Ternyata ga jadi mati listrik


Tags: , , , , , , , ,

Sudah beberapa hari sejak post saya sebelumnya mengenai mati listrik, tetapi tampaknya hal itu belum benar-benar terwujud (dan semoga ga terwujud sama sekali deh). Beberapa orang seperti saya cukup bersyukur karena memang belakangan saya harus mengerjakan proyek website di mana tentu harus menggunakan listrik untuk menyalakan komputer. :)

Akan tetapi di sisi lain, tampaknya masih ada juga yang kesal dengan sikap PLN yang plin-plan. Hmm, plin-plan? Mirip dengan namanya yah. PLN = PLiN-PLaN. Mungkin memang sudah harusnya seperti itu atau mungkin hanya sekedar kebetulan belaka. :|

Mari kita membahas ke-plin-plan-an PLN ini di entry kali ini. Di sini kita akan membahas mengenai 4 kondisi di mana PLN melakukan pemadaman dan bagaimana reaksi masyarakat atas kondisi yang terjadi.

Belakangan ini PLN gencar “mempromisikan” pemadaman listrik di Jakarta, dan setelah mendengar promosi ini masyarakat pun akhirnya terbawa suasana untuk menjadi panik dan mempersenjatai diri dengan genset, lilin, senter dan baterai cadangan. Pemerintah pun panik meregulasi peraturan-peraturan dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diharapkan mampu mengurangi beban listrik dengan memindahkan hari kerja ke Sabtu-Minggu. Ketika listrik benar-benar padam, maka masyarakat sengsara karena harus menikmati suasana hening selama 7 jam setiap harinya karena tak ada listrik. Mending kalau mendapat giliran pemadaman pada jam 8 pagi sampai jam 3 siang. Apa jadinya kalau harus bergelap gulita atau mendengar suara genset pada malam hari mulai dari jam 3 sore sampai jam 10 malam? Paling ga segala persiapan masyarakat dapat digunakan dalam keadaan ini.

Sekarang bagaimana bila kenyataannya sama seperti yang terjadi saat ini, yaitu jadwal sudah dilempar ke masyarakat dan akhirnya malah ga jadi mati listrik? Yah seperti yang saya bilang di atas, banyak anggota masyarakat yang “ngedumel” karena segala persiapannya sia-sia. Beli genset tapi akhirnya malah ga dipakai, beberapa jadwal aktifitas yang sudah direncanakan untuk menghindari pemadaman listrik kadang juga agak kacau. Bahkan dalam beberapa kasus saking paranoidnya untuk persiapan diri terhadap pemadaman, beberapa orang sampai harus mematikan peralatan elektronik di rumahnya alih-alih supaya ga dirusak ama produk PLN yang bernama “listrik” itu. Tetapi beberapa orang cukup senang karena listrik tetap menyala, walaupun tetap ada rasa was-was bilamana terjadi pemadaman di luar jadwal itu soalnya dengar-dengar PLN ga jadi memadamkan listrik karena banyaknya penghematan yang dilakukan industri dan rumah tangga. Yah tetap aja was-was kalau-kalau tau-taunya pada jadi boros listrik lagi. Weew…

Keadaan ketiga adalah keadaan di mana PLN ga memberi jadwal kemudian listrik drop secara tiba-tiba. Efeknya: barang elektronik rusak, kehilangan data bagi yang punya komputer, stress berat karena ga ada yang bisa dikerjain dan ga punya rencana buat “melarikan diri” dari keadaan ini, sampai-sampai resiko kematian berhubung katanya sarana penting seperti rumah sakit kadang juga ga luput dari pemadaman. Tapi tampaknya orang-orang yang hidup di Indonesia sudah lumayan dekat dengan keadaan ini karena memang PLN lebih sering menerapkan cara ini daripada 2 cara di atas. Paling ga dengan begini PLN ga plin-plan lagi. :p *digebuk rame-rame*

Keadaan keempat adalah keadaan paling bersuka-cita di mana PLN ga memberikan jadwal mati listrik, dan kenyataannya memang ga mati listrik. Efeknya: masyarakat menjadi konsumtif atas listrik dan memakai listrik sebanyak-banyaknya tanpa rasa ragu dan was-was seperti tiga keadaan di atas. Errr, memang rada jauh sih, tapi penting juga buat dipertimbangkan penghematan pada keadaan ini untuk mengurangi efek pemanasan global.

Yah, mati listrik ga sepenuhnya buruk menurut saya. Hitung-hitung menjadi pelajaran kepada masyarakat terutama yang suka boros dalam penggunaan listrik. Kita bisa merasakan bagaimana pentingnya listrik dalam kehidupan kita dan apa yang akan terjadi bila tidak ada listrik. Dari sisi pemerintah juga menjadi pelajaran bagi pemerintah bagaimana mengatur pembangunan pembangkit listrik yang sinergi dengan kebutuhan permintaan listrik negeri ini. Jangan sampai pemerintah masih lambat membangun pembangkit listrik dan mengakibatkan Indonesia dan Jakarta byar-pet.

Toh katanya PLN memiliki komitmen bahwa dalam beberapa tahun ke depan, seluruh masyarakat Indonesia akan terjangkau oleh listrik. Ga perlu muluk-muluk dengan komitmen itu, cukup pastikan saja pasokan listrik sudah bisa mengaliri seluruh pelanggan yang ada terlebih dahulu tanpa harus berada dalam kondisi byar-pet lagi. Kalau yang satu ini sudah berhasil, baru deh jalanin komitmen awalnya. :)

One Response to “Ternyata ga jadi mati listrik”

  1. TribaL_iLLusioN Says:

    wah gw termasuk orang yg paranoid itu :D
    tiap deket jam 3 sore gw pasti melakukan ritual pemdaman komputer :D
    maklum, dulu pernah beberapa hari berturut-turut byar-pet mulu listrik rumah gw :bat:
    akhirnya sekarang Harddisk gw dari 3 jadi tinggal 1 :beer: :cool: congratz to PLN :beer: :cool:
    jadi pengen nimpuk muka direktur PLN pake HD rusak gw ^^

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: