IE6 Must Die
Kalau dunia nyata bisa digalang suatu bentuk perubahan, di dunia maya pun ternyata bisa dilakukan. Sebuah perubahan untuk ke arah yang lebih baik lagi tentunya sehingga semua orang bisa mendapatkan sesuatu yang lebih daripada sebelumnya. Dan perubahan kali ini adalah dalam hal web browser.
Seperti yang banyak orang ketahui, sekarang ini internet sudah bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya, walaupun di Indonesia tarif internet masih terbilang cukup mahal. Orang-orang yang tidak melek internet saat ini bisa dianggap sebagai orang yang tidak lagi produktif karena internet dianggap sebagai sumber informasi dan sebagainya yang dapat membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, mulai dari hal yang baik maupun hal yang jahat. Penggunaan internet secara otomatis tidak akan terlepas dari peran web browser. Dan tentu saja, saat ini kompetisi web browser makin ketat antara beberapa produsen, seperti Microsoft dengan Internet Explorer (IE), Mozilla dengan Firefox (Fx), Apple dengan Safari, Google dengan Chrome, Opera dengan browser Opera, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Seiring perkembangan jaman, browser pun harus diupdate sesuai dengan standard yang terus berkembang saat ini. Berbagai standard teknologi baru, mulai dari HTML 5, CSS level 3, SVG, EcmaScript (JavaScript), RSS dan sebagainya mulai diterapkan di browser-browser modern saat ini. Sayangnya, adaptasi teknologi ini sejak beberapa tahun yang lalu sering terhambat karena masalah kompabilitas antar browser. Bila sebuah halaman web dibuka dari suatu browser, tampilannya belum tentu sama di browser lain. Sama juga dengan kasus standarisasi di JavaScript, di mana belum tentu semua browser dapat melakukan suatu hal, padahal browser lainnya bisa hanya karena tidak mengadaptasi teknologi standar yang dipakai browser lainnya. Akibatnya, developer akan berusaha mengembangkan suatu aplikasi web untuk menjaga kompabilitas dan mengorbankan standar, yang pada akhirnya mengakibatkan terhambatnya adopsi standar baru di web yang dibangun. Lambatnya adopsi ini pun akan mengakibatkan lamanya pengembangan standar web baru yang lebih canggih dan lebih baik ke depannya.



What the heck?



Latest Comments