Archive for the ‘The Life’ Category

Uh, panasnya dunia

4 Comments
Tags: , , , ,

Ahhh… Rasanya panas sekali Jakarta beberapa hari belakangan ini. Jangankan siang-siang, malam aja kadang rasanya panas banget. Tapi untungnya aku jarang juga terpapar ama AC jadi ga terlalu bermasalah ama suhu udara yang sedikit ekstrim ini. Keringat juga jarang keluar, walau rasanya tetap saja lebih panas daripada biasanya.

Dari laporan cuaca sih katanya dalam beberapa hari ke depan suhu udara akan berkisar 33°C sampai 34°C. Tadi sempat dengar juga dari berita bahwa posisi matahari berada pada posisi 7° lintang selatan yang berarti tepat di wilayah Jakarta. :pinch:

Hmm, pernah denger isu alias hoax yang katanya wilayah Indonesia bakal disinari matahari selama 36 jam yang beredar di internet beberapa hari yang lalu? Yah, walau akhirnya ga terbukti (dan secara logis memang ga bisa diterima sama sekali) tapi mungkin aja maksudnya suhu udara bakal mencapai 36°C. Siapa yang tahu kalau isu itu dibuat dengan maksud menyembunyikan sebuah pesan rahasia bahwa suhu udara akan mulai menanjak sampai ke angka 36 derajat Celcius. :D

Pengen makan es krim, atau jalan-jalan ke mall buat ngadem, tapi ga ada yang nemenin. Kalau pergi sendiri nanti jadi kerasa aneh dan ga jelas mau ngapain di sana. Atau mungkin pergi ke Puncak yang hawanya sejuk kaya yang sedang dilakukan seseorang sekarang ini. ~_~

Yeah, hot hot Jakarta. Rasanya bumi aja udah tau kalau sekarang suasana politik dan ekonomi dunia sedang panas, jadinya bumi ikut-ikutan memanaskan suasana dalam arti yang nyata dengan menaikkan suhu Jakarta dan suhu global.

Moral dari sebuah kisah

3 Comments
Tags: , , , , ,

Ini adalah sebuah kisah nyata dari dunia yang fana, bukan kisah dari dunia antah-berantah. Walau demikian sebuah kisah nyata pun bisa ditarik nilai moralnya. Di sini aku tidak menjadi seorang yang moralis atau cendikiawan yang pandai menarik nilai dan moral dari sebuah cerita, jadi para pembaca lah yang harus menarik ceritanya (yap, Anda lah orangnya). Walau demikian aku akan mencoba menarik moralnya walaupun ini menjadi sulit mengingat aku belum mencapai tingkat kebijaksanaan seorang Aristoteles. Arghh!! Banyak basa-basi, kita mulai saja ceritanya.

Berawal dari sebuah negeri antah-berantah. Eh… salah, dari negeri nyata yang terjadi sejak beberapa bulan yang lalu, sebuah acara direncanakan untuk dibuat oleh sekelompok para pelajar besar (baca: mahasiswa). Sebuah acara permainan bola, seukuran bakso (lebih gede dikit), bulat, berwarna kuning, kadang putih, ada bintangnya. Dan para pelajar itu pun menyusun rencana untuk bertemu di sebuah gubuk tua di pinggiran kota dekat dengan kuil di mana orang-orang banyak berbelanja dan menonton layar tancep raksasa. (ini ceritanya mulai ngaco nih :D )

(more…)

Cerita mengenai “hoki”

2 Comments
Tags: , , , , , ,

Kata temanku, “hoki mah nomor satu, kemampuan baru di nomor dua” mungkin bukan sesuatu yang salah secara mutlak. Paling ga itulah yang sempat aku pikirkan sejak beberapa waktu yang lalu. Memang bukan sekali dua kali temanku itu bilang seperti itu, tapi udah berkali-kali, dan memang udah berkali-kali juga aku mengalami peristiwa yang membuatku mengatakan “memang bener yah hoki bener-bener nomor satu”.

Aku sering membaca koran Kompas, dan dari koran itu yang cukup menarik perhatianku adalah bagian Redaksi Yth di mana para pelanggan Kompas atau siapapun dapat mengirim suatu surat pengaduan atau menceritakan permasalahan akan suatu produk atau jasa yang tidak berjalan dengan baik. Berbagai macam hal diceritakan di bagian itu, mulai dari kartu kredit, handphone yang cepat rusak, jasa pengiriman barang yang merusak barang, kehilangan koper di bandara, internet sering putus, sampai kepada kesemerawutan dan kesewenang-wenangan polisi di jalanan.

Yang menarik adalah bahwa tidak jarang produk yang mengalami kerusakan atau jasa yang didapatkan tidak benar, tetapi di sisi lain aku juga menggunakan jasa atau produk yang sama dengan si pengadu tersebut. Ambillah contoh, internet Speedy atau operator telekomunikasi Indosat Mentari atau juga handphone Sony Ericsson. Sebagian besar menuliskan kekecewaan kepada penyedia layanan atau produk bahkan mengajak orang lain untuk tidak menggunakan produk atau jasa itu lagi. Dan bukan cuma di Kompas saja, bahkan terkadang melalui milis, email berantai, blog atau website “hasutan” atau ajakan untuk meninggalkan suatu produk atau jasa sering dituliskan.

(more…)

Deuteranomaly?

No Comments
Tags: , , , , , , , ,

Beberapa hari belakangan ada satu hal yang cukup menarik dan menyita konsentrasiku yaitu buta warna. Entah karena apa waktu itu, tapi sejak beberapa minggu yang lalu saya mulai mencari-cari informasi mengenai buta warna atau color blindness, mulai dari Wikipedia sampai ke informasi dan blog orang lain mengenai kebutaan warna. Salah satu blog yang menarik yang menceritakan mengenai buta warna adalah Colblindor yang dibuat oleh seorang yang juga mengalami kebutaan warna merah atau protanopia atau protanomaly.

Setelah mencari tahu mengenai color blindness ini, saya pun mendapatkan perkiraan bahwa saya buta warna merah-hijau, atau paling tidak mengalami defisiensi walau tak sampai buta warna. Buta warna merah-hijau ini sendiri disebut Deuteranomaly atau Deuteranopia. Berikut ini beberapa hasil tes yang sempat disarankan oleh author dari Colblindor.

(more…)

Sebarkan pesan ini, atau Anda akan…

8 Comments
Tags: , , , , , ,

Ehem, kayanya dulu aku udah pernah cerita soal message-message yang menyebalkan yang sering diterima dari email, private message maupun di instan messanger seperti YM. Dan aku ingin sekali lagi bercerita soal ini karena baru-baru aja aku menerima pesan berantai yang menyebalkan itu lagi. :-l Dan kali ini aku tidak tinggal diam seperti sebelumnya. Aku malah membalas messagenya, tapi mungkin si pengirim itu sendiri ga membaca message-ku karena terlalu banyak orang yang kembali mengirimkan message yang sama kepadanya.

Inilah message yang aku terima:

MARING BAWONO SANGGUP SUKMO GONDO MAYIT NENG RUMEKSO INGSUN KASAJEN” anda baru saja melihat dan telah berikrar menikahi MAYAT.Kirim Message ini ke’10 temanmu.Jgn sampe putus dikamu.Klo terputus dia akan Menemani tidurmu Walaupun tak terlihat,tp suatu saat dia akan memperlihatkan dirinya!!..BNR2 TERJADI!!!..FAKTA!!!..SAKSIKAN NANTI DI ASAL USUL TRANS 7 KLO TDK PERCAYA!!<<<mending send all<<gw juga cuma send to all

Mamamia. :w00t: Sepertinya benar-benar mengerikan message itu. Sama mengerikan dengan message lainnya yang serupa walau tak sama. Yeah. You’re right! To sleep with a dead body? And it is a FACT? Ah, dunia ini memang gila, seperti biasa. Dan tampaknya tidak berubah dari waktu ke waktu.

Sejak kapan ijab kabul atau ikrar pernikahan langsung sah begitu membaca sebuah tulisan ikrar pernikahan itu, heh? Ketemu si “doi mummy” aja belum, kok udah dianggap sah nikah ama si MAYAT. Ga tau lah itu MAYAT singkatan dari Maya Ahma(t)d atau apa gitu, soalnya huruf gede semua. Dan satu lagi yang sucks, menikahnya dengan MAYAT yang artinya harus “terlihat”, tapi kenapa ditemanin tidur malah ga keliatan?

(more…)

Tiga hari bersama Ubuntu

4 Comments
Tags: , , , , , ,

Tidak terasa sudah lama ga menulis blog karena alasan yang bermacam-macam. Di antaranya lagi males, lagi sibuk karena ada proyek, lagi sibuk karena ada tugas kuliah, dan sekarang ada lagi satu alasan tambahan: lagi nyoba Ubuntu dan ngutak-ngatik.

Yuhuu…! Ubuntu. Pernah dengar? Bagi yang belum pernah dengar, Ubuntu itu merupakan salah satu distro atau varian Linux yang paling banyak digunakan belakangan karena user-friendly bagi sebagian orang. Di samping Ubuntu sebenarnya masih banyak distro lain yang dikembangkan secara lokal seperti BlankOn dan IGOS maupun dikembangkan oleh komunitas internasional seperti openSuSe, Mandrake, RedHate, Knoppix dan sebagainya.

Ubuntu yang belakangan aku coba adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Pertama-tama memang agak sulit untuk mengoperasikan sistem operasi ini berhubung aku sudah terlalu terbiasa dan “dimanja” oleh Windows. Berawal dari mencoba menginstall Ubuntu ini pada partisi yang memang sudah aku siapkan sejak aku pertama kali membeli laptop, karena rencananya dulu mau di-install Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon  walaupun akhirnya ga jadi karena error. Proses installasi berlangsung lancar menggunakan untuk Hardy, dan lebih stabil dibandingkan Gutsy.

Kemudian masuk ke tahap berikutnya yaitu mengkonfigurasikan seluruhnya, dan masih seperti sebelumnya proses ini agak sulit karena memang belum terbiasa. Setelah 1 hari mencoba-coba, akhirnya sudah mulai terbiasa dengan tampilan baru ini.  Dan yang paling menyenangkan adalah menggunakan command line pada Ubuntu ini. Yap, menggunakan Linux memang akan banyak berkutat dengan command line mulai dari menginstall software baru atau pun melakukan hal-hal lainnya.

Tahap berikutnya pun masuk ke proses untuk mengubah tampilan Ubuntu menjadi lebih “wah”. Dan aku berhasil melakukannya dengan menggunakan Compiz-Fusion dan juga Emerald Theme Engine. Sekarang tampilan dan efek yang terdapat di Ubuntu yang aku jalankan pun ga kalah dengan efek Aero di Vista dan Mac OS X. Dan efek yang bisa didapatkan dari Ubuntu ini pun lebih banyak daripada efek yang selama ini terdapat di OS lainnya. ;) Dan tentu saja sebenarnya Compiz-Fusion ini tidak hanya bisa diinstall di Ubuntu, melainkan juga di distro Linux yang lain.

Satu hal yang belum berhasil aku lakukan di sini adalah melakukan kalibrasi warna layar. Pada dasarnya warna layar laptopku cenderung bersifat cool, yang artinya warna putih cenderung terlihat kebiruan. Sehingga hampir setiap kali browsing, aku merasa nuansanya terlalu “biru”. Walaupun warna ini cenderung soft dan dianggap menyejukkan mata, tapi mata ku justru lebih cepat lelah dibanding menggunakan warna yang agak warm atau normal. Kalau di Windows aku dengan mudah bisa melakukan perubahan terhadap warna layar melalui software driver yang disediakan oleh Intel, tetapi di Ubuntu ini aku masih terus berusaha mencari caranya.

Ah iya, bagi orang yang penasaran, coba aja menggunakan Ubuntu. Bukan hal yang sulit kok buat belajar Ubuntu, asalkan punya niat buat mencari bantuan di internet bila ada masalah karena memang itulah caranya hidup dalam dunia Linux yang open source dan community-based. ;) Dan jangan lupa juga buat menyiapkan mental kalau menemui kegagalan.

Tiga hari ini baru menjadi awal bagiku untuk menggunakan Ubuntu, dan ke depannya mungkin (dan semoga) aku akan lebih sering lagi menggunakannya. ;)

Go Ubuntu Go!!!

They call it politic, dude

1 Comment
Tags: , , , , , , , , , ,

Saya bukan orang yang terlalu suka dengan politik. Saya juga bukan orang yang mengerti banyak soal politik. Saya pun bukan seorang yang mendalami ilmu politik dan juga orang yang secara aktif berada di dalam lingkup politik. Tapi belakangan politik menjadi semakin menarik mengingat perkembangannya di dunia belakangan.

Ada paling tidak 3 hal yang menarik beberapa waktu belakangan. Pertama, pemilihan dan kampanye presiden Amerika Serikat (AS) antara Barack Obama dan John McCain. Kedua, persiapan Pemilu 2009 untuk Indonesia dengan jumlah partai yang saya sendiri ga ingat persis. Ketiga, perdebatan politik saya dan teman-teman saya melalui conference di YM.

(more…)