Tag PHP, sepele tapi mematikan
Pernah mendengar berita mengenai seseorang yang digebukin sampai babak belur oleh tetangganya gara-gara suka melirik istri tetangganya tersebut? Atau mungkin seseorang babak belur karena suka menghidupkan mesin motornya keras-keras tanpa mengindahkan teguran tetangganya yang sudah berkali-kali dilayangkan kepadanya? Saya rasa ini berita yang ga terlalu asing lagi.
Kalau begitu apakah Anda pernah mendengar sebuah website atau proyek jadi babak belur gara-gara salah nulis tag yang ga bisa diterima oleh parser PHP? Yup, mungkin jarang mendengar, karena hal ini sendiri tergantung oleh konfigurasi pada parser yang ada.
Beberapa orang suka menuliskan <? sebagai tag pembuka PHP, tetapi orang lain terbiasa dengan <?php . Satu hal yang harus diperhatikan, biasakan menggunakan <?php. Alasannya bila konfigurasi PHP tidak memperbolehkan short tag seperti <? digunakan, maka babak belurlah proyek atau website yang Anad buat. Yap, hanya untuk alasan kompabilitas saja. Kalau Anda memang “buta” mengenai environment untuk server yang akan menjalankan script yang Anda buat, gunakan saja <?php dan jangan berkompromi soal itu.
Satu lagi alasannya, <? digunakan juga sebagai tag pembuka XML. Bila pada file php.ini Anda menggunakan short tag dan terdapat tag pembuka XML seperti di atas, tentu yang terjadi tidak akan selalu seperti yang diharapkan. Oke, sekali lagi saya katakan, “tidak akan selalu”, jadi yah mungkin saja masih bisa berjalan seperti yang Anda harapkan.





