About sex
Oke, saya tahu pikiran Anda saat ini setelah membaca judul di atas. Tentu sebagian besar orang akan berpikir ngeres soal kata untuk judul di atas. Beberapa lagi akan membaca judul tersebut sambil mengkerutkan dahi atau malah celingak-celinguk buat melihat kiri-kanannya apakah ada orang lain yang melihat Anda membaca ini. Dan beberapa lagi yang mungkin ekstrim akan mengatakan saya gila karena menulis soal ini.
Yah, hanya terinspirasi dari tulisan di koran Kompas kemaren di bagian gaya hidup. Sebenarnya seberapa tabu sih kata sex ini di kehidupan kita sekarang? Dulu ketika ada anak kecil mengatakan kata sex ini, mungkin tamparan atau cacian dari orang tua sudah menjadi hal biasa. Sekarang jaman sudah berubah dan tata norma kehidupan juga berubah. Banyak banyolan-banyolan yang tidak jauh dari aroma yang menyangkut hal-hal yang dianggap tabu dulu. Bahkan tidak jarang kita membicarakan hal ini secara terbuka kepada orang-orang, baik itu yang satu jender, atau malah dengan jender lain.
Tapi di sisi lain masih banyak yang ketakutan soal ini. Saya akui bahwa saya sendiri kadang berpikir dua kali sebelum melakukan atau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan judul di atas dan tetap berusaha menghindari hal ini, paling tidak untuk menjaga agar tetap berada di jalur dan batasan yang ada. Err, jangan berpikir macam-macam soal “melakukan”, saya ga benar-benar melakukan istilah yang paling kotor (atau justru paling baik bagi beberapa orang) atas kata sex yaitu berhubungan badan. Anggap saja “melakukan” itu yah mungkin berpikir ngeres atas suatu hal yang tentu baru saja Anda lakukan ketika Anda membaca judul di atas. Hehehe…
Ada satu cerita yang menarik. Belakangan kasus yang menghebohkan kembali menghantui media massa di Indonesia, yaitu soal kasus pembunuhan berantai Ryan. Semua dikupas tuntas oleh media dan saya rasa ga perlu lagi diceritakan di sini. Salah satu hal yang dikupas adalah mengenai kaum homoseks dan gay. Sebenarnya pemberitaan di berbagai media massa ga adil dan cenderung menghakimi kaum ini dengan bumbu-bumbu mengerikan. Toh mereka sama-sama makan nasi seperti kita, memakai baju dengan bahan kain sama seperti kita, dan sama-sama dilahirkan dari seorang wanita yang bernama ibu.
Hanya saja mereka memiliki sisi yang lain dalam hidup mereka yaitu, yah itu, sex. Dan saya rasa mereka juga sudah menyadari bahwa hal ini akan menyebabkan pandangan negatif untuk diri mereka yang memang mengalaminya. Dan mereka punya hak untuk membela diri bila suatu kali mereka merasa dipojokkan oleh media seperti yang dilakukan media sekarang yang seakan-akan menghakimi bahwa kaum homoseks dan sebagainya itu sebagai kaum yang “ganas”.
Oke, kembali ke masalah sex. Entah akhir-akhir ini rasanya saya ga terlalu tertarik memikirkan mengenai pasangan. Yah, dua kali nembak, dua kali juga meleset dan pelurunya melesat jauh mengenai burung yang terbang tinggi di angkasa. Loh… o_O Mungkin ini saatnya beristirahat dari pikiran untuk mencari pasangan itu, mumpung hidup juga masih lama, dan selama hidup ini aku belum melakukan banyak hal untuk menghidupiku sendiri. Yap, pekerjaan. Saat ini aku lebih ingin berkonsentrasi ke hal ini, apalagi belakangan ngerjain proyek sampai tengah malam, kemudian bangun lagi pagi-pagi untuk kembali duduk di depan laptop dan mengetik kode-kode yang menakutkan bagi sebagian besar orang.
Walau ga ada keinginan buat memiliki pacar untuk saat ini, tapi kadang saya cemburu juga melihat orang-orang yang sudah punya pasangan. Bahkan kadang ada teman saya yang bilang “wah, gimana sih, Wil? Masa kamu kalah sama orang model gitu, padahal dia orangnya lebih pendiam daripada kamu dan bahkan takut ama cewe. Tapi kok malah dia duluan yang dapat cewe?”. Sebenarnya bukan hal yang aneh. Ada dua hal yang menurut saya membuat mereka berhasil menjalani itu, pertama keberuntungan dan kedua yang paling penting adalah niat baik mereka untuk menjalin hubungan dengan pasangan itu.
Kalau mereka memang lebih “payah” daripada saya, lalu kenapa mereka bisa memiliki sesuatu yang belum sempat aku miliki sampai saat ini? Berarti mereka memang menunjukkan kualitas yang lebih baik daripada diriku, yah paling tidak dalam bidang ini. Dan mereka pantas mendapatkannya.
Yah sekian dulu curhat kotor ini. Sudah terlalu larut. Padahal baru aja mengetik kode-kode aneh yang tadi aku bilang di atas, sekarang malah ngomongin soal sex yang ga benar-benar menyangkut soal sex itu sendiri.
Bagi yang udah ngarep soal isi entry ini, I just wanna say, “sorry” karena ga sesuai dengan apa yang Anda pikir.
Em, lupa jelasin arti sex itu sendiri
Ga usah cari jauh-jauh dulu deh, saya pakai thesaurus WordWeb aja. Saya masukkan kata sex dalam textbox yang ada, dan yang kemudian muncul pada nomor wahid adalah “Activities associated with sexual intercourse”. Barulah yang kedua muncul kalimat “Either of the two categories (male or female) into which most organisms are divided”. Ternyata memang arti kata ini sudah bergeser dan kamus pun sudah mengatakan hal itu. Sekarang lagi ga ada niat buat nyari di KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, toh sudah pagi buta dan saya juga ga punya buku kamusnya.
Nite all.





