Don’t play with timeline
Timeline, yang kalau ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai garis waktu mungkin akan menjadi sesuatu yang membingungkan kalau mau dijelaskan secara rinci. Secara sampai saat ini kita masih belum dapat merasakan pindah dari satu jaman ke jaman lain karena belum ditemukan cara untuk itu. Tapi walaupun begitu, timeline tetaplah sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas.
Pertanyaannya adalah apa yang terjadi kalau kita bisa kembali ke masa lalu atau menuju ke masa depan?
Sebagian besar orang dalam hidup ini mungkin pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang terjadi setelah mereka melakukan sesuatu yang buruk atau membuat mereka menyesal. Misalnya saja ketika gagal menempuh ujian, tiba-tiba saja ingin kembali ke masa lalu untuk mengerjakan soal ujiannya kembali karena kita sudah tahu soal apa yang akan dikerjakan di mana artinya kita akan dapat mengerjakan soal tersebut dengan baik.
Mari kita melihat mengenai paradoks waktu atau time paradox. Dalam konsep time paradox, apa yang terjadi di masa lalu akan mempengaruhi apa yang terjadi di masa depan (masa sekarang). Nah, di sini konsep tersebut akan terbelah menjadi 2 yaitu:
- Apa yang terjadi pada masa lalu akan mengubah masa depan kita. Oleh sebab itu bila kita kembali ke masa lalu, maka masa depan (masa sekarang) akan berubah sesuai dengan apa yang kita lalukan di masa lalu. Dengan kata lain, timeline dapat diubah.
- Apa yang terjadi di masa ini sudah ditentukan oleh apa yang kita lakukan di masa lalu. Oleh sebab itu bila kita kembali ke masa lalu, kita justru akan menciptakan apa yang terjadi di masa depan (masa sekarang) kita. Dengan kata lain, timeline tidak dapat diubah karena memang sudah seperti itu adanya.
Kalau dilihat dari film fiksi ilmiah yang banyak membahas mengenai timeline, kita akan melihat mengenai nomor 1 pada film-film seperti The Butterfly Effects dan Lost in Space di mana kita bisa mengubah masa depan (masa sekarang) kita dengan kembali ke masa lalu. Dalam film The Butterfly Effects, tokoh utamanya kembali ke masa lalu dalam bentuk menguasai dirinya di masa lalu sehingga pada saat dia kembali ke masa lalu, “dia” yang berada di masa lalu dikuasai sehingga tidak mengingat apapun selama periode tersebut. Sedangkan dalam Lost in Space, sang tokoh utama kembali ke masa lalu sebagai dirinya yang utuh melalui sebuah mesin waktu untuk memperbaiki apa yang terjadi di saat ini (masa depan) di mana pesawat milik keluarganya gagal terbang dan meledak.
Butterfly Effect sebagai nama film sebenarnya berasal dari frase butterfly effect yang merupakan efek dari perubahan waktu di mana sekecil apapun hal yang kita ubah di masa lalu akan berakibat perubahan signifikan di masa depan (masa sekarang). Bahkan hanya dengan tidak mengatakan apa yang kita katakan di masa lalu pada saat kita kembali ke masa lalu, mungkin kita akan mengubah jalan hidup kita sendiri di masa depan. Berarti semakin kita jauh kembali ke masa lalu, semakin signifikan perubahan yang akan terjadi ke masa depan (masa sekarang).
Sebuah seri game yang bernama Prince of Persia yang bercerita mengenai timeline malah menceritakan mengenai konsep pertama dan kedua. Sang tokoh utama terjebak dalam perubahan waktu melalui Sands of Time yang menyebabkan kerajaannya hancur. Kemudian dia berusaha untuk memperbaikinya di masa lalu dengan menghancurkan sumber (Princess of Time) perubahan tersebut. Tapi yang justru terjadi adalah dia lah yang justru menyebabkan terciptanya Sands of Time yang akan menghancurkan kerajaannya di masa depan (masa sekarang) karena membunuh Princess of Time. Kemudian dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki apa yang diperbuat, yaitu kembali lagi ke masa lalu untuk mencegah “dirinya yang di masa lalu” melakukan perubahan yang akan menyebabkan kehancuran di masa depan (masa sekarang). Prince berhasil melakukannya dan merubah masa depan secara signifikan, akan tetapi tetap saja kerajaannya hancur karena ada orang jahat yang mau menggunakan Sands of Time yang masih berasal dari Princess of Time yang masih hidup saat itu.
Dalam film Terminator, konsep kedualah yang digunakan walau dilihat dari sudut pandang yang terbalik dibanding dengan film lain. Di film ini, kita akan melihat masa lalu dari seseorang yang dipengaruhi oleh masa depannya yang justru akan menciptakan masa depan untuk mempengaruhi masa lalu orang tersebut. Dalam film Terminator, tokoh yang ada di film itu diincar oleh robot-robot yang dikirimkan di masa depan yang diutus untuk membunuh sang tokoh agar tidak ada gerakan perlawanan terhadap robot-robot yang menyerang manusia di masa depan. Tapi semua utusan itu gagal dan justru sisa-sisa dari robot itulah yang menyebabkan diciptakannya robot masa depan yang canggih tersebut yang akhirnya melakukan pemberontakan yang menyebabkan pasukan robot mengirim robot pembunuh ke masa lalu untuk membunuh sang calon pemimpin gerakan perlawanan.
Mengenai time paradox, kita ambil contoh dalam hubungannya dengan kakek atau kakek buyut seseorang. Andaikan seseorang bisa kembali ke masa lalu dan kemudian di masa lalu itu dia membunuh moyangnya sebelum sang moyang memiliki keturunan, tentunya saat ini dia tidak mungkin bisa ada di dunia ini. Lalu bagaimana dia bisa ada di dunia ini dan akhirnya datang ke masa lalu untuk membunuh moyangnya? Berdasarkan teori time paradox, apa yang seseorang lakukan akan mempengaruhi masa depan. Maka ketika moyangnya sudah tidak ada, dia tidak akan dilahirkan ke dunia untuk kembali ke masa lalu dan membunuh moyangnya tersebut. Di saat itulah moyangnya masih bisa hidup dan memiliki keturunan seperti seseorang yang akan kembali ke masa lalu dan melakukan pembunuhan itu. (Keturunan yang kurang ajar.
Contohnya kejam yah? Huhuhu… Cuma contoh doank koq… >.< )
Yah terlepas dari apakah mungkin dilakukan perjalanan waktu ke masa lalu atau masa depan maupun apakah masa lalu akan mengubah apa yang ada di masa depan (masa sekarang), tetaplah ada teori sebab akibat. Segala sesuatu yang kita lakukan memiliki konsekuensinya, baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan. Segala sesuatu terjadi juga karena ada sebab, walau mungkin konsekuensinya bisa menjadi penyebab bagi yang lainnya.
Referensi lain yang belum dibahas di sini adalah film Back to the Future, Doraemon dan masih banyak lagi. Saya akan bahas lagi di lain kesempatan mengenai pemikiran tentang perjalanan ke masa depan yang belum sempat dibahas di sini.
Jadi kalau Anda bisa kembali ke masa lalu, apa yang akan Anda lakukan?






April 21st, 2008 at 09:50
ke masa lalu yah???
hmmmmmm……..
mungkin g pengen balik ke masa dimana g ga nepatin janji nonton sama someone
eh jangan ding…..
klo dia ga marah ke g, dia ga nunjukin sifat sebenernya ke g, dan klo kita sampe jadi,……
tak terbayangkan betapa lelahnya aku bersama dia……..
ato….
mungkin g pengen balik ke kemaren aja deh!!
dimana g masuk duluan ke dalem gereja dan ninggalin dia, seolah g nganggep dia tukang ojek beneran
eh, tapi klo g ga ninggalin dia, g mungkin selamanya ga punya kesempatan buat nguji keberanian g lagi buat bisa deket sama dia
apa yah???? 8->
oh, g tau!!!
g pengen balik ke sebelom UTS metnum…..
g ga bakalan ngajarin banyak2 orang sampe g ngerasa muak pas ngerjain soalnya
April 21st, 2008 at 12:18
walaupun ada konsekuensi time paradox, gw tetep pengen balik ke masa lalu
gw pengen balik ke 15 tahun lalu! Muhahahaha!!!

penasaran
jadi bahkan sebelon gw masuk SD gw uda punya pengetahuan 15 tahun ke depan!
gw tau kapan soeharto lengser, gw tau kapan WTC hancur, gw bahkan tau siapa sri paus berikutnya!
jauh2 hari (baca: bertahun-tahun) sebelon 13 mei 1998 gw suru nyokap gw nyicil beli dollar sebanyak-banyaknya!
yah cuma mungkin karna gw balik ke masa lalu, jadi ada kejadian yg berubah…
ah tapi itu urusan belakangan! (gw tinggal balik lagi ke masa lalu ampe bosen :D)
April 21st, 2008 at 18:34
Gue ga mau balik..
Apapun yg terjadi ya terjadilah. Toh, merupakan tantangan sendiri untuk memperbaikinya di masa yang terus berjalan. Ntar kalo balik memeperbaiki di masa lalu, urusannya bisa tambah rumit.
Toh, ga semua hal sesimpel yang kita pikirkan –atau bisa jadi ga serumit yang kita pikirkan juga.
Hmm.. Tapi oke juga bisa meng-undo kejadian.. Coba bisa me-redo juga buat jaga2..
April 21st, 2008 at 21:52
Daripada balik ke masa lalu, gue mending nunggu ada obat awet muda ah… Hahaha… Bisa melihat proses-proses terjadinya masa depan… :> Yang udah berlalu biarlah berlalu, tinggal liat masa depan yang belum bisa diprediksi keadaannya… Jadi kaya Highlander aja, ga bisa mati-mati @_@ Weeeew…
ini quotes yang keren nih. Hahaha…
April 24th, 2008 at 13:46
Ga mau awet muda dan ga mati2..
Seram.. Mati itu kan bagian dari siklus kehidupan.. Bosen kali muda mulu. ahahah