BBM naik, tensi darah pun naik
Jumat, 23 Mei 2008 – Hari sebelumnya sudah mendengar isu bakal adanya kerusuhan menyangkut kemungkinan kenaikan BBM dalam 1 atau 2 hari terakhir. Akhirnya aku ga pergi kuliah, berhubung hari itu juga dikejar proyek. Pukul 19.00, tiba-tiba mendengar berita bahwa pemerintah menaikkan harga BBM dengan rata-rata sampai lebih dari 20% yang berlaku pada tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00. Sekitar pukul 22.00 aku mendengar berita lagi di TV kalau orang-orang sudah ngantri di pom bensin untuk mendapat BBM dengan harga sebelum kenaikan.
Sabtu, 24 Mei 2008 – Hari ini seharusnya harga BBM sudah naik. Pukul 14.30, aku pergi ke Taman Anggrek menggunakan B91 dari depan Trisakti. Awalnya mau bayar Rp. 1000 aja, tapi ternyata diminta lagi ama keneknya jadi Rp. 2000 dengan alasan BBM udah naik. Pukul 20.10, pulang dari Taman Anggrek naik bus di mana jaraknya lebih dekat daripada dan membayar Rp. 1000. Saat itu keneknya menerima aja. Di kaca depan sudah tertempel pengumuman yang kurang lebih seperti ini: “Karena naiknya BBM, maka tarif naik jadi Rp. 2500″.
Senin, 26 Mei 2008 – Berangkat ke Binus menggunakan B91, tarif sudah Rp. 2500. Sampai di depan Binus, aku melihat banyak ojek mangkal, lebih banyak daripada biasanya karena sampai berserakan di depan Buana. Sempat ngira lagi ada yang berantem, tapi ternyata angkot M24 ama M11 lagi mogok semua untuk demonstrasi kenaikan BBM.
Selasa, 27 Mei 2008 – Berangkat ke Binus menggunakan B91, tapi sebelum sampai pertigaan Batusari di mana biasanya aku diturunkan untuk jalan kaki ke Binus, bus yang aku gunakan dihentikan segerombolan orang. Awalnya mengira hari ini giliran supir B91 yang mau demo. Ternyata itu para supir angkot yang menghalangi B91 agar ga sampai ke pertigaan. Alhasil jarak jalanku sampai ke Binus bertambah jauh.
Rabu, 28 Mei 2008 – Berangkat ke Binus menggunakan B91, semuanya kembali ke keadaan normal. Sampai di Binus, sudah ada angkot yang beroperasi.







Latest Comments