Everyone loves social engineering
Err, entah kenapa saya nulis mengenai social engineering ini. Melihat banyaknya hoax dan isu-isu yang berseliweran sana-sini tanpa kejelasan, jadi pengen aja nulis soal ini. Apalagi sekarang jamannya berita aneh “mati satu, tumbuh lagi yang baru”, khususnya di Indonesia.
Social engineering yang artinya melakukan kegiatan memanipulasi pikiran manusia, persuasi (mengajak) dan percaya akan hal yang diceritakan agar orang itu melakukan sesuai dengan apa yang diminta merupakan hal yang umum sekarang. Entah dalam Bahasa Indonesia apa arti sebenarnya mengenai social engineering ini. Mungkin “perancangan sifat sosial” atau “pengaruh masyarakat” bisa jadi bentuk Bahasa Indonesia-nya.
Social engineering (SE) sering dipakai oleh orang atau institusi agar masyarakat percaya atas apa yang disarankan atau apa yang diberitakan. Ujung-ujungnya, bisa terjadi berbagai macam reaksi pada masyarakat mulai dari penolakan, kepanikan, kekhawatiran yang berlebihan, sampai kepada paranoia. SE ini sendiri sudah menjadi bagian dari hidup manusia di mana ada yang menerimanya dan juga ada yang menolaknya.
Khusus dalam jaman digital sekarang ini, SE sering dipakai melalui media yang instan seperti email, instant messaging sampai SMS. Kadang bisa juga menggunakan media halaman situs internet yang telah dimodifikasi agar pengguna tidak tahu mengenai niat dibaliknya.
Kita langsung ke contoh saja. Sering kali (dulu) di Friendster terjadi pencurian informasi account dengan memanfaatkan celah di Friendster yang memperbolehkan user memasukkan script ke halaman profilenya. Kemudian dari script itu, pengguna yang membuka halaman itu akan dialihkan ke situs lain yang halamannya memiliki tampilan yang sama persis dengan Frienster dan meminta mereka untuk memasukkan username dan password. Di baliknya, seseorang menunggu puluhan informasi account, termasuk password yang diisi ke dalam form palsu tersebut, dan terjadilah pencurian dan penyalahgunaan account.
Lalu seperti apakah SE melalui email, instant messaging dan SMS? Bila pernah mendengar mengenai kata “hoax” atau bahkan tahu artinya, maka yang bisa saya bilang adalah hoax merupakan bentuk SE. Dikirimkan secara berantai dari satu orang ke orang lain, dengan harapan orang itu juga mengirim ke orang lain. Ada yang isinya membuat iba (misalnya seorang bayi yang sakit dan meminta tiap user memforward email itu karena tiap email akan membiayai beberapa sen atau dollar untuk pengobatan), ada yang isinya membuat takut (misalnya cerita mengenai seseorang yang sakit karena salah makan sehingga penyakit pun muncul padahal makanan itu merupakan makanan yang kita makan sehari-hari), teriming-imingi suatu hal (misalnya sekali forward akan mendapat hadiah beberapa puluh dollar) sampai yang takut ga punya pacar atau bernasib sial (misalnya kalau tidak mengirimkan message itu lagi dalam waktu sekian menit, maka sang pembaca itu akan jomblo dalam sekian tahun atau sekian abad atau sekian siklus kehidupan).
Yang lucunya, ada saja orang yang percaya pada setiap hoax sehingga ia pun mengirimkan berita yang didapat kepada orang lain, terkadang ada yang sampai memulai pesan berantai terlebih dahulu untuk memperingatkan yang lain agar “tidak terjadi seperti yang di hoax itu”. Hhhh… Dan hanya sedikit yang cukup tahu mengenai perbedaan hoax dan berita benar sehingga tahu apa yang harus diforward atau apa yang harus diputus mata rantainya.
Belakangan, setelah berita Axis yang masih heboh sampai penulisan entry ini, muncul lagi satu berita mengenai banyaknya penggunaan ilmu hitam untuk santet melalui handphone. Yay, santet lewat handphone? Napa ga lewat telepati aja sih? Bukannya biasa yang punya ilmu santet memang spesialisasinya itu bisa nyerang orang dari jarak jauh yah?
Setelah banyak yang ga percaya dengan berita itu, muncul lagi hoax yang bilang bahwa kematian gara-gara handphone itu bukan karena santet atau ilmu hitam, tetapi mengenai radiasi yang meningkat secara drastis. Berikut ini message yang diforward oleh teman-temanku:
Mengenai “Ring In Red” ygterjadi di banyak negara, KepDik WHO “Prof.Dr.Adi Mok” tlah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan ilmu hitam. Tapi radiasi infra merah yg sengaja dipancarkan secara berlebihan ke HP no dituju, yg memang benar dapat menyebabkan penerima tewas beberapa saat setelah mendengar telpon. Walaupun tdk dijawab, hp yg terletak dekat jg berbahaya, dapat menimbulkan penyakit perlahan seperti kanker. Sebaiknya kurangi pengaktifan/ pemakaian Hp sampai dinyatakan aman kembali oleh WHO dan hari ini jam 10 pagi diharapkan waspada karena Infra Merah akan disebarkan!!!! ini berita terbang tentang Virus HP, penting untuk dibahas. Tolong sampaikan kepada kawan2..
Orang yang berpikiran logis dan analitis umumnya tidak akan percaya dengan hoax seperti ini. Orang bertipe ini akan mencari mengenai “Adi Mok” yang disebut di atas, mengenai berita ini di situs-situs online atau memanfaatkan search engine untuk mencari kebenarannya. Ayo kita analisa satu per satu yuk (main detektif-detektifan SE dah).
- Pertama, Ring in Red? Ga pernah saya dengar atau baca mengenai hal ini, baik dari televisi, radio atau liat di internet sampai saya mendapat message itu (artinya sekarang saya udah pernah baca). Yang saya tahu itu adanya Ring of Fire yang merupakan gugus gunung berapi yang melewati berbagai wilayah di bumi.
- Kedua, saya ga nemuin yang namanya Adi Mok di Google, kecuali di blog yang juga lagi ngebahas mengenai isu ini dan authornya juga mengatakan dia ga menemukan Adi Mok di Google selain blog yang nulis soal itu.
- Ketiga, radiasi infra-merah? Hm, masa handphone menggunakan sinar infra merah? Yang saya tahu sih menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi.
- Keempat, kenapa harus jam 10 pagi? Itu saat yang bagus untuk menikmati matahari pagi yang menggunakan radiasi ultra-violet, bukan menikmati radiasi gelombang infra-merah.
- Kelima, ini yang paling aneh. Dikatakan kalau itu tentang virus HP. Tapi sebelumnya dibilang tentang radiasi infra-merah. Mana yang benar? Apa disambungin aja karena orang nelpon trus ngirim virus hape dan virus itu ngaktifin sinar infra-merahnya biar orang yang pake kena kanker dan langsung meninggal begitu aja? Ekstrim sekali.
Dan sekarang sudah saya bahas di sini.
Oke, cukup untuk hoax pertama. Kita terbang menuju message kedua yang dikirimkan oleh teman saya juga tetapi orangnya berbeda:
HP jgn di aktifkan SELAma 24 jam MULAI dr jm 2. )) MALAM ini
PUNCAK PENELPON RADIASI nya bisa membenuh.. Di Metro TV kluar.. ksi tau yg lain.. [dpt fwd.. n m fwd//]
Berikut analisanya mengenai sebab akibat. Siapa yang mau matiin HP selama 24 jam untuk berita yang ga tahu kebenarannya ini? Bukannya jam 2 itu udah pagi? Saya dapat berita ini tanggal 9 Mei 2008. Ambigu dalam hoax di atas adalah ketidakjelasan tanggalnya. Kalau mulai dari jam 2 ketika saya menerima message ini (dan juga orang lain menerima message ini), secara otomatis orang tersebut “hampir selamat” karena hanya 1 jam lagi sudah sampai jam 2 lagi sejak hari di mana message itu diterima. Saya menikmati menggunakan handphone dalam 23 jam ini dan belum merasakan efek radiasinya yang membunuh. Kemudian kalau serius mau memberitakan dari media, sayangnya ga disebutkan di sana pukul berapa berita ini ditayangkan di stasiun televisi itu.
Ada lagi sebuah berita yang kurang lebih isinya “jangan mengangkat atau menerima telepon dari nomor yang berwarna merah karena merupakan nomor pembunuh dan dapat langsung membunuh penerima karena santet atau ilmu hitam”. Ga ngerti saya kalau yang ini. Bayangkan aja kalau orang menggunakan themes di hapenya yang berwarna merah, jadi kaya Russian Roulet dunkz.
Yah seperti yang saya katakan, setelah mati satu, muncul lagi yang baru. Mungkin setelah hoax ini reda, akan muncul lagi yang baru. Yah siapa tahu apa lagi yang akan muncul menjadi berita.
Hanya logika dan analisa yang bisa mengalahkan pengaruh sebuah hoax dan SE.





May 13th, 2008 at 19:48 •
Aku disini tekankan kepada semua masyarakat sekalian karena jangan gegabah,jangan takut akan kematian, lebih-lebih jangan menyebarkan berita yang meresahkan masyarakat.
Ingat itu hai manusia semua !!! Ingat lima perkara sebelun 5 perkara datang(musik by Raihan dikutip dari alhadits). Ingat kematian bukan dari manusia lebih-lebih datang dari sms merah,,,Jika anda sekalian mempercayai itu Berarti Anda sekalian temasuk orang yang “Syirik” dan itu di Laknat oleh Allah SWT. Secara Logika saja hal itu tidak akan dan tidak mungkin terjadi karena kematian manusia sudah ada garisnya masing-masing.Entah aku atau kalian yang mati duluan, entah setahun lagi, sebulan lagi, seminggu lagi sejam lagi, seminit ataupun sekarang. Jadi perbanyaklah ibadah Anda sekalian dengan mendekatkan diri kepada yang Kuasa. Dan saya tekankan lagi “Janganlah Engkau menyebarkan kebaikan hanya untuk Mencari perhatian. Sebaiknya doa itu Hanya untuk kemaslahatan dan mendapatkan ridho Allah sajalah”.
May 13th, 2008 at 21:01 •
Buat Purnama samoa alias “Mas Purnomo yang saya salah panggil”:
Wakzzz… Maaf salah nyebut nama. @_@ Soalnya aku ngetik tuh comment di tengah-tengah pas lagi ngerjain proyek dan buru-buru. Jadi separo nyolong bikin commentnya, makanya ga sempat ngeliat namanya. Hahaha…
Maxis Communication itu salah satu perusahaan telekomunikasi di Malaysia. Sedangkan AXIS yang beroperasi di Indonesia merupakan operator yang sahamnya dimiliki oleh Maxis yang berasal dari Malaysia dan Saudi Telecom Company yang berasal dari Timur Tengah. Jadi sama seperti Three yang dioperasikan oleh Hutchison Whampoa yang beroperasi juga di berbagai negara. Jadi ga aneh kalau jaringannya bisa dipakai di Malaysia.
Kalau Anda menggunakan operator XL (sori, buat memperjelas aja jadi ga usah pake kutip-kutipan
), mereka menjalin kerjasama untuk roaming di negara lain agar kartu tersebut tetap bisa digunakan di luar dari Indonesia. Di Malaysia, XL bekerja sama dengan beberapa operator lokal, salah satunya adalah Maxis Telecom (informasi dari GSM World).
Mengenai SMS santet atau yang berhubungan dengan hal itu, Anda bisa membaca berita Operator GSM Baru (Lagi): AXIS atau di Kaskus. Di sana sudah diberitakan bahwa penyebar SMS santet itu adalah seorang anak yang iseng di daerah Batam.
Sedangkan untuk kasus yang sampai menimpa mama Anda, apakah sudah ditelusuri bahwa ada kemungkinan memang terdapat masalah kesehatan sebelumnya?
Mengenai masalah AXIS tidak memberikan keterangan mengenai status isu yang menyebar terhadap mereka, mereka punya hak untuk menyatakan pendapat mereka terhadap isu yang ada. Toh masyarakat juga yang menilai apakah mereka memang bersalah atau ga. Kalau memang bersalah, mereka akan merugi karena ga ada yang menggunakan. Kalau ga bersalah, mereka akan tetap beroperasi (dan menurut saya justru karena adanya isu ini mereka mendapat market yang lebih besar lagi). Hmmm, satu lagi saya rasa jaman sekarang perusahaan-perusahaan besar cenderung “no comment” kalau ada isu yang terkait dengan perusahaannya. Yang positif aja no comment, apalagi yang negatif.
Dan ini ada teori yang agak konyol dari saya sih.
Jadi boleh percaya atau enggak. Mungkin handphone yang digunakan tidak lulus quality control di pabriknya tapi udah dirilis sehingga terjadi malfungsi pada saat penggunaannya.
Sekali lagi, saya tegaskan, who knows…
Anyway semoga mama nya lekas sembuh ya.
May 14th, 2008 at 14:25 •
thx bgt buat penjelasannya ya…stdknya ada sedikit kelegaan buat gw…..btw koran warta kota hari selasa tgl 13 mei kmrin juga ada korbnnya, pegawai bank Amro, namanya fani…dapat sms merah juga ke im3, duuuuh…knp sih org2 pada gila mengganggu kenyamanan masyrakat…bete deh….untungnya mama saya udah agak mendingan skg…
May 17th, 2008 at 09:40 •
[...] menuai banyak kritik dan kecaman bagi dari beberapa kalangan karena dianggap merupakan jelmaan dari keberadaan setan atau iblis, justru membawa keberuntungan tersendiri bagi pihak AXIS. Pada saat itu AXIS menawarkan skema tarif [...]
September 18th, 2008 at 11:13 •
terima kasih atas pencerahannya, ^_______________^
September 30th, 2008 at 14:49 •
hi!
I am from Indonesia.
Currently, I’d like to conduct a small linguistic research about chain letter.
Say, could you help me by sharing some chain messages/email/phone message (that is written in English) to my
e-mail: anwi50@ui.edu
or
friendster: http://www.friendster.com/loysdk
Thx.
ps:this research will end at november 2008
September 30th, 2008 at 15:08 •
Hi Andika!
I want to help you however I have deleted many chain messages that I received on my mail and phone inbox. Majority of the chain messages that I received were in Bahasa Indonesia, not English. I’ll send you the chain message if I receive it in the future.
July 10th, 2009 at 15:51 •
*Phew* at last i’ve finished my linguistics research about this. I cited this article as one of my references….
p.s. : I think you should write some references as well in your articles, so that people can see them as authentic research/scientific articles. Thanks
July 10th, 2009 at 17:42 •
Hi,
Usually I write a link to any references that I use in an article, however for this article I wrote what I knew without referring to any other source directly. I don’t remember exactly where and when I first read about this “Social Engineering” from a trusted source. Of course I could say that I use Wikipedia as the reference, but I didn’t think writing Wikipedia as a reference is a best practice even it is the easiest way to do, so I leave it without reference for a while.
If you realize it, many sentences from this article were something that come from my thought and my experience, and many of them were about an issue happened that day when there weren’t much people wrote about this issue.
Anyway, hopefully that this article is useful for you and for your research. Thanks for your suggestion.