Archive for the ‘The Life’ Category

Cerita mengenai “hoki”

2 Comments
Tags: , , , , , ,

Kata temanku, “hoki mah nomor satu, kemampuan baru di nomor dua” mungkin bukan sesuatu yang salah secara mutlak. Paling ga itulah yang sempat aku pikirkan sejak beberapa waktu yang lalu. Memang bukan sekali dua kali temanku itu bilang seperti itu, tapi udah berkali-kali, dan memang udah berkali-kali juga aku mengalami peristiwa yang membuatku mengatakan “memang bener yah hoki bener-bener nomor satu”.

Aku sering membaca koran Kompas, dan dari koran itu yang cukup menarik perhatianku adalah bagian Redaksi Yth di mana para pelanggan Kompas atau siapapun dapat mengirim suatu surat pengaduan atau menceritakan permasalahan akan suatu produk atau jasa yang tidak berjalan dengan baik. Berbagai macam hal diceritakan di bagian itu, mulai dari kartu kredit, handphone yang cepat rusak, jasa pengiriman barang yang merusak barang, kehilangan koper di bandara, internet sering putus, sampai kepada kesemerawutan dan kesewenang-wenangan polisi di jalanan.

Yang menarik adalah bahwa tidak jarang produk yang mengalami kerusakan atau jasa yang didapatkan tidak benar, tetapi di sisi lain aku juga menggunakan jasa atau produk yang sama dengan si pengadu tersebut. Ambillah contoh, internet Speedy atau operator telekomunikasi Indosat Mentari atau juga handphone Sony Ericsson. Sebagian besar menuliskan kekecewaan kepada penyedia layanan atau produk bahkan mengajak orang lain untuk tidak menggunakan produk atau jasa itu lagi. Dan bukan cuma di Kompas saja, bahkan terkadang melalui milis, email berantai, blog atau website “hasutan” atau ajakan untuk meninggalkan suatu produk atau jasa sering dituliskan.

(more…)

Deuteranomaly?

No Comments
Tags: , , , , , , , ,

Beberapa hari belakangan ada satu hal yang cukup menarik dan menyita konsentrasiku yaitu buta warna. Entah karena apa waktu itu, tapi sejak beberapa minggu yang lalu saya mulai mencari-cari informasi mengenai buta warna atau color blindness, mulai dari Wikipedia sampai ke informasi dan blog orang lain mengenai kebutaan warna. Salah satu blog yang menarik yang menceritakan mengenai buta warna adalah Colblindor yang dibuat oleh seorang yang juga mengalami kebutaan warna merah atau protanopia atau protanomaly.

Setelah mencari tahu mengenai color blindness ini, saya pun mendapatkan perkiraan bahwa saya buta warna merah-hijau, atau paling tidak mengalami defisiensi walau tak sampai buta warna. Buta warna merah-hijau ini sendiri disebut Deuteranomaly atau Deuteranopia. Berikut ini beberapa hasil tes yang sempat disarankan oleh author dari Colblindor.

(more…)

Sebarkan pesan ini, atau Anda akan…

7 Comments
Tags: , , , , , ,

Ehem, kayanya dulu aku udah pernah cerita soal message-message yang menyebalkan yang sering diterima dari email, private message maupun di instan messanger seperti YM. Dan aku ingin sekali lagi bercerita soal ini karena baru-baru aja aku menerima pesan berantai yang menyebalkan itu lagi. :-l Dan kali ini aku tidak tinggal diam seperti sebelumnya. Aku malah membalas messagenya, tapi mungkin si pengirim itu sendiri ga membaca message-ku karena terlalu banyak orang yang kembali mengirimkan message yang sama kepadanya.

Inilah message yang aku terima:

MARING BAWONO SANGGUP SUKMO GONDO MAYIT NENG RUMEKSO INGSUN KASAJEN” anda baru saja melihat dan telah berikrar menikahi MAYAT.Kirim Message ini ke’10 temanmu.Jgn sampe putus dikamu.Klo terputus dia akan Menemani tidurmu Walaupun tak terlihat,tp suatu saat dia akan memperlihatkan dirinya!!..BNR2 TERJADI!!!..FAKTA!!!..SAKSIKAN NANTI DI ASAL USUL TRANS 7 KLO TDK PERCAYA!!<<<mending send all<<gw juga cuma send to all

Mamamia. :w00t: Sepertinya benar-benar mengerikan message itu. Sama mengerikan dengan message lainnya yang serupa walau tak sama. Yeah. You’re right! To sleep with a dead body? And it is a FACT? Ah, dunia ini memang gila, seperti biasa. Dan tampaknya tidak berubah dari waktu ke waktu.

Sejak kapan ijab kabul atau ikrar pernikahan langsung sah begitu membaca sebuah tulisan ikrar pernikahan itu, heh? Ketemu si “doi mummy” aja belum, kok udah dianggap sah nikah ama si MAYAT. Ga tau lah itu MAYAT singkatan dari Maya Ahma(t)d atau apa gitu, soalnya huruf gede semua. Dan satu lagi yang sucks, menikahnya dengan MAYAT yang artinya harus “terlihat”, tapi kenapa ditemanin tidur malah ga keliatan?

(more…)

Tiga hari bersama Ubuntu

4 Comments
Tags: , , , , , ,

Tidak terasa sudah lama ga menulis blog karena alasan yang bermacam-macam. Di antaranya lagi males, lagi sibuk karena ada proyek, lagi sibuk karena ada tugas kuliah, dan sekarang ada lagi satu alasan tambahan: lagi nyoba Ubuntu dan ngutak-ngatik.

Yuhuu…! Ubuntu. Pernah dengar? Bagi yang belum pernah dengar, Ubuntu itu merupakan salah satu distro atau varian Linux yang paling banyak digunakan belakangan karena user-friendly bagi sebagian orang. Di samping Ubuntu sebenarnya masih banyak distro lain yang dikembangkan secara lokal seperti BlankOn dan IGOS maupun dikembangkan oleh komunitas internasional seperti openSuSe, Mandrake, RedHate, Knoppix dan sebagainya.

Ubuntu yang belakangan aku coba adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Pertama-tama memang agak sulit untuk mengoperasikan sistem operasi ini berhubung aku sudah terlalu terbiasa dan “dimanja” oleh Windows. Berawal dari mencoba menginstall Ubuntu ini pada partisi yang memang sudah aku siapkan sejak aku pertama kali membeli laptop, karena rencananya dulu mau di-install Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon  walaupun akhirnya ga jadi karena error. Proses installasi berlangsung lancar menggunakan untuk Hardy, dan lebih stabil dibandingkan Gutsy.

Kemudian masuk ke tahap berikutnya yaitu mengkonfigurasikan seluruhnya, dan masih seperti sebelumnya proses ini agak sulit karena memang belum terbiasa. Setelah 1 hari mencoba-coba, akhirnya sudah mulai terbiasa dengan tampilan baru ini.  Dan yang paling menyenangkan adalah menggunakan command line pada Ubuntu ini. Yap, menggunakan Linux memang akan banyak berkutat dengan command line mulai dari menginstall software baru atau pun melakukan hal-hal lainnya.

Tahap berikutnya pun masuk ke proses untuk mengubah tampilan Ubuntu menjadi lebih “wah”. Dan aku berhasil melakukannya dengan menggunakan Compiz-Fusion dan juga Emerald Theme Engine. Sekarang tampilan dan efek yang terdapat di Ubuntu yang aku jalankan pun ga kalah dengan efek Aero di Vista dan Mac OS X. Dan efek yang bisa didapatkan dari Ubuntu ini pun lebih banyak daripada efek yang selama ini terdapat di OS lainnya. ;) Dan tentu saja sebenarnya Compiz-Fusion ini tidak hanya bisa diinstall di Ubuntu, melainkan juga di distro Linux yang lain.

Satu hal yang belum berhasil aku lakukan di sini adalah melakukan kalibrasi warna layar. Pada dasarnya warna layar laptopku cenderung bersifat cool, yang artinya warna putih cenderung terlihat kebiruan. Sehingga hampir setiap kali browsing, aku merasa nuansanya terlalu “biru”. Walaupun warna ini cenderung soft dan dianggap menyejukkan mata, tapi mata ku justru lebih cepat lelah dibanding menggunakan warna yang agak warm atau normal. Kalau di Windows aku dengan mudah bisa melakukan perubahan terhadap warna layar melalui software driver yang disediakan oleh Intel, tetapi di Ubuntu ini aku masih terus berusaha mencari caranya.

Ah iya, bagi orang yang penasaran, coba aja menggunakan Ubuntu. Bukan hal yang sulit kok buat belajar Ubuntu, asalkan punya niat buat mencari bantuan di internet bila ada masalah karena memang itulah caranya hidup dalam dunia Linux yang open source dan community-based. ;) Dan jangan lupa juga buat menyiapkan mental kalau menemui kegagalan.

Tiga hari ini baru menjadi awal bagiku untuk menggunakan Ubuntu, dan ke depannya mungkin (dan semoga) aku akan lebih sering lagi menggunakannya. ;)

Go Ubuntu Go!!!

They call it politic, dude

1 Comment
Tags: , , , , , , , , , ,

Saya bukan orang yang terlalu suka dengan politik. Saya juga bukan orang yang mengerti banyak soal politik. Saya pun bukan seorang yang mendalami ilmu politik dan juga orang yang secara aktif berada di dalam lingkup politik. Tapi belakangan politik menjadi semakin menarik mengingat perkembangannya di dunia belakangan.

Ada paling tidak 3 hal yang menarik beberapa waktu belakangan. Pertama, pemilihan dan kampanye presiden Amerika Serikat (AS) antara Barack Obama dan John McCain. Kedua, persiapan Pemilu 2009 untuk Indonesia dengan jumlah partai yang saya sendiri ga ingat persis. Ketiga, perdebatan politik saya dan teman-teman saya melalui conference di YM.

(more…)

Big outcome, bigger income (hope so)

2 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Yah mungkin bulan ini jadi bulan yang paling banyak pengeluaran lagi, terutama pengeluaran rutin dan pengeluaran non-rutin. Semuanya dimulai sejak awal bulan September ini.

Sudah mulai sejak bulan Agustus aku memikirkan untuk menggunakan Speedy sebagai provider internet saya. Apalagi mumpung saat ini Telkom memang sedang promosi kemerdekaan dengan memberi diskon 30% ke abodemen bulanan dan juga gratis modem dengan harga hanya Rp. 63.000,-. Tepat pada tanggal 1 September aku menelpon ke 147 dan pada hari Kamis (4/9), teknisi dari Speedy pun datang dan membantu pemasangan internet dan modemnya. Setelah dicoba menggunakan modem ADSL dari pihak Speedy, kecepatan koneksi mendekati 1 Mbps seperti yang diobral oleh pihak Speedy, tepatnya sekitar 850 Kbps. Cukup memuaskan! Dan memang kecepatan yang didapat tergantung dari kualitas jaringan dan infrastruktur telefoni di sekitar daerah pemasangan (misalnya kabel telepon dan noise), jadi bisa ditarik kesimpulan daerah saya tidak terlalu memiliki banyak gangguan jaringan.

Setelah itu, besoknya saya menuju ke Mangga Dua untuk membeli modem ADSL baru soalnya koneksi internet Speedy ini dibagi ke 3 komputer, sedangkan dengan modem yang didapatkan dari Speedy-nya hanya bisa digunakan untuk 1 komputer saja. Saya sendiri sudah merencanakan hal ini dan sudah berniat membeli modem ini bila memang Speedy sudah terpasang. Alhasil seharian muter-muter mencari modem dengan harga yang pas, dan didapatkanlah modem Linksys seharga Rp 700.000,-. Berhubung dollar lagi naik dan saya juga mengecek di bhinneka.com, ternyata harga yang saya dapatkan ini lumayan miring. Sebelum saya memutuskan membeli modem ini, saya beberapa kali ditawarkan menggunakan modem merek lain yang belum pernah saya dengar, dari pengakuan penjualnya modem tersebut juga dipakai dan bagus. Yah, tapi yang namanya penjual, ga mungkin mengatakan hal yang jelek mengenai produk yang dijualnya apalagi kalau mungkin keuntungan yang bisa didapatkan lebih besar. Dan parahnya, saya belum pernah tahu tentang merek ini dan belum sempat mencari dan membaca review dari pengguna lain di internet, jadi belum tahu kualitasnya.

(more…)

Di rumah, tidur, sendiri

No Comments
Tags: , , , , ,

Teringat iklan sebuah produk rokok yang belakangan populer karena slogan atau jargon yang diucapkan salah satu pemeran iklannya yaitu “di rumah, tidur, sendiri”. Kadang iklan ini nyindir juga, tapi tetap lucu. Apalagi kalau belakangan ada teman yang ngajak chat sambil menanyakan 3 pertanyaan berturut-turut, tanpa pikir panjang langsung aja aku jawab “di rumah, tidur, sendiri” :p

Dulu aku salah satu penganut sistem ini walau dulu belum ada iklan seperti itu, bahkan sampai sekarang. Kalau sering browsing di internet, ga jarang ngeliat artikel yang isinya mengenai lama tidur normal untuk orang seumurku yaitu 7 - 8 jam sehari. Nyatanya, aku malah tidur lebih dari 7 - 8 jam sehari.

Mari dihitung:

  • Tidur pagi: kalau lagi libur seperti sekarang ini bisa dari jam 2/3 pagi sampai jam 10 - 12 siang (berarti sudah 7 - 10 jam seharian), kalau lagi masa kuliah umumnya tidur pas 7 jam, apalagi kalau ada shift kuliah jam 7 pagi malah bisa cuma tidur selama 5 jam.
  • Tidur sore / malam: dari jam 4 sore sampai jam 7 malam (artinya sekitar 3 jam), atau dari jam 6 sampai jam 8 malam (sekitar 2 jam).

Dengan formula di atas maka tinggal ditarik garis lurus bahwa maksimal bisa tidur 13 jam sehari!!

OMG! Lebih dari separuh hidupku dihabiskan untuk tidur. AAAAAAAA!! Don’t panic!!

Yah, paling ga itulah yang terjadi selama liburan, dan itupun terbatas di hari-hari di mana proyekku ga jadi beban pikiranku. Toh dari waktu hibernasi alias tidur maksimal 13 jam itu, paling hanya 7 - 8 jam yang termasuk kualitas tidurnya baik. Selebihnya mulai dari diganggu alarm, guling sana guling sini, dan sebagainya.

Tapi untungnya walau sempat dilanda panic mode karena proyek beberapa minggu yang lalu, aku masih bisa menikmati tidur walau terkadang juga kurang waktunya.

Selama 2 bulan liburan, (yap, 1 minggu lagi menuju kuliah), liburan pun tidak terasa seperti liburan. :) Lebih banyak duduk di rumah buat nongkrongin proyek. Kayanya perlu nih rencanain jalan-jalan ke Bali. Hehehe… :p Tapi belum cukup modal tampaknya. :(

Dan ternyata walau belum merasakan liburan yang benar-benar “liburan”, tapi toh ada kenikmatan tersendiri dari hasil kerjaku. Ah mungkin memang begini lebih baik, ga usah diubah lagi, toh daripada cuma online di internet dan bengong, masih lebih baik menjadi orang yang produktif dengan memanfaatkan waktu libur (kata orang-orang sih).

Akhirnya sebuah rangkaian kata pun (akan) terucap kalau ada orang yang bertanya “ngapain aja lo di rumah liburan kemaren?”, palingan aku jawab “di rumah, tidur, sendiri”. (dan semoga ga ada yang bilang “kamu kangen ga sih sama aku?” @_@ No time for this one for now)