Posts Tagged ‘Internet’

Kesalahan dasar dalam penulisan: email dan website

3 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Tulisan ini saya buat setelah saya melihat banyaknya kesalahan dalam mengartikan suatu istilah dalam beberapa web, terutama dalam dunia social networking yang bisa dilihat dari banyaknya kesalahan dalam mengisi data di Facebook dan Friendster. Yah, walau mungkin saja ini disengaja, tapi saya rasa ga ada salahnya menjelaskan mengenai beberapa istilah dasar dalam web berikut juga cara penulisannya.

Yang pertama adalah email atau surat-e. Email merupakan istilah dari surat elektronik (electronic mail) yaitu sebuah pesan atau surat yang bisa dikirimkan melalui jaringan internet atau lokal. Banyak provider atau penyedia layanan email gratisan berbasiskan web di internet, seperti Yahoo!, Hotmail (Live), GMail, dan sebagainya. Bila email merupakan “benda” dengan asumsi bahwa dalam dunia nyata email merupakan sebuah surat dan provider email merupakan kantor pos, tukang pos sekaligus menjadi kotak surat di rumah kita, maka terdapat pula alamat email yang bisa dianggap sebagai alamat rumah kita agar surat yang dikirimkan tidak salah sasaran.

(more…)

1GB pun sudah tidak cukup

5 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah 2 tahun menggunakan StarOne sebagai provider internetku, rasanya sekarang kapasitas yang ditawarkan sebesar 1GB / bulan sudah tidak mencukupi lagi. Apalagi ketika proyek-proyek mulai mendekatiku dan aku mulai lebih banyak berkorespondensi melalui dunia web.

Berawal dari tahun 2006, bulan Juli ketika aku mulai menjalani aktivitas sebagai calon mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang dikenal dengan nama UBiNus, aku mulai mendaftarkan diri sebagai pengguna internet StarOne. Pada saat itu, StarOne menawarkan tarif yang lebih murah dibandingkan dengan provider lainnya yaitu sebesar Rp. 200.000,-. Tarif ini pun terus dikoreksi ke Rp 150.000 dan kemudian saat ini Rp. 100.000, akan tetapi jumlah bandwidth yang disediakan tetap tidak beranjak dari angka 1GB.

Sebenarnya seandainya Indosat menawarkan paket StarOne dengan jumlah bandwidth yang lebih tinggi, aku pasti akan mengambilnya tanpa pindah ke provider lain. Tidak benar-benar pindah sih, tetapi kemungkinan besar akan mengambil provider lain bersamaan dengan StarOne ini yang masih dipertahankan. Provider yang saat ini aku pertimbangkan itu adalah Fastnet dan Speedy.

Untuk Fastnet sendiri belakangan aku lebih sering mendengar berita yang tidak enak, mulai dari jaringan yang sering bermasalah dan down, speed yang turun, sampai ke customer service yang memberi pelayanan atau jawaban yang kurang memuaskan atas masalah pelanggan. Tapi di sisi lain, Fastnet menawarkan kecepatan yang cukup tinggi (paling tidak dibandingkan StarOne yang rata-rata berada di speed 144 kbps) dengan harga yang relatif murah juga, bahkan tanpa batasan bandwidth per bulan. Aku sudah pernah mencoba menghubungi Fastnet melalui form yang disediakan di websitenya, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Yah, mungkin juga itu cuma form untuk penghias webnya, atau mungkin memang bagianku terlewatkan oleh pihak Fastnet-nya. Untuk telepon, aku masih belum sempat menghubungi Fastnet nya secara langsung. Sempat juga mengecek apakah jaringannya sudah ada di tempatku atau tidak, walau yang aku temukan di website yang sama tadi rumahku masih belum tercover. Akan tetapi sering melihat mobil Firstmedia nangkring di depan rumah, entah apa yang dilakukan orang Firstmedia di sekitar rumahku kalau bukan untuk memasang atau melayani pelanggan yang sudah pasang.

Sedangkan Speedy, dengan harga yang relatif mahal tetapi masih terdapat batasan dalam bandwidth per bulan atau pun waktu. Akan tetapi memiliki prospek yang bagus juga menurutku, karena sudah beberapa kali menawarkan promosi yang menggiurkan mulai dari pemasangan gratis, modem gratis, bahkan yang sekarang lagi hebohnya adalah speed yang mencapai 1 Mbps dan gratis pemakaian sepuasnya dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi yang berlaku sampai akhir Januari 2009. Dan mungkin ke depannya akan ada promosi-promosi lainnya yang lebih menggiurkan lagi.

Keputusan untuk mengambil 2 provider sekaligus juga ga terlepas dari kebutuhan untuk backup karena seringkali ketika bug ditemukan di proyekku, aku harus segera memperbaiki dan kemudian mengirim email yang di attach dengan revisi terbaru dari proyekku. Dan tentu itu jadi ga lucu kalau karena internet down, aku harus kelabakan mencari warnet (tapi untungnya di sebelah rumahku adalah warnet walau aku belum pernah ke sana). Saat ini aku menggunakan StarOne sebagai provider utama dan Mentari sebagai provider cadangan, dan kedua provider itu saling membackup bila ada masalah. Tetapi Mentari hanya aku gunakan dalam waktu singkat mengingat mahalnya biaya koneksinya.

Kalau diingat-ingat, dalam 1 bulan terakhir ini, aku sudah menggunakan bandwidthku untuk mengirim email hampir sampai 30 MB. Bahkan pernah dalam satu hari mencapai 5 MB karena saat itu hasil kerjaku sedang dipresentasikan dan aku harus mengirim revisi beberapa kali atas bug yang ditemukan saat presentasi dilakukan.

Kalau misalnya ada yang menemukan provider yang menawarkan yang lumayan murah dan bisa aku gunakan sebagai provider utamaku, tolong informasinya yah. :) Bantuan Anda akan menolong sejuta manusia. Loh… @_@ Hehehe… Thanks…

Opera 9.50

1 Comment
Tags: , , , , , , ,

Setelah lama dinantikan oleh banyak pengguna internet, salah satu browser ternama yaitu Opera pada akhirnya dirilis dengan versi teranyar 9.50. Proses pengembangan Opera 9.50 ini sendiri memakan waktu cukup lama yaitu sekitar satu tahun dan telah melewati beberapa tahap release seperti Beta yang sudah dapat dicoba oleh end-user sejak beberapa bulan yang lalu.

Saya baru saja mendownload dan menginstall Opera 9.50 ini ke komputer saya. Dan di sini saya akan menceritakan sedikit mengenai perubahan terbaru Opera 9.50 ini. Berikut adalah gambar screenshot dari Opera 9.50. (Klik pada gambar untuk ukuran penuh)

Opera 9.50 on Acid3 test page

(more…)

Operator GSM baru (lagi): AXIS

15 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Mari kita belajar berhitung lagi, berapa jumlah operator GSM di Indonesia? Telkomsel (Simpati, Halo), Indosat (Mentari, IM3, Matrix), Excelcomindo (Bebas, Jempol), Hutchison Whampoa (Three). Kini ada lagi operator baru yaitu Natrindo Telepon Selular dengan produk barunya, AXIS.

Sebenarnya sudah agak lama saya mendengar mengenai nama Natrindo. Mungkin sejak beberapa bulan yang lalu, walau belum tahu bahwa nama itu akan menjadi nama operator salah satu telepon seluar di Indonesia. Operator ini sendiri baru beroperasi di kawasan Bandung dan Surabaya. Berdasar berita yang ada di TV, AXIS akan tersedia secara nasional dalam waktu 2 tahun mendatang. Pemegang saham utama AXIS adalah Saudi Telecom Company (51%) dan Maxis Communications (44%) sementara 5% sisanya dimiliki oleh perusahaan local. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa AXIS merupakan hasil investasi dari negara luar seperti juga Three.

(more…)

Great Firewall of Indonesia

2 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Menarik menyimak perkembangan mengenai berita pemblokiran beberapa situs mancanegara dan situs lokal oleh pemerintah dalam beberapa hari belakangan. Pemblokiran yang dianggap pemerintah sebagai “jalan” untuk mencegah perpecahan masyarakat Indonesia justru mendapat banyak tentangan dari masyarakat Indonesia sendiri, bahkan hanya beberapa jam setelah situs YouTube diblokir oleh pemerintah.

(more…)

Looking forward to the past

3 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Ga banyak sih yang bisa aku ceritain di sini mengenai aktivitasku beberapa hari belakangan. Lebih gampang kalau dirangkum aja deh dengan susunan kronologi sejak aku terakhir kali menulis entry satu minggu yang lalu.

Sabtu (22/3) dan Minggu (23/3) tidak ada hal yang terlalu spesial buatku. Yang kulakukan hanya online di rumah. Apalagi libur sejak hari Kamis (20/3) sebelumnya yang bikin bete. Dan selain itu juga ngerjain proyek walau tergantung mood.

Senin (24/3) mengerjakan proyek pagi-pagi soalnya mau didiskusikan lagi walau waktu itu agak kehilangan mood buat kerja. Entah kenapa ternyata aku memang orang yang moody alias mudah terpengaruh mood dalam aktivitasku. Bahkan sempat ada yang bilang aku ga cocok kerja di kantor karena sifatku ini. Hhhh… Memang kayanya lebih cocok jadi freelancer kali yah. Lebih bebas, dan ga perlu terlalu terikat ama aturan kantor.

(more…)

Hilang banyak, terlalu banyak

No Comments
Tags: , , , , , ,

Sebuah rekor terbaru telah dipecahkan hari ini. Rekor baru pecah, bukan hal yang menyenangkan, tapi hal yang menyesakkan. Argghh.. Yah, pertama kali dalam sejarah aku kehilangan pulsa 0,02 juta rupiah, di mana seharusnya hanya 0,003 juta rupiah… (sori yah banyak nol nya, soalnya mau saingan ama operator telepon seluler yang pake banyak nol)

Ceritanya itu pagi ini aku mau pake internet dari Mentari. Seperti yang sudah pernah aku bilang di entry sebelumnya, Mentari memiliki 2 skema tarif untuk data yaitu volume-based dan time-based. Volume based memiliki tarif Rp. 1 / KByte, sedangkan time based memiliki tarif Rp. 100 / menit. Rencananya pagi tadi mau pake 30 menit aja lewat laptop baru dengan menggunakan time based, karena penggunaan time based di laptop terasa lebih cocok bila ingin mendowload file. Ternyata tanpa kusadari, aku memilih yang volume-based.

Selama 30 menit aku menggunakannya tanpa sadar bahwa aku sudah melakukan transfer data sebanyak 26 MBytes. :cry: Hilanglah 24 ribu rupiah ditambah pajak 10% sehingga hampir mendekati 30 ribu. Padahal bila menggunakan time-based, cukup menghabiskan 3000 rupiah ditambah PPN. Setelah menyadari itu, aku langsung menghapus koneksi volume-based yang aku buat di laptop dengan harapan aku tidak salah memilih lagi.

Yah mungkin lain kali harus lebih cermat dan hati-hati dalam memilih. >.<

Anyway, karena peristiwa ini aku juga baru mengetahui bahwa skema tarif time-based bukan 100 rupiah / menit, melainkan 50 rupiah / 30 detik. Selain itu juga menyadari bahwa jaringan 3G di daerahku sudah cukup kuat dan stabil. Tidak seperti dulu di mana sinyal 3G sering hilang bila pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Menyebalkan kalau harus membayar 7 kali lebih banyak karena salah memilih jenis koneksi.