Pertama Kali Pingsan
Semua berawal dari kejadian aneh hari ini, dan mungkin juga dari beberapa hari sebelumnya mengingat aku juga sibuk beberapa hari ini sampai susah tidur. Oke deh, kita cerita dari awal hari ini dulu.
Hari ini aku bangun pagi lagi seperti biasa jam 7 pagi, lalu mengerjakan sedikit proyek sambil ditelpon Pak Henry yang merupakan manager proyekku.
Pukul setengah 9 aku sudah siap untuk berangkat dan ke kampus buat presentasi skripsi berhubung aku mengambil skripsi non-class. Sempat kesal juga di tengah jalan soalnya macet banget di jembatan Tanjung Duren sana karena ada Kopaja yang mogok di tengah-tengah jembatan. Karena presentasi lebih lama dari yang diperkirakan, akhirnya rencana buat ke Cengkareng buat proyek KP pun dibatalkan, padahal kedua kolegaku udah pakai kemeja keren-keren, tapi aku malah cuma pakai kaos berkerah.
Pukul 13 semua berakhir dan akhirnya makan siang dengan yayangku dan juga temanku setelah itu main ke kosnya sebentar soalnya sebentar lagi ada kuliah.
Pukul 15 aku kuliah seperti biasa sampai pukul 19 (kalau ga ngerti pukul-pukulan, anggap aja pukul 19 itu jam 7 malam)
Pukul 19 itu aku pulang bersama temanku dan duduk di bangku paling ujung kanan belakang dari Metromini B91. Di sini kejadian aneh mulai datang. Saat itu 91 yang aku tumpangi kelamaan ngetem di dekat pertigaan Batu Sari, dan akhirnya kenek bus yang berada di belakang bus yang aku tumpangi (kenek A) marah-marah ke kenek bus yang aku tumpangi (kenek B), bahkan si kenek B mengeluarkan senjata berupa tongkat besi dan diacung-acungkan ke kenek A.
Pukul 19.30, ketika sudah sampai di jembatan penyebarangan di dekat Kampus Untar, muncul sebuah suara gaduh di dekatku dan sebuah tongkat besi panjang sudah mendarat di dekat kakiku dan si kenek B pun sudah tergeletak di 2 bangku di depanku. Yap, cuma tergelatak aja. Ternyata sebuah tongkat itu datang dari luar, alias milik kenek A yang tiba-tiba menyerang begitu saja, sampai-sampai hampir mengenai penumpang di sebelah kiriku dan di depanku. Si kenek A dilerai oleh warga di dekat sana dan sang penumpang di kiriku mengeluarkan sumpah serapah ke kenek A karena tongkat itu hampir saja melukaiku. Entah kenapa aku ga merasa ada sesuatu yang harus ditakuti atau bagaimana, padahal bisa saja sang kenek A menyerang lagi dengan memecahkan kaca belakang atau semacamnya, bahkan masih sempat nekad turun dari belakang di dekat perempatan Grogol soalnya di hampir semua yang lain turun lewat depan dan yang turun lewat belakang cuma aku.
Sampai di rumah, ternyata saudaraku yang dari Bandung datang dan seisi rumah itu sedang menunggu anak-anaknya tersebut bermain sepeda di jalanan. Dari sini agak kerasa bahwa hari ini banyak sekali kebetulan dan kejanggalan, kenapa tiba-tiba bisa ramai begitu di tengah jalan padahal sudah malam.
Pukul 20 aku menyalakan laptop dan duduk manis di bangku di depan sebuah meja belajar yang ada di kamarku seperti biasanya. Tapi baru duduk sebentar tiba-tiba saja bagian tengkuk, atau leher ke bawah (tengkuk bukan sih namanya?) mulai terasa nyeri, seperti salah bantal. Padahal kurang lebih 2 minggu yang lalu aku baru saja sembuh dari salah bantal ini.
Pukul 21.30 aku sengaja berguling-guling di kasurku karena rada ngantuk dan berhubung leherku rada sakit, tapi ternyata di dekatku tersedia setumpuk komik (biasalah, dari adikku). Akhirnya bukannya memejamkan mata, aku malah baca buku sambil guling-guling.
Tepat tengah malam aku selesai membaca komiknya, dan sengaja duduk di bangku di depan lappie kesayanganku lagi untuk chatting dengan beberapa orang termasuk dengan sayangku. Baru satu menit duduk di sana, tiba-tiba leherku menjadi nyeri, kepalaku menjadi ringan dan pandanganku menjadi gelap, dan rasanya seketika hampir mirip kedipan mata, mamaku sudah teleport sambil mengayun-ngayunkan kepalaku sambil teriak-teriak. Dan aku pun bingung, “memangnya ada apaan sih panik gitu?”.
Dari cerita mamaku yang saat itu lagi tidur di kamarku juga (bersama adikku berhubung kamarnya sedang dijajah oleh suster dari Bandung), dia tiba-tiba mendengar kalau ada suara barang jatuh atau semacamnya, kemudian ketika bangun aku sudah berada dalam posisi kepala terbaring di sebelah kiri laptop. Sontak saja mamaku teriak-teriak karena kaget aku terkapar diam tak berdaya di sana. Dan ironisnya, gagang kacamataku jadi bengkok gara-gara kejadian aneh gini. Weeew. (_ _ !) Pengen ganti kacamata deh, berhubung udah dapat “hadiah” juga dari proyek syuting juga. Hahaha…
Selain itu mamaku juga bilang waktu terkapar itu, mukaku putih pucat. Trus aku sempat bertanya, waktu itu mataku terbuka atau ga. Keren juga sih kalau pingsan matanya kebuka. Oh iya, anehnya lagi aku ga merasakan sakit akibat benturan (kalau benar-benar terbentur sampai mamaku yang lagi tidur mendengarnya).
Lagian ini benar-benar kejadian pertama aku pingsan sejak kecil (atau sejak aku pingsan untuk yang terakhir kalinya). Dulu ketika pelajaran olahraga dan mengalami sedikit hilang pandangan karena kelelahan, semuanya bisa ditahan dan akhirnya bisa bangkit lagi. Beberapa kali pun sempat mengalami kehilangan pandangan tapi bisa pulih dalam waktu singkat. Kejadian pertama kali pingsan tepat pukul 00 dini hari. Seperti ada urutan waktunya mengingat keanehan-keanehan hari ini.
Jadi keingat buat nambahin kejadian aneh tambahan dari dosen aneh pembuat soal juga. Tapi ah, lupakan kejadian menyebalkan itu, beruntung dosen itu cuma ngajar sebagai dosen pengganti untuk 1 hari itu saja.
Tapi bagaimanapun yang namanya pengalaman pertama sungguh menegangkan dan terasa aneh. Hmmm, tapi yang aku bingung kenapa aku ga ingat apa-apa saat itu, seperti hanya mengedipkan mata sebentar saja. Padahal kalau tidur saja terasa sangat lama. Atau memang karena pingsannya cuma sebentar aja kali yah. Hmm, maybe. Tapi yah sudahlah, semoga kejadian ini ga terjadi lagi (soalnya kalau terjadi lagi berarti ada masalah nih.)
Dan tolong jangan kuatirkan aku (bagi yang merasa mengkhawatirkan aku tentunya). Mungkin cuma karena kecapaian saja belakangan ini harus mengerjakan proyek sejagad. Agak lebay jadinya.
Yah, itu aja deh ceritanya hari ini. Thanks yang udah ngasi perhatian sebelumnya, ini cuma salah satu cerita soal perjalanan hidupku.



Beer, gan.



Latest Comments