Web development rules!
Sebelum hari ini, saya ga gitu peduli mengenai hal ini. Tapi kemaren tiba-tiba aja saya ga habis pikir kalau untuk berkecimpung di dunia web development, paling ga harus bisa beberapa hal:
- HTML
- CSS
- JavaScript
- PHP (Server-side scripting)
- MySQL (Database)
- Desain Front-end
Yang pertama adalah HTML alias Hypertext Markup Languange yaitu bahasa dasar pembentuk website. Sebuah website harus dibangun didasarkan oleh bahasa ini. Sampai saat ini HTML ini sendiri memiliki 2 standar umum yaitu HTML 4.0 dan juga XHTML 1.0. Yang paling baru adalah XHTML 1.0 yang lebih sering digunakan belakangan karena dukungan timbal balik terhadap CSS.
Yang kedua adalah CSS alias Cascading Style Sheet yaitu bahasa sederhana untuk pemberian style atau gaya pada layout HTML yang ada. Melalui CSS, web designer dapat dengan mudah mengubah jenis huruf (font), warna huruf, style huruf, background, posisi element dan sebagainya. Sebuah website tidak akan tampak “hidup” tanpa CSS.
Yang ketiga adalah JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman yang bisa diemplementasikan terhadap elemen-elemen di HTML. Melalui JavaScript, elemen-elemen pada halaman web bisa menjadi dinamis dengan adanya animasi atau perubahan content secara langsung tanpa membuka ulang halaman web tersebut. Teknologi ini disebut sebagai AJAX atau Asynchronous JavaScript and XML. Jadi fungsi JavaScript adalah untuk membuat halaman web lebih “hidup” lagi.
Yang keempat adalah PHP atau singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Processor. PHP merupakan bahasa pemrograman server-side. Tentu saja masih banyak bahasa lainnya yang dapat digunakan seperti ASP, ColdFusion, JSP. Komponen inilah yang berfungsi sebagai jantung dari web dinamis.
Yang kelima adalah MySQL yang merupakan software database management system. Banyak pula bentuk software database management system lainnya seperti PostgreSQL, SQL Server, Oracle. Gunanya adalah untuk menyimpan data-data yang diproses oleh server-side scripting seperti PHP atau ASP di atas.
Yang terakhir dan juga terpenting dalam web-development adalah pengetahuan mengenai front-end seperti layout maupun desain interface dari suatu halaman web. Terlihat mudah, akan tetapi justru dapat menyebabkan masalah bagi orang yang tidak terlalu mendalami mengenai hal ini. Perpaduan warna yang salah, posisi menu yang tidak baik, bentuk tulisan yang tidak sesuai dengan isi web, dapat dengan mudah membuat pengunjung website tidak mau kembali lagi ke website yang ada.
Bahkan jika mau ditambahkan dengan beberapa hal kecil yang tidak harus diketahui tetapi justru menjadi nilai tambah untuk diketahui. Pengetahuan mengenai web-server seperti Apache akan menjadi lebih bagus agar dapat mengelola web dengan baik.
Jadi kalau mau belajar banyak hal hanya dalam satu bidang, belajar aja untuk menjadi seorang web-developer.






April 13th, 2008 at 11:08
kk will. kalo misalnya mau jd web master, harus belajar 6 bahasa itu ya??
eh iya.. berarti kalo misalnya gua mau fokusin ke web, tar peminatan gua msti ambil database dunk??
itu sejalan ga ya?
atau lebih bagus software engginering?
April 13th, 2008 at 20:30
6 bahasa itu bukan keharusan sih, cuma saling melengkapi. Bisa aja u cuma belajar PHP ama MySQL doank, tapi nanti u cuma kerja di bagian back-end yaitu coding terus. Bisa juga u cuma belajar HTML dan CSS ama desain doank, tapi itu ga bisa sepenuhnya disebut web developer, melainkan web designer.
Yang lebih sejalan ama dunia web development itu memang database. Yah sebenarnya sih semua peminatan sama aja, selama ada kemauan buat belajar pasti bisa dikembangin koq kemampuan web developmentnya.
May 26th, 2008 at 11:01
om.. btw kalo oracle itu beda lagi yak ama php?
bedanya dimana ya?
oh iya.. msti belajar mana dlu? php apa mysql?
thanks ya infonya..
May 26th, 2008 at 12:57
Oracle itu untuk database, jadi ga bisa dibandingin ama PHP. Yang bisa dibandingin itu Oracle ama MySQL kalau dari contoh di atas. Belajar yang mana aja dulu ga terlalu beda, soalnya seharusnya seiring dengan belajar harusnya dua-duanya bakal terbiasa.