuka tab baru dan fitur mengubah skin dengan persona. Yap, 2 fitur baru ini merupakan fitur andalan dari Fx 3.6 ini.

Aku sendiri tidak menganggap fitur ini sebagai fitur baru, bukan karena fitur ini mencontek Google Chrome, tetapi lebih karena aku sudah menggunakan Fx 3.6 sejak Beta 1, serta menggunakan Persona sebagai sebuah addons ketika masih menggunakan Fx 3.5. Jadi ketika Mozilla meluncurkan Fx 3.6, semua sudah terasa tidak ada yang baru lagi.

Mengenai fitur lainnya seperti menambahnya kecepatan ketika membuka aplikasi Firefox sendiri tidak terlalu banyak terasa. Fitur notification untuk plugins yang baru hadir di versi ini cukup berguna ketika vendor plugins sudah merilis versi baru dari plugins nya. Kecepatan processing untuk JavaScript cukup terasa khususnya pada web yang banyak menggunakan AJAX, bahkan di web Chrome Experiment sekalipun walau masih tidak se-smooth ketika membukanya dengan Google Chrome. Beberapa fitur pada backend baru juga sudah bertambah seperti peningkatan kemampuan pada HTML5, CSS3 serta memperbaiki standarisasi yang ada dengan dicapainya poin 94/100 di Acid3.

Satu hal yang cukup menarik perhatianku adalah kesiapan addons ketika Fx 3.6 diluncurkan secara resmi. Bila dulu addons menjadi momok menakutkan bagi beberapa orang yang ingin mengupdate browser ini, kini addons sudah siap digunakan hampir sebanyak 90% ketika Fx 3.6 diluncurkan sehingga tidak perlu lagi takut untuk melakukan downgrade hanya karena banyak addons yang tidak bekerja di Fx terbaru ini.

Bila Anda masih menggunakan Fx 3.5, sebaiknya Anda mencoba mengupgrade ke Fx 3.6. ;)

Skripsi

Ah, memang yang paling menarik dan paling membuat deg-degan bagi mahasiswa yang sudah ada di semester-semester akhir adalah skripsi atau tugas akhir. Aku juga tidak terlepas dari hal ini. Mulai dari perasaan senang ketika beberapa hal sudah selesai, tetapi juga rasa takut yang mencekam sampai saat ini.

Untuk saat ini kelompokku sudah menyelesaikan aplikasi dan penulisan untuk skripsinya, dan hasil penulisan ini sudah dikumpulkan 2 hari yang lalu dalam bentuk softcover. Tapi memang ga semuanya bisa sempurna bahkan ketika sudah mengumpulkannya, soalnya masih ada beberapa yang ternyata kurang dari hasil terakhir tersebut.

Yang paling menarik selama pengerjaan skripsi ini, bisa terlihat orang-orang di angkatan dan jurusanku yang benar-benar berniat mengerjakan skripsi atau tidak, atau juga orang yang mengejar skripsi untuk sebuah gelar bernama “S.Kom” atau justru orang-orang yang berniat mendapat nilai bagus. Aku sendiri ga tau aku termasuk bagian yang mana, atau justru aku termasuk ke semuanya, relatif terhadap waktu dan kondisi yang ada kali yah.

Pada akhirnya kini yang harus kami lakukan adalah menunggu jadwal sidang pendadaran skripsi dikeluarkan dan berharap yang terbaik dari sidang tersebut. Entah napa aku jadi ingin cepat-cepat mengakhiri masa ini karena merasanya semakin lama berada di dalam keadaan ini, tekanannya semakin besar. Arghh, sudahlah, yang penting sekarang dapat S.Kom dulu, satu tujuan, satu konsentrasi, satu akhir. Huff… Daripada mengalami penyesalahan mendalam juga karena tujuan awalku ga tercapai, lebih baik aku mengubahnya dulu untuk sementara. Hehehe…

Kerja dan Masa Depan

Setelah selesai skripsi, lantas aku mau ke arah mana? Tentu saja wisuda terlebih dahulu. Inilah saat-saat yang paling ditunggu oleh setiap orang yang menyelesaikan program sarjana dan setelah melewati masa sulit selama 3 sampai 4 tahun lamanya. Bagi yang kurang beruntung atau yang memiliki jalan berbeda, mungkin mengalaminya lebih lama lagi.

Lantas setelah wisuda, mau ke mana lagi kita mengarahkan tujuan kita? Ketika masih SD, jelas kita akan melanjutkan ke SMP. Ketika di SMP, kita melanjutkan lagi ke SMA. Ketika SMA, beberapa langsung bekerja, sedangkan sisanya melanjutkan kuliah S1. Lalu bagaimana setelah kuliah S1 sudah selesai? Apakah lanjut ke S2? Atau justru bekerja terlebih dahulu? Atau malahan ga tau arah yang jelas dan memilih menganggur terlebih dahulu?

Tampaknya banyak orang yang mengalami dilema pada masa-masa seperti ini, dan tampaknya yang paling mengalami pembebanan dalam pikiran adalah orang-orang yang mencari kerja. Pekerjaan seperti apa yang diharapkan; gaji yang diinginkan berapa; tempat kerja di mana; lingkungan kerjanya seperti apa; semua ini menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Sebagian sudah memiliki target yang jelas ingin bekerja di perusahaan tertentu, beberapa lagi pasrah di perusahaan manapun dia diterima asal bisa bekerja, beberapa lagi sudah memiliki harapan yang sangat tinggi untuk gaji dan lingkungan tertentu.

Aku sendiri? Hmmm, termasuk ke dalam golongan yang terlunta-lunta di tengah-tengah dalam hal bekerja. Inilah nasib karena pemikiran setelah 2 tahun belakangan menjadi programmer freelance: pengen membuat perusahaan sendiri. Tapi sampai sekarang masih belum jelas scope nya seperti apa dan harus berkonsentrasi di bagian apa. Jujur saja sih, banyak sekali orang yang mengajakku membuat perusahaan-perusahaan, sebagian besarnya berupa software house. Tapi untuk saat ini aku belum bisa menerimanya karena kebanyakan dari mereka pun tidak memiliki arah yang jelas akan dibawa ke mana “perusahaannya” itu. Hanya karena menerima sebuah proyek kecil, lantas kebanyakan dari mereka mengharapkan proyek-proyek besar dan prestius datang dengan cepat. Ditambah lagi dengan beberapa pengalaman yang sudah aku alami belakangan ini. Inilah kenapa aku tidak terlalu tertarik ketika ada orang lain yang mengajakku membuat “perusahaan” baru.

Tapi kita lihat saja bagaimana nanti selanjutnya karena di dalam pikiranku sendiri aku sudah memiliki beberapa rencana untuk masa depanku. Tinggal tunggu tanggal mainnya. ;)

Kesimpulan

Inilah beberapa hal yang menarik bagiku selama bulan Januari ini. Sama seperti sebelumnya, aku sudah menulis beberapa draft di blogku ini, tetapi di tengah jalan tiba-tiba terhenti begitu saja. Suatu waktu nanti aku akan mempublikasikannya bila sempat. Dan harapannya, pertengahan bulan Februari ini aku sudah agak bebas karena harusnya skripsiku sudah tuntas seluruhnya, dan tentu saja semoga mendapat nilai yang baik pula. Mari kita tunggu saja apakah tulisanku akan makin banyak di bulan Februari nanti. :D

Recovery for 2010

No Comments
Tags: , , , ,

Happy New Year 2010. :)

Agak telat sih aku nulis ini, tapi aku cuma mau menulis “Happy New Year 2010″ buat semuanya. :)

Udah lama ga nulis blog lagi, padahal akhir tahun 2009 kemaren aku pengen banget nulis di blog, tapi sayangnya akhir tahun harus dihabiskan dengan ngerjain proyek dan sedikit liburan sampai blog ini terbengkalai.

Dan juga maaf bagi yang mengunjungi blog (walau ga baca tulisan ini) karena blog sempat mengalami error sejak sekitar tanggal 26 Desember 2009 kemarin dan baru hari ini diperbaiki. Indikasi error itu terlihat sewaktu melihat single post, yaitu post secara lengkap di mana setelah isi posting yang tampil hanya halaman putih. Yup, tidak ada bagian untuk komentar di bawah setiap post, dan tidak ada related post di tiap halaman.

Penyebabnya ternyata adalah plugins Simple Tags 1.6.1 yang tidak compatible dengan WordPress 2.9 yang aku update pada tanggal 26 Desember 2009. Awalnya memang ada pesan bahwa plugins tersebut tidak mendukung WP 2.9, tapi aku lebih memilih untuk mengabaikannya karena mengganggap bukan masalah yang berarti. Dan alhasil aku lupa bahwa plugins ini juga berhubungan dengan related post yang terdapat di tiap posting. Memang ini karena faktor kecerobohan juga karena penempatan function st_related_post() yang terdapat di bagian posting tidak disertai dengan pengecekan apakah function tersebut exists atau tidak, akhirnya berakhir dengan fatal error dan eksekusi kode berakhir sejak bagian tersebut ke bawah.

Akibat dari hal ini tentu aja penurunan jumlah pengunjung blog, walau hal ini juga didukung dengan keberadaan hari libur. Tetapi kalau dilihat dari 1 minggu belakangan di mana harusnya sudah masuk, pengunjung blog ini juga masih termasuk sedikit. Kita lihat saja apakah ada perbaikan jumlah pengunjung blog sejak perbaikan ini.

Anyway, sampai saat ini pun plugins Simple Tags belum ter-update. Sayang sekali sih, padahal menurutku ini plugins yang bagus. Lain kali tampaknya harus lebih teliti lagi setelah update dan ga terburu-buru meninggalkan blog dalam keadaan error tanpa sadar. I just want to say thanks to Kiki for the notice. :)

Mengenai resolusi tahun 2010? Ga banyak sih. Aku ga terlalu suka membuat resolusi-resolusi yang aneh-aneh. Tahun baru bagiku ga lebih dari sekedar pergantian kalender (seperti layaknya tahun 2012 bagi bangsa Maya), dan ga terlalu banyak makna spesial lainnya. Palingan hanya berharap kehidupan yang lebih baik, proyek dan skripsi yang lancar, dan lulus kuliah saja dulu untuk sementara ini.

Kenapa blog jarang diupdate? Seperti di posting-posting sebelumnya, belakangan ini aku disibukkan dengan kuliah, proyek dan skripsi. Apalagi belakangan ini sudah semakin dekat dengan deadline skripsi, dan juga banyak deadline untuk proyek-proyekku, ditambah lagi rasa malas untuk menulis. Untuk sementara posting di blog ini aku kurangi intensitasnya, walaupun sebenarnya kangen banget untuk menulis. Banyak draft di blog ini yang masih belum aku post, dan lebih banyak lagi draft yang tersimpan di otakku. Jadi maaf, untuk sementara ini belum banyak tulisan yang akan aku publish di sini. ;)

Katanya mau update tampilan blog? Udah lama aku bilang begitu tapi belum aku realisasikan. Mudahnya alasannya sama seperti di atas. Ditambah lagi dengan update ke WP 2.9 membuatku harus mengecek ulang theme yang sudah aku buat di laptopku. Tapi aku akan mencoba untuk meng-update bila memiliki cukup waktu. :)

Itu aja cuap-cuap di suatu hari yang agak terlambat untuk disebut tahun baru. :) Terima kasih atas perhatiannya.

William a.k.a Etersoul :)

Ajax, gunakan atau tidak?

No Comments
Tags: , , , , , ,

Semua bermula dari sebuah debat kecil antara aku dan seorang temanku mengenai penggunaan teknologi Ajax dalam aplikasi yang sedang aku buat untuk menyelesaikan thesis-ku. Dari sana muncul ide untuk menerapkan Ajax dalam beberapa bagian dari aplikasi yang sedang dibuat dari temanku, akan tetapi sayangnya seperti biasa, aku bukan orang yang mudah menerima tanpa analisa usability dari aplikasi yang sedang dibuat. Setelah analisis singkat, aku memutuskan bahwa kami tidak perlu menggunakan Ajax karena yang penting aplikasi yang dibuat cukup simple, dan toh skripsi ini terfokus pada penulisan, bukan aplikasi.

Ajax. Apakah Anda pernah mendengar dengan kata ini? Bila Anda seorang developer web, web designer, atau orang yang cukup memiliki pengetahuan dalam bidang web (termasuk walaupun Anda hanya pengguna saja), rasanya istilah ini bukan lagi istilah yang asing bagi telinga Anda. Asynchronous JavaScript and XML, sebuah teknologi pertukaran data asinkron dalam aplikasi web yang sedang naik daun sejak beberapa tahun yang lalu. Penggunaan Ajax juga menjadi dasar dari perkembangan Web 2.0 dengan hadirnya banyak situs yang menggunakan teknologi ini. Tapi apakah memang teknologi Ajax ini sudah begitu siap untuk diterapkan di semua lini pengembangan web?

Mari kita telusuri dulu asal muasal dan cara kerja Ajax ini. Ajax merupakan teknologi yang tidak tergolong muda karena perkembangannya sudah ada sejak lama, yaitu sekitar tahun 1990-an ketika terjadi booming teknologi internet dan world wide web, akan tetapi teknologi ini mendapatkan namanya sejak perkembangan Web 2.0 semakin besar dengan menghadirkan interaktifitas pengguna dengan penyedia layanan berbasis web. Teknologi ini sendiri menggabungkan antara kerja JavaScript, (X)HTML, dan CSS di browser atau client, data dalam bentuk XML atau JSON, serta web server. Cara kerja teknologi ini hampir sama dengan ketika browser melakukan request halaman ke suatu server, hanya saja tidak semua halaman serta merta dimuat ulang, tetapi melainkan hanya sebagian saja sehingga tampak seolah-olah halaman lebih interaktif.

Sayangnya, walaupun Ajax sudah cukup lama hadir di dunia ini, dan juga sudah cukup lama terjadi booming dan penggunaannya di web dalam 5 tahun terakhir, masih banyak persiapan yang belum matang dalam menggunakan teknologi ini. Hal ini dapat dilihat dari kesiapan user dalam menggunakannya, kesiapan developer dalam memanfaatkannya, kesiapan infrastruktur server dalam mengadopsinya, serta kesiapan user agent atau browser dalam menanganinya dalam suatu standar yang sama.

Masih banyak user yang belum menggunakan browser terbaru yang mengikuti standar sehingga sebagian teknologi ini masih belum dapat terpakai dan ditampilkan dengan sempurna. Banyak developer yang masih belum memahami atau memiliki dasar yang kuat atas Ajax yang akan mereka gunakan. Banyak juga server yang belum siap meng-handle banyaknya request dari penerapan Ajax dengan cara yang salah sehingga akhirnya tidak kuat menghadapi gempuran client karena kurang pahamnya developer yang mengembangkannya. Beberapa browser juga memiliki cara kerja yang berbeda-beda dalam menangani Ajax sehingga menyulitkan developer dalam pengembangannya.

Kehadiran Ajax memang membuat web menjadi dinamis dan interaktif, akan tetapi hal ini tidak serta merta dapat menggantikan posisi aplikasi desktop. Kehadiran cloud computing dan berbagai web application yang menggunakan Ajax, serta perkembangan operating system berbasiskan web hanya akan sebatas melengkapi teknologi desktop yang ada, bukan menggantikannya. Jadi salah besar bila seorang berpendapat dan berpikiran bahwa aplikasi web dikembangkan untuk dapat menggantikan aplikasi desktop secara total. Berbagai halangan seperti bandwidth jaringan, keamanan dan kecepatan pemrosesan pun secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap efektifitas aplikasi web.

Ketika user mendapatkan sebuah situs yang menggunakan banyak teknologi Ajax, misalkan saja Facebook — dan tentu saja teknologi ini sudah diadopsi dengan cukup matang oleh Facebook — user akan mudah tertarik karena sisi interaktif dan modern-nya. Hal ini berpengaruh terhadap banyaknya developer yang memanfaatkan teknologi Ajax ketika ingin mengembangkan aplikasi berbasis web, biasanya tanpa memikirkan kekurangannya. Di sisi user yang juga tidak banyak mengetahui seluk-beluk teknologi ini, mereka seringkali menganggap bahwa teknologi Ajax merupakan teknologi yang bagus dan paling modern sehingga sebisa mungkin web yang dikembangkan memakai teknologi ini.

Alhasil dengan tidak pahamnya user dan developer, akhirnya teknologi ini seakan-akan hanya merupakan eye-candy atau hiasan yang seringkali tidak memiliki pondasi yang cukup kuat untuk mendukungnya, misalkan aksesibilitas ketika user mematikan JavaScript atau memblokir beberapa konten seperti iklan yang mungkin saja sifatnya false-positive sehingga Ajax tidak bisa dipakai. Belum lagi dari sisi keamanan, user tidak melakukan validasi dan sanitasi atas pesan yang disampaikan dari server sehingga memungkinkan berbagai bentuk serangan terhadap end-user seperti XSS dan CSRF.

Saya sendiri sudah cukup lama belajar Ajax, sejak hampir 2 tahun yang lalu. Akan tetapi baru berani memasukkannya ke dalam project yang saya kerjakan baru 3 bulan yang lalu setelah project tersebut saya rasa sudah cukup matang dalam memberi pondasi terhadap Ajax. Saya cukup salut melihat atau mendengar orang-orang yang berani menggunakan Ajax dalam project-project yang dibuatnya, padahal pondasi pengetahuannya belum kuat, tapi yah memang saya sendiri belum pernah mendengar secara langsung ada kasus project gagal karena memaksa memakai Ajax.

Jadi bila Anda memang cukup yakin bahwa project Anda tidak akan gagal karenanya, silahkan pakai teknologi ini walaupun Anda baru mengetahui mengenai Ajax hari ini atau beberapa hari yang lalu. Akan tetapi bila Anda merasa bahwa pondasi yang kuat adalah sesuatu yang diperlukan untuk membangun suatu sistem atau aplikasi, silahkan coba untuk mendalami terlebih dahulu dasar-dasar JavaScript, XHTML, CSS, protokol HTTP, serta jaringan sebelum mengimplementasikan. Bahkan akan lebih baik bila memahami cara kerja Ajax dari sisi teoritis, bukan hanya dari sisi coding saja. Jujur saja, coding itu mudah, semudah melakukan kesalahan karena desain sistem atau aplikasi yang salah.

Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda tanyakan kepada diri Anda sebelum memakai Ajax:

  1. Bisakan aplikasi Anda melakukan fungsi yang sama tanpa menggunakan Ajax atau ketika JavaScript dimatikan?
  2. Apakah sebelumnya Anda memikirkan konsep web yang Anda kembangkan ketika tidak menggunakan Ajax?
  3. Apakah dengan menggunakan Ajax justru akan memberi efek positif dibanding dengan efek negatifnya?
  4. Apakah Ajax itu benar-benar diperlukan dalam aplikasi yang Anda buat?

Bila minimal 3 jawaban dari pertanyaan di atas adalah “ya”, maka jangan ragu untuk menggunakan Ajax. Sebagai informasi, bila Anda menjawab “tidak” pada beberapa pilihan di atas maka beberapa hal akan dikorbankan, yaitu 1) aksesibilitas, 2) rancangan atau desain, 3) fungsionalitas Ajax, dan 4) simplicity dan fungsionalitas aplikasi.

Jadi, Ajax tidak dikembangkan untuk membuat suatu web menjadi keren karena tidak perlu melakukan reload halaman, bukan pula untuk membuat web menggantikan fungsi aplikasi desktop, tetapi hanya sebuah teknologi yang membantu kenyamanan dan kemudahan bagi end-user.

Dua Hari di Semarang

No Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

Seperti biasa, sudah lama ga nulis blog. Entah kenapa belakangan ini blog ini sering terbengkalai begitu aja karena kesibukanku dan rasa malas yang mendera. Yay… Kali ini aku akan menceritakan lagi pengalaman yang menarik, yaitu “Dua Hari di Semarang”, seperti yang tertulis di judul. Why Semarang? Dan kenapa 2 hari doang? Memang sebenarnya harus digenapkan menjadi “100 Days Around the World”, tapi apa daya belum mampu buat itu. Hahaha… :D

Ceritanya selama 2 hari yaitu tanggal 4 sampai 5 Desember 2009 kemarin, aku dan yang lain berangkat ke Semarang. Yang lain ini terdiri dari project manager-ku, Pak Henry; Istrinya, Bu Mey; dan satu orang teman, Veronica. Yup, berempat berangkat ke Semarang untuk melakukan presentasi atas pekerjaan yang sudah dilakukan beberapa bulan belakangan di Poltekkes Semarang. Kalau untukku sendiri, kali ini merupakan perjalanan pertama yang aku lakukan untuk pekerjaan yang aku lakukan. Oke, kita mulai saja dari hari pertama.

Read the rest of this entry »

Hal-hal yang Saya Benci dari Kendaraan Umum (B91 Khususnya)

1 Comment
Tags: , , , , , , , ,

Sebagai pengguna kendaraan umum dalam keseharianku, banyak hal unik yang sudah aku temui di sini. Mulai dari sisi gelapnya, sampai sisi yang bisa membuat tertawa, yah tertawa ironis. Jujur aja sih, aku mulai menjadi pengguna kendaraan umum sejak 3 tahun yang lalu, tepatnya sejak mulai kuliah. Selama sekolah di TK, SD, SMP sampai SMA, istilah bagi sebagian orang adalah “ngesot sedikit juga udah nyampe ke sekolah”, jadi ga perlu lagi naik kendaraan umum semasa itu. Ditambah pula di jaman itu ke mana-mana lebih sering nebeng mobil teman, diantar atau naik kendaraan umum yang ga bersifat masal seperti bajaj atau taksi.

Sekali memasuki kehidupan sebagai mahasiswa, terpaan siksa naik kendaraan umum (Metromini B91) pun mulai menerjang deras bagaikan badai. Awalnya sih ngerasa aneh aja, tapi makin lama makin terbiasa dan cenderung udah kebal dan hafal dengan sifat-sifat para supir kendaraan umum dan medan yang terdapat selama di jalan. Berikut ini adalah beberapa hal yang paling aku benci dari kendaraan umum.

Berhenti seenak jidat

Yap, ini identik dengan kendaraan umum apapun, mulai dari mikrolet, Kopaja, Metromini sampai ke bus-bus besar. Mungkin kalau ngetem atau berhenti hanya untuk menaikkan penumpang yang sudah tersedia masih bisa dimaklumi. Tapi kebanyakan supir berhenti sembarangan sambil menunggu penumpang mengisi bangku kosong di kendaraan mereka. Berhenti tengah jalan? Ga masalah, yang penting penumpang penuh. Makin serakah supir dan keneknya, makin lama pula bus nya diparkir di tengah-tengah. Kalau diklakson oleh kendaraan di belakangnya, klakson dari mulut sang supir dan kenek jauh lebih nyaring lagi.

Belum lagi ditambah dengan kelakuan konyol para supir dan kenek yang terkadang berhenti ketika berpapasan di tengah jalan dengan “teman sejawatnya”. Mereka bertukar informasi, tertawa, membahas hutang mereka yang bertumpuk, tertawa, ngomongin ini itu anu inu, tertawa, lalu diskusi kalau orang-orang di belakang bus mereka yang memberi klakson berisik sembari mengumpat, tertawa, lalu jalan lagi. Ah, indahnya jalanan di ibukota bila semua supir yang berpapasan selalu seperti ini. Jakarta menjadi kota yang statis alias tidak bergerak dan ceria karena sang supir dan kenek tertawa indah, di kala kendaraan di belakang mereka mukanya nekuk.

Oper sana oper sini

Kelakuan sopir seperti ini yang paling bikin jengkel. Sudah mengambil duit para penumpangnya, lantas penumpangnya diturunkan di tengah jalan seperti sampah yang harus dibuang. Lalu apa yang dilakukan supirnya? Mencari “sampah” lain yang bisa menghasilkan uang dan lalu membuangnya lagi di tengah jalan, ini looping forever sampai si supir merasa udah untuk makan sehari-hari atau ketika sudah harus gantian nyetir dengan supir lain setelah 3 rit. What on earth is the meaning of “rit”? Setauku itu semacam istilah yang sama dengan “lap” kalau di balapan. Yah, maksudnya putaran.

Kalau mengopernya dalam jarak dekat dan penumpangnya sedikit mungkin masih sedikit masuk akal (walau tetap ga bisa ditolerir karena penumpang sudah membayar). Tapi terkadang penumpang diminta untuk mengejar bus di depan yang jauhnya minta ampun kalau sedang macet total. Setelah naik bus tersebut, kenek pun minta bayaran lagi dengan alasan, “ga ada permintaan dari kenek yang ngoper sebelumnya”. Sudah penumpangnya lelah harus mengejar bus di depan, malah ditambah harus ngeluarin ongkos lagi. Belum lagi karena penumpangnya banyak yang dioper, dan bus yang jadi sasarannya pun sedang penuh, alhasil jadi pepes manusia di dalam bus itu.

Aturan dibuat untuk dihilangkan

Aku ingat jelas bahwa dulu sempat ada peraturan yang tertulis di secarik kertas yang ditempel di pintu-pintu bus B91. Isinya adalah bahwa setiap bus harus masuk ke terminal Tanah Abang dari jam sekian sampai jam sekian, lalu harus masuk ke daerah Batusari dari jam sekian sampai jam sekian. Alhasil dengan adanya aturan ini rasio pengoperan penumpang dibanding sampai ke tujuan hanya dengan satu bus pun langsung menjadi sangat berbeda jauh. Ini mungkin menjadi saat-saat terbaik dan mengharukan bagi sebagian penumpang… untuk sementara. Satu atau dua bulan kemudian kertas itu hilang, dan penumpang pun jadi korban penzholiman dari para supir dan kenek.

Masih teringat juga tidak sampai satu bulan yang lalu, terdapat tempelan baru di bus-bus. Isinya bahwa supir yang mengoper penumpang harus membayar penuh kepada supir yang dioper atau dikenai denda 3 kali jumlah penumpang yang dioper. Ada lagi aturan bahwa supir dilarang mendahului dari jalur yang berlawanan dan bila dilanggar akan dikenai sanksi tidak boleh narik dalam 3 hari. Dan di situ tertulis bahwa “hal ini diberlakukan karena adanya pengaduan dari penumpang”. Tiga hari setelah aku pertama kali melihat pengumuman itu, sekelompok supir berkumpul dalam satu bus yang aku tumpangi dan duduk di depan. Mereka membahas bahwa “harusnya pemilik tidak boleh seenaknya menerapkan aturan seperti itu. Kalau ga boleh dahuluin kendaraan lain seperti itu, gimana mereka bisa narik.” Bahkan sesama supir saling mengingatkan supaya ga usah ikut aturan itu karena “ga akan maju”. Satu minggu kemudian, kertas itu bersih dan keadaan kembali menjadi “normal” seperti biasa.

Intinya? Supir dan kenek nomor satu, pemiliki bus nomor dua, penumpang ga memiliki nomor tapi memiliki duit untuk si nomor satu. Right.

Penumpang ga tau diri

Bukan cuma supir aja yang membuat kesal, kadang bahkan penumpangnya sendiri membuat kesal. Mulai dari merokok seenaknya, sampai penumpang gratisan yang justru minta bayaran kepada penumpang lainnya, a.k.a pengamen. Khusus untuk pengamen ini, ada beberapa kesan yang muncul ketika aku melihatnya. Pertama adalah salut, kalau mereka benar-benar niat jadi pengamen dan terlihat mengamen untuk menghibur penumpang, bukan mengutamakan mendapat uang dari penumpangnya sembari menumpang gratisan. Biasanya aku akan memberi apresiasi kepada pengamen tipe seperti ini.

Kedua adalah pengamen yang nyanyinya ga jelas, maksa, bahkan terkadang membacakan sajak bahwa “lebih baik mereka memintanya secara baik-baik daripada merampok, mencuri dan merampas, karena uang seribu tidak akan membuat Anda jatuh miskin.”

Yang jelas ada satu pengamen (peminta-minta) tepatnya yang populer di kalangan penumpang B91: seorang anak kecil yang memberi amplop dengan paksa kepada penumpangnya, lalu berteriak-teriak ga jelas, lalu mengambil lagi amplopnya. Bila ada penumpang yang baru naik, langsung si anak itu menghampiri penumpang dan memberi penumpang itu amplop. Bila ditolak, si anak akan berteriak “ambil!!!”. Beberapa waktu yang lalu seorang bapak sempat memukul anak itu karena dipaksa mengambil amplop itu, alhasil si anak itu pun ga berani berdiri di depan bapak itu sampai si bapak turun, dan sempat terjadi perang kata-kata setelah si bapak turun dengan si anak dengan melontarkan “anjing-anjing”. Dunia memang aneh.

Bus tak layak pakai

Seringkali kalau naik kendaraan umum, yang ditemukan adalah kaca yang sudah pecah (bahkan ga ada kaca sama sekali), bangku yang bergoyang karena besi yang ada sudah patah, langit-langit bus yang terkoyak-koyak, asap hitam yang keluar dari knalpot dan juga tak ada lampu. Dengan keadaan bus yang tidak layak seperti ini, sungguh hebat para penumpang bisa selamat sampai di tujuan ditambah juga supirnya masih bisa narik. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa supir-supir bus Mentromini adalah manusia-manusia yang ajaib. Dengan keadaan seperti ini, ditambah lagi kelakuan yang ugal-ugalan, sangat jarang ditemui kejadian fatal yang menimpa penumpang. Mungkin angkanya kurang dari 1% dari jumlah penumpang yang mengalami kecelakaan. Yang pasti bila Anda duduk dengan tenang dan menikmati keadaan bus yang sedang melaju kencang (bayangkan saja berada dalam simulasi games Need for Speed: Underground), Anda akan selamat sampai di tujuan. Kemungkinan Anda kenapa-kenapa akan lebih tinggi ketika Anda mulai berdiri dan beranjak dari tempat duduk Anda untuk turun dari bus.

Oke, kembali ke topik. Memang ada beberapa bus yang terlihat baru dan terlihat lebih “muda” dibanding bus-bus lainnya, tetapi jumlah ini sangatlah terbanting dibanding dengan bus yang ga layak pakai. Coba saja Anda hitung, berapa kali dalam seminggu Anda mendapat bus yang kacanya ga pecah, catnya masih mulus, besi-besi pegangan masih rapi dan ga berkarat dan lampu di dalam bus masih lengkap (walaupun penutupnya sudah ada yang lepas). Bila beruntung bahkan bangku yang ada juga lebih empuk, bukan cuma sebatas bangku plastik dengan besi karatan yang membuat penumpangnya terancam tetanus di sekelilingnya saja.

Polisiku buayaku

Ah, buaya lagi, buaya lagi. Keberadaan polisi di tengah jalan ga serta merta membuat supir bus jadi lebih tertib. Seringkali supir bus tertib ketika melihat polisi di depan mata, tetapi akan menjadi beringas ketika polisinya sudah pergi. Yang anehnya terkadang polisi ga bertindak apapun ketika melihat keberingasan para supir dalam memacu kendaraannya. Kalaupun ditindak, biasanya ada “jalan tol” menuju pembebasan (yah, u know lah apa maksudku).

Kesimpulan

Mungkin kesimpulan yang paling tepat: inilah budaya angkutan umum di Indonesia dan di Jakarta khususnya. Jadi kalau Anda baru pertama kali datang ke Jakarta dan menikmati sesuatu yang namanya Metromini dan Kopaja ada baiknya berpegangan yang erat apapun yang terjadi, sampai Anda mulai beradaptasi dengan keadaan ini. Sayangnya karena dinamakan budaya akan sulit dihilangkan tanpa campur tangan pihak penjajah atau penguasa. Sistem yang diterapkan pada angkutan umum Jakarta pada umumnya adalah sistem uang setoran, di mana berarti supir harus sering-sering mendapat penumpang untuk menutup biaya setoran tiap harinya. Keadaan inilah yang menjadi penyebab supir bertindak sendiri-sendiri tanpa aturan yang baku, sedangkan pengusaha hanya tahu mengenai administrasi dan ijin angkutan umum, dan menerima uang setoran saja. Bila sesekali diperlukan, baru suku cadang diganti dengan yang lebih “manusiawi”. Alternatifnya, preteli suku cadang dari kendaraan lainnya yang masih bisa dipakai alias kanibalisasi.

Susahnya kalau sistem ini diubah menjadi sistem gaji tapi tanpa kontrol. Entah kenapa di bayanganku para supir akan ogah-ogahan mengantar penumpang berhubung berapapun jumlah penumpangnya yang didapat dan yang disetor kepada pengusaha, mereka akan mendapat gaji yang sama, dengan kata lain gaji buta.

Kadang kepikiran, kapan yah kita bisa menikmati bus umum seperti layaknya bus Transjakarta yang lebih bersih, rapi dan manusiawi. Ga perlulah pakai AC, yang penting penumpang bisa duduk nyaman dan merasa aman tanpa harus melakukan sport jantung tiap kali naik kendaraan umum. Mungkin kita bisa memulai dengan memberi komentar kepada Organda sebagai organisasi yang menaungi pengusaha-pengusaha angkutan umum di websitenya www.organda.or.id. Siapa tahu dengan kekompakkan para penumpang, kenyamanan itu bisa tercapai (walau aku sendiri pesimis dengan hasilnya).

Satu bulan tanpa blog

No Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Ga kerasa, sudah satu bulan lebih aku ga menulis blog sama sekali. Memang hal ini dikarenakan beberapa hal, yang pertama adalah kesibukanku dalam skripsi, kedua adalah karena kesibukanku dalam proyek freelance-ku. Yang terakhir tentu saja karena rasa malas menulis blog belakangan ini. Yah jujur aja aku berkata seperti itu karena dalam kesibukanku pun seharusnya pasti aku masih bisa meluangkan waktu untuk mengupdate content blog ini. :)

Selama satu bulan ini, tentu saja banyak hal yang menarik yang sebenarnya ingin aku ceritakan di blog ini. Oleh karena itu, untuk kali ini aku akan merangkumnya dalam satu entry saja, tetapi tentu dengan banyak sale alias potongan sana sini supaya entry ini ga terlalu panjang. Kita mulai saja dengan hari-hari yang paling dekat dengan terakhir kali aku menulis blog.

Tanggal 20 – 21 Oktober 2009, aku mengikuti lomba ACM/ICPC Jakarta Regional Contest di Binus. Ini adalah kali pertama aku mengikuti ICPC, tetapi juga menjadi kali terakhir mengingat waktuku menjadi mahasiswa perguruan tinggi (S1 tentunya) hanya tinggal beberapa bulan lagi (semoga sih begitu karena memang aku pengen cepat lulus). Yah namanya kontes regional, tentu saja ada peserta dari negara Asia lainnya seperti dari Singapura, Malaysia, Taiwan dan China. Soalnya? Susah. Berhubung juga memang karena belakangan aku ga bisa ikut training rutin karena kesibukanku dalam mengurus proyek, jadi bisa dibilang kalau aku mengikuti kontes ini juga seakan-akan main masuk aja tanpa persiapan yang matang. Alhasil tim-ku (EC Panda) hanya menduduki peringkat 37 dari 67 tim peserta kontes. Agak mengecewakan sih, posisi itu masih berada di bawah dari 1/2 jumlah peserta, padahal aku sendiri menargetkan berada di atas 1/2 jumlah peserta itu, minimal peringkat 33. Yah, ga apa-apa, yang penting sudah mencoba daripada ga sama sekali. Thanks buat semua yang udah memberi semangat, dan juga yang udah memberikan kesempatan aku mengikuti lomba semacam ini.

Tanggal 26 Oktober 2009, untuk pertama kali merasakan suasana kompetisi dalam pelelangan proyek bersama dengan project manager-ku. Tentu hanya aku yang baru pertama kali merasakannya, soalnya project manager-ku pasti sudah berkali-kali mengikuti lelang seperti ini. Hari itu aku hanya sebatas membantu project manager-ku dalam menggerakkan slide presentasi dan juga membantu dalam mendemokan prototype aplikasi, sedangkan project manager-ku lah yang mempresentasikan secara keseluruhan. Mungkin pengalaman yang berharga mengingat dari sana aku juga diajari bahwa lelang dan management proyek di dunia nyata itu jauh lebih kejam dari teori yang diajarkan di kelas-kelas perkuliahan.

Sebenarnya 2 paragraf di bawah mengenai Geocities ingin aku tuliskan dalam satu entry khusus pada tanggal 26 Oktober 2009, akan tetapi ga sempat (baca: malas) sehingga dirangkum saja jadi 2 paragraf di sini. Di tanggal ini juga bertepatan juga dengan hari ditutupnya layanan Geocities oleh Yahoo!. Salah satu website yang menjadi kontributor dot com bubble dan internet booming pada awal tahun 2000-an. Aku juga salah satu pengguna Geocities yang sejak tahun 2001 pernah mengupload web pribadi, yang pertama kali aku pelajari dan aku buat. Yah, sampai saat ditutup layanan Geocities tidak banyak berubah sejak pertama kali aku gunakan, misalnya hanya melayani konten statik, bandwidth yang terbatas hanya 4 MB / jam, space yang hanya beberapa puluh MB saja, sampai tampilan file manager-nya. Mungkin bagi sebagian orang yang mengingat Geocities juga akan mengingat penggunaan istilah dan teknologi web kuno (yang bahkan masih digunakan sampai sekarang di jaman sekarang ini), misalnya saja tag <marquee>, tag <blink>, desain layout dengan table, background dengan gambar gif animasi, dan lainnya. Bahkan web semacam xkcd.com pun sempat bernostalgia hari ini dengan menampilkan tampilan web seakan-akan kembali ke jaman baheula.

Sangat disayangkan sih Geocities sampai ditutup, padahal sebelumnya beberapa file bisa dihosting di sana secara gratis. :p Tapi mungkin memang layanan ini sudah ga menguntungkan lagi bagi Yahoo!, dan mungkin juga ga menarik lagi bagi sebagian besar orang untuk digunakan. Apalagi di luar sana banyak hosting-hosting gratis lainnya yang sudah mensupport lebih banyak fasilitas daripada hosting Geocities yang cenderung statik dan beriklan walaupun gratis. Terima kasih untuk Geocities karena telah menjadi salah satu pendorong minatku pada dunia web dan internet. Mungkin kalau dari dulu aku belum mencoba mengenai Geocities, belum tentu aku punya minat pada dunia web, internet dan komputer seperti sekarang. Lalu gimana dengan konten dari account Geocities-ku sendiri? Aku sudah mem-backup nya dan akan diupload suatu saat nanti, termasuk juga web yang paling pertama yang pernah aku buat di tahun 2001 (jadi malu saya :”> ).

Tanggal 29 Oktober 2009, Ubuntu 9.10 Karmic Koala dirilis. :D Tapi tentu saja aku belum mengupdate laptopku hari itu juga karena belum sempat. Aku baru sempat mengupdate nya di bulan November. Tapi secara keseluruhan memang update ini sangat memuaskan. Tidak banyak bug seperti Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope kemarin. Compiz bisa digunakan secara lancar, tombol wireless bisa digunakan tanpa masalah, dan tampilan boot dan splash screen yang menyenangkan, apalagi dengan menggunakan GRUB2 yang sempat membuatku panik karena sempat membuat laptopku ga bisa di boot. Belakangan jadi lebih tertarik menggunakan Ubuntu daripada Windows berhubung memang di Windows pun aku jarang memakainya untuk bermain game (aku rasa inilah alasan kenapa banyak orang yang masih bertahan menggunakan Windows sekalipun hanya bajakan), apalagi IDE yang biasa aku gunakan yaitu NetBeans juga sudah bisa terinstall di Ubuntu tanpa masalah.

Tanggal 3 November 2009, sekali lagi aku diajak oleh manager proyek-ku untuk mengikuti lelang. Kali ini acaranya dilakukan di Bandung, tapi tentu saja hanya dalam satu hari harus bolak-balik Jakarta. Berangkat pagi-pagi jam 6, sampai di Bandung jam 9 dan menunggu acara dimulai jam 11. Acara yang diikuti disebut aanwizjing, yang sempat aku kira tulisannya adalah unwising, semacam technical meeting atau briefing acara kalau dalam kompetisi atau lomba-lomba. Dan di sini dan juga selama perjalanan aku belajar banyak hal.

Tanggal 8 November 2009, adik dari pacarku ulang tahun. Hepi b’day. :D Satu hal yang pasti aku sempat membuat hari ini jadi rada berantakan karena sempat menjatuhkan kue ulang tahunnya ketika pacarku baru saja membelinya di Mall Taman Anggrek. Maaf yah :(

Tanggal 9 November 2009, Mozilla Firefox ulang tahun yang ke-5. Hepi b’day. :D Semoga akan tetap selalu menjadi browser terfavoritku seterusnya. Keep up the good work.

Tanggal 11 November 2009, berselang 2 hari setelah ulang tahunnya, Firefox versi 3.6 beta 2 diluncurkan. Sebenarnya aku sudah mencobanya sejak beta 1, dan perubahan yang terjadi ga terlalu banyak. Mungkin malah dalam Firefox ini yang terbiasa dengan behavior ketika membuka tab baru harus diubah. Sebelumnya, membuka tab baru akan membuat tab tersebut muncul di paling ujung. Sekarang membuka tab baru hasil dari tab yang sudah ada akan membuat tab tersebut muncul di posisi setelah tab tersebut. Agak sulit dijelaskan sih, tapi kalau bingung, coba saja pakai Google Chrome karena behavior-nya sama dengan Chrome atau langsung coba beta 2 ini. :D

Di hari ini juga kiamat menjadi trend tersendiri di kalangan anak muda dan orang tua karena sudah masuk ke dalam dunia Hollywood. Yeah, apalagi kalau bukan 2012. Bukan tahun, tapi judul film, tapi memang berhubungan dengan tahun sih. Bahkan sampai dibahas di berita-berita segala, dan dengar-dengar bahkan antrean di bioskop panjang. Entah karena filmnya bagus, atau karena penasaran dengan visual effect yang katanya banyak banget, atau karena pengen ngeliat akhir dunia itu kayak gimana sebelum memutuskan bakal bertobat atau lebih banyak berbuat dosa lagi sebelum hari itu datang. Paling ga dengan antrian itu membuktikan, “kiamat adalah sesuatu yang keren” alias “apocalypse is cool”. :cool:

Tanggal 12 November 2009, selamat ulang bulan tidak menulis blog. Terakhir kali menulis blog adalah tanggal 12 Oktober 2009 yang lalu, makanya ga aneh kalau kita harus merayakannya :D

Tanggal 14 November 2009, pergi ke CL buat potong rambut ditemani pacar, tapi sialnya pas ngantarin pacar pulang ke daerah Binus, dia malah kena copet. Alhasil sebuah handphone Nokia 6600 pun hilang. Ga habis pikir sih ada aja kenapa di jaman yang handphone pun udah jadi barang yang wajib dimiliki semua orang, masih ada aja yang mau mengambilnya. Harga handphone nya secara materiil memang ga seberapa, tapi kenangannya memiliki nilai yang ga berharga. Tapi yah yang namanya orang jahat mana peduli dengan apa yang dialami orang lain, yang penting dirinya kan senang sendiri. Malah masih sempat-sempatnya minta orang yang ada di daftar kontak handphone itu buat ngirim pulsa segala. Ckckck… Maling jaman sekarang. Semoga aja orang yang ngambil handphone itu hidupnya ga bakal tenang selamanya dan masuk neraka (kalaupun tuh orang percaya ada neraka). Iya betul, ini gue lagi sumpahin tuh orang. Sorry, but no sorry for you. Ah, kutukan itu juga berlaku buat penadah handphone curiannya kalau memang dia tahu itu handphone curian tapi tetap berniat menadahnya. Dan juga jatuh kepada pembelinya yang udah tahu itu handphone curian, tapi tetap beli dan pakai tuh handphone. Jadi dah tuh handphone bertuah. Tunggu kehadiran Hurry Copter: the Sorcerer’s Phone. Kalau mau cerita yang lebih lengkap, silahkan baca di blog pacarku.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai 1 bulan terakhir ini. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak hal yang harus dilakukan. Dan masih banyak fenomena yang harus diikuti, mulai dari cecak vs. kadal sampai kekonyolan supir Metromini yang membahas soal aturan baru sampai aku bisa menarik kesimpulan bahwa aturan ada di tangan mereka, bukan pemerintah atau pihak yang berkuasa lagi (ini namanya People’s Power kah?). Ah, sedikit cerita aja deh, kemarenan sempat ada tempelan di pintu Metromini B91 yang memberitahu kepada sopir bahwa mereka ga boleh mengoper penumpang, dan kalau mengoper didenda 3 kali ongkos per orang dikali jumlah penumpang yang dioper. Ada lagi peraturan bahwa mereka ga boleh mendahului dari jalur kanan yang berlawanan arah, atau mereka kena skors 3 hari tidak boleh narik. Tapi yah dari pembicaraan yang sempat aku dengar di antara para supir waktu itu, mereka ga peduli dengan hal itu, dan toh memang kenyataannya masih banyak yang mendahului dari lajur kanan dan ngoper-ngoper, bahkan mengingatkan supir lain yang mau tertib untuk melanggar aturan itu. Masa bodo lah, jalanan dikuasai oleh setan jalanan belakangan, termasuk juga orang yang udah kena kutukan di atas itu, apalagi polisi belakangan juga ga bisa terlalu dipercayai lagi karena main jadi buaya-buaya-an, kan?

Kapan-kapan lanjut lagi deh ceritanya. Semoga dalam waktu dekat bisa nulis lagi. :D

Kenapa Harus Protes atas Kemajuan Teknologi dan Sains?

2 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Kita hidup di jaman yang bisa dibilang modern dan maju. Yah, pernyataan ini secara relatif, karena 50 tahun yang lalu pun kalau kita hidup di jaman itu dan hidup di tempat dan lingkungan yang tepat, kita sudah bisa dibilang modern walaupun di jaman sekarang dibilang kuno. Ketika televisi muncul pertama kali untuk dinikmati keluarga kaya raya, setiap orang yang memiliki televisi bisa dibilang modern. Sekarang, bahkan punya sebuah handphone saja bisa dibilang sudah biasa dan bukan lagi indikasi sebagai seorang yang modern.

Oke, cukup cuap-cuap mengenai modern dan ga modern itu dilihat dari sisi teknologi yang ditujukan untuk konsumsi orang banyak. Sekarang kita lihat dari sisi produsen, khususnya produsen dalam ilmu pengetahuan dan sains (atau sains itu sama dengan ilmu pengetahuan?).

Kita ga perlu melihat jauh-jauh ke negara seberang, mari kita lihat ke negara kita sendiri dulu. Bisa dibilang Indonesia sudah cukup maju dalam bidang teknologi dan sains di mana Indonesia berhasil menciptakan teknologi yang sudah pernah diciptakan di negara lain secara mandiri. Selain itu prestasi dalam bidang sains dengan banyaknya memenangkan lomba di tingkat internasional menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Tapi satu yang disayangkan, masih banyak orang yang ga paham mengenai percobaan sains dan kemajuan teknologi di negara lainnya. Paling ga, mereka melihat kemajuan itu hanya dari sisi negatif, bukan dari sisi positif. Oke lah, ini normal, kebanyakan orang memang sirik, tapi ingat bahwa sirik tanda ga mampu (katanya).

Mungkin rasa sirik ini bermula karena memang Indonesia ga terlalu menonjol dalam hal astronomi dan teknologi luar angkasa. Di astronomi, Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal dibanding negara-negara besar lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan India. Yah, kita memang menang di Olimpiade Astronomi dunia, tapi sayangnya kemenangan itu ga diikuti dengan praktek yang ada. Indonesia masih menjadi negara konsumen yang pretasinya sebatas meluncurkan satelit komunikasi dan satelit-satelit lainnya, itupun komponennya dirakit di luar negeri dan kendaraan peluncurnya pun merupakan peluncur dari luar negeri. Kalaupun ada prestasi dari warga negara Indonesia, mereka adalah orang-orang yang bekerja di luar negeri, bukan di negeri ini sendiri, mungkin karena memang di negeri orang lain mereka lebih dihargai dan fasilitas yang disediakan lebih baik untuk penelitian astronomi mereka. Alhasil karena bekerja di luar negeri, maka prestasi itu adalah prestasi negara seberang.

Lucunya, selalu saja ada alasan bagi orang-orang yang tidak mengerti soal sains untuk memprotes kemajuan yang terjadi di negara lainnya, ga terkecuali Indonesia, dan masalah ini kadang dikaitkan dengan masalah agama dan politik. Beberapa waktu lalu NASA meluncurkan sebuah kendaraan luar angkasa bernama LCROSS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite). Salah satu misinya adalah meluncurkan sebuah instrumen ke permukaan bulan dengan kecepatan tinggi untuk membuat kawah baru di bulan dan mencari bukti keberadaan air di sana. Pada tanggal 9 Oktober 2009, instrumen dari satelit ini berhasil menghantam bulan dan mengembalikan informasi ilmiah. Aksi NASA ini memancing perdebatan antara kalangan “orang biasa” dengan kalangan ilmuwan yang memang tahu apa yang mereka perbuat. Banyak yang memprotes dengan berbagai alasan, mulai dari akan mengubah orbit bulan, mengubah lama bulan mengorbit bumi, sampai alasan konyol seperti mengubah siklus bulanan wanita.

Sedangkan dari Indonesia? Tentu saja ada protes. Dan ini dikait-kaitkan dengan isu agama dan politik. Entah apa hubungannya astronomi dan sains dengan agama dan politik. Beberapa di antaranya berkata bahwa itu cuma kegiatan orang Yahudi yang ga puas dengan mengebom Irak dan Afganistan, dan akhirnya mau ngebom bulan juga. Yang lainnya berkata seharusnya NASA ga seenaknya melakukan itu atas apa yang diciptakan Tuhan. Lain lagi yang menyanggah pembelaan mengenai meteor yang sudah sejak lama menghantam bulan, dengan alasan meteor yang menghantam bulan adalah kemauan sang pencipta, sedangkan roket adalah ciptaan manusia. Di sini letak kejanggalannya, bagaimana mereka tahu bahwa roket benar-benar ciptaan dan keinginan manusia? Apakah ga mungkin kalau itu adalah rencana sang pencipta juga yang mengingkan manusia menghantamkan ciptaannya ke permukaan bulan untuk mendapatkan data sains yang akhirnya berguna bagi manusia pula?

Dan mungkin yang ga disadari oleh banyak orang adalah NASA bukan yang pertama kali melakukan ini. Sebelumnya sudah ada 2 negara yang melakukan hal serupa yaitu Rusia dan India, dan lagi karena isu politik dan rasa sirik (tanda ga mampu itu) akhirnya NASA yang notabennya di bawah naungan pemerintah Amerika Serikat menjadi bulan-bulanan. Rusia melalui satelit Luna 2 menghantam bulan di tahun 1959. Sedangkan ISRO atau Badan Antariksa India melakukannya tahun lalu, di tahun 2008 dengan sebuah kendaraan yang bernama MIP (Moon Impact Probe) yang berhasil menghantam bulan pada tanggal 14 November 2008. Tujuan dari MIP ini pun sama dengan NASA yaitu mencari bukti keberadaan air.

Tapi tentu saja, karena belum ada sentimen negatif ke India, dan anggapa negatif lainnya, akhirnya keberadaan MIP pun tenggelam. Alhasil hanya yang dari Amerika Serikat lah yang selalu jelek dan dia lah: NASA. Orang-orang yang berkomentar negatif juga kebanyakan tidak menyadari apa yang sudah dilakukan NASA selama ini, mulai dari banyaknya data sains yang didapat dari satelit-satelit lainnya yang diluncurkan, sampai gambar-gambar indah dari luar angkasa dari teleskop Hubble atau Spitzer.

Lalu apakah perkembangan teknologi termasuk juga astronomi seperti ini tidak pernah memiliki resiko? Pasti selalu ada resiko di balik semuanya. Dan tentu saja ini jadi alasan bagi para pemrotes yang takut bahwa bulan rusak lah, atau mengubah orbit bulan atau mendatangkan marah bahaya karena dewa bulan marah. Sejak dulu, perkembangan teknologi selalu membawa resiko yang mungkin belum terlihat. Kita bisa melihat perkembangan nuklir, dari yang dulunya dipakai sebagai senjata perang di Hiroshima dan Nagasaki, sampai dengan kecelakaan di reaktor nuklir Chernobyl. Tapi apa lantas perkembangan nuklir dihentikan begitu saja untuk keperluan damai? Apa jadinya dunia kedokteran dan bioteknologi tanpa nuklir?

Lain lagi dengan perkembangan teknologi listrik di mana batu bara dan bahan bakar fosil lain menjadi pemicu pemanasan global dan polusi udara. Listrik sudah ditemukan sejak lama dan berkembang dalam revolusi industri sampai saat ini, yang akhirnya menimbulkan efek global warming. Bayangkan bagaimana kalau dari dulu ilmuwan menemukan mengenai “global warming” ini dan lantas menghentikan riset kelistrikan dan ga cukup waktu untuk membuat energi bersih untuk menutupi kebutuhan listrik seluruh orang yang ada sekarang. Mungkin sampai saat ini tidak akan ada teknologi internet, telekomunikasi dan Anda tidak bisa membaca tulisan ini, dan di depan Anda sekarang hanya ada sebuah lilin, tentu saja dengan udara yang bersih sebagai efek positifnya. Kalaupun memang menghantam bulan akan mengubah orbitnya, berarti mungkin yang berkomentar perlu takut kalau sewaktu-waktu teknologi itu dipakai untuk balik menghantam bumi dan mengubah orbitnya sampai nyemplung ke matahari. Yah, itu adalah resiko dan hanya orang gila atau teroris yang akan melakukan hal ini.

Mungkin sebelum kita berkomentar yang negatif mengenai resiko perkembangan teknologi, ada baiknya kita melihat dulu ke belakang apa yang sudah membuat dunia kita berkembang seperti saat ini. Bukan karena rasa sirik atau iri, bukan karena hanya isu politik, bukan juga karena hanya isu agama sampai harus menjelekkan bangsa lain yang toh teknologinya justru akan dipakai oleh kita sendiri dan berguna untuk orang-orang yang berkomentar negatif tersebut.

Sekarang, apakah keputusan NASA menghantam bulan adalah keputusan yang salah? Apakah kita mau memilih untuk maju, atau tetap jalan di tempat hanya melihat NASA bisa menghantam bulan, berkomentar jelek mengenai apa yang mereka lakukan, sedangkan kita sendiri bahkan belum dapat meluncurkan roket keluar dari atmosfer bumi?