Posts Tagged ‘bulan’

Satu bulan tanpa blog

Ga kerasa, sudah satu bulan lebih aku ga menulis blog sama sekali. Memang hal ini dikarenakan beberapa hal, yang pertama adalah kesibukanku dalam skripsi, kedua adalah karena kesibukanku dalam proyek freelance-ku. Yang terakhir tentu saja karena rasa malas menulis blog belakangan ini. Yah jujur aja aku berkata seperti itu karena dalam kesibukanku pun seharusnya pasti aku masih bisa meluangkan waktu untuk mengupdate content blog ini. :)

Selama satu bulan ini, tentu saja banyak hal yang menarik yang sebenarnya ingin aku ceritakan di blog ini. Oleh karena itu, untuk kali ini aku akan merangkumnya dalam satu entry saja, tetapi tentu dengan banyak sale alias potongan sana sini supaya entry ini ga terlalu panjang. Kita mulai saja dengan hari-hari yang paling dekat dengan terakhir kali aku menulis blog.

Tanggal 20 – 21 Oktober 2009, aku mengikuti lomba ACM/ICPC Jakarta Regional Contest di Binus. Ini adalah kali pertama aku mengikuti ICPC, tetapi juga menjadi kali terakhir mengingat waktuku menjadi mahasiswa perguruan tinggi (S1 tentunya) hanya tinggal beberapa bulan lagi (semoga sih begitu karena memang aku pengen cepat lulus). Yah namanya kontes regional, tentu saja ada peserta dari negara Asia lainnya seperti dari Singapura, Malaysia, Taiwan dan China. Soalnya? Susah. Berhubung juga memang karena belakangan aku ga bisa ikut training rutin karena kesibukanku dalam mengurus proyek, jadi bisa dibilang kalau aku mengikuti kontes ini juga seakan-akan main masuk aja tanpa persiapan yang matang. Alhasil tim-ku (EC Panda) hanya menduduki peringkat 37 dari 67 tim peserta kontes. Agak mengecewakan sih, posisi itu masih berada di bawah dari 1/2 jumlah peserta, padahal aku sendiri menargetkan berada di atas 1/2 jumlah peserta itu, minimal peringkat 33. Yah, ga apa-apa, yang penting sudah mencoba daripada ga sama sekali. Thanks buat semua yang udah memberi semangat, dan juga yang udah memberikan kesempatan aku mengikuti lomba semacam ini.

Tanggal 26 Oktober 2009, untuk pertama kali merasakan suasana kompetisi dalam pelelangan proyek bersama dengan project manager-ku. Tentu hanya aku yang baru pertama kali merasakannya, soalnya project manager-ku pasti sudah berkali-kali mengikuti lelang seperti ini. Hari itu aku hanya sebatas membantu project manager-ku dalam menggerakkan slide presentasi dan juga membantu dalam mendemokan prototype aplikasi, sedangkan project manager-ku lah yang mempresentasikan secara keseluruhan. Mungkin pengalaman yang berharga mengingat dari sana aku juga diajari bahwa lelang dan management proyek di dunia nyata itu jauh lebih kejam dari teori yang diajarkan di kelas-kelas perkuliahan.

Sebenarnya 2 paragraf di bawah mengenai Geocities ingin aku tuliskan dalam satu entry khusus pada tanggal 26 Oktober 2009, akan tetapi ga sempat (baca: malas) sehingga dirangkum saja jadi 2 paragraf di sini. Di tanggal ini juga bertepatan juga dengan hari ditutupnya layanan Geocities oleh Yahoo!. Salah satu website yang menjadi kontributor dot com bubble dan internet booming pada awal tahun 2000-an. Aku juga salah satu pengguna Geocities yang sejak tahun 2001 pernah mengupload web pribadi, yang pertama kali aku pelajari dan aku buat. Yah, sampai saat ditutup layanan Geocities tidak banyak berubah sejak pertama kali aku gunakan, misalnya hanya melayani konten statik, bandwidth yang terbatas hanya 4 MB / jam, space yang hanya beberapa puluh MB saja, sampai tampilan file manager-nya. Mungkin bagi sebagian orang yang mengingat Geocities juga akan mengingat penggunaan istilah dan teknologi web kuno (yang bahkan masih digunakan sampai sekarang di jaman sekarang ini), misalnya saja tag <marquee>, tag <blink>, desain layout dengan table, background dengan gambar gif animasi, dan lainnya. Bahkan web semacam xkcd.com pun sempat bernostalgia hari ini dengan menampilkan tampilan web seakan-akan kembali ke jaman baheula.

Sangat disayangkan sih Geocities sampai ditutup, padahal sebelumnya beberapa file bisa dihosting di sana secara gratis. :p Tapi mungkin memang layanan ini sudah ga menguntungkan lagi bagi Yahoo!, dan mungkin juga ga menarik lagi bagi sebagian besar orang untuk digunakan. Apalagi di luar sana banyak hosting-hosting gratis lainnya yang sudah mensupport lebih banyak fasilitas daripada hosting Geocities yang cenderung statik dan beriklan walaupun gratis. Terima kasih untuk Geocities karena telah menjadi salah satu pendorong minatku pada dunia web dan internet. Mungkin kalau dari dulu aku belum mencoba mengenai Geocities, belum tentu aku punya minat pada dunia web, internet dan komputer seperti sekarang. Lalu gimana dengan konten dari account Geocities-ku sendiri? Aku sudah mem-backup nya dan akan diupload suatu saat nanti, termasuk juga web yang paling pertama yang pernah aku buat di tahun 2001 (jadi malu saya :”> ).

Tanggal 29 Oktober 2009, Ubuntu 9.10 Karmic Koala dirilis. :D Tapi tentu saja aku belum mengupdate laptopku hari itu juga karena belum sempat. Aku baru sempat mengupdate nya di bulan November. Tapi secara keseluruhan memang update ini sangat memuaskan. Tidak banyak bug seperti Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope kemarin. Compiz bisa digunakan secara lancar, tombol wireless bisa digunakan tanpa masalah, dan tampilan boot dan splash screen yang menyenangkan, apalagi dengan menggunakan GRUB2 yang sempat membuatku panik karena sempat membuat laptopku ga bisa di boot. Belakangan jadi lebih tertarik menggunakan Ubuntu daripada Windows berhubung memang di Windows pun aku jarang memakainya untuk bermain game (aku rasa inilah alasan kenapa banyak orang yang masih bertahan menggunakan Windows sekalipun hanya bajakan), apalagi IDE yang biasa aku gunakan yaitu NetBeans juga sudah bisa terinstall di Ubuntu tanpa masalah.

Tanggal 3 November 2009, sekali lagi aku diajak oleh manager proyek-ku untuk mengikuti lelang. Kali ini acaranya dilakukan di Bandung, tapi tentu saja hanya dalam satu hari harus bolak-balik Jakarta. Berangkat pagi-pagi jam 6, sampai di Bandung jam 9 dan menunggu acara dimulai jam 11. Acara yang diikuti disebut aanwizjing, yang sempat aku kira tulisannya adalah unwising, semacam technical meeting atau briefing acara kalau dalam kompetisi atau lomba-lomba. Dan di sini dan juga selama perjalanan aku belajar banyak hal.

Tanggal 8 November 2009, adik dari pacarku ulang tahun. Hepi b’day. :D Satu hal yang pasti aku sempat membuat hari ini jadi rada berantakan karena sempat menjatuhkan kue ulang tahunnya ketika pacarku baru saja membelinya di Mall Taman Anggrek. Maaf yah :(

Tanggal 9 November 2009, Mozilla Firefox ulang tahun yang ke-5. Hepi b’day. :D Semoga akan tetap selalu menjadi browser terfavoritku seterusnya. Keep up the good work.

Tanggal 11 November 2009, berselang 2 hari setelah ulang tahunnya, Firefox versi 3.6 beta 2 diluncurkan. Sebenarnya aku sudah mencobanya sejak beta 1, dan perubahan yang terjadi ga terlalu banyak. Mungkin malah dalam Firefox ini yang terbiasa dengan behavior ketika membuka tab baru harus diubah. Sebelumnya, membuka tab baru akan membuat tab tersebut muncul di paling ujung. Sekarang membuka tab baru hasil dari tab yang sudah ada akan membuat tab tersebut muncul di posisi setelah tab tersebut. Agak sulit dijelaskan sih, tapi kalau bingung, coba saja pakai Google Chrome karena behavior-nya sama dengan Chrome atau langsung coba beta 2 ini. :D

Di hari ini juga kiamat menjadi trend tersendiri di kalangan anak muda dan orang tua karena sudah masuk ke dalam dunia Hollywood. Yeah, apalagi kalau bukan 2012. Bukan tahun, tapi judul film, tapi memang berhubungan dengan tahun sih. Bahkan sampai dibahas di berita-berita segala, dan dengar-dengar bahkan antrean di bioskop panjang. Entah karena filmnya bagus, atau karena penasaran dengan visual effect yang katanya banyak banget, atau karena pengen ngeliat akhir dunia itu kayak gimana sebelum memutuskan bakal bertobat atau lebih banyak berbuat dosa lagi sebelum hari itu datang. Paling ga dengan antrian itu membuktikan, “kiamat adalah sesuatu yang keren” alias “apocalypse is cool”. :cool:

Tanggal 12 November 2009, selamat ulang bulan tidak menulis blog. Terakhir kali menulis blog adalah tanggal 12 Oktober 2009 yang lalu, makanya ga aneh kalau kita harus merayakannya :D

Tanggal 14 November 2009, pergi ke CL buat potong rambut ditemani pacar, tapi sialnya pas ngantarin pacar pulang ke daerah Binus, dia malah kena copet. Alhasil sebuah handphone Nokia 6600 pun hilang. Ga habis pikir sih ada aja kenapa di jaman yang handphone pun udah jadi barang yang wajib dimiliki semua orang, masih ada aja yang mau mengambilnya. Harga handphone nya secara materiil memang ga seberapa, tapi kenangannya memiliki nilai yang ga berharga. Tapi yah yang namanya orang jahat mana peduli dengan apa yang dialami orang lain, yang penting dirinya kan senang sendiri. Malah masih sempat-sempatnya minta orang yang ada di daftar kontak handphone itu buat ngirim pulsa segala. Ckckck… Maling jaman sekarang. Semoga aja orang yang ngambil handphone itu hidupnya ga bakal tenang selamanya dan masuk neraka (kalaupun tuh orang percaya ada neraka). Iya betul, ini gue lagi sumpahin tuh orang. Sorry, but no sorry for you. Ah, kutukan itu juga berlaku buat penadah handphone curiannya kalau memang dia tahu itu handphone curian tapi tetap berniat menadahnya. Dan juga jatuh kepada pembelinya yang udah tahu itu handphone curian, tapi tetap beli dan pakai tuh handphone. Jadi dah tuh handphone bertuah. Tunggu kehadiran Hurry Copter: the Sorcerer’s Phone. Kalau mau cerita yang lebih lengkap, silahkan baca di blog pacarku.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai 1 bulan terakhir ini. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak hal yang harus dilakukan. Dan masih banyak fenomena yang harus diikuti, mulai dari cecak vs. kadal sampai kekonyolan supir Metromini yang membahas soal aturan baru sampai aku bisa menarik kesimpulan bahwa aturan ada di tangan mereka, bukan pemerintah atau pihak yang berkuasa lagi (ini namanya People’s Power kah?). Ah, sedikit cerita aja deh, kemarenan sempat ada tempelan di pintu Metromini B91 yang memberitahu kepada sopir bahwa mereka ga boleh mengoper penumpang, dan kalau mengoper didenda 3 kali ongkos per orang dikali jumlah penumpang yang dioper. Ada lagi peraturan bahwa mereka ga boleh mendahului dari jalur kanan yang berlawanan arah, atau mereka kena skors 3 hari tidak boleh narik. Tapi yah dari pembicaraan yang sempat aku dengar di antara para supir waktu itu, mereka ga peduli dengan hal itu, dan toh memang kenyataannya masih banyak yang mendahului dari lajur kanan dan ngoper-ngoper, bahkan mengingatkan supir lain yang mau tertib untuk melanggar aturan itu. Masa bodo lah, jalanan dikuasai oleh setan jalanan belakangan, termasuk juga orang yang udah kena kutukan di atas itu, apalagi polisi belakangan juga ga bisa terlalu dipercayai lagi karena main jadi buaya-buaya-an, kan?

Kapan-kapan lanjut lagi deh ceritanya. Semoga dalam waktu dekat bisa nulis lagi. :D

Kenapa Harus Protes atas Kemajuan Teknologi dan Sains?

Kita hidup di jaman yang bisa dibilang modern dan maju. Yah, pernyataan ini secara relatif, karena 50 tahun yang lalu pun kalau kita hidup di jaman itu dan hidup di tempat dan lingkungan yang tepat, kita sudah bisa dibilang modern walaupun di jaman sekarang dibilang kuno. Ketika televisi muncul pertama kali untuk dinikmati keluarga kaya raya, setiap orang yang memiliki televisi bisa dibilang modern. Sekarang, bahkan punya sebuah handphone saja bisa dibilang sudah biasa dan bukan lagi indikasi sebagai seorang yang modern.

Oke, cukup cuap-cuap mengenai modern dan ga modern itu dilihat dari sisi teknologi yang ditujukan untuk konsumsi orang banyak. Sekarang kita lihat dari sisi produsen, khususnya produsen dalam ilmu pengetahuan dan sains (atau sains itu sama dengan ilmu pengetahuan?).

Kita ga perlu melihat jauh-jauh ke negara seberang, mari kita lihat ke negara kita sendiri dulu. Bisa dibilang Indonesia sudah cukup maju dalam bidang teknologi dan sains di mana Indonesia berhasil menciptakan teknologi yang sudah pernah diciptakan di negara lain secara mandiri. Selain itu prestasi dalam bidang sains dengan banyaknya memenangkan lomba di tingkat internasional menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Tapi satu yang disayangkan, masih banyak orang yang ga paham mengenai percobaan sains dan kemajuan teknologi di negara lainnya. Paling ga, mereka melihat kemajuan itu hanya dari sisi negatif, bukan dari sisi positif. Oke lah, ini normal, kebanyakan orang memang sirik, tapi ingat bahwa sirik tanda ga mampu (katanya).

Mungkin rasa sirik ini bermula karena memang Indonesia ga terlalu menonjol dalam hal astronomi dan teknologi luar angkasa. Di astronomi, Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal dibanding negara-negara besar lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan India. Yah, kita memang menang di Olimpiade Astronomi dunia, tapi sayangnya kemenangan itu ga diikuti dengan praktek yang ada. Indonesia masih menjadi negara konsumen yang pretasinya sebatas meluncurkan satelit komunikasi dan satelit-satelit lainnya, itupun komponennya dirakit di luar negeri dan kendaraan peluncurnya pun merupakan peluncur dari luar negeri. Kalaupun ada prestasi dari warga negara Indonesia, mereka adalah orang-orang yang bekerja di luar negeri, bukan di negeri ini sendiri, mungkin karena memang di negeri orang lain mereka lebih dihargai dan fasilitas yang disediakan lebih baik untuk penelitian astronomi mereka. Alhasil karena bekerja di luar negeri, maka prestasi itu adalah prestasi negara seberang.

Lucunya, selalu saja ada alasan bagi orang-orang yang tidak mengerti soal sains untuk memprotes kemajuan yang terjadi di negara lainnya, ga terkecuali Indonesia, dan masalah ini kadang dikaitkan dengan masalah agama dan politik. Beberapa waktu lalu NASA meluncurkan sebuah kendaraan luar angkasa bernama LCROSS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite). Salah satu misinya adalah meluncurkan sebuah instrumen ke permukaan bulan dengan kecepatan tinggi untuk membuat kawah baru di bulan dan mencari bukti keberadaan air di sana. Pada tanggal 9 Oktober 2009, instrumen dari satelit ini berhasil menghantam bulan dan mengembalikan informasi ilmiah. Aksi NASA ini memancing perdebatan antara kalangan “orang biasa” dengan kalangan ilmuwan yang memang tahu apa yang mereka perbuat. Banyak yang memprotes dengan berbagai alasan, mulai dari akan mengubah orbit bulan, mengubah lama bulan mengorbit bumi, sampai alasan konyol seperti mengubah siklus bulanan wanita.

Sedangkan dari Indonesia? Tentu saja ada protes. Dan ini dikait-kaitkan dengan isu agama dan politik. Entah apa hubungannya astronomi dan sains dengan agama dan politik. Beberapa di antaranya berkata bahwa itu cuma kegiatan orang Yahudi yang ga puas dengan mengebom Irak dan Afganistan, dan akhirnya mau ngebom bulan juga. Yang lainnya berkata seharusnya NASA ga seenaknya melakukan itu atas apa yang diciptakan Tuhan. Lain lagi yang menyanggah pembelaan mengenai meteor yang sudah sejak lama menghantam bulan, dengan alasan meteor yang menghantam bulan adalah kemauan sang pencipta, sedangkan roket adalah ciptaan manusia. Di sini letak kejanggalannya, bagaimana mereka tahu bahwa roket benar-benar ciptaan dan keinginan manusia? Apakah ga mungkin kalau itu adalah rencana sang pencipta juga yang mengingkan manusia menghantamkan ciptaannya ke permukaan bulan untuk mendapatkan data sains yang akhirnya berguna bagi manusia pula?

Dan mungkin yang ga disadari oleh banyak orang adalah NASA bukan yang pertama kali melakukan ini. Sebelumnya sudah ada 2 negara yang melakukan hal serupa yaitu Rusia dan India, dan lagi karena isu politik dan rasa sirik (tanda ga mampu itu) akhirnya NASA yang notabennya di bawah naungan pemerintah Amerika Serikat menjadi bulan-bulanan. Rusia melalui satelit Luna 2 menghantam bulan di tahun 1959. Sedangkan ISRO atau Badan Antariksa India melakukannya tahun lalu, di tahun 2008 dengan sebuah kendaraan yang bernama MIP (Moon Impact Probe) yang berhasil menghantam bulan pada tanggal 14 November 2008. Tujuan dari MIP ini pun sama dengan NASA yaitu mencari bukti keberadaan air.

Tapi tentu saja, karena belum ada sentimen negatif ke India, dan anggapa negatif lainnya, akhirnya keberadaan MIP pun tenggelam. Alhasil hanya yang dari Amerika Serikat lah yang selalu jelek dan dia lah: NASA. Orang-orang yang berkomentar negatif juga kebanyakan tidak menyadari apa yang sudah dilakukan NASA selama ini, mulai dari banyaknya data sains yang didapat dari satelit-satelit lainnya yang diluncurkan, sampai gambar-gambar indah dari luar angkasa dari teleskop Hubble atau Spitzer.

Lalu apakah perkembangan teknologi termasuk juga astronomi seperti ini tidak pernah memiliki resiko? Pasti selalu ada resiko di balik semuanya. Dan tentu saja ini jadi alasan bagi para pemrotes yang takut bahwa bulan rusak lah, atau mengubah orbit bulan atau mendatangkan marah bahaya karena dewa bulan marah. Sejak dulu, perkembangan teknologi selalu membawa resiko yang mungkin belum terlihat. Kita bisa melihat perkembangan nuklir, dari yang dulunya dipakai sebagai senjata perang di Hiroshima dan Nagasaki, sampai dengan kecelakaan di reaktor nuklir Chernobyl. Tapi apa lantas perkembangan nuklir dihentikan begitu saja untuk keperluan damai? Apa jadinya dunia kedokteran dan bioteknologi tanpa nuklir?

Lain lagi dengan perkembangan teknologi listrik di mana batu bara dan bahan bakar fosil lain menjadi pemicu pemanasan global dan polusi udara. Listrik sudah ditemukan sejak lama dan berkembang dalam revolusi industri sampai saat ini, yang akhirnya menimbulkan efek global warming. Bayangkan bagaimana kalau dari dulu ilmuwan menemukan mengenai “global warming” ini dan lantas menghentikan riset kelistrikan dan ga cukup waktu untuk membuat energi bersih untuk menutupi kebutuhan listrik seluruh orang yang ada sekarang. Mungkin sampai saat ini tidak akan ada teknologi internet, telekomunikasi dan Anda tidak bisa membaca tulisan ini, dan di depan Anda sekarang hanya ada sebuah lilin, tentu saja dengan udara yang bersih sebagai efek positifnya. Kalaupun memang menghantam bulan akan mengubah orbitnya, berarti mungkin yang berkomentar perlu takut kalau sewaktu-waktu teknologi itu dipakai untuk balik menghantam bumi dan mengubah orbitnya sampai nyemplung ke matahari. Yah, itu adalah resiko dan hanya orang gila atau teroris yang akan melakukan hal ini.

Mungkin sebelum kita berkomentar yang negatif mengenai resiko perkembangan teknologi, ada baiknya kita melihat dulu ke belakang apa yang sudah membuat dunia kita berkembang seperti saat ini. Bukan karena rasa sirik atau iri, bukan karena hanya isu politik, bukan juga karena hanya isu agama sampai harus menjelekkan bangsa lain yang toh teknologinya justru akan dipakai oleh kita sendiri dan berguna untuk orang-orang yang berkomentar negatif tersebut.

Sekarang, apakah keputusan NASA menghantam bulan adalah keputusan yang salah? Apakah kita mau memilih untuk maju, atau tetap jalan di tempat hanya melihat NASA bisa menghantam bulan, berkomentar jelek mengenai apa yang mereka lakukan, sedangkan kita sendiri bahkan belum dapat meluncurkan roket keluar dari atmosfer bumi?

Menyongsong tahun yang baru

Hanya tinggal beberapa menit lagi tahun baru akan dimulai. Semua kalender Gregorian akan berganti dari tahun 2008 dan bulan Desember menjadi tahun 2009 pada bulan Januari. Kembang api akan meletus-letus di luar sana melukis langit menjadi pemandangan yang indah dan bercahaya warna-warni. Terompet-terompet juga akan bersahut-sahutan berbunyi. Dan setelah semua kegembiraan itu terjadi, maka beberapa menit kemudian menjadi diam dan hening, seakan-akan merenungi apa yang akan terjadi di tahun yang baru ini.

Mengingat kembali tahun 2008, banyak sekali yang terjadi di tahun ini. Dunia diguncang beberapa hal yang istimewa dan WAH, hal-hal yang belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya mulai dari harga minyak yang melambung tinggi mencapai lebih dari 130 dolar per barrel dan sempat membuat banyak negara konsumen minyak bumi berteriak-teriak panik. Kemudian beberapa saat kemudian terjadi penurunan tajam sampai ke level 30 dolar per barel yang tetap membuat banyak negara produsen yang teriak-teriak. Masih ingat juga pesta olahraga sedunia Olimpiade Beijing yang dibuka secara spektakuler. Selain itu yang baru-baru ini terjadi yaitu pemilihan presiden Amerika Serikat yang menarik untuk disimak yang berakhir dengan terpilihnya Barack Obama sebagai presiden USA yang baru itu. Yang terakhir adalah kejadian ambruknya perekonomian global karena krisis keuangan.

Oke, aku sudah membahas mengenai dunia di luar sana. Lalu bagaimana dengan diriku sendiri? Walau tampaknya biasa saja melewati tahun ini, sebenarnya banyak hal yang istimewa. Mari kita mulai mengurutkan saja dari awal tahun ini.

(more…)

This entry was last modified on: December 31st, 2008 at 23:26

Akhir bulan selalu seperti ini

No Comments My Minds

Akhir bulan… Hhh… Selalu seperti ini.

Entah rasanya tiap akhir bulan selalu kontras dengan awal bulan. Awal bulan rasanya selalu menggembirakan soalnya tampak seperti ada yang baru dan berbeda, padahal semuanya juga sama saja dengan awal bulan sebelumnya. Di akhir bulan rasanya selalu menyebalkan karena banyak hal dan mungkin kejenuhan atas aktifitas yang udah dilakukan sejak awal sampai akhir bulan ini.

Yang aneh juga, napa pikiran yang ada di kepalaku selalu ga begitu baik kalau sudah sampai ke akhir-akhir bulan. Rasanya jadi ga mood buat melakukan apapun. Mencari kegembiraan dan kegiatan pun rasanya ga bergairah. Giliran cuma duduk di depan komputer dan nulis-nulis blog ini juga sama aja. Pengen tidur dan bermalas-malasan, tapi ga enak juga. Yah, itulah kenyataan yang terjadi, ga nyaman buat melakukan apapun.

How about love? Hmm, I miss her of course. But realizing that she doing her final exam this month and next month, I think I must be patient before I can really enjoy doing any activity with her.

Bulan muda, membuat orang bersemangat buat apapun. Bulan tua, membuat orang enggan melakukan aktifitas apapun. Mungkin ini memang benar.