Pernah melihat neraka di dunia? Kalau anda tinggal di Jakarta, maka itu kemungkinan yang akan anda lihat setiap hari. Neraka yang disebut dengan kemacetan itu sekarang ada hampir di setiap sudut jalan raya di ibukota yang kita cintai ini. Belakangan ini neraka itu semakin meluas karena pembangunan sebuah jalur surga yang disebut busway. Pembangunan jalur surga itu membuat warga Jakarta semakin menggila dan mengganas dari waktu ke waktu. Asap pun mengepul di mana-mana dengan motor-motor yang berseliweran di trotoar sehingga pejalan kaki pun harus mengeluarkan bahasa rohnya. Bahkan bukan cuma pejalan kaki, tapi jugapara supir.
Sebenarnya bukan cuma di tempat yang terdapat pembangunan jalur busway aja yang macet setengah mati. Di jalur yang ga terokupasi dengan pembangunan jalur busway juga ngalamin hal yang sama. Saya yang kuliah di Binus juga harus mengalami dan mendalami makna kemacetan itu.
Berangkat dari depan Trisakti dengan menggunakan Metromini B91, sampai di depan Mall Taman Anggrek (TA) harus melihat rumitnya sistem transportasi dengan kemacetan yang cukup parah. Setelah terlepas dari TA, bus pun masuk ke Tanjung Duren yang cuma terdiri dari satu jalur untuk tiap arah. Di sini pun adrenalin kadang terpacu kalau ketemu ama supir 91 yang nekat nerobos dari arah berlawanan. Setelah terbebas dari jalan satu jalur, bus pun melaju ke jalan 2 jalur satu arah. Sampai di depan pasar Kopro harus macet-macet ria lagi. Setelah lewat itu, masih harus terancam dioper ke 91 yang lain yang harus disertai dengan kejar-mengejar bus yang lain karena kadang bisa aja ditinggal pergi begitu aja.
Sudah dioper masih harus macet-macet di “jembatan maut” yang melintasi tol Jakarta - Merak. Kadang di daerah ini jadi daerah yang paling parah dan harus menghisap paling banyak asap dibanding tempat lainnya. Setelah bebas dari jembatan, masih harus macet-macetan lagi di 2 titik terakhir sebelum akhirnya sampai di Binus dengan selamat sentosa.
Yah, neraka akan makin meluas di Jakarta walaupun jalur surga sudah dibangun. >_< Anyway napa sih yang pake kendaraan pribadi makin banyak aja? Saya sendiri aja jadi ga punya niat buat ngendarain mobil gara-gara keadaan Jakarta kaya gini. Tapi masih ada aja yang bela-belain berjalan 1 jam hanya untuk 5 KM aja. Weeew… Kapan neraka aspal di Jakarta bakal menghilang, atau paling ga berkurang. Hiks.