Archive for the ‘The Romance’ Category

Senang dan merasa aneh :D

4 Comments
Tags: , , , ,

Apa yang mau aku tulis di sini? Tak ada. Ga terpikir apa yang mau ditulis. Hanya saja ingin mengatakan bahwa aku merasa senang untuk beberapa hari ini, dan juga merasa (agak) “aneh”. Hohoho…

Yah hari itu entah kenapa bisa terjadi peristiwa yang “aneh” itu. Tapi yah mungkin sudah takdir, mungkin sudah direncanakan oleh yang di atas sana, mungkin juga kebetulan. Who knows?

Paling tidak aku sudah menjadi bintang bagi seseorang.

Paling tidak aku sudah merasakan hari aneh yang sebenernya juga merupakan hari yang istimewa.

Paling tidak aku sudah merasakan rasanya bermain sinetron dalam hidup yang nyata.

Paling tidak aku sudah menemukan perasaan aneh yang belum pernah aku rasakan seperti sebelumnya.

Paling tidak aku sudah merasa seperti orang bodoh, tapi sekaligus menjadi orang yang paling istimewa di dunia.

Yah, dan paling tidak lainnya yang tidak bisa aku tulis dengan kata-kata (berhubung nanti yang baca juga bisa aja jadi ge’er dan senyam-senyum sendiri) :p

Semoga saja aku ga menyesal menjadi bintangnya saat ini. Dan tentu saja semoga dia juga tidak menyesal dengan menjadikan aku sebagai bintangnya.

The journey will take long time, and from now I started a new chapter in the Etersoul’s journal that I never wrote and told before. ;)

I’m surrender

13 Comments
Tags: , , , ,

Aku menyerah. Mungkin itu yang bisa aku katakan saat ini. Menyerah terhadap sesuatu yang sudah lama kuperjuangkan. Menyerah dalam keadaan yang sebenarnya tidak rela tapi aku rasa memang jalan ini harus kutempuh. Baik ataupun tidak baik, aku memilih untuk menyerah dari perjuangan cintaku kepadanya.

Toh sejak lama aku mendekati dia dan berusaha memahaminya, aku tetap tidak pernah bisa menebak isi hatinya. Aku bahkan tidak yakin bahwa di dalam hatinya ada sedikit bagian dari diriku. Rasanya selama ini dia masih belum bisa menganggapku “setara” dengannya, dan masih menganggapku sebagai “senior”-nya walau hal ini sudah berulang kali aku tegaskan padanya untuk tidak lagi memangganggapku sebagai senior. Yah, tidak lebih dari itu. Apalagi ketika dia menolakku saat aku menyatakan perasaanku, dia tidak mengatakan bahwa “lebih baik kita temanan aja yah” seperti yang sering dikatakan oleh para perempuan yang menolak pernyataan suka laki-laki.

Satu lagi yang menjadi pengganjal di hatiku dan pikiranku, bila nanti dia sudah lulus (dan sudah pasti lulus), apakah mungkin aku masih bisa menemuinya dan mengejarnya? Temannya sempat mengatakan hal itu kepadaku. Tetapi kini aku menyadari bahwa ini lebih sulit dari yang kubayangkan. Mungkin setelah lulsu, dalam satu tahun aku hanya dapat menemuinya maksimal 3 kali yaitu pada saat Persami PMR sekolahku. Itupun kalau dia mau datang karena teman baiknya yang juga ikut di PMR tidak melanjutkan study di Indonesia, melainkan Malaysia. Kalau soal mengajak ketemuan sih secara logis memang merupakan satu-satunya jalan. Minggu lalu aku sempat mengajaknya menonton lewat SMS, akan tetapi jawabannya cukup simple “ga mau ah” tanpa adanya pertanyaan lebih lanjut misalnya “nonton sama siapa?” atau “bagus ya?”. Dia hanya mengatakan “ga mau aja”, sebuah jawaban tanpa alasan yang membuat aku putus asa dan kecewa.

Untuk saat ini tampaknya memang enak menjomblo dan hidup bebas. Memiliki dia di hatiku sebagai tempatku memberi perhatian sudah cukup berarti bagiku. Toh siapa tahu ke depannya kita justru akan bertemu lagi dan memulai awal yang baru. Yah, siapa tahu. Seperti saudara sepupuku dengan pacarnya yang kini sudah bertunangan. Mereka tidak bertemu sejak lulus SMP tetapi sejak 1 tahun yang lalu menjalin hubungan kembali sampai akhirnya bertunangan. Kemungkinan ini memang bisa terjadi. :)

Agak berat untuk melepaskannya, tapi itulah yang aku lihat sebagai pengorbananku yang paling besar sampai saat ini. Walau aku melepaskannya, perasaan yang kumiliki kepadanya mungkin tidak akan hilang dengan segera. Aku masih menyukainya, jujur saja. Hanya saja ini mengingat kondisi antara kami berdua yang belum cocok untuk berhubungan lebih lanjut.

Temanku sempat berkata “paling ga karena lu ga mikirin dia lagi, pikiran lu lebih tenang kan”. Sayangnya aku harus mengatakan tidak. Aku malah ingin memiliki seseorang yang aku sayangi untuk aku pikirkan daripada tidak memikirkan apapun. Lagipula ketika aku dulu masih mengejarnya dan sangat memikirkan dia, aku bisa mengerjakan proyek, pekerjaan-pekerjaanku dan berkuliah dengan baik. Hal yang tidak berbeda dengan saat ini, yang menandakan memikirkan seseorang seperti dia tidak mempengaruhiku bidang lain.

Hm, oleh karena itu, di blog ini akan sangat jarang menemui tulisan mengenai dia lagi. Apalagi belakangan ini aku juga sudah jarang menulis mengenai dia. Sampai saatnya aku menemukan dia-dia yang lain, blog ini pun akan berisi mengenai sisi hidupku yang lain.

Aku, masih memiliki hidupku. Kini aku menjalaninya tanpa dia. Aku rasa masih lama sampai aku mendapatkan “seorang pendamping hidup yang sejati”. (hmm, terlalu berat yah istilahnya?)

Tampaknya pintu itu masih tertutup

2 Comments
Tags: , , ,

Sejak beberapa waktu yang lalu aku mengetuk pintu hatinya, aku mulai sedikit demi sedikit mengurangi kebekuan di antara kita berdua. Mulanya aku mengira pintu itu sudah mulai sedikit terbuka dan suasana sudah menjadi lebih hangat. Ternyata kebekuan itu masih ada.

Hari demi hari sebenernya diliat dari SMS yang kukirim kepadanya dan juga balasannya, tampaknya semua berjalan seperti biasa, bahkan melebihi perkiraanku.

Tetapi dalam 1 hari, yaitu hari ini, semua berubah sekejap. Sikapnya agak berbeda hari ini selama mengerjakan tugas di rumahku. Tidak seperti hari-hari sebelumnya ketika dia tampak lebih ceria dan bersemangat.

Apa karena dia sedang sakit? Atau karena apa yang terjadi di sekolahnya belakangan? Ataukah ada sesuatu yang disembunyikan? Sampai-sampai hari ini tidak tampak raut keceriaan itu lagi di wajahnya. Padahal siang harinya dia masih sempat mengirim SMS kepadaku sebagai konfirmasi bahwa dia bersama temannya mau ke rumahku hari ini. Yang lebih membuatku yakin pintu itu terbuka juga adalah saat dia membalas SMS ku malam sebelumnya.

Ataukah itu hanya pikiranku saja yang berlebihan mengingat saat ini kondisiku sedang tidak fit karena sakit juga?

Aku ga terlalu mengerti. Atau aku yang tak mau mengerti?

Apakah pikiranku terlalu banyak diisi oleh rasa khawatir dan takut akan kehilangan dia sampai-sampai setiap kata yang tidak terlalu dapat kuterima menjadikannya seakan-akan aku kembali ditolak oleh dirinya?

Ahh, sudahlah untuk hari ini. Masih banyak hari lainnya. Mungkin masih perlu waktu untuk mengetuk pintu itu dan menghangatkan suasana antara aku dan dia.

Lagipula aku sedang sakit, dan tampaknya perlu waktu untuk istirahat dari banyak pikiran.

Sebuah pilihan

9 Comments
Tags: , , , , , ,

Yak, tepat tanggal 15 Maret 2008 kemaren akhirnya aku melakukan langkah yang cukup besar dalam hal cinta. Hmm, mungkin kedua terbesar sih. :p Beberapa orang mengatakan langkah ini disebut penembakan, ada orang lain lagi menyebut hal ini sebagian pengakuan, pengungkapan atau pernyataan cinta atau perasaan, dan dalam bahasa Inggris terkenal dengan sebutan to confess.

Yah memang tampaknya aku harus mengambil langkah ini mengingat sudah terlalu lama aku bertahan dalam posisi yang diam dan tidak banyak berubah. Perlu lebih dari satu setengah tahun sampai akhirnya aku menyatakan perasaanku. Sebuah rentang waktu yang cukup lama bagi kebanyakan orang karena aku melihat banyak orang yang berpacaran sekarang ini hanya perlu waktu 1 minggu sampai 1 bulan untuk pendekatan.

(more…)

Terlalu berlebihankah diriku?

2 Comments
Tags: , , , ,

Kadang aku merasa semakin hari aku semakin berlebihan dalam sebuah hal yang bernama “cinta”. Entah ini hanya perasaanku saja atau memang pada kenyataannya aku berlebihan. Lalu kenapa aku bisa berpikir bahwa aku berlebihan dalam hal ini?

Tampaknya aku terlalu sering membicarakan dia dengan orang lain. Tapi jujur aja, aku membicarakan dia karena aku ga ingin memendamnya di dalam hati dan pikiranku sendiri. Aku suka padanya (atau bolehkah aku bilang bahwa aku sayang padanya?), tidak untuk dijadikan suatu rahasia dan penyangkalan. Tapi tentu saja aku hanya membicarakan ini dengan orang-orang yang benar-benar kukenal, tidak ke sembarang orang. Apakah aku memang terlalu sering membicarakan dia sampai aku tampak menyebalkan?

Ataukah aku terlalu berlebihan kalau menulis cerita mengenai dia dalam blog ini?

Entahlah, rasanya pikiran ini seperti makin memberatkan diriku saja. Terlalu banyak pikiran. Terlalu banyak berpikir. Terlalu banyak memikirkan yang seharusnya ga kupikirkan. Bahkan isi pikiranku pun terlalu berlebihan.

Pandangan untuk melihat dirinya dalam hatiku tidak jarang tertutup oleh pikiran-pikiran itu. Ingin rasanya membuang jauh semua pikiran-pikiran itu supaya aku bisa benar-benar melihat dia dalam hati ini dan juga melakukan sesuatu yang nyata dan berarti baginya.

Hanya itu.

Shocked, speechless, and… wordless

1 Comment
Tags: , ,

I was shocked. Really shocked. My heart beat so fast, so fast until it felt like stopping to beat. My blood boiled on my head and it made me cannot think anything else for a short time. Just because one word on her SMS which contain a very deep meaning to me. The deepest one I ever get from her (and even from any girls I ever know). I don’t want to give any assumption on what is the meaning of that word because many people said “assumption” is dangerous. >.<

I don’t know whether I must be happy, afraid, or else.

PS: Sang penulis sedang kalut sekarang ini. Ga bisa mikir apa-apa lagi untuk lanjutin entry ini. Jadi entry ini berakhir sampai di sini saja dulu.

Update: Lupakan… (_ _ !) Koq jadi gila sendiri yah. Mulai berasumsi dan berhalusinasi. (loh…) Seakan itu ga deepest. Soalnya gue ga punya mistar buat ngukur depth nya. :p Tapi tetap aja, ini deep juga…

Happy Birthday to You, the Sweet One

5 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Inilah sebuah kisah mengenai sebuah hari yang spesial untuk seorang perempuan yang telah ada di hatiku sejak lama. Sebuah hari spesial yang hanya dirayakan setahun sekali. Yah, itulah hari ulang tahunnya. Dan hari itu jatuh tepat pada hari ini, 2 Maret.

Kisah ini terjadi berbarengan dengan sebuah event di PMR SMA BHK yaitu Persami II untuk calon angkatan 14 yang juga diadakan pada tanggal 1 sampai 2 Maret 2008 ini.

Berawal dari kegiatan yang biasanya dilakukan dalam setiap Persami khususnya Persami di luar sekolah yaitu di Cibubur, hari pertama diisi dengan kegiatan seperti praktek evakuasi serta acara-acara untuk mempererat persaudaraan antara junior dengan sesama anggota junior maupun junior dengan senior.

(more…)