Deuteranomaly?

Beberapa hari belakangan ada satu hal yang cukup menarik dan menyita konsentrasiku yaitu buta warna. Entah karena apa waktu itu, tapi sejak beberapa minggu yang lalu saya mulai mencari-cari informasi mengenai buta warna atau color blindness, mulai dari Wikipedia sampai ke informasi dan blog orang lain mengenai kebutaan warna. Salah satu blog yang menarik yang menceritakan mengenai buta warna adalah Colblindor yang dibuat oleh seorang yang juga mengalami kebutaan warna merah atau protanopia atau protanomaly.

Setelah mencari tahu mengenai color blindness ini, saya pun mendapatkan perkiraan bahwa saya buta warna merah-hijau, atau paling tidak mengalami defisiensi walau tak sampai buta warna. Buta warna merah-hijau ini sendiri disebut Deuteranomaly atau Deuteranopia. Berikut ini beberapa hasil tes yang sempat disarankan oleh author dari Colblindor.

Test buta warna piringan Ishihara (Ishihara plates color blindness test)

Tes ini paling umum ditemui dalam tes kebutaan warna. Metodenya adalah dengan kartu bergambar piringan dengan noktah yang berwarna. Terkadang dari noktah-noktah itu seharusnya bisa melihat angka, bentuk atau garis.

Card 1: 12, dengan mudah terlihat karena memang seharusnya bisa dilihat oleh semua orang. :)
Card 2: Agak susah melihatnya, tetapi akhirnya terlihat sedikit bayangan angka 3.
Card 3: Susah melihat angka karena sangat berbaur dengan warna lain. Kalaupun dipaksa, aku akan bilang 10, 70 atau 18.
Card 4: Melihat warna yang agak berbeda di tengah piringan, tapi ga membentuk angka apapun.
Card 5: Melihat warna yang berbeda di tengah piringan, tapi ga membentuk angka juga. Kalaupun dipaksa, seperti membentuk angka 5 dengan sisi kiri yang terputus.
Card 6: Agak sulit untuk dilihat, tapi akhirnya melihat 17.
Card 7: Sulit untuk dilihat, tapi terlihat angka 21.
Card 8: Ga ada apapun selain piringan dengan noktah berwarna-warni.
Card 9: Warnanya ga semeriah card 8, tapi tetap hanya noktah-noktah.
Card 10: Lebih berwarna dari card 8 dan 9, banyak warna kuning.
Card 11: Sama seperti sebelumnya.
Card 12: Agak melihat bayangan yang membentuk angka, entah 18 atau berapa, tapi benar-benar ga jelas.
Card 13: Tidak melihat apapun selain noktah.
Card 14: Tidak melihat apapun selain noktah dengan perbedaan warna yang agak tinggi membentuk garis.
Card 15: Melihat sedikit bayangan angka 45 atau 15. Tapi lebih ke 45.
Card 16: Angka 2. Angka 6 di sebelah kanannya terlihat tapi kurang jelas.
Card 17: Angka 4. Angka 2 di sebelah kanannya terlihat tapi kurang jelas.
Card 18: Garis warna merah terlihat jelas, tetapi garis ungu agak sulit terlihat.
Card 19: Hanya sekumpulan noktah.
Card 20: Hanya sekumpulan noktah.
Card 21: Hanya sekumpulan noktah.
Card 22: Terdapat garis, tapi tidak terlalu jelas.
Card 23: Terdapat garis, tapi kurang jelas.
Card 24: Garis yang sangat jelas.

Tes buta warna berdasarkan garis yang membingungkan (color blindness test based on confusion line)

Dalam tes ini, aku diberikan sebuah gambar noktah-noktah yang memiliki warna yang berlainan. Kemudian aku diharuskan memilih warna yang paling dekat dengan yang diberikan dari 3 pilihan yang ada. Terdapat 3 tes yang berbeda di sini, yaitu untuk Tritanopia, Deuteranopia dan Protanopia.

Hasil tes tritanopia:
Jumlah tes: 30, Benar: 30, Salah 0, Persentase: 100%

Keterangan: semua warna dengan mudah dapat aku bedakan dan tak memerlukan waktu yang lama.

Hasil tes deuteranopia:
Jumlah tes: 30, Benar: 15, Salah: 15, Persentase: 50%

Keterangan: ga bisa melihat perbedaan dengan jelas. Hampir semuanya merupakan hasil tebakan saja.

Hasil tes protanopia:
Jumlah tes: 30, Benar: 25, Salah: 5, Persentase: 83%

Keterangan: sedikit mengalami kesulitan dalam membedakan warna.

Tes menyusun D-15 Farnsworth (D-15 Farnsworth Arrangement Test)

Dalam tes ini, aku diminta untuk menyusun 15 warna dari kiri ke kanan berurutan menggunakan warna terdekat dari yang sebelumnya.

Hasil yang aku dapatkan:

  • Angle: -3,03
  • S-Index: 1,65
  • C-Index: 1,53

Setelah dibandingkan dengan contoh hasil di bawahnya, nilai yang aku dapatkan mirip dengan deuteranomaly.

Yah, dari ketiga tes tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa aku seorang penderita deuteranomaly atau defisiensi pengelihatan warna hijau. Walau begitu, tes yang aku ambil ini memang belum tentu sepenuhnya benar karena pada dasarnya tiap monitor komputer memiliki warna yang berbeda juga. Satu-satunya cara untuk memastikan adalah ke dokter spesialis mata, dan mungkin akan aku lakukan dalam waktu dekat.

Sedikit flashback saja mengenai masalah yang aku alami dalam hal membedakan warna. Sejak kecil aku memang mengalami kesulitan dalam membedakan warna biru dan ungu serta hijau dan cokelat, terutama dalam bidang yang terlampau kecil atau sempit. Perlu diketahui bahwa deuteranomaly bukan hanya berarti sulit membedakan warna hijau, melainkan juga warna lain secara tepat, termasuk juga biru dengan ungu. Seiring dengan berjalannya waktu, aku terus menerus membantah bahwa aku “buta warna” ketika ada orang yang mengatakan itu, terutama teman. Tapi sekarang memang harus diakui kalau aku memiliki kelainan dan kekurangan dalam membedakan warna. Mungkin itu sebabnya juga bahwa warna monitor yang aku lihat cenderung berwarna cool atau kebiruan sehingga harus dikalibrasi.

Peristiwa yang terakhir kali yang cukup lucu adalah waktu aku berada di lab sekolahku untuk mengajar. Saat itu aku membawa laptopku, dan guruku sempat mengatakan bahwa warna tulisan keyboardnya lucu juga soalnya ada yang berwarna hijau. Ketika aku melihatnya, aku malah mengatakan bahwa itu putih, sedangkan warna putih malah aku katakan berwarna biru kehijauan. :p

Kalau dulu malu, sekarang rasanya malah bangga mengalami ini, soalnya aku bisa melewati semuanya tanpa masalah berarti, kecuali kalau nanti ada tes buta warna dalam pekerjaan. :blink: Lagipula ternyata orang yang mengalami deuteranomaly atau deuteranopia itu cukup banyak, mencakup 6% dari laki-laki dan ini merupakan buta warna yang paling umum. Sebuah istilah yang penting juga untuk kesulitan dalam melihat spektrum merah-hijau juga disebut daltonism.

Mungkin beberapa orang penasaran seperti apa sih yang aku lihat dalam keseharianku?

  • Warna ungu cenderung berwarna seperti biru, jadi ketika aku disuruh memilih warna ungu, aku akan cenderung meminta bantuan pada teman.
  • Bila menggunakan komputer, untuk membedakan warna umumnya memakai colorpicker atau sistem RGB, dibanding melihat secara visual untuk memastikan bahwa itu warna yang benar aku inginkan. :D
  • Anda pikir aku ga bisa melihat warna hijau? Salah. Aku bisa melihat warna hijau. Aku menyukai warna hijau. Aku bisa melihat dedaunan yang hijau di hamparan padang rumput atau lapangan. Kalau Anda menunjukkan sebuah kertas warna berwarna hijau dan warna lainnya, aku masih cenderung bisa membedakannya. Itulah faktanya. Termasuk juga yang berwarna ungu.

Sejauh ini kekurangan dalam pengelihatan ini tidak terlalu mengganggu saya, walaupun saya seorang web developer dan web designer yang tentu harus bisa membedakan warna juga, toh pekerjaan saya tetap dapat berjalan dengan baik tanpa halangan. Mungkin yang lebih mengganggu saya adalah miopia atau rabun jauh yang semakin bertambah, dari yang terakhir kali dites sekitar minus 5, mungkin sekarang sudah minus 6 dalam jangka waktu 2 tahun.

Bila Anda ingin mengatahui lebih banyak mengenai kebutaan warna, bisa dicari di Google dengan keyword “color blindness” atau “color blindness test” bila ingin mencoba mengetes kebutaan warna. Atau bisa juga merujuk pada blog Colblindor karena di situ banyak artikel soal kebutaan warna.

One Response to “Deuteranomaly?”

  1. [...] seperti ini, ternyata banyak juga yang mengalaminya. Sama seperti sebelum aku menyadari bahwa aku mengalami deuteranomaly alias defisiensi visual pada warna hijau, awalnya aku sempat takut mengakuinya atau menyebutkannya, [...]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: