Lisensi open source yang memusingkan
Catatan (17 Oktober 2009): Bila Anda masuk ke blog ini untuk mencari arti dari open-source dan semacamnya, Anda dapat melihatnya di bagian comment yang merupakan klarifikasi dari Pak Eus mengenai arti open-source dan free software yang sebenarnya. Komentar tersebut merupakan tanya jawab dan klarifikasi antara saya dan Pak Eus dalam Bahasa Inggris, yang untuk sementara dapat diterjemahkan dari Google Translate dengan klik di sini. Untuk ke depannya saya akan menulis artikel baru yang dikhususkan untuk membahas tentang open-source ini. Artikel di bawah pada dasarnya hanya merupakan sebuah artikel yang membahas kebingungan saya terhadap dual-lisensi yang diadopsi oleh MySQL, dan hal lainnya yang tertulis seperti lisensi-lisensi software yang ada hanya merupakan penjelasan dari apa yang saya ketahui 1 tahun lalu tentang lisensi software bersamaan saat saya menulis artikel ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Seringkali kita mendengar kata “program / software open-source” di mana-mana mulai dari internet sampai media cetak dan elektronik lainnya. Open source merupakan sebuah konsep untuk program yang source code-nya dapat dilihat oleh publik dan setiap orang bisa menggunakannya untuk tujuan apapun, baik non-komersial ataupun komersial.
Bila pada program berbayar sering kita dengar yang namanya copyright atau hak cipta, maka pada program open-source kita akan mendengar copyleft. Pada dasarnya copyleft merupakan kebalikan dari copyright (berhubung left memang lawan dari right). Copyright bertujuan melindungi hak cipta sebagai sebuah hasil karya dan hak ciptanya tidak boleh diutak-atik tanpa ijin dari penciptanya. Sedangkan copyleft bertujuan melindungi sebuah hasil karya open-source agar tetap open-source.






Latest Comments