Not just about screen protector
Beberapa hal yang akan dibahas di sini adalah screen protector, debu, dan perbedaan pendapat.
Kita bahas hal pertama dulu, yaitu screen protector. Bagi yang punya perangkat berlayar, khususnya ber-display LCD seperti handphone, laptop atau PDA, screen protector akan menjadi penting untuk melindungi layar tersebut dari banyak hal termasuk debu dan goresan yang bisa menyakitkan hati dan mata Anda. Minggu lalu, baru saja aku membeli screen protector untuk aku pasangkan pada layar laptop 13,3 inch-ku. Hari itu aku bersama papa pergi ke Mall Mangga Dua untuk membelinya, sekalian soalnya papa juga mau mencari software. Harga yang didapat adalah Rp 60.000 untuk satu lembar screen protector. Saat itu aku sempat melihat proses pemasangan pada laptop yang ada di toko tersebut.
Sekarang kita membahas debu. Setelah pulang dari perjalanan yang melelahkan, papa mau supaya screen protector itu langsung dipasangkan saat itu juga dan aku pun langsung membuka bungkus screen protector tersebut. Awalnya layar laptop dibersihkan dulu dari debu yang menempel dengan menggunakan kain yang disediakan. Debu sempat bersih, tapi ternyata dalam sekejap selalu ada debu yang menempel kembali ke layar laptop. Padahal untuk menempelkan screen protector, tidak boleh ada debu yang menempel pada layar karena akan menimbulkan gelembung atau menjadi debu permanen yang terjepit antara screen protector dan layar.
Pembahasan ketiga adalah perbedaan pendapat. Papa mau agar segera dipasang. Aku pun membantu memasangkan. Awalnya karena debu yang menempel terus, aku berkali-kali menunda pemasangan untuk menghilangkan debu yang ada terlebih dahulu. Lama-lama akhirnya papa mulai berkata kalau debu sedikit ga akan masalah, di sisi lain aku tetap bersih keras tidak ingin satu titik debu pun. Akhirnya aku kesal dan menyerah sesuai kemauan papa.
Alhasil setelah beberapa menit berjuang, screen protector pun menempel, dengan debu-debu yang menyebalkan tentunya. Bahkan ada satu tumpukan debu yang terjebak di screen protector tersebut yang membuat aku benar-benar pengen teriak melihat debu itu. Hhhh… Kesal? Tentu saja. Tapi mau diapain. Seharian itu aku termenung mencari cara agar tidak terlalu mengganggu pandanganku ke layar laptop.
Berhari-hari aku lewati bersama sang debu, akhirnya kemaren aku mencoba lagi untuk membuka screen protector, dan ternyata BERHASIL. Yah, screen protector terbuka dan debu pun hilang. Sayangnya screen protector tak dapat ditempelkan kembali karena sudah banyak debu yang menempel lagi di sisi yang menempelnya. Hahaha…
Itulah kisahku sampai aku kehilangan Rp 60.000 hanya kurang dari 1 minggu karena ketidaksabaran. Yah, biarlah. Pelajaran juga kalau mau pake screen protector bahwa debu sedikit pun ga boleh diajak kompromi.
Malam tadi sewaktu aku membuka screen protector, ada 2 perasaan yang timbul. Pertama adalah lega karena paling ga pandanganku akhirnya tidak “terlukai” oleh debu yang menempel. Kedua adalah menyesal juga. Menyesal karena aku tidak mempertahankan pendapatku saja waktu itu, dan menyesal karena akhirnya screen protector yang bisa bertahan sampai 1 tahun hanya bertahan 4 hari saja. ![]()
Ah sudahlah, kembali memakai “screen protector” praktis saja, walau harus nempel-nempel pake selotip segala.






December 13th, 2008 at 05:19
itu cara pasangnya bagaimana ya mas ?
December 13th, 2008 at 17:57
Saya sendiri sampai sekarang sih belum memasang screen protector yang baru di layar laptop saya. Tapi kalau mau cara-caranya, kurang lebih seperti di bawah ini:
1. Cari tempat yang bersih atau paling tidak minimal dari keberadaan debu.
2. Bersihkan debu dan kotoran yang ada di laptop dengan kain yang lembut. Kalau ternyata debu masih banyak yang menempel, khususnya di bagian pinggir layar, bisa dicoba dibersihkan dengan menggunakan selotip atau lakban yang tidak meninggalkan bekas di layar. Usahakan waktu mau merekatkan kemudian ditarik kembali dengan cara yang tidak kasar karena bisa saja perekat yang terdapat di lakban tertinggal dan malah merusak layar.
3. Buka lapisan luar screen protector dan tempelkan dari ujung. Pergunakan mistar atau apa saja yang dapat digunakan untuk membantu meratakan screen protector dan menghilangkan gelembung udara seperti kartu ATM. Kalau ternyata masih ada gelembung udara, screen protector yang sudah terekat bisa ditarik lagi dan gelembung udara dapat dihilangkan dengan menggosokkan dengan mistar.
Tapi cara itu musti sabar sih karena yang paling menyebalkan itu adalah debu yang menempel lagi setelah semua terlihat bersih. Maka dari itu saya tulis di nomor 1 untuk mencari tempat yang tidak berdebu.
Semoga terbantu.
April 3rd, 2009 at 20:47
Ternyata harus yang ahli untuk memasang screen protector itu.
Saya mengalami musibah hanya karena memasang sendiri… hiks…
May 19th, 2009 at 20:37
boss cara buka screen yang udah nempel caranya gimana siy?
punya gelembung yang sama nih…
pengen copot & ganti screen protector yang baru…
May 19th, 2009 at 20:53
Bukanya sih pake ujung kuku juga bisa, asalkan kukunya ga tajam. Ga usah takut layarnya kegores kalau buka pake kuku soalnya kuku jari itu bukan sesuatu yang mudah membuat goresan kalau ujungnya ga tajam (dikikir dulu biar ga tajam). Soalnya lebih beresiko kalau buka pake alat lainnya, sedangkan kalau pake kuku jari kita kan bisa tau seberapa kuat tekanan jari kita ke layarnya.
Untuk bukanya sih juga harus sabar dan berkali-kali diulang soalnya kadang pas udah kebuka sedikit bisa jadi kita malah kehilangan pegangan buat screen protector nya, alhasil nempel lagi ke layarnya.
August 17th, 2009 at 20:33
huaaa… :(( gue jugaa.. senasibb…
akhirnya gwe bisa copot screen protectornya pake jarum pentul…
sia2 deh duit gue…
July 13th, 2010 at 04:43
wah akhirnya ketemu juga disini