20 = 2 x 10
Apa arti dari rumus di atas? Rumus yang dipelajari oleh anak SD tersebut berarti bila saya memiliki umur 10 tahun, kalau di-double-in atau dikali 2, artinya sekarang 20 tahun. Hmmm, 20 tahun seharusnya jadi waktu yang cukup lama. Paling ga sejak dari umur 10 tahun sampai umur 15 tahun memang terasa cukup lama, akan tetapi sejak dari umur 15 sampai 20 tahun rasanya terlalu cepat berlalu.
Yah, waktu memang relatif bagi setiap orang. Ketika sedang mengalami masa-masa menyenangkan maka waktu akan terasa cepat berlalu. Pernah saya membaca di mana gitu sebuah tulisan bahwa:
To stay with a hot woman, 1 hour seems like 1 minute. To touch hot pan, 1 minute seems like 1 hour.
Yap, bersama wanita “panas” dalam 1 jam terasa sangat cepat, tetapi memagang sebuah panci yang panas selama 1 menit terasa kaya seumur hidup. Bila melakukan sesuatu yang menyenangkan, terkadang kita ga menyadari waktu sudah berlalu sangat lama, akan tetapi sewaktu melakukan sesuatu yang membosankan dan tidak menyenangkan rasanya hal membosankan itu berlangsung sangat lama.
Mungkin itulah yang terjadi padaku selama 5 tahun belakangan. Masa SMA adalah masa yang menyenangkan dan dilewatkan terlalu cepat. Kemudian masuk ke bangku perkuliahan, walau tidak semenyenangkan SMA, masih lebih aku nikmati daripada saat berada di bangku SMP. Ah, lupakan masa lalu itu.
Hmm, 20 tahun. Patut disyukuri atau tidak? Pro dan kontra diseputar ini. Umur 20 tahun berarti aku sudah bisa hidup 20 tahun tanpa masalah yang berarti dan beruntung karena bisa hidup selama ini di dunia yang cukup kejam dan aneh ini. Di sisi lain itu berarti aku semakin tua, dan juga berarti “porsi” waktuku semakin terpotong, apalagi mengingat lifespan orang Indonesia sekitar 60 tahun.
(dan kejamnya, itu 20 tahun itu berarti 1/3 lifespan rata-rata orang Indonesia)
Dalam 20 tahun ini masih juga belum menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Masih mencari apa arti dari hidup dan masih berusaha menguak misteri kehidupan termasuk misteri-misteri mengenai alam semesta yang sebenarnya menarik minatku. Dan yang pasti, yang beberapa orang yang membaca ini akan bilang “biarlah yang misteri tetap menjadi misteri, karena mungkin itu rencana Sang Ilahi”. Dan saat itulah seharusnya hati yang bekerja dan membiarkan misteri itu apa adanya, tetapi aku justru masih menggunakan nalar untuk mencari tahu dan berusaha memecahkan misteri itu, err, atau paling tidak menunggu misteri itu terpecahkan.
Ah sudah lah, lupakan sejenak misteri-misteri itu. Kita kembali saja ke hal-hal yang sudah terpecahkan.
Anyway, thanks buat semua teman-teman yang sudah membuat 20 tahun ini terasa, err, cuma 10 tahun.
Becanda. Kalian justru yang membuat hidup selama 20 tahun ini terasa semakin hidup. Dan juga buat orang tua ku, mama papa, dan juga keluarga dan saudaraku. Dan ga lupa juga buat semua orang yang kukenal dan yang belum aku kenal yang sudah mewarnai hidup ini dan membuat hidup ini lebih dinamis, tidak statis seperti web HTML murni.
20… yah sudah berlalu…






August 25th, 2008 at 10:39
“To stay with a hot woman, 1 hour seems like 1 minute. To touch hot pan, 1 minute seems like 1 hour.”

bener… 2 minggu ga terasa sudah berlalu… rasanya baru beberapa hari…
tapi sekarang terancam berpisah (padahal baru 2 minggu)
hari2 terasa lama (padahal palink baru 1 hari)
seolah seluruh bumi bergerak mendekati kecepatan cahaya, dan gw masi diem2 di tempat…
wew… jadi melenceng ke yg lain comment gw… maap… btw, HAPPY BIRTHDAY!!! (again)
hehe…
August 25th, 2008 at 10:41
hmm… setelah di pikir2… kebalik ya… ada juga gw yg bergerak mendekati kecepatan cahaya kalo bumi terasa bergerak lebih cepat…
ah ga tau ah. pusink.