Archive for the ‘Review’ Category

Atlantis: The Lost Empire (2001)

No Comments
Tags: , , , , , , ,

Yah, baru aja selesai nonton film Atlantis: The Lost Empire mumpung lagi liburan dan ga ada kerjaan. Memang sih nih film udah lama diputar yaitu sejak tahun 2001, tapi entah kenapa kemaren temanku menunjukkan sebuah link ke YouTube yang berisi video klip soundtrack film ini dan sejak itu aku jadi penasaran dan memutuskan untuk mendownload film ini dari Torrent. Dan untungnya masih banyak seeder untuk torrentnya. :| Fiuhh…

Yap, seperti yang sudah aku bilang di atas, film ini diputar tahun 2001, digarap oleh Disney Picture. Bila dilihat dari namanya “Atlantis”, pasti terbayang mengenai kisah sebuah kota atau negara dengan teknologi maju yang tenggelam di lautan. Hinggu saat ini kisah Atlantis yang sebenarnya masih menjadi misteri, dan bahkan dikatakan hanya merupakan mitos belaka. Film ini mengangkat mengenai mitos Atlantis dengan latar tahun 1914-an dan merupakan film kartun yang menurutku bagus.

Berawal dari seorang linguis atau ahli bahasa bernama Milo James Thatch yang terobsesi untuk mengajukan proposal untuk ekspedisi mencari reruntuhan Atlantis berdasarkan sebuah buku yang menjadi panduannya. Dengan motivasi meneruskan perjuangan kakeknya, akhirnya Milo bertemu dengan seorang jutawan yang mau membiayai perjalanan ekspedisi Milo ini. Bersama dengan beberapa kru yang ahli di bidangnya masing-masing, seperti ahli peledak, mekanik, koki, dokter dan lainnya, mereka berangkat ke laut sekitar Islandia (Iceland) menggunakan kapal selam. Setelah perjuangan yang berat, akhirnya Milo dan teman-temannya menemukan kota yang hilang dan juga penduduknya dengan seorang putri Atlantis, Kidagakash “Kida” Nedakh. Kisah berlanjut ketika terjadi perdebatan dan pertikaian karena kru ekspedisi lebih memilih untuk “menguras” harta Atlantis dengan taruhan nyawa seluruh penduduk Atlantis. Kemudian Milo dan teman-teman nya pun berusaha untuk mencegah tindakan itu.

Kalau aku disuruh memberi nilai untuk film ini, aku akan memberi nilai positif 80%. Dengar-dengar film ini ga begitu sukses ketika dirilis di bioskop dan menjadi film ini salah satu film yang kurang menarik keuntungan untuk Disney dibanding film lainnya walau cukup untuk menutup modal pembuatan film ini sendiri. Rencana awal Disney yang ingin membuat sekuel film untuk bioskop pun batal, sehingga mereka lebih memilih untuk merilis sekuel dalam bentuk DVD dengan judul Atlantis: Milo’s Return yang katanya berisi beberapa adegan yang sebenarnya akan dibuat di sekuel bioskop.

Yah, lumayanlah film ini buat mengisi liburan yang membosankan ini. :)

It is a curious case

No Comments
Tags: , , , , ,

Ada satu trailer film yang aku dapatkan dari majalah CHIP, berjudul The Curious Case of Benjamin Button. Cerita di film ini mungkin agak janggal dan aneh berhubung memang yah ceritanya memang agak janggal dan aneh sih menurutku.

Film yang dibintangi oleh Brad Pit ini memiliki alur yang bisa dikatakan maju, tapi terlihat terbalik. Bila umumnya kita melihat film-film mengenai biografi bercerita tentang seseorang dari usia muda sampai usia tua dan renta, maka di film ini kita akan melihat hal yang sebaliknya, yaitu dari usia tua menjadi usia muda.

Ceritanya seputar kehidupan seorang manusia bernama Benjamin Button yang memiliki keanehan dibanding dengan orang-orang lain. Bila orang-orang normal mulai hidup sebagai bayi, balita, anak-anak, kemudian remaja, dewasa dan tua, justru apa yang dialami oleh Benjamin Button kebalikannya. Dia terlahir sebagai orang tua dan tumbuh menjadi anak-anak.

Sama seperti manusia normal, pada usia muda (baca: tua) dia masih belajar berjalan dan sebagainya. Saat usianya terlihat tua, bisa dikatakan latarnya adalah tahun 1920-an. Ketika dia berumur relatif muda dengan latar tahun 1960 atau 1970, Benjamin Button jatuh cinta kepada seorang wanita normal yang masih berumur 30 tahun. Hmm, mungkin kalau alur ceritanya normal, umur mereka sudah sama-sama 30 tahun, tapi pada kenyataannya umur Button terlihat seperti 50 tahun.

Trailer pun membawa kita melihat Button melewati masa-masa mudanya ketika sang istri beranjak menjadi tua. Ironisnya di akhir trailer, terlihat sepasang manusia yaitu nenek-nenek dan anak balita berciuman di tengah jalan. Dilihat dari jalan ceritanya, film ini terlihat unik karena memang jarang aku dengar mengenai film yang membahas tentang umur yang terbalik ini. Film ini sendiri rencananya akan ditayangkan di bulan Desember 2008 yaitu dekat Natal. Berita dan trailer film ini (dalam format High Definition) bisa dilihat di www.benjaminbutton.com.

Satu lagi film yang mungkin layak untuk ditunggu itu adalah HellBoy 2: The Golden Army. Masih bercerita seputar Hellboy dari film pertamanya yang kini harus menguak misteri dunia bawah tanah yang diisi oleh makhluk-mahluk aneh. Kerajaan yang sudah lama tidur ini kembali bangkit untuk mengambil alih dunia dari para manusia.

Di trailernya sendiri efeknya lumayan bagus. Hellboy 2 sudah ditayangkan di Amerika Serikat sejak 11 Juli 2008 yang lalu. Entah kenapa di Indonesia sendiri belum ditayangkan, mungkin takut dicekal karena ada kata “hell” di film itu. :| Yah, semoga saja masih bisa ditayangkan di Indonesia, atau paling tidak hadir di televisi seperti Hellboy 1 selama ini.

Tapi untuk sekarang, yang mau aku tonton adalah WALL-E. :D Oke deh, kita tunggu saja kehadiran Benjamin Button dan Hellboy di Indonesia. :)

ScribeFire: Firefox Blogging Extension

No Comments
Tags: , , , , , ,

Kali ini saya kembali mencoba extension terbaru untuk Firefox yang bernama ScribeFire.

ScribeFire merupakan sebuah extension yang bisa digunakan melalui Mozilla Firefox untuk mempermudah kegiatan membuat blog atau yang dikenal dengan blogging. Saya sendiri sudah mencoba menggunakan ScribeFire ini untuk menulis sebuah entry di blog saya yang sebelum entry ini. Kesan yang timbul setelah menggunakan ScribeFire adalah cukup mudah digunakan dan cocok bagi para blogger yang tidak ingin direpotkan oleh editor web-based yang disediakan oleh hosting blog yang ada.

Installasi-nya pun cukup mudah. Setelah mendownload extension ini dan kemudian me-restart Firefox saya, akan muncul sebuah jendela yang mengajak saya untuk membuat account link ke blog yang saya miliki. Untuk bahan percobaan, saya menggunakan blog saya sendiri di sini. Saya diminta untuk memasukkan URL blog saya, tetapi saya iseng menggunakan tombol “configure manually”. Setelah menekan tombol itu, saya diminta untuk memilih jenis blog yang saya gunakan dan memasukkan URL ke file API (pada WordPress namanya adalah xmlrpc.php yang umumnya ada di bagian root folder WordPress).

Kemudian saya diminta untuk memasukkan username dan password untuk melakukan login ke account blog saya. Dan langkah selanjutnya adalah menunggu proses login dilakukan dan saya pun dapat menulis entry di blog melalui ScribeFire ini.

Ketika saya membuka bagian Entries, secara otomatis ScribeFire akan mendownload entry-entry yang sudah pernah saya buat sebelumnya dari blog saya. Selain itu terdapat juga bagian untuk mengatur Pages, Categories dan lainnya yang cukup untuk menggantikan fungsi editor web WordPress yang biasa saya gunakan. Yang tidak kalah menarik adalah keberadaan fungsi upload file.

Akan tetapi fungsi di ScribeFire ini sendiri cukup terbatas dibandingkan web-based editor yang terdapat di blog saya mengingat web-based editor di blog saya juga sudah dilengkapi beberapa plugins untuk mempermudah dalam menulis blog.

ScribeFire sendiri mendukung banyak jenis blog seperti WordPress, Blogger, MovebleType bahkan Drupal.

Bagi yang penasaran silahkan saja mencoba ScribeFire ini. ;) Sebagai perbandingan, Microsoft sendiri memiliki software untuk blog authoring yang bernama Windows Live Writer yang fungsinya kurang lebih sama dengan ScribeFire ini dan disedikan secara cuma-cuma. Hanya saja saya belum sempat mencoba menggunakan software tersebut.

Firefox 3: Next Generation

3 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Setelah 1 tahun lebih proses pengembangan Firefox 3 (Fx 3), akhirnya kemarin secara resmi Firefox 3 dirilis juga. Bahkan ga tanggung-tanggung, niat untuk memecahkan rekor dengan jumlah download software terbanyak dalam 24 jam pun ingin ditorehkan oleh Mozilla. Keren!!! :D

Saya akan sedikit membahas mengenai Fx 3 kali ini.

Firefox 3 on Acid3 Test

Dari sisi penampilan, perubahan yang ditunjukkan dari Firefox 3 tidak terlalu mengesankan bagi saya. Dengar-dengar dari situs lain, Fx 3 sudah mengintegrasikan diri dengan themes pada operating system yang digunakan. Misalnya pada Windows Vista, Fx 3 akan mengintegrasikan diri dengan themes Aero Glass-nya. Pada Mac OS X dengan themes Aqua-nya. Sedangkan saya, menggunakan XP themesnya masih seperti dulu dan bisa dilihat di screenshot di atas. Tombol Back sendiri diperbesar dan icon-icon diperbarui. Terlihat lebih simple dibanding Fx 2. Tapi apalah arti sebuah penampilan standard bila banyak themes yang unik yang tersedia. ;)

Selain itu juga dapat terlihat pada address bar-nya, perubahan signifikan telah ditanamkan dalam Fx 3 ini. Sama seperti Opera 9.5 yang dirilis beberapa hari yang lalu, Fx 3 juga menanamkan fungsi mencari keyword dari situs-situs web yang sudah pernah dikunjungi. Cukup masukkan sebuah keyword, Fx 3 otomatis akan menampilkan semua alamat, judul halaman ataupun bookmark yang mengandung keyword tersebut. Cukup membantu bagi yang ingin mencari halaman web yang pernah dikunjungi tapi lupa alamat web tersebut secara lengkap. :)

Favicon yang terdapat tepat di ujung kiri address bar dapat diklik untuk menunjukkan status website yang dikunjungi apakah terenkripsi atau tidak. Selain itu terdapat tanda bintang di sebelah kanan address bar yang berguna untuk melakukan bookmark secara cepat.

Beralih ke masalah back-end. Justru kebanyakan perkembangan Fx 3 adalah dari sisi back-end. Ratusan memory leak sudah ditutup dan ini terbukti dengan menggunakan Fx 3, browsing rasanya lebih ringan dan tidak terbeban masalah memory RAM yang terlalu banyak seperti Fx 2 terdahulu. Bahkan dengan banyak tabs pun tidak terlalu mempengaruhi kinerja Fx 3, padahal saat saya menggunakan Fx 2 dan membuka banyak tabs sekaligus akan menimbulkan lag atau not responding dalam frekuensi yang sangat sering. Begitu pula dengan kecepatan saat start-up Fx 3 yang lebih cepat dibanding sebelumnya.

Membuka halaman web pun terasa lebih cepat. Selain itu berdasarkan informasi yang saya baca di web lain, Fx 3 memiliki kecepatan 3-4 kali lebih cepat dibanding Fx 2 dalam hal pemrosesan JavaScript dan rendering web, dan 6-7 kali lebih cepat dibanding IE 7. Dan ini memang terbukti setelah saya menggunakan Fx 3 ini ke halaman-halaman yang menggunakan cukup banyak JavaScript seperti Yahoo! dan Facebook.

Yang tak kalah menarik adalah bahwa Fx 3 sudah mampu melalui tes Acid2 secara sempurna dan memperoleh nilai 71 dari tes Acid3. Hal ini berarti Fx 3 sudah cukup mendukung banyak standar web yang ditetapkan sebelumnya seperti CSS 2 dan JavaScript. Bahkan penggunaan CSS 3 yang masih belum secara resmi dikeluarkan juga terlihat lebih baik daripada Fx 2, terlihat ketika saya menulis entry ini. Button-button yang ditampilkan pada WordPress menggunakan border-radius dan ditampilkan oleh Fx 3 dengan sangat halus, tidak seperti Fx 2 yang masih terlihat alias atau kegagalan membentuk lingkaran pada salah satu pojok.

Saat installasi, ada sedikit masalah yang saya temukan. Beberapa bookmarks menghilang, bahkan dalam beberapa kasus teman saya semua bookmarks-nya menghilang. Kemudian tentu saja masalah addons yang belum semuanya diperbaiki untuk mendukung Fx 3. Dari 19 addons yang saya install di Fx 2, terdapat 8 addons yang tidak compatible dengan Fx 3. Dari 8 addons tersebut, 6 di antaranya dapat diupdate, sedangkan 2 sisanya tidak ditemukan update karena memang tidak berada di bawah kumpulan addons Fx 3 yang resmi. Dan kebetulan, saya memang men-disable ketiga addons tersebut sejak Fx 2 saya karena memang jarang digunakan. :p Add-ons terpenting bagi saya sendiri adalah Firebug yang digunakan untuk menganalisis desain web, sayangnya sampai saat ini masih berada dalam tahap beta walau dapat digunakan dengan beberapa bug.

Sejauh ini Fx 3 menunjukkan keunggulannya dan membuat saya cukup terpesona. Kehilangan bookmarks bukan menjadi masalah besar dan sebanding dengan kinerja yang saya dapatkan dari Fx 3. Dan yang paling seru adalah karena saya juga berpartisipasi dalam membuat rekor download Fx 3 terbanyak dalam 24 jam dan mendapat sertifikat untuk itu. Yah, walau tidak bisa digunakan untuk apapun, paling tidak sertifikat itu bisa jadi kenang-kenangan karena sudah ikut memecahkan rekor dunia. Saat saya menulis blog ini sendiri, jumlah download sudah mencapai 7,3 juta downloads dan akan terus bertambah untuk 1 jam ke depan. :D

What to say anymore? I’m speechless at least… :| :p

Opera 9.50

1 Comment
Tags: , , , , , , ,

Setelah lama dinantikan oleh banyak pengguna internet, salah satu browser ternama yaitu Opera pada akhirnya dirilis dengan versi teranyar 9.50. Proses pengembangan Opera 9.50 ini sendiri memakan waktu cukup lama yaitu sekitar satu tahun dan telah melewati beberapa tahap release seperti Beta yang sudah dapat dicoba oleh end-user sejak beberapa bulan yang lalu.

Saya baru saja mendownload dan menginstall Opera 9.50 ini ke komputer saya. Dan di sini saya akan menceritakan sedikit mengenai perubahan terbaru Opera 9.50 ini. Berikut adalah gambar screenshot dari Opera 9.50. (Klik pada gambar untuk ukuran penuh)

Opera 9.50 on Acid3 test page

(more…)

Indosat Price Cut

6 Comments
Tags: , , , , , ,

Sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan bahwa operator seluler harus menurunkan tarif telepon antar operator seluler pada bulan April 2008 ini, hari ini Indosat memasang iklan besar-besaran di Kompas yang berisi daftar perubahan harga yang kebanyakan berlaku mulai tanggal 10 April 2008 ini.

Yang menarik adalah bahwa penurunan tarif percakapan tidak terlalu banyak. Saya sendiri karena menggunakan kartu Mentari segera melihat perubahan harga yang dilakukan oleh pihak Indosat. Tarif telepon untuk sesama Indosat maupun ke operator lain ternyata masih tetap berkutat pada angka Rp 700 per 30 detik (dari sebelumnya Rp 750 / 30 detik).

Penurunan tarif yang besar justru terjadi pada tarif SMS di mana tarif pengiriman SMS dari Mentari ke sesama Indosat menjadi Rp 99 (dibanding sebelumnya Rp 350), dan Rp 149 untuk tarif pengiriman SMS ke operator lain (dari sebelumnya Rp 350 juga).

Walau demikian, banyak pula tawaran-tawaran yang tercantum di halaman iklan tersebut, semisal Mentari Hebat Ber-5, Telepon Rp 50 / 30 detik, sampai Gratis 1 Menit pertama setiap pengisian ulang pulsa dengan nominal tertentu.

Saya justru tertarik pada tarif yang ditawarkan Matrix yang merupakan layanan seluler pascabayar dari Indosat. Tarif yang ditawarkan lebih murah dari Mentari. Yah, dulu memang saya berniat untuk pindah ke Matrix, tapi sekarang lihat dulu deh soalnya masih banyak sisa pulsa di Mentari saya dan juga tidak terlalu mendesak untuk pindah ke Matrix.

Untuk IM3, saya tidak mau berkomentar terlalu banyak karena tarif murah memang sudah diterapkan di layanan ini dengan jargon Rp 0,0000000000…1 / menit serta bonus layanan SMS yang beraneka rupa, dengan beraneka rupa syarat dan ketentuan pula. :)

Untuk StarOne yang merupakan layanan CDMA dari Indosat, perubahan harga yang ada tidak akan terlalu berpengaruh bagi saya sendiri mengingat walaupun saya berlangganan StarOne, saya hanya menggunakannya untuk internet. Dan tetap saja Indosat masih menerapkan tarif Rp 99.000 untuk 1 GB data, padahal saya berharap kuota transfer ditambah menjadi 2 GB atau lebih.

Untuk menggunakan layanan data, Indosat masih mematok Rp 1,1 / KByte, yang menjadi tarif layanan data termurah saat ini. Tapi yang tidak dituliskan dalam iklan itu adalah layanan data dengan tarif Rp 110 / menit yang memang tidak terlalu dipromosikan Indosat. Tarif data di atas sudah termasuk PPN.

Ah, satu lagi yang menarik, beberapa hari belakangan saya berkirim SMS dengan beberapa teman saya yang menggunakan operator lain. Setelah beberapa SMS terkirim, saya mengecek pulsa saya melalui layanan *555#. Yang cukup mencengangkan adalah jumlah pulsa yang tidak berkurang karena pengiriman itu. Ternyata yang berkurang adalah jumlah bonus SMS yang ada. Tanpa saya sadari, untuk pengiriman SMS ke operator lain juga ternyata Indosat memperhitungkan dari bonus SMS terlebih dahulu sebelum menggunakan pulsa utama. Uhh, napa ga dari dulu begitu? Hehehe…

Teman baru

8 Comments
Tags: , , ,

Ada sebuah cerita, mengenai sahabat baru, yang baru kubeli (loh…), dari pameran komputer. Hahaha… Yep, sebuah teman baru yang udah lama kuincar sejak lama, bahkan sejak 3 tahun yang lalu tapi belum sempat terealisasi karena berbagai alasan seperti di bawah ini:

  1. Belum cukup modal.
  2. Nunggu harga udah turun.
  3. Nunggu teknologi yang baru udah keluar.

Nama temanku itu adalah B|Y|O|N atau BYON, sebuah laptop atau notebook lokal dengan kualitas internasional. Laptop ini memiliki seri S1371 G/S T7250. Berikut ini adalah spesifikasi mengenai laptop ini.

  • Prosesor Intel Core 2 Duo T7250 (2 core, Clock 2.0 GHz, 2 MB cache, FSB 800 MHz)
  • Chipset Intel 965GM (dengan prosesor grafik Intel GMA X3100)
  • Intel PRO/Wireless 3945 a/b/g
  • Memori DDR2 667 dengan kapasitas 1GB + 1GB
  • Harddisk SATA 120 GB 5400 rpm
  • DVD-RAM Supermulti
  • Layar 13,3 Inch Wide dengan resolusi maksimum 1280 x 800 pixels
  • Integrated Finger-print, Bluetooth, Camera CMOS 2 MPixels, 3-in-1 Card-reader

Mari kita review kemampuan notebook ini.

Dengan kecepatan prosesor 2 GHz dan dual core, aku rasa kecepatan prosesor ini sudah cukup baik untuk aktifitas sehari-hari, baik itu browsing, mengetik, editing film sampai mendesain. Sayangnya dengan graphic solution yang terintegrasi dari Intel, notebook ini ga terlalu cocok untuk gaming berat walaupun telah mendukung Pixel Shader versi 3. Tetapi untuk game sederhana atau game flash yang lebih banyak menggunakan kekuatan prosesor akan berjalan cukup baik.

Memori RAM yang mencapai 2 GB sudah lebih dari cukup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi berat. DVD-ROM yang disediakan dapat membaca media cukup baik, walau terkadang getaran dan suara yang ditimbulkan dari rotasi cukup keras. Harddisk 120 GB tampaknya cukup untuk penggunaan sehari-hari yang tidak terlalu berlebihan. Bilapun ingin menggunakan lebih, bisa menggunakan harddisk eksternal dengan berbagai macam koneksi, karena telah disediakan 3 port USB dan 1 port E-SATA.

Untuk baterai sendiri, daya tahannya cukup baik yaitu lebih dari 3 jam 10 menit bila menggunakan secara normal untuk mengetik dan browsing yang tidak menguras banyak energi prosesor.

Layar 13,3 inch yang disediakan memiliki sudut pandang yang tidak terlalu besar. Jadi bila posisi pengelihatan Anda berubah sedikit saja, warna yang didapatkan akan berubah.

Untuk suara, speaker yang diletakkan di bagian bawah menghasilkan suara yang cukup baik. Volume yang dihasilkan cukup tinggi. Bila tidak ingin menggunakan speaker yang terdapat di laptop, terdapat 2 port masing-masing untuk input dan output suara.

Kamera 2 MegaPixels yang terintegrasi dapat diputar 180° ke belakang. Untuk konektifitas, dapat digunakan W-LAN, Bluetooth maupun kabel LAN sampai pada kecepatan 1 Gbps, sampai juga modem dial-up terintegrasi.

Secara keseluruhan laptop ini cukup baik. Salah satu kelebihannya adalah laptop BYON menggunakan konsep CBB (Common Building Block) di mana beberapa bagian notebook dapat dikustomisasi, seperti panel depan dan optical drive. Selain itu untuk mengganti komponen dalam notebook seperti prosesor tidak terlalu sulit.

Yah, untuk ke depan tampaknya aku harus lebih mendekatkan diri ke sahabatku ini karena selama beberapa hari mencoba menggunakannya terkadang masih mengalami kesulitan. :|