Posts Tagged ‘3G’

3G penyebab baterai boros?

2 Comments
Tags: , , , , ,

Apa teknologi 3G menyebabkan baterai handphone menjadi boros? Mungkin jawabannya iya, mungkin juga ga.

Aku pernah membaca artikel di koran mengenai bagaimana caranya menghemat baterei handphone, dan di sana ga ditulis bahwa mengaktifkan mode 3G bisa membuat baterai handphone lebih boros. Tapi pada kenyataannya, G900 yang aku pakai sekarang ini cukup menghabiskan baterai ketika 3G dinyalakan. Bila dengan 3G baterai hanya bertahan 3 sampai 4 hari, tanpa mengaktifkan 3G baterai handphone ku masih berada pada posisi 68% setelah 3 hari tidak di-charge.

Selidik punya selidik, ternyata saat menggunakan sinyal 3G, handphone ku hanya menangkap 2 sampai 3 bar sinyal saja dari 5 bar yang ada. Sedangkan pada mode GSM/GPRS, sinyal yang didapat 4 sampai 5 bar alias penuh. Kemungkinan terbesar dari keborosan itu adalah G900 yang aku pakai berusaha mencari sinyal 3G yang lebih kuat sehingga menggunakan lebih banyak energi baterai. Tapi itu baru kemungkinan. Soalnya sewaktu aku menggunakan K618i, sinyal 3G yang ada di rumahku cenderung 4 sampai 5 bar, ga seperti G900 ini.

Kenapa bisa beda-beda gini yah? o_O

G900, kapan kau jadi milikku?

2 Comments
Tags: , , , , ,

Inceran baru: Sony Ericsson G900. Yey… Sebuah HP revolusioner, sebuah mahakarya dari Sony Ericsson, sebuah peralatan impian, sebuah… Ga tau lagi.

Entah kenapa pertama kali ngeliat iklan Sony Ericsson (SE) G900 di Kompas satu bulan yang lalu rasanya langsung jatuh hati sama handphone ini. Pada dasarnya tipe ini untuk kalangan bisnis, tapi rasanya itu ga menghalangiku untuk tergiur dengan ponsel ini. Fasilitas menggiurkan seperti 3G, layar touch screen dan kamera 5 MP telah ditanamkan di G900. Dan tentu dengan harga launching yang sulit diterima oleh kocek kebanyakan orang: 4 juta rupiah lebih, sebuah angka yang luar biasa bagi orang yang menganggap “ngapain punya handphone yang mahal-mahal”. Soalnya saya juga sempat berpikir soal ini.

Mungkin masih harus tunggu 2-3 bulan lagi sampai aku benar-benar punya cukup modal buat beli ini, dan juga nunggu harganya turun. :| Semoga aja banyak handphone tipe baru yang diluncurkan SE dalam 2-3 bulan ini supaya harganya cepat turun. Lagipula sekarang masih harus nabung buat beberapa kebutuhan dasar, mulai dari bayar kuliah sendiri, balikin modal buat laptop, beli gitar baru, beli modem cable yang baru dan kemungkinan buat pasang Fastnet berhubung dd-ku juga bakal tinggal di tempatku yang membuat bandwidth 1GB / bulan ga akan cukup.

Ah, ternyata susah juga buat ngatur pemasukan dan pengeluaran sendiri. :|

Hilang banyak, terlalu banyak

No Comments
Tags: , , , , , ,

Sebuah rekor terbaru telah dipecahkan hari ini. Rekor baru pecah, bukan hal yang menyenangkan, tapi hal yang menyesakkan. Argghh.. Yah, pertama kali dalam sejarah aku kehilangan pulsa 0,02 juta rupiah, di mana seharusnya hanya 0,003 juta rupiah… (sori yah banyak nol nya, soalnya mau saingan ama operator telepon seluler yang pake banyak nol)

Ceritanya itu pagi ini aku mau pake internet dari Mentari. Seperti yang sudah pernah aku bilang di entry sebelumnya, Mentari memiliki 2 skema tarif untuk data yaitu volume-based dan time-based. Volume based memiliki tarif Rp. 1 / KByte, sedangkan time based memiliki tarif Rp. 100 / menit. Rencananya pagi tadi mau pake 30 menit aja lewat laptop baru dengan menggunakan time based, karena penggunaan time based di laptop terasa lebih cocok bila ingin mendowload file. Ternyata tanpa kusadari, aku memilih yang volume-based.

Selama 30 menit aku menggunakannya tanpa sadar bahwa aku sudah melakukan transfer data sebanyak 26 MBytes. :cry: Hilanglah 24 ribu rupiah ditambah pajak 10% sehingga hampir mendekati 30 ribu. Padahal bila menggunakan time-based, cukup menghabiskan 3000 rupiah ditambah PPN. Setelah menyadari itu, aku langsung menghapus koneksi volume-based yang aku buat di laptop dengan harapan aku tidak salah memilih lagi.

Yah mungkin lain kali harus lebih cermat dan hati-hati dalam memilih. >.<

Anyway, karena peristiwa ini aku juga baru mengetahui bahwa skema tarif time-based bukan 100 rupiah / menit, melainkan 50 rupiah / 30 detik. Selain itu juga menyadari bahwa jaringan 3G di daerahku sudah cukup kuat dan stabil. Tidak seperti dulu di mana sinyal 3G sering hilang bila pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Menyebalkan kalau harus membayar 7 kali lebih banyak karena salah memilih jenis koneksi.

Tariff War of Cellular Operator

9 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Bila di dalam dunia internet terdapat istilah browser war alias perang browser yang pernah berlangsung dua kali pada tahun 1990-an (antara IE dan Netscape) dan juga 2000-an (antara IE, Firefox, Opera dan Safari), maka di dunia telekomunikasi Indonesia terdapat yang disebut perang tarif atau tariff war. Perang ini terjadi sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu antara beberapa operator telepon selular di Indonesia, khususnya GSM.

Seperti yang diketahui, sebelumnya tarif telepon sesama telepon seluler dan tarif interkoneksi antar operator telepon selular di Indonesia cukup mahal daripada negara-negara lain. Tiga operator telepon seluler utama seperti Telkomsel, Indosat dan XL pada awalnya lebih mengutamakan fitur Short Message Service (SMS) sehingga perang tarif pertama terjadi dalam dunia SMS.

(more…)