Selanjutnya, apalagi?

Ga terasa sudah masuk ke semester 6 sejak 3 hari yang lalu. Hanya tinggal 1 semester atau tepatnya 1 tahun lagi untuk mencapai kelulusan dari Binus dan mendapat gelar, itupun kalau ga ada halangan sama sekali. Kalau aku sekarang bertindak sebagai anak SMA (sekalian mengenang masa SMA dulu), berarti aku sudah duduk di kelas 3 SMA dan menapaki semester kedua yang berarti Ujian Akhir Nasional (UAN) yang mengerikan bagi sebagian besar anak SMA itu sudah dekat. :pinch:

Dan memang sama seperti analogi anak SMA itu, aku pun harus semakin giat mengingat kesempatanku untuk memperbaiki IP sudah tinggal sedikit yaitu hanya semester ini dan semester selanjutnya yang merupakan semester terakhir. Selanjutnya bila anak SMA mulai mencari-cari di mana universitas yang akan dipilih, maka aku di sisi lain juga harus ling-lung karena pekerjaan apa yang akan aku cari. Apalagi sekarang ini sedang heboh-hebohnya yang namanya “krisis ekonomi global” yang melanda semua negara, ga terkecuali Indonesia. Selain itu juga harus bersaing dengan sekitar 1000 orang lulusan S1 TI Binus yang masih fresh graduate, belum lagi ditambah dengan puluhan ribu lulusan untuk jurusan yang sama dari perguruan tinggi lainnya.

Trend yang sekarang sedang tumbuh bagi kalangan mahasiswa semester 6 adalah kerja praktek. Binus mengharuskan mahasiswa TI-nya untuk melakukan kerja praktek pada semester 6 untuk menambah pengalaman di dunia kerja dan juga diharapkan bisa mempersiapkan skripsi melalui kerja praktek ini. Seperti yang pernah aku tulis di blog ini mengenai sikap idealis dan realistis, pasti masih saja banyak orang yang sebisa mungkin lulus pada mata kuliah ini tanpa harus kerja praktek yang “sebenar-benarnya”, sama seperti mengerjakan proyek lab, apalagi sampai membayar orang lain. Tapi kembali lagi ke masalah realistis, tetap saja secara tidak langsung membantu orang yang mengerjakannya dan mereka pun mengerjakannya secara halal menurutku. Toh, mereka mengerjakan itu tidak dengan cara mencuri, membunuh atau korupsi, tetapi benar-benar dari keringat mereka sendiri. Yang ga benar memang yang hanya “membayar” dan nunggu jadi saja untuk apa yang seharusnya dikerjakan sendiri atau berkelompok. Ah, malah jadi ngomongin idealis dan realistis lagi. :getlost: Mari kembali ke topik awal.

Uuh, ada satu hal yang masih ga habis pikir sekarang ini, masih saja banyak orang yang “bergembira” dan lupa akan keadaan sekitarnya saat ini. Maksudku, masih banyak mahasiswa-mahasiswa khususnya yang merupakan mahasiswa “semester akhir” yang masih terlihat suka menghambur-hamburkan uang dengan bepergian dan bersenang-senang, serta ga terlalu peduli dengan kuliahnya. Bukan bermaksud iri, menyindir ataupun menusuk hati orang-orang, tetapi memang beginilah kenyataannya.

Dan seperti yang selalu terjadi di pikiranku, ada beberapa kemungkinan mereka bisa begitu. Pertama, mungkin memang mereka orang yang cukup beruntung dan tahu pasti bahwa mereka akan mewarisi harta dan usaha orang tua mereka, seburuk apapun prestasi mereka selama kuliah. Kedua, sebagian memang belum merasakan susahnya mencari uang di era krisis seperti ini, “jadi mumpung masih kuliah dan masih ada aliran dana kenapa ga dimanfaatkan”, pikir mereka. Ketiga, dan yang paling ironis, beberapa orang memilih jurusan yang “salah” atau memang “tidak disukainya” sehingga memang ga terlalu berniat untuk belajar, hanya bertugas mengisi kewajiban dari orang tua atau “asal lulus”. Keempat, mereka ga sadar kalau mereka kuliah untuk kerja, bukan seperti SMA yang belajar dengan tujuan untuk mencari tempat kuliah. Apalagi, jujur saja, cara pengajaran di Binus yang menggunakan sistem paket kebanyakan memang mengingatkan mahasiswanya pada masa SMA. Kenapa bisa sampai kepikiran yang keempat? Karena dulu aku juga begitu ketika di semester-semester awal :D Hehehe…

Tapi di balik semua itu, aku salut bagi orang-orang yang masih tetap berjuang sampai tetes darah penghabisan dan mampu mempertahankan IP nya di angka 3 ke atas dan bahkan 4, walaupun iri juga sih karena “mereka bisa, kenapa aku ga bisa”. Dan lebih salut lagi bagi orang-orang yang sudah mulai dan berniat untuk belajar mendalami dunia kerja selama masih kuliah, entah itu mengajarkan les ke anak-anak SMA atau SMP, bekerja magang di suatu toko atau perusahaan, berjualan makanan kecil ke kampus, atau menjadi anggota MLM yang kadang bisa menyebalkan kalau mereka terlalu memaksa orang lain. Hitung-hitung membantu meringankan biaya yang harus ditanggung orang tua, walau hanya uang jajan saja, bagus kalau bisa membiayai kuliah sendiri.

Jadi, bagaimana dengan semester 6 ini yah? Entah apakah akan menjadi semester yang berat, atau justru semester yang menyenangkan karena banyak materi-materi baru yang juga “tampak menyenangkan”. Mungkin juga menjadi semester yang menambah cukup banyak pengalaman dan sayang untuk dilewatkan dengan kerja praktek.

Yah kita lihat saja nanti bagaimana semester 6 ini. Selanjutnya, apalagi? :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: