Where is the end? How ’bout future?


Tags: , , , ,

So, where is the end? Kalau ga ngerti, kalimat tadi kurang lebih bisa diartikan “di mana akhirnya?”. Apa sih yang berakhir?

Bulan Juni telah berakhir. Yeah, baru aja 2 jam yang lalu.

Rasa was-was akan kuota bandwidth buat ISP yang aku pakai juga sudah berakhir (walau saat pembayaran tagihan masih belum berakhir juga).

Ujian? Yey, hari ini adalah hari yang terakhir untuk pelaksanaan ujian akhir semester 4-ku. Hhhh… Lebih baik jangan ada pertanyaan “bisa ga ujiannya?”, soalnya aku ga sempat mikirin jawaban antara “bisa” atau “ga bisa” itu.

Dengan berakhirnya UAS, maka berakhir pula semester 4 yang sudah aku lewati selama kurang lebih 5 bulan. Waktu yang mungkin sebenarnya cukup lama, tetapi secara relatif bagiku merupakan waktu yang terlampau cepat. Terlampau cepat untuk memikirkan apa yang harus aku perbuat ke depannya, karena dalam sekejap saja hal itu sudah tertinggal jauh di belakangku.

:|

Now, how about future? Lagi-lagi, itu diterjemahkan menjadi “bagiamana dengan masa depan?”. Entah kenapa kalau dijadiin Bahasa Indonesia kebanyakan kalimatnya jadi lebih panjang. :|

Err, masa depan? Udah terpikirkankah olehku? Tik… tok… tik… tok… ting… :clock:

Tampaknya beberapa di antaranya sudah terpikirkan dan aku berusaha mengejarnya. Kadang ketika aku kejar, masa depan itu makin menjauh dariku. Kadang juga ketika aku kejar, masa depan itu malah balas mengejarku dan membuatku lari terbirit-birit. :|

Kadang aku melihat masa depan itu menungguku, tapi aku hanya diam terpaku seolah-olah aku tidak mengenal masa depanku. Kadang malah ketika aku tidak memiliki rencana untuk mengejarnya, tiba-tiba masa depan itu datang sendiri ke hadapanku dan menawarkan “fasilitas” ini itu.

Kadang aku melihatnya sebagai suatu kesempatan, yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Kadang aku melihatnya sebagai suatu hal yang pasti akan datang ke hadapanku tanpa perlu aku memikirkannya, merasakannya, melihatnya. Hmm, entahlah…

Lalu apa hubungannya masa depan dengan akhir? Aku tak tahu pasti hubungan antara keduanya. Yang aku tahu pada akhirnya masa depan akan datang, dan masa depan mungkin akan berakhir suatu saat nanti bila aku tidak mampu untuk memanfaatkannya. Kata lainnya yaitu menyia-nyiakannya.

Rasanya tulisan ini terlalu abstrak. :| Memang untuk saat ini aku sedang ingin berpikir secara abstrak. Menghindari dan menyiapkan diri dari rasa stress atau kecewa yang mungkin datang di masa depan. Dan saat itu aku akan berkata “akhirnya” sambil menghela napas lega. :)

One Response to “Where is the end? How ’bout future?”

  1. vinna Says:

    hallo =)
    sori ni komen menyimpang dari artikel. baru nyadar cursornya eror, dan parahnya baru baca komen itu.hehe.thx atas pemberitahuannya =) segera diperbaiki :D

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: