Keputusan mengubah layanan dan produk

Kurang lebih dalam 1-2 bulan belakangan terjadi banyak perubahaan di industri web dan internet. Website seperti Yahoo! dan Facebook mengubah banyak hal dan tentu saja tidak semua orang senang akan perubahaan itu, walau di sisi lain banyak orang yang senang juga. Dan tentu seperti banyak kasus yang lain, yang muncul kebanyakan adalah komentar dari orang yang tidak senang akan perubahaan itu dibanding dengan orang yang senang.

Kalau diteliti, ada beberapa alasan mengapa suatu website atau suatu perusahaan mengambil keputusan “beresiko” tinggi untuk ditinggalkan penggunanya itu. Alasan ini bisa berupa alasan internal dan alasan eksternal dipandang dari sisi perusahaan atau penyedia layanan web tersebut. Dan tentu saja hal ini tidak hanya berlaku untuk layanan web saja, tetapi juga mencakup software-software dan bahkan perusahaan yang berjalan di bidang lain.

Alasan internal yang sering digunakan untuk mengubah atau menghentikan pengembangan suatu layanan atau produk antara lain sebagai berikut:

  • Biaya untuk mengembangkan suatu produk terlalu mahal. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika suatu produk membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada apa yang didapatkannya, dan juga dilihat untuk masa depannya tetap merugikan, maka produk tersebut bukan tidak mungkin untuk ditarik dari pasaran. Tidak ada perusahaan yang ingin merugi karena berjualan dan menawarkan suatu produk bukan?
  • Biaya operasional untuk suatu produk terlalu mahal. Hampir sama dengan alasan di atas yang masih berhubungan dengan biaya. Bedanya produk ini sudah dirilis secara resmi, akan tetapi biaya untuk menjalankan layanan melalui produk ini terlalu mahal dari pihak produsen dan merugikan.
  • Fokus kepada produk lain. Ada kalanya suatu produk yang sudah dirilis kemudian tidak dikembangkan lagi dan menjadi produk yang “mati”. Umumnya produsen atau developer tidak hanya mengembangkan satu produk saja dalam suatu rentang waktu, melainkan juga mengembangkan produk lain secara bersamaan untuk mengejar target “setoran” dan juga tidak ketinggalan dengan layanan lainnya (terutama bisnis web karena bisnis web memang bersifat rapid development), akan tetapi bisa saja tingkat penggunaannya berat sebelah untuk suatu produk yang dirilis sehingga produk yang lebih “sedikit” penggunanya hanya menghasilkan sedikit untung atau malah kerugian.
  • Kurangnya developer. Ini permasalahan yang cukup klise. Sebagian besar orang pasti akan mengatakan “kenapa ga ditambah saja developernya?”, dan tentu saja jawabannya “money does talk”.
  • Keputusan developer. Bagian ini merupakan bagian yang paling penting mengingat developer memegang kendali atas pengembangan suatu produk. Walau alasan-alasan di atas tidak dipenuhi, developer bisa saja mengambil keputusan sendiri tanpa melihat pengaruh market atau pasar. Dan tentu saja keputusannya bisa menjadi beresiko ditolak oleh pengguna lama, walau juga memiliki kemungkinan berkembang menjadi suatu produk primadona bila dikembangkan secara baik.

Sedangkan terdapat juga permasalahan eksternal perusahaan. Permasalahan ini umumnya berasal dari pengguna atau demand atas suatu produk sehingga membuat perusahaan harus mengubah layanannya.

  • Pengguna produk atau layanan terlampau sedikit. Seberapa sedikit? Katakanlah pengguna suatu produk hanya 50.000 orang, sedangkan potensinya adalah 10 juta orang. Berarti angka ini kurang dari 1%. Dari sini bisa dilihat bila layanan yang disediakan sangat besar, dan kemudian protes baru datang dalam jumlah ribuan, maka protes itu masih dapat dianggap sebagai protes “minoritas” walaupun potensi untuk membuat suatu perusahaan mempunyai citra buruk tetap besar.
  • Teknologi dan trend yang berkembang. Apakah Anda tahu mengenai perkembangan web 2.0? Layanan web 2.0 menuntut suatu website dapat digunakan oleh pengunjungnya untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya dan bahkan menjadi “raja” dalam suatu website. Layanan ini memaksa pengembang web statis untuk mengubah layanannya menjadi web dinamis yang interaktif. Sedangkan layanan yang tidak berubah kepada konsep ini akan mati dan tertinggal di belakang.
  • Permintaan dari pengguna. Dan tentu saja hal ini umumnya harus berasal dari kalangan “mayoritas” yang berarti harus mencakup sebagian besar dari pengguna untuk membuat developer mengubah suatu layanan atau produk. Umumnya permintaan ini muncul karena trend yang ada, misalnya suatu website mengubah layoutnya dan membuat navigasi menjadi lebih mudah, kemudian banyak pengguna di layanan web lain yang ingin agar navigasi menjadi semudah web pertama.
  • Hasil survei dan riset. Survei menjadi bagian penting dari pengembangan suatu produk untuk mengatahui apakah pengguna produk tersebut diterima dengan baik atau ditolak dengan baik. Terkadang survei juga bisa digunakan untuk membuat keputusan yang dapat menjaring pengguna baru. Sedangkan riset digunakan untuk menemukan teknologi atau hal-hal baru yang dapat digunakan untuk mengembangkan usability dari suatu produk atau layanan. Alasan ini hampir sama dengan trend dan teknologi yang berkembang, hanya saja penggunaan riset dan survei digunakan untuk mengetahui lebih tepat feedback dari pengguna secara langsung dan juga mencoba teknologi yang ada sebelum pihak developer mengambil keputusan.

Dan tentu saja masih banyak hal-hal kecil lainnya yang dapat mempengaruhi suatu produk akan dihentikan atau diubah. Banyak yang mengatakan “konsumen adalah raja” atau “pengguna adalah raja” yang berarti suatu produk seharusnya mengikuti kemauan dan memenuhi kebutuhan konsumen atau pengguna. Akan tetapi yang sering dilupakan adalah “developer atau produsen adalah maharaja” mengingat merekalah yang memegang kendali akan keputusan pengembangan suatu produk atau layanan. Jadi jangan aneh kalau ketika ada suatu protes massal dari pengguna terhadap suatu produk, akan tetapi developer tetap bersih kukuh terhadap layanan yang sudah diimplementasikan atau dihentikan.

Itulah hal-hal yang dapat saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya dan juga dengan melihat apa yang sedang terjadi di dunia internet sekarang ini.

Ada komentar atau pendapat lain? :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: