Archive for July 17th, 2009

IE6 Must Die

Kalau dunia nyata bisa digalang suatu bentuk perubahan, di dunia maya pun ternyata bisa dilakukan. Sebuah perubahan untuk ke arah yang lebih baik lagi tentunya sehingga semua orang bisa mendapatkan sesuatu yang lebih daripada sebelumnya. Dan perubahan kali ini adalah dalam hal web browser.

Seperti yang banyak orang ketahui, sekarang ini internet sudah bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya, walaupun di Indonesia tarif internet masih terbilang cukup mahal. Orang-orang yang tidak melek internet saat ini bisa dianggap sebagai orang yang tidak lagi produktif karena internet dianggap sebagai sumber informasi dan sebagainya yang dapat membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, mulai dari hal yang baik maupun hal yang jahat. Penggunaan internet secara otomatis tidak akan terlepas dari peran web browser. Dan tentu saja, saat ini kompetisi web browser makin ketat antara beberapa produsen, seperti Microsoft dengan Internet Explorer (IE), Mozilla dengan Firefox (Fx), Apple dengan Safari, Google dengan Chrome, Opera dengan browser Opera, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seiring perkembangan jaman, browser pun harus diupdate sesuai dengan standard yang terus berkembang saat ini. Berbagai standard teknologi baru, mulai dari HTML 5, CSS level 3, SVG, EcmaScript (JavaScript), RSS dan sebagainya mulai diterapkan di browser-browser modern saat ini. Sayangnya, adaptasi teknologi ini sejak beberapa tahun yang lalu sering terhambat karena masalah kompabilitas antar browser. Bila sebuah halaman web dibuka dari suatu browser, tampilannya belum tentu sama di browser lain. Sama juga dengan kasus standarisasi di JavaScript, di mana belum tentu semua browser dapat melakukan suatu hal, padahal browser lainnya bisa hanya karena tidak mengadaptasi teknologi standar yang dipakai browser lainnya. Akibatnya, developer akan berusaha mengembangkan suatu aplikasi web untuk menjaga kompabilitas dan mengorbankan standar, yang pada akhirnya mengakibatkan terhambatnya adopsi standar baru di web yang dibangun. Lambatnya adopsi ini pun akan mengakibatkan lamanya pengembangan standar web baru yang lebih canggih dan lebih baik ke depannya.

(more…)

This entry was last modified on: July 17th, 2009 at 19:01

Kenapa harus ada bom lagi sih?

Pagi-pagi, baru bangun tidur ceritanya, tiba-tiba dengar suara TV mengenai berita tentang bom di daerah Mega Kuningan, Jakarta. Padahal berita kayak begini sudah lama ga pernah kedengaran lagi, biasanya kalaupun ada berita semacam ini, hanya terjadi di negara-negara yang lagi dilanda konflik seperti Irak atau Pakistan, tapi sekarang tiba-tiba kembali lagi ke Indonesia? :blink: What the heck?

Bahkan peristiwa ini pernah terjadi di tempat yang persis sama sebelumnya yaitu Hotel JW Marriott, di mana peristiwa ledakan bom pernah terjadi juga pada tahun 2003 kemarin. Ga tau napa harus hotel itu yang menjadi sasaran lagi untuk ledakan kali ini, mungkin karena sasaran empuk banyaknya pendatang asing yang menginap di hotel tersebut. Selain JW Marriott, ternyata ledakan juga terjadi di Hotel Ritz Charlton, sebuah hotel berkelas juga, dan katanya juga banyak dihuni oleh orang-orang asing.

Sekarang bukan cuma masalah korban meninggal dan korban luka saja yang menjadi masalah, perekonomian Indonesia yang sedang bangkit dan mulai berjaya tampaknya harus terpuruk lagi karena kepercayaan investor akan menurun karena kasus ini. Jadi bersiap-siap kalau harga dollar akan naik lagi dan harga saham turun lagi. Selain itu ada juga yang takut club sepakbola kenamaan Manchester United bakal batal datang ke Indonesia karena kasus ini, apalagi ternyata MU bakal menginap di salah satu hotel yang dilanda ledakan itu. Semoga saja ga ada pembatalan acara.

Ga habis pikir, ada yah orang-orang yang dengan ga bertanggung jawabnya mau mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri. Mending lah kalau itu orang-orang luar negeri yang mau mengganggu Indonesia sendiri, tapi ternyata dari dulu kebanyakan juga orang-orang Indonesia sendiri yang menghancurkan negeri ini. Mulai dari pelaku ledakan di Bali, sampai pelaku ledakan di sana-sini, pasti isinya jaringan teroris yang anggotanya orang-orang Indonesia sendiri. Padahal kalau mereka seberani itu buat melakukan teror dan kejahatan, mereka pasti bisa juga seberani itu membawa Indonesia menjadi sebuah negara yang maju dan jaya melalui tindakan yang baik. Kadang ga habis pikir ideologi yang mereka anut dan perjuangkan itu, apakah ras, agama, negeri, tapi aku melihatnya ini cuma tindakan politik untuk membuat sebuah negara ambruk baik dari sisi kepercayaan dari negara lain dan juga dari sisi ekonomi. Dan dalam kasus ini, juga untuk membuat fans MU kecewa berat. :|

Aku bukan fans MU, tapi aku bisa merasakan gimana rasanya kalau ternyata acara yang ditunggu-tunggu ternyata batal, karena aku juga pernah mengalaminya waktu jaman SMA dulu, walaupun saat itu menjadi panitia sih.

Yah, semoga kasus ini bisa segera diusut tuntas akar masalahnya, kemudian para pelakunya ditangkap dan diadili dengan seadil-adilnya karena tindakan yang mereka lakukan itu. Atau jangan-jangan itu cuma ledakan gas dari kompor seperti yang sering terjadi belakangan ini? Untuk sementara jangan berspekulasi dulu ah, biar polisi aja yang melakukan penyelidikan. Dan semoga juga MU tetap bakal tampil, soalnya walau aku bukan fans sepak bola tetapi acara seperti ini sangat jarang (masih lebih jarang dari World Cup malah) jadi sayang juga kalau dilewatkan. :D