Kalau ga salah ingat, bukannya harusnya sekarang musim hujan ya? Kok kayanya malah panas banget. Hiy… Ada apa dengan cuaca yang aneh ini? Masih teringat dengan jelas kalau tahun lalu, ketika saya sedang menjalani ujian akhir semester pertama, saya harus berjuang untuk mencapai kampus karena banjir besar di Jakarta. Sedangkan mulai minggu depan, saya harus menjalani ujian akhir semester ketiga. Semoga aja ga seperti tahun lalu lagi keadaannya.
Tapi tetap aja, kenapa di musim hujan yang seharusnya lebih sering hujan malah lebih sering panas terik? Tampaknya jawabannya berhubungan dengan sebuah hal yang terkenal saat ini: global warming yang menyebabkan perubahan iklim bumi.
Sebagian besar orang pasti sudah mengetahui mengenai global warming, karena sekarang ini kata itu sudah diajarkan mungkin sejak SD bahkan TK. Cukup banyak sebenarnya istilah yang berhubungan dengan global warming, cuma ada beberapa istilah yang kadang belum benar-benar dimengerti oleh orang. Salah satu istilah yang paling terkenal karena mispersepsi itu adalah “Efek Rumah Kaca”.
Sampai saat ini, masih banyak yang salah dalam mengartikan efek rumah kaca. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya baru mengetahui bahwa masih ada saja anak SMA bahkan mahasiswa yang belum mengetahui arti sebenarnya. Banyak yang akan mengartikan kalimat “global warming disebabkan oleh efek rumah kaca” sebagai “membangun rumah kaca dapat membuat global warming”. Jadi apa arti sebenarnya dari efek rumah kaca?
Secara singkat, efek rumah kaca adalah efek atau fenomena di mana panas / radiasi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi, seperti layaknya rumah kaca yang juga memerangkap panas dari cahaya matahari untuk menghidupi tanaman di dalamnya. Jadi intinya, efek rumah kaca adalah suatu efek atau fenomena, bukan benda.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai hal-hal yang menyebabkan global warming, anda dapat melihat dari blog teman saya di http://herwin.wordpress.com/global-warming/