Save the earth
Yuhuu… Bumi kita sudah semakin tua. Dan belakangan ini semakin cepat tua lagi karena emisi CO2 yang berlebihan dari para makhluk yang menghuninya. So, apa yang membuat emisi CO2 itu semakin bertambah tiap harinya? Trus apa yang bisa kita lakukan?
Mari kita lihat daftar penghasil emisi yang ada di bawah ini:
- Setiap hari jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah. Di Jakarta sendiri, jumlah kendaraan bermotor khususnya yang beroda dua bertambah secara signifikan setiap tahun. Selain mengkonsumsi bahan bakar fosil, kendaraan bermotor dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan kemacetan di mana-mana. Kemacetan ini sendiri tentu akan meningkatkan konsumsi bahan bakar kendaraan yang digunakan.
- Penggunaan listrik yang berlebihan. Kadang kita meninggalkan rumah atau kamar tanpa mematikan peralatan listrik yang ga digunakan. Alasan yang umum adalah “males nyalain lagi nantinya”. Listrik ini sendiri dihasilkan di pembangkit listrik. Di Indonesia sendiri, pembangkit listrik yang paling banyak berkontribusi dalam menyumbangkan tenaga listrik dan emisi CO2 adalah PLTU alias Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang menggunakan batu bara. Yup, batu bara merupakan salah satu penghasil emisi karbon yang paling tinggi dibandingkan dengan bahan bakar lainnya walaupun di sisi lain juga merupakan salah satu penghasil energi tertinggi. Yah, seimbanglah antara positif dan negatif. Dengan pemborosan dalam penggunaan listrik, maka jumlah pembangkit listrik ini sendiri harus ditambah untuk menyuplai para pelanggan agar beban di pembangkit tidak berlebihan. Tentu ini akan menambah jumlah batu bara dan juga kontribusi dalam menghasilkan karbon dioksida.
- Penggunaan AC dan pendingin serta pemanas air berlebihan. Memang masih berhubungan dengan listrik, tapi dalam kasus ini, elektronik yang khusus menghasilkan atau menyerap kalor atau panas merupakan elektronik yang mengkonsumsi listrik cukup banyak. Mari kita lihat perhitungannya. Kita seringkali mendengar yang disebut AC 1 PK atau 1/2 PK. Tahukah anda apa arti dari PK itu sendiri. PK bisa juga diartikan HP atau Horse Power yaitu perhitungan listrik di mana 1 HP = 745 Watt listrik. Jadi AC 1 PK mengkonsumsi 745 Watt. Bila sebuah rumah memiliki 3 AC 1/2 PK dan semuanya dinyalakan secara bersamaan, maka akan digunakan 1122 Watt di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah listrik yang digunakan dalam sebuah rumah sederhana. Hal ini juga berlaku pada pemanas air listrik yang digunakan dalam setiap kamar mandi.
- Penggunaan air secara berlebihan. Terkadang kita melupakan bahwa penggunaan air juga dapat meningkatkan jumlah CO2. Hal ini berhubungan erat dengan penggunaan listrik dalam pemrosesan air tersebut. Air panas yang digunakan untuk mandi seringkali dihasilkan oleh pemanas air sesuai pada poin sebelumnya. Selain itu juga terkadang menggunakan pompa untuk mengalirkan air ini, yang tentu juga akan menggunakan listrik. Selain itu juga berkaitan dengan krisis air yang terjadi di banyak belahan dunia saat ini, penggunaan air secara berlebihan tidak akan membantu penyelesaian masalah ini.
- Penebangan pohon dan jalur hijau. Khususnya untuk ibukota kita Jakarta, banyak pohon yang ditebang untuk dijadikan jalan raya. Padahal pepohonan yang rimbun justru dapat membantu mengurangi jumlah CO2 yang ada di udara. Ditambah pula penebangan liar di hutan-hutan yang ada di luar Jawa.
Setelah melihat beberapa hal penyebab emisi CO2, maka kita akan lihat bagaimana cara menguranginya. Ingatlah jangan menyepelekan hal ini. Mungkin bila hanya satu orang saja mungkin tidak berefek banyak pada lingkungan, tapi bila anda bisa mempengaruhi yang lainnya maka efek dari emisi akan dapat dikurangi secara besar-besaran.
- Menggunakan transportasi publik. Di Jakarta sendiri sudah mulai dibangun transportasi publik massal semisal Bus Transjakarta. Dapat juga menggunakan bus umum atau angkutan umum. Apalagi melihat jumlah biaya yang digunakan untuk bahan bakar mobil pribadi, bukankah lebih menguntungkan menggunakan kendaraan umum? Terkadang karena gengsilah yang membuat orang enggan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Ingatlah kalau suatu saat anda menyelamatkan dunia dari emisi karbon yang berlebihan, harga diri anda juga akan diselamatkan.
Tapi ini serius koq. Bahkan jalan kaki lebih baik karena selain membuat tubuh lebih sehat, bisa juga mengurangi emisi karbon sebanyak 100% pada jarak yang sama. - Selain menggunakan transportasi publik, bisa juga mengganti kendaraan pribadi dengan kendaraan yang berbahan bakar hibrid untuk menghemat penggunaan bahan bakar fosil. Kemudian berkendaralah dengan baik di jalan raya karena berkendara secara ugal-ugalan akan mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar fosil. Selain itu selalu cek kesehatan kendaraan anda secara berkala, dan jangan lupa memeriksa tekanan ban karena tekanan ban yang sesuai akan mengurangi penggunaan bahan bakar.
- Matikan perlatan listrik bila ga diperlukan.
- Ganti lampu di rumah dengan lampu hemat energi.
- Ganti peralatan listrik tua dengan peralatan listrik baru yang lebih hemat energi.
- Pasang AC dengan suhu yang tidak terlalu berlebihan. Selain itu matikan AC pada saat tidak digunakan.
- Jangan menggunakan air panas secara berlebihan, khusus ketika mandi dan mencuci. Bila mungkin, ganti pemanas yang digunakan dari pemanas elektrik menjadi pemanas tenaga matahari (solar cell).
- Gunakan shower daripada bathtub karena konsumsi air jauh lebih sedikit.
- Menggunakan bahan-bahan daur ulang, misalnya kertas atau plastik.
Cara-cara ini sebenarnya bisa dilakukan dalam keseharian kita, tapi tergantung dari diri anda sendiri juga. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, jumlah emisi CO2 yang dikeluarkan adalah 9 ton / tahun per kapita atau per orang. Jadi kalau kita bisa mengurangi sampai setengahnya, hal ini akan mengurangi laju pemanasan global yang telah dapat kita rasakan dampaknya saat ini. Selamat berpartisipasi.





