Floaters in my eyes
Mungkin dari teman-teman ada yang pernah ngerasain sesuatu dalam bentuk bercak yang menghalangi pemandangan di mata kalian, dan makin mudah terlihat waktu ngeliat ke benda-benda yang terang dan polos seperti langit atau tembok berwarna putih. Bentuknya sendiri memang ga jelas, bisa bentuk bulat, atau panjang, atau malah seperti benang. Bahkan yang paling menakutkan bentuknya seperti cacing yang berada di dalam mata dan bisa bergerak-gerak seiring dengan pergerakan bola mata kita. Waktu ngelirik kiri, “makhluk” itu memanjang. Waktu ngelirik kanan, “makhluk” itu malah ikutan memendek atau menggulung, atau justru sebaliknya. Kadang-kadang kalau kita ngeliat, eh, dia malah kabur ke mana-mana. Makin cepat kita ikutin, makin cepat pula menghilangnya.
Ternyata bukan aku aja yang mengalami pengelihatan seperti ini, ternyata banyak juga yang mengalaminya. Sama seperti sebelum aku menyadari bahwa aku mengalami deuteranomaly alias defisiensi visual pada warna hijau, awalnya aku sempat takut mengakuinya atau menyebutkannya, bahkan cenderung menyangkalnya kalau aku agak buta warna. Tapi setelah mengetahui yang sebenarnya (dan bahkan ternyata banyak orang yang mengalami hal serupa), aku malah mengakuinya bahkan mempublikasikannya, dengan harapan banyak orang yang ga takut lagi akan hal itu.
Mahkluk yang aku sebut daritadi bernama floaters. Maka, sekarang berkenalanlah dengan makhluk tersebut dan bersahabatlah dengannya karena ada pepatah “ga kenal maka ga sayang”
Itu dalam bahasa Inggris. Lalu bahasa Indonesia nya apa? Masih aku selidiki, tapi mungkin bisa disebut sebagai bercak melayang dulu kali yah?






Latest Comments