Posts Tagged ‘film’

Kiamat oh kiamat, tahun 2012 kah?

Adalah sebuah event yang paling ga ditunggu-tunggu manusia, atau justru malah ditunggu-tunggu, tergantung persepsi orang terhadap sebuah hal yang dinamakan kiamat. Banyak juga kata lain untuk menggantikan kata “kiamat” ini, mulai dari akhir jaman, akhir semesta, hari terakhir, atau hari-di-mana-tidak-akan-ada-lagi-matematika (yeay!) sampai kepada penggunaan bahasa keren seperti armageddon, end of day dan sebagainya. Banyak juga alasan dan teori-teori mengenai hari yang spesial ini, dan akhirnya banyak juga yang mengupasnya ke dalam berbagai film, mulai dari bencana kosmik dan astronomi seperti Knowing, Armageddon, Deep Impact; atau juga karena bencana alam, seperti gunung berapi raksasa selayaknya letusan Gunung Tambora dan letusan gunung api pembentuk danau Toba; atau malah karena ulah manusia sendiri seperti perang dunia yang menggunakan nuklir atau senjata biologis. Sedangkan satu hal yang semakin sering didengungkan adalah karena global warming dan juga karena kalender orang jaman dulu cuma diproduksi sampai tahun 2012.

Oke, aku di sini bukan orang yang mau menyanggah kiamat semakin dekat dan bakal datang dalam 3 tahun lagi kalau mengikuti ramalan bangsa Maya. Paling ga kiamat di jaman digital udah dilewati ketika melewati batas milenium yang terakhir yaitu Y2K, dan tentu tidak semua menikmati dan merasakan hari kiamat ini, termasuk juga aku. Kemudian para ilmuwan jaman sekarang dengan ilmu eksaknya meyakini bahwa kiamat akan datang lagi nanti tahun 2038, tepatnya tanggal 19 Januari 2038, jam 03:14:07 GMT, dan aku lebih percaya dengan ramalan ini. Yeah, pada saat itu kita semua akan mengucapkan selamat tinggal pada arsitektur 32-bit dan beralih ke dunia baru bernama 64-bit, kecuali ada yang mau kembali lagi ke masa di mana dunia ini terbentuk pada tanggal 1 Januari 1970. :) We call it UNIX epoch, dude.

Kembali ke masalah serius, kiamat, yang sesungguhnya tentunya. Makin dekat ke hari kiamat yang diramal-ramalkan dan banyak dibicarakan oleh orang-orang itu, makin sering pula banyak isu-isu mengerikan. Seperti link YouTube yang diberikan kepada salah seorang temanku yang juga me-request artikel ini juga, seakan-akan banyak teori konspirasi mengenai akhir jaman, seperti seakan-akan ingin dibuat manusia. Di sana dikatakan bahwa pemerintah dunia sudah setuju untuk melakukan pengurangan penduduk secara masal pada beberapa tahun mendatang untuk menyeimbangkan alam dan akhirnya mengontrol aktivitas manusia karena jumlahnya lebih sedikit, yeah, mungkin dengan menanamkan chip setan yang diisu-isukan dulu itu.

Dan tentu pikiran pertama yang datang setelah melihat video itu, “great, another hoax”. Kalau dipikir-pikir seberapa mungkin dan siap pemerintahan negara-negara dunia akan menghadapi milyaran mayat bergelimpangan yang menimbulkan penyakit karena proses biologis dalam pembusukan itu? Lagipula seberapa siap pemerintah negara-negara kehilangan potensi sumber daya manusia, kekuatan negara, kekuatan militer dan politik karena pengurangan penduduk itu? Hey, remember, humans are greedy. Yah, semua manusia itu rakus dan ingin menjadi lebih berkuasa dibandingkan dengan yang lain, termasuk juga pemerintahan negara, apalagi yang dinamakan politik. Memotong jumlah penduduk berarti memotong kekuatan sendiri. Sekarang aja lagi isu-isunya, bahwa para remaja dan anak-anak adalah suplai masa depan sebagai konsumen rokok. Artinya memotong jumlah penduduk berarti mengurangi suplai konsumen di masa yang akan datang, dan kalau ekstrimnya dan hiperbola-nya yang berhubungan dengan pemerintahan adalah mengurangi suplai tentara masa depan.

Dulu aku pernah membaca di Kompas — mungkin sudah 1 tahun lebih, bahwa suplai pangan dunia saat ini sudah tidak seimbang dengan jumlah ledakan penduduknya. Toh akhirnya ketika jumlah penduduk bumi sudah melebihi 8 milyar atau 10 milyar, pertumbuhan penduduk akan berbalik arah menjadi di bawah nol alias negatif dengan sendirinya karena bumi sudah tidak bisa menyuplai makanan dan air bersih kepada penduduk dunia, di mana yang akan terkena dampak paling besar adalah negara-negara miskin, terutama yang berada di daerah sub-sahara Afrika. Hal ini semakin diperparah dengan konversi lahan pertanian untuk konsumsi menjadi lahan pertanian untuk produksi tanaman bahan bakar, seperti penghasil bio-diesel dan bio-etanol. Yak, secara umum memang alam akan menemukan titik keseimbangannya, ketika populasi bertambah banyak, suatu saat populasi akan menurun dengan sendirinya mungkin karena sebuah hal yang disebut sebagai hari kiamat.

Bukan tidak mungkin juga keadaan ini ditambah dengan bumbu-bumbu mistis dan teologis bahwa Tuhan menghukum manusia karena keserakahan manusia sendiri. Hey, lagipula kalau Tuhan ingin menghukum manusia atau menciptakan hari kiamat, apakah kita tahu kalau kapan kiamat itu terjadi? Apakah Tuhan memberi wahyu kepada bangsa Maya dan mengatakan akhir jaman terjadi tahun 2012? Oke, sekarang berpikir rasional, kalau kiamat benar-benar terjadi 3 tahun lagi, lalu apa yang Anda lakukan dalam 3 tahun ini? Pilihannya: memuaskan diri Anda dengan kesenangan duniawi, pergi ke seluruh penjuru dunia untuk berbuat baik dengan harapan masuk surga, lakukan semua hal seperti biasa karena menganggap ini cuma kegilaan yang dibuat oleh orang-orang kuno, atau justru mengharapkan diri Anda keluar dari dunia Matrix secepatnya. There is no spoon? Atau Anda punya pilihan Anda sendiri? :D

Kalau 2012 memang akhir dunia, percayalah, bahwa akhir dunia itu ga sepenuhnya buruk karena dunia baru selalu akan hadir setelah yang lama berakhir, yah semacam daur ulang gitu lah. Mungkin sudah saatnya manusia berubah dan menuju ke arah baik. Ups, aku lupa, ternyata kiamat aja ga cukup membuat manusia bisa berubah jadi baik, apalagi aku menulis pilihan untuk bersenang-senang dengan hal duniawi ketika kiamat sudah mau datang. My bad. Kembali ke realita, memang seperti inilah adanya, ketika kiamat datang, histeria pun mengguncang, terdengar suara-suara lantang, toh masih ada yang hirau kacang. :p

Andaikan kiamat bisa ditawar:

Kenapa sih kiamat cepat banget datang tahun 2012? Ga bisa diundur lagi yah? Yah, 3 tahun aja lah jadi 2015. Eh tunggu, kayanya jangka waktu segitu belum cukup buat jadi orang sukses. Mundur 10 tahun deh jadi 2022, angka bagus tuh buat kiamat banyak 2 nya. Eh, kalau segitu belum tentu blablabla… dengan tawar menawar dan argumen sendiri akhirnya: Kalau gitu sekalian deh tunggu aku tua dan bisa lihat anak cucu, kemudian meninggal dunia dengan tenang, baru kiamat itu terjadi.

Kalau kiamat bisa ditawar, maka pasti dunia ini ga akan kiamat sampai kapan pun. :) Dan ga perlu diusik rasa penasaran nanti tahun 2012 bakal terjadi apa. Asik juga. Keep thinking like that if it can save the humanity. :D

Sudah deh, kembali ke aktivitas seperti biasa. Lagian masih 3 tahun lagi kan baru tahun 2012 nya. Urusan kiamat besar itu urusan belakangan deh, soalnya kiamat-kiamat kecil bisa terjadi di samping Anda-Anda semua kalau Anda ga belajar dengan giat, atau nilai ulangan / ujian Anda ga lewat dari 5, atau ga lulus kuliah, atau dipecat dari kantor karena kerjaan ga beres karena baca blog ini. Huh? Tenang, sekarang harusnya karena baca blog ini justru membuat Anda sadar kalau ada kiamat kecil yang lebih mengerikan daripada kiamat besar tadi. Hehehe. Am I rite? :)

Kompetisi robot di mana-mana

Dalam 1 tahun terakhir, aku makin sering melihat banyaknya pengumuman mengenai diselenggarakannya kompetisi robot di Indonesia, entah apakah untuk tingkat mahasiswa, atau untuk tingkatan pelajar SMA dan SMP. Menarik untuk diperhatikan bahwa minat untuk mempelajari robotika di Indonesia makin meningkat, soalnya kalau dulu nyebut istilah robotika pasti pikiran orang-orang akan mengarah ke Jepang atau Jerman, tapi sekarang sekali-sekali bolehlah mengarahkan pikiran ke Indonesia.

Seperti tertarik dengan ilmu-ilmu dan hal-hal yang lain seperti musik (gitar), astronomi dan kosmologi, sebenernya aku juga tertarik pada bidang robotika ini, akan tetapi tidak sempat untuk mempelajarinya sekarang berhubung aku juga memang ga punya alat-alatnya dan belum pernah belajar ini sama sekali.

Setahuku selama ini memang terdapat beberapa jenis kompetisi robot yang diselenggarakan. Beberapa di antaranya adalah line following yaitu mengikuti garis putih / hitam dengan cepat dari titik start sampai finish tanpa mengalami kesalahan, menggunakan automatisasi alias sang robot harus bisa mengikuti garis itu tanpa bantuan orang. Selain itu terdapat pula kompetisi seperti mengangkat benda, akan tetapi untuk yang satu ini masih menggunakan remote control dari orang lain. Beberapa kali untuk perlombaan di luar negeri juga terdapat kompetisi semacam sepak bola robot mini di mana dua tim robot akan beradu memperebutkan bola dan memasukkan ke gawang lawan yang disediakan, tentu saja dengan automatisasi. Sejauh ini baru aku baru mengenal 3 jenis itu terutama dari berita-berita di internet dan TV, tetapi yang pasti masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin ada juga kali yah lomba robot halang rintang di mana robot-robotnya harus melewati rintangan-rintangan yang ada untuk mencapai finish, dan yang pasti ketika sang robot jatuh harus dapat berdiri lagi secara otomatis.  :lol:

Sebenarnya murid-murid di sekolahku cukup beruntung sejak 3 tahun yang lalu sudah mendapatkan mata pelajaran elektronika yang merupakan salah satu modal untuk mempelajari robotika, yah walaupun banyak juga yang mengeluh karena itu mengambil jam pulang sekolah seperti layaknya lab-lab lain. Sayangnya ketika aku masih berada di bangku SMA, aku tidak mendapatkan mata pelajaran ini. Tapi yah apa boleh buat lah, mungkin nanti harus belajar sendiri juga, termasuk belajar nyolder-nyolder. Yang jelas bakal susah bagiku untuk membaca warna pada transistor karena mataku mengalami defisiensi warna hijau. :D Dan mungkin harus belajar bahasa assembly juga yang mumet buat pemrograman instruksi di robot nya. :D Bahkan sebenarnya sempat ada yang mengumumkan kompetisi robot ke forum sekolahku, tapi yah kalau dipikir-pikir agak susah untuk mencari orang yang interest dengan kompetisi robot, apalagi yang jelas forum itu sudah sepi dan yang membaca pun kecil kemungkinan mengumumkannya ke pihak sekolah, ditambah lagi sekolahnya belum tentu support.

Oh iya, mungkin juga minat robotika di Indonesia agak kurang karena robot dianggap hanya mainan seperti yang diberitakan oleh detikInet dan membuang-buang duit karena komponennya mungkin masih mahal (mungkin loh, aku belum pernah survey). Tapi mungkin juga karena paranoid dengan robot yang akan menghancurkan bumi seperti layaknya film the Matrix atau Terminator. :D Tentu saja seperti biasanya bila banyak yang menganggapnya mainan belaka atau terpengaruh film saja, tampaknya Indonesia tidak akan pernah keluar dari lingkaran setan konsumerisme, dan tidak akan pernah menjadi negara produsen robotika (atau minimal punya ahli robotika) yang bisa membuat negeri ini berjaya di kompetisi internasional.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai kompetisi robotnya. Anyway, maju terus ilmu robotika Indonesia! :D

Me, Pemilu, Knowing

Me, Pemilu, dan Knowing, 3 kata yang tidak dapat terlepas dari kehidupanku. Paling ga cuma buat kehipuan di hari ini aja soalnya kalau sampai seumur hidup mah kayanya lebai juga. :D Ini merupakan sebuah cerita mengenai perjalananku menempuh Pemilu dan nonton film Knowing di TA.

Berawal dari bangun pagi jam 9 buat ngikutin Pemilu, tapi akhirnya baru pegi ke TPS jam 11. Bisa dibilang kalau Pemilu ini merupakan Pemilu pertama yang aku ikuti, itupun kalau Pilkada gubernur Jakarta kemaren ga ikut dihitung sebagai pemilu. Pertama kali mencontreng juga, karena kalaupun pilkada itu ikut dihitung, sistemnya masih pake coblos-coblosan. Sampai di bilik suara, aku ngantri sebentar sekitar 5 menit sebelum dipanggil untuk mencontreng. Panitianya segera memberikan 3 buah surat suara yang tebalnya lumayan juga buat ngipas-ngipas atau ngegeplak kepala orang.

Pas buka surat suara pertama, oke lah isinya satu lembar dengan nama-nama partai dan calegnya di sana. Contreng, selesai, lipat.

Pas buka surat suara kedua, alamak, isinya 2 lembar kertas. Pantes aja nih surat suara tebel banget, gue pikir. Trus langsung contreng, selesai, lipat lagi.

Pas buka surat suara ketiga, ada banyak foto-foto caleg. Entah aku yang ga pernah nyimak foto mereka di jalan-jalan, atau karena aku memang agak terburu-buru karena rada kelamaan mengingat ada tante ama sepupu ku yang udah menunggu soalnya mereka udah nyontreng duluan sebelum aku, kayanya ga pernah melihat wajah-wajah caleg nya sama sekali. :D Akhirnya liat-liat deh muka yang lumayan bagus, dan nama yang lumayan bagus juga. Dah, contreng itu aja, trus lipat lagi.

(more…)

This entry was last modified on: April 11th, 2009 at 19:43

Keroyokan di film lokal

Bagi orang-orang yang berlangganan koran Kompas, pasti setiap hari bisa melihat pada halaman Klasika terdapat jadwal film-film yang diputar di bioskop 21 (XXI) dan juga Blitz Megaplex. Ada lebih dari 10 jadwal film yang terpampang di sana mulai dari film-film barat, terkadang terdapat film mandarin, tapi yang lebih banyak belakangan ada film-film lokal.

Di sini terlihat perbedaan mencolok bagaimana poster dari film lokal berbeda cukup jauh dibanding dengan film-film luar. Kalau diperhatikan pasti terlihat jika dalam poster tersebut terlihat banyak orang, umumnya lebih dari 6 hampir bisa dipastikan bahwa film itu adalah film lokal alias film yang diproduksi oleh anak negeri ini sendiri. Sedangkan kalau melihat poster film luar, yang terlihat umumnya hanya 2 sampai 3 orang pemain utamanya saja yang diperlihatkan.

Sebagai contoh, kita lihat saja Kompas yang diterbitkan hari ini, Minggu, 30 November 2008. Inilah beberapa daftar film beserta jumlah orang yang terpampang di poster film itu untuk jadwal bioskop 21 (XXI).

(more…)

Atlantis: The Lost Empire (2001)

Yah, baru aja selesai nonton film Atlantis: The Lost Empire mumpung lagi liburan dan ga ada kerjaan. Memang sih nih film udah lama diputar yaitu sejak tahun 2001, tapi entah kenapa kemaren temanku menunjukkan sebuah link ke YouTube yang berisi video klip soundtrack film ini dan sejak itu aku jadi penasaran dan memutuskan untuk mendownload film ini dari Torrent. Dan untungnya masih banyak seeder untuk torrentnya. :| Fiuhh…

Yap, seperti yang sudah aku bilang di atas, film ini diputar tahun 2001, digarap oleh Disney Picture. Bila dilihat dari namanya “Atlantis”, pasti terbayang mengenai kisah sebuah kota atau negara dengan teknologi maju yang tenggelam di lautan. Hinggu saat ini kisah Atlantis yang sebenarnya masih menjadi misteri, dan bahkan dikatakan hanya merupakan mitos belaka. Film ini mengangkat mengenai mitos Atlantis dengan latar tahun 1914-an dan merupakan film kartun yang menurutku bagus.

Berawal dari seorang linguis atau ahli bahasa bernama Milo James Thatch yang terobsesi untuk mengajukan proposal untuk ekspedisi mencari reruntuhan Atlantis berdasarkan sebuah buku yang menjadi panduannya. Dengan motivasi meneruskan perjuangan kakeknya, akhirnya Milo bertemu dengan seorang jutawan yang mau membiayai perjalanan ekspedisi Milo ini. Bersama dengan beberapa kru yang ahli di bidangnya masing-masing, seperti ahli peledak, mekanik, koki, dokter dan lainnya, mereka berangkat ke laut sekitar Islandia (Iceland) menggunakan kapal selam. Setelah perjuangan yang berat, akhirnya Milo dan teman-temannya menemukan kota yang hilang dan juga penduduknya dengan seorang putri Atlantis, Kidagakash “Kida” Nedakh. Kisah berlanjut ketika terjadi perdebatan dan pertikaian karena kru ekspedisi lebih memilih untuk “menguras” harta Atlantis dengan taruhan nyawa seluruh penduduk Atlantis. Kemudian Milo dan teman-teman nya pun berusaha untuk mencegah tindakan itu.

Kalau aku disuruh memberi nilai untuk film ini, aku akan memberi nilai positif 80%. Dengar-dengar film ini ga begitu sukses ketika dirilis di bioskop dan menjadi film ini salah satu film yang kurang menarik keuntungan untuk Disney dibanding film lainnya walau cukup untuk menutup modal pembuatan film ini sendiri. Rencana awal Disney yang ingin membuat sekuel film untuk bioskop pun batal, sehingga mereka lebih memilih untuk merilis sekuel dalam bentuk DVD dengan judul Atlantis: Milo’s Return yang katanya berisi beberapa adegan yang sebenarnya akan dibuat di sekuel bioskop.

Yah, lumayanlah film ini buat mengisi liburan yang membosankan ini. :)

It is a curious case

Ada satu trailer film yang aku dapatkan dari majalah CHIP, berjudul The Curious Case of Benjamin Button. Cerita di film ini mungkin agak janggal dan aneh berhubung memang yah ceritanya memang agak janggal dan aneh sih menurutku.

Film yang dibintangi oleh Brad Pit ini memiliki alur yang bisa dikatakan maju, tapi terlihat terbalik. Bila umumnya kita melihat film-film mengenai biografi bercerita tentang seseorang dari usia muda sampai usia tua dan renta, maka di film ini kita akan melihat hal yang sebaliknya, yaitu dari usia tua menjadi usia muda.

Ceritanya seputar kehidupan seorang manusia bernama Benjamin Button yang memiliki keanehan dibanding dengan orang-orang lain. Bila orang-orang normal mulai hidup sebagai bayi, balita, anak-anak, kemudian remaja, dewasa dan tua, justru apa yang dialami oleh Benjamin Button kebalikannya. Dia terlahir sebagai orang tua dan tumbuh menjadi anak-anak.

Sama seperti manusia normal, pada usia muda (baca: tua) dia masih belajar berjalan dan sebagainya. Saat usianya terlihat tua, bisa dikatakan latarnya adalah tahun 1920-an. Ketika dia berumur relatif muda dengan latar tahun 1960 atau 1970, Benjamin Button jatuh cinta kepada seorang wanita normal yang masih berumur 30 tahun. Hmm, mungkin kalau alur ceritanya normal, umur mereka sudah sama-sama 30 tahun, tapi pada kenyataannya umur Button terlihat seperti 50 tahun.

Trailer pun membawa kita melihat Button melewati masa-masa mudanya ketika sang istri beranjak menjadi tua. Ironisnya di akhir trailer, terlihat sepasang manusia yaitu nenek-nenek dan anak balita berciuman di tengah jalan. Dilihat dari jalan ceritanya, film ini terlihat unik karena memang jarang aku dengar mengenai film yang membahas tentang umur yang terbalik ini. Film ini sendiri rencananya akan ditayangkan di bulan Desember 2008 yaitu dekat Natal. Berita dan trailer film ini (dalam format High Definition) bisa dilihat di www.benjaminbutton.com.

Satu lagi film yang mungkin layak untuk ditunggu itu adalah HellBoy 2: The Golden Army. Masih bercerita seputar Hellboy dari film pertamanya yang kini harus menguak misteri dunia bawah tanah yang diisi oleh makhluk-mahluk aneh. Kerajaan yang sudah lama tidur ini kembali bangkit untuk mengambil alih dunia dari para manusia.

Di trailernya sendiri efeknya lumayan bagus. Hellboy 2 sudah ditayangkan di Amerika Serikat sejak 11 Juli 2008 yang lalu. Entah kenapa di Indonesia sendiri belum ditayangkan, mungkin takut dicekal karena ada kata “hell” di film itu. :| Yah, semoga saja masih bisa ditayangkan di Indonesia, atau paling tidak hadir di televisi seperti Hellboy 1 selama ini.

Tapi untuk sekarang, yang mau aku tonton adalah WALL-E. :D Oke deh, kita tunggu saja kehadiran Benjamin Button dan Hellboy di Indonesia. :)

This entry was last modified on: August 17th, 2008 at 23:10

1 minggu sudah berlalu

Yay, akhirnya 1 minggu dari 9 minggu liburan sudah berlalu. Itu berarti sudah lewat 7 hari, yang sama juga dengan 168 jam lebih, sama juga dengan 10.080 menit lebih, sama juga dengan 604.800 detik lebih. Entah kenapa rasanya satu minggu pertama selalu menjadi neraka yang menyenangkan. Hmm, atau surga yang membosankan?

Memang udah diprediksi sebelumnya kalau liburan sepanjang 1/6 tahun lebih ini bakal sangat membosankan. Terlebih aku memang ga punya rencana jangka panjang untuk libur ini. Jadi mau ga mau yah harus menikmati saja kebosanan ini. Online di dunia maya pun ga terlalu banyak berarti, soalnya belakangan aku cuma online pada malam hari untuk menjaga bandwidth supaya ga kelewatan kuota 1GB per bulan. Terkadang memang online di siang hari menggunakan Mentari, tapi karena rada mahal dan yang aku gunakan juga paket time-based yang Rp 110 / menit, akhirnya juga ga bisa online lama-lama dan selalu ngerasa kaya dikejar-kejar setan.

Satu minggu ini aku ngapain aja yah? Hmm, hari pertama liburan (2/7) aku malah pergi ke kampus buat ngomongin proyek. Awalnya cuma mau sebentar aja di sana, trus sorenya mau ke kos teman, eh, ternyata malah ketagihan buat ngerjain proyeknya. Entah kenapa rasanya lebih semangat ngerjain proyek di kampus daripada di rumah. Mungkin karena kalau ngerjain di kampus bisa lebih jelas soalnya ada yang bisa aku tanyain langsung ama orangnya. Akhirnya aku pulang jam 5 sore dan ga jadi ke kos teman (selingkuhan).

Hari kedua (3/7), aku dan beberapa teman kuliahku jalan-jalan ke Dufan yang akhirnya dialihkan juga ke SeaWorld. Menyenangkan dan menyebalkan. Menyenangkan karena ada yang dengan santainya membatalkan keberangkatan mereka di saat semua sudah berjalan. Menyebalkan karena yang udah sampai di sana akhirnya bisa berfoto-foto ria dan melihat-lihat ikan. Errr, ups… Ada yang kebalik ternyata dari yang “menyebalkan” dan “menyenangkan” di atas. :p

Hari ketiga (4/7), kerjaanku cuma tidur di rumah dan ngerjain proyek walau yang didapat juga ga terlalu banyak.

Hari keempat (5/7), saking ga ada kerjaannya malah jalan ke kos selingkuhanku yang ada di daerah Binus. Akhirnya juga pergi ke Binus lagi kan walau libur-libur begini.

Hari kelima (6/7), sekali lagi cuma tiduran di rumah dan ngerjain sedikit proyek yang ga terlalu banyak perkembangannya.

Hari keenam (7/7), aku pergi ke Taman Anggrek sama teman-teman. Sebelumnya sempat nonton acara kekerabatan P2LS dulu di BHK. Dan hebatnya, selingkuhanku ampe datang sendiri ke rumahku untuk pertama kali dan untuk pertama kalinya juga naik B91 sendirian berdasarkan pengakuannya. :p Di TA nonton Hancock yang diperankan oleh Will Smith. Ternyata memang setiap film yang diperankan Will Smith itu ga rugi kalau ditonton di bioskop. Sama seperti I Am Legend yang waktu itu sempat aku tonton juga di bioskop.

Hari ketujuh (8/7), selingkuhanku akhirnya pulang ke Cirebon juga. :( Dan aku akhirnya cuma tidur-tiduran dan guling-gulingan di rumah doank. Hhhh…

Sudah hampir pertengahan bulan dan tampaknya aku harus bener-bener ngerjain proyekku nih. Soalnya aku udah janji pertengahan bulan bisa selesai. Hmm, satu lagi, minggu pertama biasanya akan sama seperti minggu terakhir liburan. Kalau awal liburan gelisah karena ga ada kerjaan, maka di akhir liburan justru gelisah karena udah “keenakan” libur. :| Mau gimana lagi. Siklusnya memang gitu.