Di era modern sekarang ini di mana internet menjadi bagian dari hidup manusia, infrastuktur dan software yang mempermudah pengguna dalam menjelajahi internet menjadi suatu hal yang penting. Software yang sering kita namakan sebagai web browser (atau disingkat sebagai browser saja) menjadi tidak terelakkan untuk mengakses suatu situs web di internet.
Banyak browser yang menawarkan berbagai feature, banyak pula yang mengklaim dirinya sebagai browser tercepat, teringan, teraman, terlengkap fiturnya, dan ter-ter-ter lainnya. Mulai dari Mozilla Firefox, Internet Explorer (IE), Opera, Safari, Google Chrome sampai browser-browser lain yang memiliki pangsa pasar yang tidak lebih dari 1% ikut berkompetisi menarik perhatian kalangan netters.
Dan ada satu browser yang agak menarik perhatianku, dan mungkin ini jawaban yang dicari-dicari bila ingin mencari browser tercepat, teringan, teraman walau ga lengkap fiturnya.
Namanya Lynx. Inilah tampilan Lynx ketika membuka halaman etersoul.com ini:

Screenshot of Lynx Browser
Sebagian besar orang yang melihat screenshot browser ini pasti akan bilang “browser apaan nih?” atau “jangan becanda deh?” atau malah “hidup di jaman apa tuh yang bikin (ama yang pake) tuh browser?”. That’s okay. Tapi aku masih belum akan menarik pernyataan bahwa ini merupakan browser teringan dan tercepat yang pernah ada.
Bila sebagian besar web browser yang sehari-hari kita gunakan merupakan browser visual di mana semua aspek multimedia dapat ditampilkan di sana seperti gambar, lagu dan video, maka Lynx merupakan text-based browser yang berjalan di atas console (dalam contoh di atas adalah Command Prompt). Yap, itulah sebabnya browser ini sangat sederhana dan hanya menampilkan text saja. Dan juga browser ini tidak mendukung JavaScript
Lalu buat apa memakai browser yang tidak bisa menampilkan multimedia seperti browser kebanyakan? Buat apa pula melihat website yang hanya terdiri dari text dan tulisan semata? Jawabannya untuk melihat tulisan-tulisan yang ada di web itu sendiri.
Browser yang mendukung multimedia umumnya memiliki fitur seperti CSS yang mampu menyembunyikan suatu baris text atau element. Maka melalui Lynx, semua text itu akan tampil apa adanya tanpa perbedaan warna dan manipulasi lainnya. Selain itu Lynx juga umumnya dipakai untuk mengetahui cara kerja suatu spider bot atau crawler dari search engine. Bot seperti Google Bot dan Yahoo menelusuri dan melakukan indexing akan suatu web dengan cara yang hampir sama dengan yang ditampilkan Lynx, yaitu hanya melihat text saja. Dari text-text tersebut, bot akan mencari dan mengikuti links yang ada di halaman itu. Dengan fakta tersebut, browser ini juga dapat digunakan bagi para web developer atau designer yang mementingkan kualitas struktur (semantik) suatu web dibandingkan hanya tampilan semata karena struktur yang baik cenderung akan menghasilkan index yang baik pada search engine. Powerfull, eh?
Selain itu, walau interface atau tampilan browser ini cenderung “kuno” atau “jadul” sebenarnya browser ini masih dikembangkan sampai saat ini, dan mungkin salah satu browser yang paling tua yang bertahan sampai saat ini karena browser ini dikembangkan sejak tahun 1992. Jadi jangan melihat kacang dari kulitnya saja.
Tertarik mencoba browser ini?