Tampaknya pintu itu masih tertutup
Sejak beberapa waktu yang lalu aku mengetuk pintu hatinya, aku mulai sedikit demi sedikit mengurangi kebekuan di antara kita berdua. Mulanya aku mengira pintu itu sudah mulai sedikit terbuka dan suasana sudah menjadi lebih hangat. Ternyata kebekuan itu masih ada.
Hari demi hari sebenernya diliat dari SMS yang kukirim kepadanya dan juga balasannya, tampaknya semua berjalan seperti biasa, bahkan melebihi perkiraanku.
Tetapi dalam 1 hari, yaitu hari ini, semua berubah sekejap. Sikapnya agak berbeda hari ini selama mengerjakan tugas di rumahku. Tidak seperti hari-hari sebelumnya ketika dia tampak lebih ceria dan bersemangat.
Apa karena dia sedang sakit? Atau karena apa yang terjadi di sekolahnya belakangan? Ataukah ada sesuatu yang disembunyikan? Sampai-sampai hari ini tidak tampak raut keceriaan itu lagi di wajahnya. Padahal siang harinya dia masih sempat mengirim SMS kepadaku sebagai konfirmasi bahwa dia bersama temannya mau ke rumahku hari ini. Yang lebih membuatku yakin pintu itu terbuka juga adalah saat dia membalas SMS ku malam sebelumnya.
Ataukah itu hanya pikiranku saja yang berlebihan mengingat saat ini kondisiku sedang tidak fit karena sakit juga?
Aku ga terlalu mengerti. Atau aku yang tak mau mengerti?
Apakah pikiranku terlalu banyak diisi oleh rasa khawatir dan takut akan kehilangan dia sampai-sampai setiap kata yang tidak terlalu dapat kuterima menjadikannya seakan-akan aku kembali ditolak oleh dirinya?
Ahh, sudahlah untuk hari ini. Masih banyak hari lainnya. Mungkin masih perlu waktu untuk mengetuk pintu itu dan menghangatkan suasana antara aku dan dia.
Lagipula aku sedang sakit, dan tampaknya perlu waktu untuk istirahat dari banyak pikiran.






Latest Comments