Pesanku untuk para murid

Belakangan ini ada hal yang cukup kontroversial mengenai sekolahku, yaitu peluncuran buku Pesan dari Murid untuk Guru yang ditulis oleh salah seorang siswa aktif di sekolahku. Dari review orang-orang yang sudah membaca, beberapa di antaranya mengatakan buku itu terlalu memojokkan sekolah ini terutama para guru yang ada. Saya sendiri belum sempat membaca buku itu berhubung buku itu juga baru diterbitkan 2 hari sebelum blog ini dipublikasikan. Tapi mungkin ada beberapa hal yang perlu saya bahas di sini mengenai sekolah dan guru.

Disclaimer! Tulisan saya di bawah ini berdasar dari review teman maupun blog yang telah saya baca, bukan berdasarkan buku tersebut secara langsung. Bila Anda tidak mau melihat sebuah review tanpa dasar yang jelas, jangan lanjut membaca tulisan ini. Lebih baik bila Anda menilai langsung dengan membaca buku tersebut.

Pertama-tama, dari judul buku tersebut hal yang ditekankan adalah hubungan antara guru dan murid yang terdapat di suatu sekolah. Secara umum, fungsi guru di sekolah adalah pembimbing bagi para murid. Akan tetapi dunia ini fleksibel, begitu juga fungsi guru yang bisa saja menjadi teman, panutan atau orang tua kedua bagi seorang murid. Dari review yang dibuat oleh teman-teman, tampaknya guru cukup dipojokkan dalam penulisan buku ini, bahkan dianggap mengumbar aib sekolah.

Beberapa komentar yang mendukung buku tersebut bahkan menyebutkan kalau dunia pendidikan di Indonesia sudah hancur karena tindakan guru-guru yang ada. Saya hanya bisa bilang kalau ga hanya di Indonesia saja terdapat kejelekan pada gurunya. Kalau Anda lebih sering membaca berita di koran, mungkin beberapa kali Anda akan mendapatkan berita mengenai kelalaian guru dalam menjalankan tugasnya yang di luar Indonesia. Walau dibilang “ga semua guru seperti itu”, tetap saja tidak akan menghilangkan sama sekali kelalaian ini.

Mari kita lihat dari sisi murid. Apakah murid-murid yang terdapat di sekolah sudah menjalankan tugasnya dengan baik di sekolahnya? Saya rasa ga kalah banyak dengan guru yang melakukan kelalaian dalam tugasnya. Tugas seorang murid adalah belajar, tapi apakah semua murid merupakan pelajar yang baik? Hal yang sederhana saja: apakah murid di suatu sekolah tersebut mematuhi aturan yang ada di sekolah tersebut? Kalau jawabannya tidak, maka ingatlah kalau kebobrokan semasa menjadi murid itu adalah bibit kebobrokan ketika dewasa nanti. Mungkin bibit ini akan tumbuh subur dan besar dalam murid tersebut, atau mungkin bibit itu mati dan tumbuh bibit baru yang lebih baik.

Dalam review yang ada juga terdapat tulisan “menyuarakan perasaan murid kepada guru”. Bagaimana bila hal ini dibalik menjadi “menyuarakan perasaan guru kepada murid”? Mungkin ga jauh beda. Saya sendiri sudah merasakan bagaimana susahnya mengajar murid-murid di sekolah. Yah, mungkin bila ada murid yang merasa guru itu terlalu berkuasa, maka bolehlah kalau murid itu sekali-sekali mencoba menjadi guru, maka dia baru bisa merasakan seberapa besar “kekuasaan” guru dibanding murid yang ada di situ.

Satu hal yang pasti, guru juga manusia sehingga tidak ada yang sempurna. Saya sendiri juga pernah mengalami masa sekolah, menjadi seorang murid dan cukup bersyukur mendapat sekolah yang tatanan kehidupannya cukup baik dibanding sekolah-sekolah lain. Tapi tentu saja pendapat ini berbeda dari murid yang satu dengan murid yang lain setelah kelak dia lulus dari sekolahnya.

Akhir kata, ini hanyalah sebuah review dari review-review yang ada, bukan merupakan review dari buku tersebut secara langsung. Jadi maaf bila ternyata tulisan saya ada yang tidak akurat dengan isi buku tersebut. Bila anda mau mendapatkan keakuratan yang pasti, silahkan membaca buku tersebut. :) Mungkin bila saya sudah membaca buku tersebut, saya akan kembali membahasnya di blog ini.

58 Responses to “Pesanku untuk para murid”

  1. Teringat lagunya Radja… ato Raja… ato apalah namanya…

    “Jujurlah padaku….” :-” cuma itu aja sih yang gue inget… Hahaha…

    Btw apa hubungannya ya tersinggung ama buku situ sama tau kebusukan BHK? Kalau orang-orang tau kebusukan BHK mah pasti bakal senang koq, bukan marah sama buku u. Umm, dan ga usah curiga-curigaan lagi… Kebanyakan curiga bisa mengakibatkan serangan jantung, hipertensi dan pikiran kotor.

    Balik lagi deh ke pertanyaan, eh, pernyataan u itu mengenai bawa nama baik BHK. Hmm, menurut u, u membawa nama baik BHK ga? Ini ga perlu dijawab koq. Anggap aja pertanyaan, err, apa itu, gue lupa namanya… Oh ya, retoris.. Hahaha…

    Kalau etika jurnalistik bisa salah, guru bisa salah, peraturan sekolah bisa salah, kayanya kurang pas kalau ga ada pernyataan murid, siswa, ato student bisa salah. Yah mungkin u kelupaan buat nulis itu, tapi sudahlah ya kalau lupa mau gimana lagi. Hihihi…

    Ahh udah ah… go blog lagi ahhh.. eh.. ngeblog lagi ah… :D

  2. Thanks RYLA =)
    Btw, buku kedua gw terbit sekitar beberapa bulan lagi, tentang motivasi dan pengembangan diri gitu.
    Kalo jilid II Pesan dari Murid untuk Guru sih ditunggu aja. Tapi nyokap gw juga bilang gak usah terbitin.
    Yah, tapi gw liat perkembangan deh. Kalaupun jadi terbit, gw akan mengontrol emosi dan kata-kata gw, sekali lagi thanks RYLA…

    Masalah murid bisa berbuat salah, itu udah gw tulis. Judulnya aja “Pesan dari Murid untuk Guru: Siapapun Bisa Melakukan Kesalahan” Jadi, murid sudah termasuk di dalamnya.

  3. Ohhh, tulis di buku toh… Hahaha.. Padahal dari atas udah gue bilang dari atas kalau tulisan gue di sini bukan berdasar bukunya… :) Dan gue belum sempat baca bukunya juga sih… Jadinya gue cuma liat comment situ saja… :p

  4. Halo, apa kabar semuanya?
    Btw, buku gw sudah cetak ulang.. Tambah 2000 eksemplar lagi, jadi total udah 5000 eks.
    Terima kasih untuk dukungannya ya =)

  5. Biasanya anak-anak IPS memang suka menjelek-jelekkan sekolahnya sendiri karena gagal msk IPA apalagi bekas murid kristo yang memang terkenal tidak memiliki etika.Pantas guru2 di smp bhk tidak pernah mau peringkatnya dkt dgn xto.Karena merupakan suatu hal yang memalukan.Masalah best seller,pantas saja bs menjadi best seller jika anda menerbitkannya melalui penerbit obor.HAHAHA

  6. saya sudah dengar sejarah anda dari tmn2 sy yg mengatakan bahwa anda memang hanya penyusup dari xto yang msk ke bhk hanya untuk menjatuhkan nama bhk agar sama dengan xto.Anda msk ke bhk bukan dgn tujuan meningkatkan kualitas pelajaran,karena memang kristo belum dianggap sekolah terpandang dari sisi bhk apalagi sekolah nasional.Anda msk ke bhk hanya untuk membalas dendam pribadi.Selamat usaha anda sedikit berhasil walaupun memang semua anak xto begitu membanggakan.Pasti semua komplotan anda di xto membanggakan anda yang berhasil menuntaskan misi anda itu.Mungin sekalian saja, universitas yang anda masuki selanjutnya anda kritik dengan hal yang sama.Kita belum tau apa yang akan terjadi pada anda.Dan jangan sampai keadaan anda lebih buruk dari keadaan di xto.HAHA sungguh keadaan yang membanggakan.Demikian comment dari saya,ciao

  7. ten: YOU SON OF THE BITCH!!
    YANA: YOU ARE FUCKING WHORE!!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: