Blog Revival

Sesuai judul, setelah sekian lamanya ga pernah update blog, akhirnya saya sempatin update blog kali ini. Karena malam ini (lebih tepatnya pagi-pagi buta ini) saya baru melakukan pengecekan tahunan bulanan semesteran untuk update engine dari blog ini yaitu WordPress, takutnya ada orang-orang iseng mengacak-acak web ini gara-gara ga ter-update dengan versi baru. Sekalian maintenance aja supaya web ini ga diblokir sama pihak hosting, siapa tahu gara-gara jumlah spam yang membludak dan ga ada maintenance sama sekali akhirnya jumlah data di database menjadi membengkak dan melewati kuota yang disediakan oleh pihak web hosting.

Sebenarnya sejak lama udah ada pemikiran untuk update blog ini, banyak hal yang mau saya ceritakan di sini, tapi rasanya ga terlalu pas saja kalau diceritakan secara blak-blakan. Berhubung sudah hampir 2 tahun ga di-update, tentu saja banyak pemikiran-pemikiran baru yang lahir dalam kurun waktu tersebut. Kadang malah mungkin pikiran itu kontradiksi dengan apa yang ada di tulisan-tulisan blog saya sebelumnya. Well, nanti mari kita coba untuk update isi blog ini secara rutin seminggu sekali dua minggu sekali sebulan sekali kalau sempat. Lagipula banyak hal yang ingin bagi dan implementasi juga di web yang udah lama ga di-update ini, terutama dari sisi backend (teknikal), misalnya penggunaan HTML5 yang wah-wah, atau perlu WebGL untuk mempresentasikan blog ini. :D

Setelah 2 tahun ga menulis blog, mungkin agak terasa asing. Tidak ada salahnya saya mengenalkan diri saya lagi di sini kepada siapapun yang membaca. ;)

Nama saya William, just William. Iya, cuma William saja, ga ada nama keluarga resmi dari akta lahir, kalaupun ada palingan William Suryawijaya.

Asal dan lokasi? Dari dan di kota sejuta masalah: Jakarta.

Umur? Seperempat abad (waktu berlalu terlalu cepat).

Hobi / interests? Kontra-produktif: browsing, nonton, berimajinasi, procrastination. Produktif: problem solving, coding, elektronik, astronomi, video game development, dan ratusan hobi lainnya yang kadang saya sendiri bingung antara produktif atau kontra-produktif.

Pendidikan? Sekarang sih lagi mengikuti program S2 Magister Teknik Informatika di Binus University, Jakarta. Semoga pertengahan tahun 2014 sudah lulus tepat waktu. :)

Kisah hidup? Terlalu panjang buat satu post ini, baca aja posting-posting sebelumnya. Autobiografi belum pernah buat (dan siapa juga saya sampai harus buat biografi? :D ) Intinya saya cuma seorang software engineer yang senang berkelana mencari ilmu ke sana kemari dengan mengerjakan beraneka ragam proyek yang menantang dan baru, dengan algoritma dan standar-standar yang belum pernah saya tahu sebelumnya, dengan kata lain freelancer. Kurang lebih layaknya pencari harta karun, tapi ini harta karunnya abstrak dan rada aneh, yaitu masalah beserta paket solusinya. Dan kalau itu kurang, kadang saya suka membuat masalah sendiri, dalam arti yang positif tentunya.

Well, segitu saja dulu perkenalan ulangnya. Ga banyak yang bisa aku tulis sekarang ini berhubung sudah agak larut dan belakangan agak sulit kalau harus maksa mata ini terbuka di jam 1 atau 2 pagi.

Oh iya, berhubung blog ini sudah lama ga dipakai, dan bagi yang mau berkontak ria dengan saya atau sekedar stalking, saya bisa ditemukan di jagat interweb melalui beberapa link di bawah. Mohon bila saya dikontak lewat platform-platform di bawah tolong sebutkan kepentingan Anda, karena saya tidak asal add orang bila memang tidak mengharuskan. Maaf, bukannya sombong yah. Hehe…

  • Facebook, sebuah social networking sejuta umat, walau saya hampir ga pernah publish apa-apa lagi di sana sejak lama, lebih banyak untuk keperluan pribadi, alias for private usage only. Silahkan buka http://facebook.com/etersoul
  • Twitter, sebuah platform micro-blogging sejuta umat juga. Termasuk jarang saya update, tapi paling tidak kalau ada sesuatu yang menarik saya lebih sering post di sana daripada di blog ini. Mungkin bisa dibilang salah satu sebab punahnya penggunaan blog ini :) Silahkan ke http://twitter.com/etersoul
  • LinkedIn, sebuah platform social networking untuk profesional. Informasi profesional saya seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan informasi profesi lainnya lebih banyak saya tuliskan di sini dibanding dengan web lainnya. Oh iya, sampai saat ini saya tidak terlalu interest dengan pekerjaan full time, jadi mohon maaf agar tidak terlalu berharap banyak untuk meng-add saya jika tujuannya adalah rekrutmen karyawan full-time. Bila tetap ingin menawarkan pekerjaan, silahkan saja sampaikan dan dideskripsikan dulu pekerjaannya, mungkin saya pertimbangkan bila deskripsinya menarik. ;) Silahkan buka di http://www.linkedin.com/in/williametersoul
  • Steam, sebuah platform permainan yang mendunia di mana orang bisa membeli permainan digital secara online dan bersosialisasi lewat fitur-fitur yang disediakan (dan juga menguras kantong kalau lagi event diskon besar-besaran). Buka saja langsung di http://steamcommunity.com/id/etersoul
  • GitHub, sebuah platform untuk para programmer maupun artis dalam berbagi karyanya dan berkolaborasi sebagai project. Ke depannya saya mungkin akan banyak membuat beberapa pekerjaan open source dan saya share di sini. Alamatnya di https://github.com/Etersoul/

Sekian saja tulisan kali ini. Semoga blog ini benar-benar bisa bangkit lagi setelah posting terbaru ini. Cheers!

Happy New Year 2012

Happy new year untuk semuanya. ;) Agak telat sih buat ngucapin ini berhubung sekarang sudah tanggal 4 Januari 2012. Tapi toh apa salahnya mengucapkannya juga, lagian ada pepatah “lebih baik telat daripada tidak sama sekali”. Ya kan? Ya? Ngga? Okay… <insert okay meme here>

Mari kita tengok ke belakang… *tembok. Maksudku tengok ke belakang dari sisi waktu. Well, sudah setengah tahun ga ada postingan baru di sini. Udah gitu, beberapa posting terakhir juga pake bahasa Inggris yang maksa. Yah, mengingat kebanyakan orang yang mampir ke blog ini juga orang Indonesia, akhirnya mikir-mikir yah enakan juga pake Bahasa Indonesia sih. Dan voila, hadirlah postingan Bahasa Indonesia di blog ini lagi, di awal tahun 2012, setelah setengah tahun ga ada update. Dan seperti biasa, tetap memasukkan beberapa patah kata Bahasa Inggris biar keliatan ga kaku, dan sangat agak keren… <insert okay meme here again>

So, 6 bulan ini, Y U NO POST ANYTHING? Well, bagi yang mengikuti postingan ini udah pasti tau alasannya cuma ada dua. Pertama, karena males. Kedua, karena sibuk ama kerjaan. Kalau mau ditambah juga, karena sempat lupa nih blog masih exists di interweb. :cheerful:

Mari kita review apa yang terjadi di paruh terakhir 2011, termasuk hal-hal yang menarik yang terjadi yang aku alami sendiri, dan mungkin beberapa peristiwa menarik di dunia ini yang membuatku gatal buat kasi komentar. Move on!

Sekitar Agustus 2011, aku tiba-tiba mendapat pencerahan untuk mengingat kembali bahwa aku ini seorang alumni dari sebuah sekolah yang bernama Bunda Hati Kudus di Jakarta. Yup, sejak Agustus tahun lalu, aku jadi rada aktif dalam pembentukan sebuah organisasi alumni, dulu namanya Panitia Persiapan Pembentukan Ikatan Alumni Bunda Hati Kudus (P3IABHK), sekarang hilangkan saja 3 kata pertama jadi Ikatan Alumni Bunda Hati Kudus, berhubung sudah diresmikan pada November 2011 silam. Berhubung aku kebanyakan berkecimpung di bidang IT, pada akhirnya yah aku diterjunkan juga ke bidang IT di sini. Sejauh ini yah, menarik sih, banyak ketemu orang baru sesama alumni juga.

Selain ikut organisasi, berhubungan dengan pekerjaan, belakangan pekerjaanku agak variatif sih. Khususnya di bulan Desember, rasanya gado-gado banget. Project keliling kota mulai dari Bandung, Samarinda, Manado, Jogjakarta sampai Pekalongan. Capek? Yah pasti aja capek. Menyenangkan? Yup, selalu ada sisi itu. Tersiksa? Iya, sempat juga, khususnya waktu tiba-tiba diare di luar kota, tapi kerjaan tetap harus jalan juga. Yah intinya, aku lumayan sibuk sih selama 6 bulan terakhir.

Next, urusan gadget. Sekitar November 2011 kemarin, setelah bersama handphone ku tercinta yang sudah aku gunakan selama hampir 4 tahun, akhirnya Sony Ericsson G900 ku dipensiunkan juga sih (ga pensiun permanen, kalau ada panggilan tugas yah kerja lagi). Sempat tersiksa 1 tahun terakhir pake tuh G900 soalnya layar sentuhnya (lebih tepat layar tekan sih) udah ngaco. Pencet sini, yang dianggap malah di sana. Pencet sana, yang dianggap malah di sini. Ditambah lagi terlalu sering bikin error “inactive SIM” yang bikin ga bisa nerima SMS, telpon atau melakukan apapun sampai harus direstart dulu. Alhasil dengan tekad bulat mengeluarkan sebagian dana dari tabungan, dibelilah Samsung Galaxy S II.

Samsung Galaxy S II (SGS2), atau dengan nomor serinya I-9100, merupakan salah satu smartphone yang cukup sukses di pasaran. Dengan performa yang mumpuni, smartphone ini mampu menghantam lawan-lawannya dari sisi kinerja pada saat peluncurannya. Dengan kelebihan berupa layar Super AMOLED Plus 4,3 inch dengan resolusi 800×480 pixel, kamera belakang 8 MPixel, kamera depan 2 MPixel, Prosesor dual core 1,2 GHz, dengan operating system Android 2.3 Gingerbread, smartphone ini pun meraih beberapa penghargaan. Oke, selesai iklannya.

Well, sejauh ini setelah 2 bulan menggunakan, yang bisa aku katakan adalah RUAAARR BIASAAAA!! Cuma dari sisi baterai rada kurang puas sih, soalnya waktu pake G900 bisa tahan marathon seminggu tanpa harus di-recharge. Lah, ini pake SGS2 cuma tahan 1 hari. Tapi yah emang beda sih, kalau dulu pake G900 palingan cuma untuk telpon dan SMS aja, sedangkan kalau pake SGS2 sekarang internet nyala 24 jam dengan push email, sync ke mana-mana, dikit-dikit gatel tanganku buat pencet-pencet, elus-elus, belai-belai, kayak orang baru jadian (ME GUSTA), ga heran kalau memang cuma tahan 1 hari aja. Belum lagi ini udah mulai gatal mau di-rooting lalu install firmware lain, dan lagi ga sabar nunggu Android 4.0 Ice Cream Sandwich keluar juga, walau untuk region Indonesia kayaknya bakal agak lama dirilisnya. Nanti kapan-kapan aku akan coba tuangkan deh pengalamanku bersama si Sugus2 Yummy ini di sini (kembali lagi kalau lagi niat). TRY ALL THE FEATURES!!

Next, apa lagi? Oh, berhubung sama beberapa penulisanku yang agak aneh, mulai dari <insert okay meme here> atau Y U NO something something, itu karena jiwaku sudah dimiliki oleh 9gag.com. Kalian juga harus menyerahkan jiwa kalian ke sana, OK? :D Just kidding… seriously, sometimes I think I can’t really stop visiting that site. Lalu apa isi web itu, kebanyakan gambar-gambar lucu sih, dengan komentar-komentar lucu, dengan meme yang punya bentuk yang lucu, dll. Tapi belakangan udah agak ga lucu lagi soalnya lumayan banyak repost. Hmmm, ada yang bingung meme itu apaan? Umm, agak susah sih jelasinnya. Kurang lebih meme artinya, fenomena di jagat internet di mana suatu hal jadi bahan yang digunakan oleh orang-orang untuk mengekspresikan sesuatu. Cara bacanya sendiri suka-suka sih, soalnya kalau dibaca dalam Bahasa Indonesia, apalagi kalau salah-salah di depan orang banyak atau orang tua bisa kedengeran ga enak juga. Mungkin buat yang masih penasaran soal meme, bisa cek knowyourmeme.com yang merupakan database meme yang cukup lengkap.

Ah, udah gitu aja dulu deh. Untuk tahun 2012 ini sendiri rencanaku apa? Hmmm, ga ada sih. Jujur aku ga pernah bikin resolusi apapun selama ini, bahkan di tahun-tahun sebelumnya. Wait a minute! Ah, ada satu yang mengganjal pikiranku, yaitu harus membuat orang mengingat kembali bangsa Maya setelah nanti kalender kita melewati tanggal 21 Desember 2012. Kasihan juga nanti abis tanggal keramat itu mereka dilupain gitu aja. :P

Last, I wish you all have a happy and exciting year for 2012. :cake:

Sedikit referensi mengenai meme yang aku masukkan ke post ini, silahkan di klik aja: okay guy, Y U NO, Me Gusta, X all the Y, and my favorite one for the bonus: forever alone. :D

Preventing Right Clicking on Browser is Useless

Just a moment ago, I visited a website that contains some pictures in its page and some features that I found interesting. Then I was curious about the way it worked, so I tried to right-click on that page in attempt to see the page source. The problem was that the context menu didn’t appear. In brief of second, I successfully accessed the page source, by using Ctrl + U (in fact, almost all browsers can use this key shortcut to access the page source).

So, what is the point of the story above? It’s simple: preventing right clicking on browser is useless, on most case. Underline that.

Well, as I said it’s not totally useless, depends on the purpose of preventing right clicking. In my case, they try to hide the access to page source, and maybe also some other function that can be accessed by using the context menu, such as view the image file, copy the text, view the page info, save the page, etc. However it also disable some useful functions that may cause annoyance for some people, such as accessing bookmark, accessing previous page, reloading the page, etc.

Some people are afraid the content that they publish in their website may be taken by some people, and the content may be used without any permission from the real author. In fact, by preventing right clicking, it can only stop the newbies or beginners from taking your content, those are people who don’t know that by disabling JavaScript, or by accessing menu bar, or by using keyboard shortcut they can control almost everything that appears in their browser. Also it is a useless method if the visitor of the site are bots because they don’t have arm, they don’t use mouse, they don’t do any click, and the worst, they don’t understand what JavaScript is.

Many people don’t really understand that internet is an open world that can be accessed by everyone (as long as they have privilege to access it, of course). Publishing any material on internet means you have to know the risk that your material can be taken by everyone. There is no absolute way to stop this practice. The only way that can be used to minimize that “bad” practice is by licensing the content or material itself. By giving it license, you may grant people to use it under some terms and conditions, or maybe just prevent them to use it without your permission, but it doesn’t prevent them to take it. If you really serious about your content, you may also give warning to people who use your material without your permission when you find that your content is being used by other people, perhaps by requesting that people to give credit to you, or request them to take down the content. In some rare and extreme cases, you may also sue the “snatcher” if they really take economic advantages by using or selling your content.

So, when do the right-click preventing become useful? The answer is when you need to override the usage of right click itself. As I said, the main usage of right clicking is to open the context menu of your browser. However, when developing some web applications you may need to change the function of right click from opening default context menu to something else like opening custom context menu that you create, creating reverse effect of left clicking, etc. Other than to override it, just leave the right click function as is.

The point here is don’t make the users of your website confuse and have to guess why the right clicking on the page doesn’t work. If you really care about user experience, just let the users or visitors to explore your site without any restriction on usability. You may change the function of right click as long as there is information about the change, but never ever disable right clicking at all.

If you really that afraid that your pictures may be claimed by other people, I suggest you to leave watermarks on all your pictures. A big and repeating watermark so that it will be looked more like pictures of watermarks rather than the original picture that you intend people to see. Sound or song? Insert subliminal message that may be heard like Satan saying the most awkward thing when played in even low speaker volume. For video? Well, watermark it like crazy and insert subliminal message on the audio. How about texts? The craziest way is to convert the text to image, video or song, then do what I’ve said before. :D Actually, you can insert hidden messages or texts (by using CSS display none), a lot of them, so that when someone try to copy it, it will end up messed. Well, it’s the most evil things that ever comes to my mind.

Seriously, for all those things, you have to trust that your license and copyright will work. And pray to God (if you believe in It/Him/Her), that someone claimed it may be infected by long everlasting hiccup. :D

Non-WWW Domain Cookie Problems

If you come to this blog (etersoul.com), you may realize that the domain name appears without www preceding the etersoul.com on your address bar or location bar of your browser. Even if you try to type www.etersoul.com, it will redirect your browser to “etersoul.com”. Well, I did this intentionally some years ago when I first use this domain name and installing blog engine for this site. The reason was that I once visited a site called no-www.org, which is encourage people who own internet domain name to remove it’s “www” because “www” is considered as deprecated and so it must not be used.

If you visit that website, you’ll find the reason why they — the people behind no-www.org, appear to conclude that using “www” is deprecated:

By default, all popular Web browsers assume the HTTP protocol. In doing so, the software prepends the ‘http://’ onto the requested URL and automatically connect to the HTTP server on port 80. Why then do many servers require their websites to communicate through the www subdomain? Mail servers do not require you to send emails to recipient@mail.domain.com. Likewise, web servers should allow access to their pages though the main domain unless a particular subdomain is required.

Succinctly, use of the www subdomain is redundant and time consuming to communicate. The internet, media, and society are all better off without it.

I was agree with this statement so I implemented redirection when someone who visits my site by using “www” to non-www one. My site now classified as Class B at no-www.org with that scenario. Even I implemented this scheme to some of my projects. In fact, using this schema is not without negative effects.

Some months ago, I made some experiments that used my domain name and web browser cookie, which is data that are stored by the website on user’s browser. I found that using my domain that was not preceded by www might cause the cookie that was created for domain .etersoul.com to be sent to the server when the visitor also opens all my sub-domain sites. Well, it is by design that the cookie data from the domain can also be accessed by the sub-domain, unless you also describing the path of cookie. However it may cause other problems to appear rather than solutions.

Consider you use an application that is located at “/application1/” path with “example.com” domain, and the cookie is implementing this path (of course with the domain), it will still send the cookie data when sometime you must also place some application with the same path name, but under sub-domain (for example, “subdomain.example.com/application1/”). Another case, you may need that cookie to be accessed by other application in same domain, but you don’t want to place it under “application1″ path. Actually, it just a matter of how the developer handles the cookie data so it will just ignore it when the data is not relevant for the application, but of course it create extra coding effort.

Some people may wondering, “why must I being bothered if the cookies are sent to the domain as well sub-domain?”. Well, the answer is depend on your website, i.e. how many user accessing your website, how many different applications that are hosted on your domain and sub-domains, and is your primary “no-www domain” total users larger than the sum of users of your sub-domains. If you just running a small website or personal website, with irregular visitors come and go (and perhaps some spiders, crawlers or spam bots) like this website, without sub-domain or just one or two rarely visited sub-domains, you could just ignore the problems. However if you really want to run a combination of serious website with tons of users, thousands hits per minute, many spam bots and crawlers that try to drain out your limited server power and limited network bandwidth, many sub-domains with some sub-sub-domains, with probably uncountable files that don’t “eat” your cookies, and your site always stops responding on busy time (and you know the problems in fact is your own website if you host your site on shared hosting), you will find out that cookie optimization is one of several methods to effectively cut these problems.

Here is the math for you. For example, you have 10 cookies with 20 bytes data each that are “baked” for your main domain, say that “.mydomain.com”, so you have to send the total of 200 bytes each time you need to request another file. On a page of your web application, a user must fetch 6 Javascript files, 4 CSS files, 29 images (some of them even just icons under 1 Kilobyte), so the user’s web browser need to send 40 different requests. But remember, each time the browser send a request, it also needs to send the data of cookies that are designated to that domain and the sub-domains, so that the total of data for sending the cookies alone is: 200 bytes x 40 request = 8 KB. A small number for 1 user with 1 page request. Multiply it with 1000 users that request averagely 5 pages each minute, the server and network have to handle about: 8 KB x 1000 users x 5 request = 40 Megabytes per minutes, just for the cookie data, assuming that the static files are also not optimized to be cached by the user’s browser. Huge waste of resource, of course.

That’s why even big websites like Google or Facebook don’t use no-www scheme so they can independently assign the cookies for the main site with “www”, the cookies for other sub-domains other than “www”, and the cookies that are globally accessible from the whole site. Another work around for this cookie problem is to use another domain to serve static contents that don’t need use any cookies at all, like Facebook that use fbcdn.net to serve all user uploaded images and static file. Of course using the CDN (Content Delivery Network), they also optimize many other things, such as compression, caching, etc.

Oh, another suggestion. If you really want to make a site, try to make a site that is accessible both by using www and no-www, however redirect the unused one to the scheme that you consider better to be implemented. For this site, I redirect www to no-www domain. This is for the sake of search engine optimization, and for some, as bandwidth conservation since every request from www to non-www is considered as different by the web browser and the web browser will never use the cache if you try to request the same static file from those two different scheme.

How about this site? I don’t think I really need to change my website to www one. I am comfort with the condition without www, but of course will consider the using of www on my other projects.

By the way, this is the first technical post that I write in English, so I apologize if there are some mistakes in grammar or structures. Google Translate? Nope, I didn’t use that kind of thing when writing this article since there will be many weirder word that Google Translate will produce. I just try to use my own sentences, and of course my own writing style. :) However if you are Indonesian and don’t understand this article, you could try to use Google Translate to help you. One more thing, please tell me if you found mistake on my post. Thanks. :)

Soal Film Import yang Hilang

Aloha, setelah sekian lama ga posting apa-apa di blog ini dan ga ada kabarnya, saya pun kembali untuk cuap-cuap atas apa yang terjadi di dunia fana ini.

Anehnya, saya kembali di saat ada sesuatu yang hilang dari negeri yang fana ini. Korupsi? Bukan… Kemiskinan? Bukan… Gayus? Bukan juga… Aaah, film import! HAH!? Serius?

Beritanya bisa dibaca di artikel Kompas.com. Tapi berhubung supaya isi blog ini ga terlalu singkat dan kosong-kosong amat, biarkanlah saya juga menulis juga di sini dengan gaya saya sendiri. Lagian mungkin yang males buat ngeklik link itu juga bakal lebih suka baca yang saya tulis kan? :blush:

Singkat cerita, pemerintah mengeluarkan sebuah aturan baru yang bikin pengusaha yang mengimport film-film dari luar negeri shock, lantaran katanya ga pernah ada aturan yang serupa dengan aturan baru ini di negara lain. Aturan ini konon katanya akan menambah beban pengeluaran bagi mereka karena harus ada biaya tambahan lagi, sedangkan pemasukannya ga seberapa. Saking shocknya perkumpulan pengusaha yang dinamakan Motion Picture Associated (MPA) membuat keputusan bahwa semua film lebih baik ditarik peredarannya dari semua bioskop Indonesia. Voila, akhirnya daftar Coming Soon di situs-situs informasi film bioskop di Indonesia pun hanya diisi dengan film-film lokal.

Read the rest of this entry »

This entry was last modified on: February 20th, 2011 at 11:26

Internet Explorer 9 Beta at a Glance

Internet Explorer 9 (IE9). Mungkin ini menjadi salah satu browser yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya, apalagi melihat banyaknya isu-isu bahwa borwser ini adalah pembunuh “para pembunuh Internet Explorer versi sebelumnya”. Digadang-gadangkan bahwa IE9 memiliki fitur yang lebih baik daripada kebanyakan browser alias saingan lainnya, dan bahkan lebih cepat dari browser-browser lainnya. Apakah memang benar begitu? Mari kita coba lihat secara singkat mengenai browser yang sekarang masih dalam tahap beta ini.

Internet Explorer 9 Beta Interface

Interface dari IE9 Beta.

Pertama, untuk interface. Untuk urusan interface, pasti interface yang paling banyak ditiru belakangan adalah interface dengan tab di posisi paling atas dari browser, tak ketinggalan juga, kini IE9 juga melakukan perubahan yang sama. Tab diletakkan pada bagian paling atas. Uniknya, address bar yang digunakan untuk menampilkan dan menuliskan URL berada sejajar dengan tab tersebut. Kesan yang aku dapat dari situ adalah jadi terasa sempit. Entah kenapa, bagian atas jadi terasa terdapat celah kosong yang terlalu besar, padahal Google Chrome saja memanfaatkan “celah” tersebut, dan tetap menyediakan tempat tersendiri bagi address bar sehingga baris untuk address bar masih bisa diisi dengan tools-tools lainnya.

Kemudian dengan memanfaatkan fitur Aero Peek dari Windows 7 yang aku gunakan, aku bisa melihat thumbnails dari halaman web yang aku buka. Yup, walaupun berada di dalam tab tersendiri, tetapi thumbnails tetap ditampilkan sendiri-sendiri melalui taskbar sehingga kita dapat melihat sekilas isi dari halaman tersebut hanya dengan meletakkan mouse di thumbnails tersebut. Perlu diketahui, fitur ini juga terdapat di Firefox 4 beta. Terdapat juga fitur baru untuk membuat halaman web menjadi seperti sebuah aplikasi yang bisa di-pin di start menu atau task bar. Sayangnya, fitur serupa juga sudah dipersiapkan Mozilla dari jauh hari dengan Prism-nya.

Read the rest of this entry »

This entry was last modified on: October 7th, 2013 at 0:10

Three Months Later

Halo-halo dunia, apa kabarnya?

Pasti semua bertanya apakah web ini masih hidup? (Ge-er mode on, padahal ga ada yang nanya). Kalau Anda bertanya demikian maka jawabannya adalah yep, a really really BIG yep. Maksudnya yah: YA, masih hidup. Hidup dengan tenang, bahagia, sentosa, tentram dan damai, di mana saking damainya sampai terlena ga ada tulisan yang keluar dari sini.

Kalau pernah baca postingan dari blogku sebelumnya mungkin udah pada tau alasannya kenapa blog ini tidak di-update selama 3 bulan. Walau waktu itu jangka waktunya cuma rata-rata 1 bulan saja, dan mencapai rekor pernah 2 bulan, tapi alasannya hampir tidak jauh berbeda. Kalau belum tahu alasannya, silahkan baca posting sebelumnya :p

Sebenarnya aku ada ide ga sih buat nulis blog? Pastinya ada dan selalu ada, dan akan ada ke depannya. Terlalu banyak hal yang sayang untuk ga dituliskan dan diceritakan di sini. Kenapa ga ditulis di sini? Kadang-kadang niat itu muncul, tapi secepat niat itu muncul, secepat pula niat itu tenggelam sedalam-dalamnya. Yah, beberapa kali sudah menulis di blog ini, tapi apa daya, akhirnya mengendap di draft juga yang alhasil sampai sekarang belum muncul-muncul juga ke permukaan. Alhasil karena udah terlalu lama, tulisanku itu udah terasa basi untuk diceritakan, dan juga terasa basi untuk dilanjutkan. Makanya, jarang ada tulisan yang muncul di sini.

Hmm, sejujurnya hari ini juga hari pertamaku membuka bagian admin untuk blog ini setelah hampir 2 bulan ga menyentuhnya. Total spam yang menumpuk lebih dari 500. Thanks to all spammers and spam bots, since you all have made my site still look alive (for me of course). Dan tentu juga ga ketinggalan bebarapa orang yang mengirim comment di sini, walau setelah dibaca bikin males buat balesnya juga karena kesannya kotak buat comment = kotak untuk chat, maunya dibalas langsung secara realtime. :-l

Tiga bulan berlalu banyak hal yang menarik untuk diceritakan. Mulai dari pengalaman soal kerja, kemudian ilmu-ilmu baru yang aku dapatkan, hal-hal menarik yang aku jumpai seputar teknologi, sampai ke pemikiranku soal dunia ini dan juga yang ada di balik dunia ini.

Read the rest of this entry »