Hati-hati mem-forward email
Maraknya berita yang mengerikan belakangan seperti eksekusi pelaku bom Bali, monster Ancol sampai krisis keuangan global membuat sebagian kalangan menjadi ketakutan dan kalang kabut. Berita ini muncul dari berbagai media, mulai dari televisi, koran, telepon, SMS dan internet. Khusus untuk SMS dan internet sekarang penggunanya harus lebih berhati-hati lagi dalam menyampaikan informasi ke orang lain. Salah-salah bisa-bisa Anda ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh polisi.
Yup, baru saja ada kasus seseorang yang menyebarkan email mengenai krisis keungan global yang berimbas kepada bank lokal yang ditangkap dan diancam hukuman pidana penjara. Dikhawatirkan bila email itu sampai tersebar luas dan menyebabkan kepanikan, orang-orang bisa saja menarik dana yang disimpan di bank beramai-ramai sehingga menyebabkan peredaran uang yang berlebihan di masyarakat, sedangkan bank sendiri menjadi kekurangan dana. Dan akhirnya diketahui bahwa niat sebenarnya dari penyebar email hanya iseng menyampaikan kabar yang ia dengar dari koleganya.
Masih ingat juga beberapa minggu yang lalu ketika trio pelaku bom Bali yang akan dieksusi, tiba-tiba saja marak muncul berita berantai mengenai ancaman ledakan bom melalui SMS di beberapa lokasi. Dan ujung-ujungnya pelaku penyebar berita yang meresahkan ini ditangkap tapi orang itu berdalih bahwa hal ini hanya iseng belaka.
Dan yang dulu sempat heboh juga adalah berita mengenai salah satu operator telepon selular yang katanya merupakan hasil dari sponsorship dari gereja setan dan juga SMS santet yang mengubah warna layar menjadi merah. Pada akhirnya pelaku penyebaran ditemukan dan dia mengakui bahwa ia melakukan hal ini hanya sekedar iseng kepada teman-temannya.
Ternyata bukan hanya penyebar awal saja yang bisa dikenai hukum pidana, akan tetapi orang-orang yang turut serta menyebarkan rumor meresahkan ini juga bisa ditangkap oleh polisi. Singkat kata, bila seseorang ikut mem-forward berita yang tidak benar, maka pelaku bisa ditangkap karena dianggap ikut serta menyebarkan teror yang meresahkan masyarakat.
Jujur saja, memang banyak email yang meresahkan yang aku dapatkan belakangan ini dari milis dan teman-teman, mulai dari masalah kesehatan sampai makanan yang berbahan kimia yang tidak memiliki sumber berita yang memadai. Dan tentu saja seperti biasa, aku hanya menganggapnya sebagai hoax dan langsung aku hapus dari mailbox selesai aku membacanya (jadi maaf aja bagi yang main forward-forward ga jelas karena otak ini sudah dengan mudah mencap bahwa berita dari email forward sebagai hoax kalau ga ada link ke source-nya
)
Informasi yang aku dapatkan adalah pelaku penyebar email dusta ini bisa dikenai hukuman maksimum 12 tahun penjara. Lalu apa yang harus dilakukan bila menerima email berantai dari orang lain atau milis. Ini ada beberapa tips untuk yang sering membacanya:
- Baca dengan baik isi dari email itu. Terkadang hanya karena terburu-buru membaca, seseorang bisa saja tidak peduli akan kebenaran dan makna yang tersirat dari email itu yang akhirnya langsung di-forward ke mana-mana.
- Lihat apakah terdapat source-nya. Sumber berita merupakan hal yang penting untuk mempertanggungjawabkan isi suatu email. Sumber berita ini dapat berupa link ke suatu situs yang memasang berita itu, atau blog dari orang yang memulai berita tersebut sehingga orang-orang juga bisa tahu perkembangan terakhir berita tersebut. Intinya adalah: source is everything.
- Kenali email dusta yang meminta Anda untuk menyebarkannya kepada sejumlah orang tertentu dan pernyataan yang tak masuk akal dalam email itu. Ciri-ciri hoax yang paling jelas adalah meminta Anda memforward kepada sejumlah orang, misalnya 10 orang atau 20 orang. Selain itu hal yang tak masuk akal lainnya adalah bila terdapat pernyataan bahwa email tersebut di-tracking oleh suatu perusahaan. Email tidak bisa ditracking oleh suatu perusahaan secara langsung untuk diketahui kepada siapa saja email itu dikirim! Polisi saja memerlukan waktu yang cukup lama untuk melacak jalur pengiriman dan ini memerlukan ijin dari provider email untuk diakses lognya.
- Cara terbaik adalah jangan memforward email apapun. Tanpa Anda memforward suatu email, umumnya ratusan email sudah diforward oleh orang lain, yang berarti benar atau tidaknya isi beritanya telah disampaikan ke banyak orang tanpa campur tangan Anda.
Intinya, jangan karena rasa iba dan ketakutan sementara membuat Anda mengirim suatu email tanpa perhitungan akan akibat luasnya bagi orang lain. Mempergunakan akal daripada hanya emosi semata menjadi hal yang wajib untuk diterapkan bila menerima suatu email dari orang lain khususnya bila email itu bisa membuat keresahan. Hey, this what we call as technology born from the mind and the brain, isn’t it?
So, mulai sekarang berhati-hatilah kalau ingin memforward email.






November 19th, 2008 at 10:42
itu monster ancol gw sempet kira beneran loh!


sempet berpikir, ogah gw ke ancol lagi!
bayangin tuh monster tau-nya bisa masuk kulit kayak film the mummy
trus dia bisa bertelur di dalam-nya! X_X hiy!
koq gw malah bikin makin parah ya hoax nya