Looking forward to the past
Ga banyak sih yang bisa aku ceritain di sini mengenai aktivitasku beberapa hari belakangan. Lebih gampang kalau dirangkum aja deh dengan susunan kronologi sejak aku terakhir kali menulis entry satu minggu yang lalu.
Sabtu (22/3) dan Minggu (23/3) tidak ada hal yang terlalu spesial buatku. Yang kulakukan hanya online di rumah. Apalagi libur sejak hari Kamis (20/3) sebelumnya yang bikin bete. Dan selain itu juga ngerjain proyek walau tergantung mood.
Senin (24/3) mengerjakan proyek pagi-pagi soalnya mau didiskusikan lagi walau waktu itu agak kehilangan mood buat kerja. Entah kenapa ternyata aku memang orang yang moody alias mudah terpengaruh mood dalam aktivitasku. Bahkan sempat ada yang bilang aku ga cocok kerja di kantor karena sifatku ini. Hhhh… Memang kayanya lebih cocok jadi freelancer kali yah. Lebih bebas, dan ga perlu terlalu terikat ama aturan kantor.
Selasa (25/3) dia datang ke rumahku bersama dengan temannya. Hehehe… Yup, datang ke rumahku. Tapi untuk mengerjakan tugas koq. Walau cuma untuk ngerjain tugas tapi aku senang akhirnya bisa menjalani semuanya seperti biasa. Malah mungkin terasa lebih dekat karena aku sudah mengungkapkan perasaanku kepadanya. Selain mengerjakan tugas, dia juga sempat melihat-lihat foto-foto yang ada di komputerku. Yah kebanyakan foto-foto untuk yearbook angkatanku yang masih kusimpan di komputerku. Hmmm, dia dan temannya keliatan sangat mesra karena saling manggil sweety. >.< Jadi pengen manggil dia kaya gitu juga.
Hari itu juga temannya sempat menggunakan komputerku untuk melihat-lihat Friendster-nya dan mencari bahan untuk tugasnya. Oh ya, tugasnya sendiri adalah membuat website mengenai kerusakan hutan.
Rabu (26/3), seperti pada hari sebelumnya, dia kembali datang ke rumahku untuk menyelesaikan tugasnya. Dan tentunya masih bersama temannya.
Kali ini dia dan temannya sempat melihat karyaku. Tapi jujur aja, selama mengerjakan tugas ini aku tidak terlalu banyak membantu. Malah hanya terlihat seperti menunggui mereka berdua mengerjakan tugas dan memberi komentar mengenai apa yang mereka kerjakan.
Malam harinya aku tiba-tiba dihubungi untuk menyelesaikan proyekku. Saat itulah “panic mode” segera menyala dan membakar hebat dalam diriku. Mulai dari jam 20.00 malam aku mengerjakan proyekku.
Kamis (27/3) sampai pada pukul 03.30 aku masih mengerjakan proyek itu walau akhirnya memutuskan untuk tidur walau agak khawatir karena target proyek belum terpenuhi saat itu. Pagi harinya pukul 05.00 aku bangun untuk melanjutkan pekerjaanku. Pukul 06.50 pun aku berangkat ke Binus karena hari Kamis memang terdapat jadwal kuliah pagi. Kuliah mulai dari pukul 07.20 sampai dengan 13.00. Setelah itu mendiskusikan proyek di ruang akademis Kampus Anggrek sampai pukul 17.30, tetapi dilanjutkan lagi di ruang ATL untuk mempresentasikan hasil kerjaku sampai saat itu kepada “bos besar”. >.< Sempat gugup tapi Pak Henry yang merupakan pembimbingku untuk proyek ini mengatakan bahwa aku tidak perlu gugup karena yang akan mempresentasikan hasil kerjaku ini adalah dirinya. Tapi tetap aja gugup.
Oh ya, pukul 14.20 aku sempat ditelpon oleh dia untuk menanyakan apakah hari ini dia bisa melanjutkan tugasnya. Yah agak kecewa sih hari itu ga bisa ketemu dengan dia. Tapi aku menyadari bahwa aku harus memprioritaskan satu hal penting dulu. Toh besok aku masih bisa bertemu dengan dia koq.
Hari itu aku pulang ke rumah pukul 19.10 dan saat itu sedang hujan. Ketika sampai di depan Mall Ciputra, ada kejadian mencengangkan. Di depan mall itu terdapat (bekas) jalur busway yang tentunya dipisahkan dengan separator dari jalur biasa, akan tetapi beberapa bagian di ujung jalan tercungkil sehingga terdapat lubang yang cukup dalam. Saat itu tiba-tiba ada motor yang memotong jalur dari sebelah kanan ke kiri (mungkin saat itu dia mau belok ke arah kiri di perempatan yang ada di depannya lagi). Tanpa disadari dia pun menabrak lubang itu dan jatuh. Saat itu ada mobil di belakangnya, tetapi untung saja mobil itu segera melakukan rem mendadak sebelum menabrak orang yang terjatuh itu.
Ternyata berita yang dituliskan di Kompas memang benar-benar terjadi di depan mata kepalaku sendiri dan menunjukkan bahwa pemerintah Jakarta tidak memerhatikan bahaya yang mungkin terjadi pada pengendara bermotor karena adanya lubang di jalan. Sangat disayangkan kalau harus ada yang terluka karena hal itu.
Pulang dan sampai di rumah pukul 20.00. Saat itu aku benar-benar lelah karena kurang tidur. Tidak ada konsentrasi untuk apapun, akupun segera ke kamar dan tidur.
Hari Jumat (28/3) aku bangun pagi dan tetap menjalankan “panic mode” karena tiba-tiba saja ditelpon oleh Pak Henry untuk mengirimkan file proyek. Parahnya internetku tidak bisa diconnect sampai aku panik sendiri. Akhirnya setelah beberapa kali percobaan, internet pun tersambung. Hhhh…
Pukul 15.00, si dia kembali datang ke rumahku untuk melanjutkan proyeknya. >.< Setelah mengerjakan beberapa bagian, tiba-tiba saja dia bilang kalau dia ingin membuat account di Friendster (FS). Aku pun segera menyambungkan internet ke laptop melalui Mentari (karena PC ku masih digunakan oleh temannya). Setelah membuatkan email untuknya, aku pun segera membuatkan account FS. Akhirnya dia punya juga account FS setelah sekian lama. >.< Selain itu aku juga sempat membuatkan account YM kepadanya serta mengajarkan cara menggunakan YM. Hihihi… Lucu sih waktu itu dia dan temannya sempat YM-an dalam jarak yang berdekatan.
Pulsa Mentari pun habis cukup banyak untuk internet itu, tapi ga apa-apa sih. Yah itu demi dia juga kan.
Aku sempat menginstallkan aplikasi eBuddy ke handphone dia yang bertipe SE W950i supaya bisa menggunakan YM dan juga melakukan setting untuk GPRS nya. Tapi entah kenapa tidak bisa terconnect ke internet. Mungkin ada yang salah dalam settingnya atau mungkin GPRS nya masih belum diaktifkan.
Pukul 17.30, dia dan temannya memutuskan untuk pulang dan aku menemani mereka saat itu. Di tengah jalan, kami bertemu dengan anak-anak PMR yang baru selesai latihan rutin. Dan seperti biasa, melihat aku, dia dan temannya, mereka langsung mengganas dan menyerbu kami. Mereka juga berusaha memisahkan dia dari temannya dan menyuruhku untuk menemani dia pulang.
Tapi yah akhirnya kami pun berjalan lagi ke belakang sekolah dan dia pulang menggunakan bajaj.
Hari Sabtu (29/3), seperti biasa aku mengajar di klub komputer sekolahku. Tetapi ga berjalan dengan mulus karena para anggotanya ga ada yang mengerjakan tugas yang aku berikan 2 minggu sebelumnya. Hhhh… Hari itu ada latihan gabungan antara PMR, Paskibra, Pramuka dan Expala. Sempat melihat-lihat, tapi tampaknya tidak begitu tertarik untuk berpartisipasi dalam hal itu. Mungkin benar aku sudah sampai pada titik jenuh dalam kegiatan ini, apalagi dia mungkin akan jarang ke PMR lagi setelah lulus nanti (sekarang aja udah jarang datang koq karena sibuk ujian).
Hari itu dia dan temannya tidak bisa datang. Yah rada kecewa sih. Tapi memang kalau hari Sabtu lebih enak di rumah sih. Apalagi mereka hari Senin depan (31/3) mulai mengikuti pra-UAN selama 1 minggu.
Yah semoga aja mereka bisa melalui pra-UAN ini dengan baik. Dan kalau misalnya entry ini dibaca, aku mau bilang “ciayo”; especially for her.
Hehehe…
Malamnya tepat beberapa menit yang lalu sebelum blog ini dipublikasikan, tiba-tiba saja listrik padam. Alhasil komputerku yang sedang di-defrag juga tiba-tiba mati. Oh damn, kacau dah. Sekarang aku masih belum ngecek lagi apakah komputerku masih baik-baik aja, soalnya kan kalau defrag itu ada aktifitas harddisk, mungkin aja ada data yang hilang karenanya >.< Huaaaa… Gawat. Semoga ga terjadi kerusakan apa-apa deh. Sekarang pun aku menulis blog ini melalui laptop.
Untuk PLN, “gokil bener matiin listrik tiba-tiba. Memangnya kalau komputerku rusak mau diganti ya???”






April 8th, 2008 at 19:20
wew.aku merasa disebut2.
“Di tengah jalan, kami bertemu dengan anak-anak PMR yang baru selesai latihan rutin. Dan seperti biasa, melihat aku, dia dan temannya, mereka langsung mengganas dan menyerbu kami. Mereka juga berusaha memisahkan dia dari temannya dan menyuruhku untuk menemani dia pulang.”
hmmm….mengganas?emanknya singa?
April 8th, 2008 at 20:25
Yah, begitulah…
Seperti singa melihat mangsa… Apalagi segerombolan… 8-|
April 10th, 2008 at 16:05
Trus singanya pulang 2.. Salah satu singanya melihat kejadian William mengantar “dia” masuk ke bajaj sambil senyam senyum sendiri..