Principal of Etersoul

Mari kita membahas sebuah teori, pemikiran, motivasi, atau apalah yang merupakan sesuatu yang melandasi hidupku. Di sini aku akan menuangkan egoku, mengenai pikiran terdalam mengenai hubungan antar manusia dan juga hubungan antara diriku dan pikiranku

Dalam hidup ini, aku memiliki beberapa prinsip mendasar. Bagi beberapa orang prinsip ini merupakan prinsip yang umum yang dimiliki oleh setiap orang, tapi bagi beberapa orang rasanya prinsip ini justru akan bertentangan dengan prinsip yang mereka miliki. Prinsip ini sangat erat hubungannya dengan hubungan antar manusia, bukan hanya hubungan cinta, tapi bagiku juga dalam hubungan pertemanan, perkenalan bahkan atas seseorang yang belum pernah kita temui secara langsung.

Pertama, kepercayaan dan penghargaan haruslah ada dalam setiap hubungan antar orang (There must be trust and respect in any human relationship). Di sini saya akan menggunakan trust dan respect supaya mendapat kesan yang lebih kental mengenai arti tersebut. Trust merupakan suatu bentuk keterikatan di mana seseorang akan mempercayai orang lain. Dalam ego ku, kesan pertama akan menjadi hal yang penting sebelum mencapai ke tahap hubungan selanjutnya. Orang itu harus mempercayaiku terlebih dahulu sebelum aku mempercayai orang itu. Lebih tepatnya lagi, orang lain harus menunjukkan kepercayaan padaku sebelum aku memberikan kepercayaan untuknya. Dalam tahap yang ekstrim akan menjadi, buatlah seseorang mempercayaimu, tetapi jangan pernah mempercayakan sesuatu kepada orang lain. Ketika seseorang telah mempercayaiku, biasanya aku tidak akan pernah membuatnya kecewa dengan cara apapun. Tapi di sisi lain, pengkhianatan bisa menjadi hal yang tak termaafkan.

Kedua, respect datang setelah adanya trust (respect come after trust). Respect bagi saya adalah sikap yang menunjukkan bahwa seseorang dihargai atas apa yang telah dia buat dan pikirkan. Beberapa hari yang lalu sangat sering terdengar kata respect-respect dan respect. Bagi saya, respect tidak akan pernah datang bila tidak terdapat trust ke orang tersebut. Menjalin kepercayaan satu sama lain menjadi landasan agar sebuah hubungan dapat berhasil dengan baik.

Ketiga, anda tidak perlu membuktikan kalau memang anda mampu (you don’t need to prove if you can). Dalam hal ini, bila memang tidak diperlukan maka tidak perlu melakukan sesuatu untuk pembuktian. Memperlihatkan kemampuan (ability) dalam keadaan tidak diperlukan hanya akan memperlihatkan kelemahan diri. Ketika saatnya memang diperlukan, kemampuan itu akan menjadi fondasi yang kuat untuk ditunjukkan, tetapi akan menjadi rapuh bila ditunjukkan di saat yang salah. Yah ingat saja suatu pepatah yang isinya “Bila aku menunjukkan kemampuanku maka kau akan mengatakan aku sombong. Bila aku tidak menunjukkan kemampuanku maka kau akan mengatakan aku tidak mampu.” Maka pilihan atas pepatah itu ada di tangan setiap orang.

Keempat, hidup adalah pilihan dan jalan, dan pilihan adalah hidup (life is choices and ways, and choice is life). Dalam hidup segala sesuatu adalah suatu percabangan yang memiliki sebab dan akibat. Akan tetapi terkadang hidup ini hanya memiliki satu jalan di mana sebab dan akibatnya tidak dapat dielakkan lagi. Ketika terdapat suatu pilihan, maka seseorang dapat memilih untuk melakukan sesuatu yang benar atau yang salah, yang cepat atau yang lambat, yang berbahaya atau yang aman, dan sebagainya. Pilihan inilah yang menjadi bagian dari hidup seseorang.

Kelima, berpikir gunakan hati tapi jangan merasakan dengan pikiran (think using heart but don’t feel using mind). Tidak jarang aku menemui kejadian di mana semua hal harus selalu dicerna dengan otak, tidak dengan hati. Bagiku cara untuk mengolah suatu hal dibagi menjadi 3 yaitu 1) yang harus dibuktikan secara ilmiah (misalnya perhitungan matematis), 2) yang lebih baik tidak dibuktikan secara ilmiah (misalnya bagaimana seseorang bisa merasakan rasa sedih, senang dan sebagainya), serta 3) yang tidak perlu dibuktikan secara ilmiah (misalnya mengenai agama dan kepercayaan serta juga rasa cinta). Terlalu banyak pembuktian secara ilmiah bisa membuat seseorang berpikir terlalu jauh mengenai sesuatu yang abstrak. Sayangnya belakangan ini aku seringkali terjerumus dalam hal ini sehingga suatu hal yang seharusnya dirasakan dengan hati malah menjadi beban di pikiranku.

Masih banyak prinsip hidup saya. Akan tetapi kelima hal di atas lah yang menjadi prinsip hidup saya. Bila suatu saat ali memiliki waktu, aku akan menceritakan mengenai prinsip yang lain lagi. Begitupun bila ternyata ada prinsip yang berubah dalam hidupku. Dan aku yakin ga semua orang akan setuju dengan prinsip yang aku miliki sebagaimana juga aku bisa tidak setuju pada prinsip orang lain. ;)

This entry was last modified on: March 6th, 2008 at 22:54

One Response to “Principal of Etersoul”

  1. [...] aku sudah pernah menulis tentang prinsip hidupku di blog ini yang toh akhirnya malah akhirnya membuat seseorang ga mau lagi berkomentar di blog ini [...]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: