Opera 9.50
Setelah lama dinantikan oleh banyak pengguna internet, salah satu browser ternama yaitu Opera pada akhirnya dirilis dengan versi teranyar 9.50. Proses pengembangan Opera 9.50 ini sendiri memakan waktu cukup lama yaitu sekitar satu tahun dan telah melewati beberapa tahap release seperti Beta yang sudah dapat dicoba oleh end-user sejak beberapa bulan yang lalu.
Saya baru saja mendownload dan menginstall Opera 9.50 ini ke komputer saya. Dan di sini saya akan menceritakan sedikit mengenai perubahan terbaru Opera 9.50 ini. Berikut adalah gambar screenshot dari Opera 9.50. (Klik pada gambar untuk ukuran penuh)
Perubahan yang paling terlihat di sini adalah perubahan user interface (UI). UI pada Opera 9.50 mengalami kemajuan yang cukup berarti. Di sini dapat dilihat bahwa skin pada Opera 9.50 berwarna hitam dengan efek gradasi dan mengkilap seperti banyak tampilan browser dan operating system sekarang ini.
Selain itu, perbedaan yang cukup mudah terlihat adalah pada bagian address bar. Ketika saya mengetik suatu kata yaitu “acid”, secara otomatis Opera akan menampilkan semua address maupun title dari website yang pernah kita kunjungi yang mengandung kata “acid” itu sendiri. Fitur ini tentu mempermudah pencarian halaman web yang sudah pernah kita buka sebelumnya tanpa perlu direpotkan dengan membuka dan mencari dari history lagi. Bahkan terdapat sebuah link untuk secara cepat mencari kata “acid” ke Google.
Pada bagian sidebar, terdapat beberapa tombol untuk mengakses fitur Opera 9.50 ini, antara lain:
- Bookmarks (berisi links ke website favorit yang ditentukan user)
- Widgets (add-ons pada Opera)
- Contacts (daftar kontak)
- Notes (catatan kecil)
- Transfers (pemantauan download terhadap files)
- History (website yang pernah dikunjungi)
- Links (berisi daftar links yang terdapat di halaman yang sedang dibuka)
- Chat (fitur IRC chat terintegrasi dalam Opera)
- Windows (daftar window Opera yang terbuka beserta tab-tab nya).
Selain yang telah ditampilkan di atas, masih terdapat beberapa tombol yang tidak ditampilkan antara lain:
- Mail (email client terintegrasi dalam Opera)
- Search
(fungsi untuk mengakses beberapa search engine) - Info (informasi mengenai halaman web yang sedang dibuka)
Yang tidak kalah menariknya adalah perubahan backend nya yang menggunakan rendering engine Presto. Saat dites pada Acid2, Opera dapat menampilkan gambar smiley dengan baik. Pada tes Acid3 (di gambar screenshot di atas), terlihat bahwa Opera berhasil melewati 83 dari 100 tes yang disediakan. Hasil tes ini cukup memuaskan yang berarti Opera menanamkan fitur web standard, khususnya ECMAScript (JavaScript) dengan baik walau belum sempurna.
Selain tes Acid2 dan Acid3, saya juga sempat mengunjungi situs untuk mengetes CSS3 yang digunakan dalam Opera 9.5, khususnya dalam penggunaan pseudo-class mengingat fitur CSS3 yang lain sudah cukup banyak ditanam oleh Opera sejak lama. Untuk pseudo-class, ternyata Opera tidak banyak berkembang dari versi sebelumnya. Akan tetapi saat ini pun penggunaan pseudo-class CSS3 masih cukup jarang sehingga tidak perlu dikhawatirkan, apalagi sampai saat ini CSS3 masih belum disahkan secara resmi penggunaannya oleh W3C.
Membuka suatu halaman web juga dapat dilakukan dengan cukup cepat, tetapi saya tidak melihat banyak perkembangan berarti dalam kecepatan dibandingkan dengan sebelumnya.
Kesimpulannya, Opera 9.50 mengalami cukup banyak perkembangan dari versi sebelumnya dan pantas untuk dicoba bagi para pengguna internet. Perlu diketahui bahwa engine Opera 9.50 ini sendiri sudah digunakan dalam Opera Mini 4 yang dapat digunakan di handphone atau PDA.
Dengan dirilisnya Opera 9.50 ini kepada kalangan umum, maka pertarungan browser modern akan semakin memanas. Mozilla juga sudah mengkonfirmasikan bahwa Firefox 3 (yang saat ini sudah mencapai tahap Release Candidate 3 tepat pada saat Opera meluncurkan 9.5 nya) akan diluncurkan bulan Juni ini. Internet Explorer 8 pun direncanakan untuk dirilis akhir tahun ini. Di sisi lain, browser seperti Safari terus memperbaiki diri dengan disediakannya versi 4 Beta dan mencetak nilai yang berarti sebagai salah satu browser yang melewati 100 tes Acid3 dengan cukup baik (gagal dalam kelancaran animasi), di samping browser Konqueror yang banyak dipakai oleh para pengguna Linux.
Mari kita nantikan fitur-fitur baru dari para pengembang tersebut.







June 16th, 2008 at 03:02
Any visible images have invalid or missing ALT attributes