Posts Tagged ‘lomba’

Satu bulan tanpa blog

Ga kerasa, sudah satu bulan lebih aku ga menulis blog sama sekali. Memang hal ini dikarenakan beberapa hal, yang pertama adalah kesibukanku dalam skripsi, kedua adalah karena kesibukanku dalam proyek freelance-ku. Yang terakhir tentu saja karena rasa malas menulis blog belakangan ini. Yah jujur aja aku berkata seperti itu karena dalam kesibukanku pun seharusnya pasti aku masih bisa meluangkan waktu untuk mengupdate content blog ini. :)

Selama satu bulan ini, tentu saja banyak hal yang menarik yang sebenarnya ingin aku ceritakan di blog ini. Oleh karena itu, untuk kali ini aku akan merangkumnya dalam satu entry saja, tetapi tentu dengan banyak sale alias potongan sana sini supaya entry ini ga terlalu panjang. Kita mulai saja dengan hari-hari yang paling dekat dengan terakhir kali aku menulis blog.

Tanggal 20 – 21 Oktober 2009, aku mengikuti lomba ACM/ICPC Jakarta Regional Contest di Binus. Ini adalah kali pertama aku mengikuti ICPC, tetapi juga menjadi kali terakhir mengingat waktuku menjadi mahasiswa perguruan tinggi (S1 tentunya) hanya tinggal beberapa bulan lagi (semoga sih begitu karena memang aku pengen cepat lulus). Yah namanya kontes regional, tentu saja ada peserta dari negara Asia lainnya seperti dari Singapura, Malaysia, Taiwan dan China. Soalnya? Susah. Berhubung juga memang karena belakangan aku ga bisa ikut training rutin karena kesibukanku dalam mengurus proyek, jadi bisa dibilang kalau aku mengikuti kontes ini juga seakan-akan main masuk aja tanpa persiapan yang matang. Alhasil tim-ku (EC Panda) hanya menduduki peringkat 37 dari 67 tim peserta kontes. Agak mengecewakan sih, posisi itu masih berada di bawah dari 1/2 jumlah peserta, padahal aku sendiri menargetkan berada di atas 1/2 jumlah peserta itu, minimal peringkat 33. Yah, ga apa-apa, yang penting sudah mencoba daripada ga sama sekali. Thanks buat semua yang udah memberi semangat, dan juga yang udah memberikan kesempatan aku mengikuti lomba semacam ini.

Tanggal 26 Oktober 2009, untuk pertama kali merasakan suasana kompetisi dalam pelelangan proyek bersama dengan project manager-ku. Tentu hanya aku yang baru pertama kali merasakannya, soalnya project manager-ku pasti sudah berkali-kali mengikuti lelang seperti ini. Hari itu aku hanya sebatas membantu project manager-ku dalam menggerakkan slide presentasi dan juga membantu dalam mendemokan prototype aplikasi, sedangkan project manager-ku lah yang mempresentasikan secara keseluruhan. Mungkin pengalaman yang berharga mengingat dari sana aku juga diajari bahwa lelang dan management proyek di dunia nyata itu jauh lebih kejam dari teori yang diajarkan di kelas-kelas perkuliahan.

Sebenarnya 2 paragraf di bawah mengenai Geocities ingin aku tuliskan dalam satu entry khusus pada tanggal 26 Oktober 2009, akan tetapi ga sempat (baca: malas) sehingga dirangkum saja jadi 2 paragraf di sini. Di tanggal ini juga bertepatan juga dengan hari ditutupnya layanan Geocities oleh Yahoo!. Salah satu website yang menjadi kontributor dot com bubble dan internet booming pada awal tahun 2000-an. Aku juga salah satu pengguna Geocities yang sejak tahun 2001 pernah mengupload web pribadi, yang pertama kali aku pelajari dan aku buat. Yah, sampai saat ditutup layanan Geocities tidak banyak berubah sejak pertama kali aku gunakan, misalnya hanya melayani konten statik, bandwidth yang terbatas hanya 4 MB / jam, space yang hanya beberapa puluh MB saja, sampai tampilan file manager-nya. Mungkin bagi sebagian orang yang mengingat Geocities juga akan mengingat penggunaan istilah dan teknologi web kuno (yang bahkan masih digunakan sampai sekarang di jaman sekarang ini), misalnya saja tag <marquee>, tag <blink>, desain layout dengan table, background dengan gambar gif animasi, dan lainnya. Bahkan web semacam xkcd.com pun sempat bernostalgia hari ini dengan menampilkan tampilan web seakan-akan kembali ke jaman baheula.

Sangat disayangkan sih Geocities sampai ditutup, padahal sebelumnya beberapa file bisa dihosting di sana secara gratis. :p Tapi mungkin memang layanan ini sudah ga menguntungkan lagi bagi Yahoo!, dan mungkin juga ga menarik lagi bagi sebagian besar orang untuk digunakan. Apalagi di luar sana banyak hosting-hosting gratis lainnya yang sudah mensupport lebih banyak fasilitas daripada hosting Geocities yang cenderung statik dan beriklan walaupun gratis. Terima kasih untuk Geocities karena telah menjadi salah satu pendorong minatku pada dunia web dan internet. Mungkin kalau dari dulu aku belum mencoba mengenai Geocities, belum tentu aku punya minat pada dunia web, internet dan komputer seperti sekarang. Lalu gimana dengan konten dari account Geocities-ku sendiri? Aku sudah mem-backup nya dan akan diupload suatu saat nanti, termasuk juga web yang paling pertama yang pernah aku buat di tahun 2001 (jadi malu saya :”> ).

Tanggal 29 Oktober 2009, Ubuntu 9.10 Karmic Koala dirilis. :D Tapi tentu saja aku belum mengupdate laptopku hari itu juga karena belum sempat. Aku baru sempat mengupdate nya di bulan November. Tapi secara keseluruhan memang update ini sangat memuaskan. Tidak banyak bug seperti Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope kemarin. Compiz bisa digunakan secara lancar, tombol wireless bisa digunakan tanpa masalah, dan tampilan boot dan splash screen yang menyenangkan, apalagi dengan menggunakan GRUB2 yang sempat membuatku panik karena sempat membuat laptopku ga bisa di boot. Belakangan jadi lebih tertarik menggunakan Ubuntu daripada Windows berhubung memang di Windows pun aku jarang memakainya untuk bermain game (aku rasa inilah alasan kenapa banyak orang yang masih bertahan menggunakan Windows sekalipun hanya bajakan), apalagi IDE yang biasa aku gunakan yaitu NetBeans juga sudah bisa terinstall di Ubuntu tanpa masalah.

Tanggal 3 November 2009, sekali lagi aku diajak oleh manager proyek-ku untuk mengikuti lelang. Kali ini acaranya dilakukan di Bandung, tapi tentu saja hanya dalam satu hari harus bolak-balik Jakarta. Berangkat pagi-pagi jam 6, sampai di Bandung jam 9 dan menunggu acara dimulai jam 11. Acara yang diikuti disebut aanwizjing, yang sempat aku kira tulisannya adalah unwising, semacam technical meeting atau briefing acara kalau dalam kompetisi atau lomba-lomba. Dan di sini dan juga selama perjalanan aku belajar banyak hal.

Tanggal 8 November 2009, adik dari pacarku ulang tahun. Hepi b’day. :D Satu hal yang pasti aku sempat membuat hari ini jadi rada berantakan karena sempat menjatuhkan kue ulang tahunnya ketika pacarku baru saja membelinya di Mall Taman Anggrek. Maaf yah :(

Tanggal 9 November 2009, Mozilla Firefox ulang tahun yang ke-5. Hepi b’day. :D Semoga akan tetap selalu menjadi browser terfavoritku seterusnya. Keep up the good work.

Tanggal 11 November 2009, berselang 2 hari setelah ulang tahunnya, Firefox versi 3.6 beta 2 diluncurkan. Sebenarnya aku sudah mencobanya sejak beta 1, dan perubahan yang terjadi ga terlalu banyak. Mungkin malah dalam Firefox ini yang terbiasa dengan behavior ketika membuka tab baru harus diubah. Sebelumnya, membuka tab baru akan membuat tab tersebut muncul di paling ujung. Sekarang membuka tab baru hasil dari tab yang sudah ada akan membuat tab tersebut muncul di posisi setelah tab tersebut. Agak sulit dijelaskan sih, tapi kalau bingung, coba saja pakai Google Chrome karena behavior-nya sama dengan Chrome atau langsung coba beta 2 ini. :D

Di hari ini juga kiamat menjadi trend tersendiri di kalangan anak muda dan orang tua karena sudah masuk ke dalam dunia Hollywood. Yeah, apalagi kalau bukan 2012. Bukan tahun, tapi judul film, tapi memang berhubungan dengan tahun sih. Bahkan sampai dibahas di berita-berita segala, dan dengar-dengar bahkan antrean di bioskop panjang. Entah karena filmnya bagus, atau karena penasaran dengan visual effect yang katanya banyak banget, atau karena pengen ngeliat akhir dunia itu kayak gimana sebelum memutuskan bakal bertobat atau lebih banyak berbuat dosa lagi sebelum hari itu datang. Paling ga dengan antrian itu membuktikan, “kiamat adalah sesuatu yang keren” alias “apocalypse is cool”. :cool:

Tanggal 12 November 2009, selamat ulang bulan tidak menulis blog. Terakhir kali menulis blog adalah tanggal 12 Oktober 2009 yang lalu, makanya ga aneh kalau kita harus merayakannya :D

Tanggal 14 November 2009, pergi ke CL buat potong rambut ditemani pacar, tapi sialnya pas ngantarin pacar pulang ke daerah Binus, dia malah kena copet. Alhasil sebuah handphone Nokia 6600 pun hilang. Ga habis pikir sih ada aja kenapa di jaman yang handphone pun udah jadi barang yang wajib dimiliki semua orang, masih ada aja yang mau mengambilnya. Harga handphone nya secara materiil memang ga seberapa, tapi kenangannya memiliki nilai yang ga berharga. Tapi yah yang namanya orang jahat mana peduli dengan apa yang dialami orang lain, yang penting dirinya kan senang sendiri. Malah masih sempat-sempatnya minta orang yang ada di daftar kontak handphone itu buat ngirim pulsa segala. Ckckck… Maling jaman sekarang. Semoga aja orang yang ngambil handphone itu hidupnya ga bakal tenang selamanya dan masuk neraka (kalaupun tuh orang percaya ada neraka). Iya betul, ini gue lagi sumpahin tuh orang. Sorry, but no sorry for you. Ah, kutukan itu juga berlaku buat penadah handphone curiannya kalau memang dia tahu itu handphone curian tapi tetap berniat menadahnya. Dan juga jatuh kepada pembelinya yang udah tahu itu handphone curian, tapi tetap beli dan pakai tuh handphone. Jadi dah tuh handphone bertuah. Tunggu kehadiran Hurry Copter: the Sorcerer’s Phone. Kalau mau cerita yang lebih lengkap, silahkan baca di blog pacarku.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai 1 bulan terakhir ini. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak hal yang harus dilakukan. Dan masih banyak fenomena yang harus diikuti, mulai dari cecak vs. kadal sampai kekonyolan supir Metromini yang membahas soal aturan baru sampai aku bisa menarik kesimpulan bahwa aturan ada di tangan mereka, bukan pemerintah atau pihak yang berkuasa lagi (ini namanya People’s Power kah?). Ah, sedikit cerita aja deh, kemarenan sempat ada tempelan di pintu Metromini B91 yang memberitahu kepada sopir bahwa mereka ga boleh mengoper penumpang, dan kalau mengoper didenda 3 kali ongkos per orang dikali jumlah penumpang yang dioper. Ada lagi peraturan bahwa mereka ga boleh mendahului dari jalur kanan yang berlawanan arah, atau mereka kena skors 3 hari tidak boleh narik. Tapi yah dari pembicaraan yang sempat aku dengar di antara para supir waktu itu, mereka ga peduli dengan hal itu, dan toh memang kenyataannya masih banyak yang mendahului dari lajur kanan dan ngoper-ngoper, bahkan mengingatkan supir lain yang mau tertib untuk melanggar aturan itu. Masa bodo lah, jalanan dikuasai oleh setan jalanan belakangan, termasuk juga orang yang udah kena kutukan di atas itu, apalagi polisi belakangan juga ga bisa terlalu dipercayai lagi karena main jadi buaya-buaya-an, kan?

Kapan-kapan lanjut lagi deh ceritanya. Semoga dalam waktu dekat bisa nulis lagi. :D

Kompetisi robot di mana-mana

Dalam 1 tahun terakhir, aku makin sering melihat banyaknya pengumuman mengenai diselenggarakannya kompetisi robot di Indonesia, entah apakah untuk tingkat mahasiswa, atau untuk tingkatan pelajar SMA dan SMP. Menarik untuk diperhatikan bahwa minat untuk mempelajari robotika di Indonesia makin meningkat, soalnya kalau dulu nyebut istilah robotika pasti pikiran orang-orang akan mengarah ke Jepang atau Jerman, tapi sekarang sekali-sekali bolehlah mengarahkan pikiran ke Indonesia.

Seperti tertarik dengan ilmu-ilmu dan hal-hal yang lain seperti musik (gitar), astronomi dan kosmologi, sebenernya aku juga tertarik pada bidang robotika ini, akan tetapi tidak sempat untuk mempelajarinya sekarang berhubung aku juga memang ga punya alat-alatnya dan belum pernah belajar ini sama sekali.

Setahuku selama ini memang terdapat beberapa jenis kompetisi robot yang diselenggarakan. Beberapa di antaranya adalah line following yaitu mengikuti garis putih / hitam dengan cepat dari titik start sampai finish tanpa mengalami kesalahan, menggunakan automatisasi alias sang robot harus bisa mengikuti garis itu tanpa bantuan orang. Selain itu terdapat pula kompetisi seperti mengangkat benda, akan tetapi untuk yang satu ini masih menggunakan remote control dari orang lain. Beberapa kali untuk perlombaan di luar negeri juga terdapat kompetisi semacam sepak bola robot mini di mana dua tim robot akan beradu memperebutkan bola dan memasukkan ke gawang lawan yang disediakan, tentu saja dengan automatisasi. Sejauh ini baru aku baru mengenal 3 jenis itu terutama dari berita-berita di internet dan TV, tetapi yang pasti masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin ada juga kali yah lomba robot halang rintang di mana robot-robotnya harus melewati rintangan-rintangan yang ada untuk mencapai finish, dan yang pasti ketika sang robot jatuh harus dapat berdiri lagi secara otomatis.  :lol:

Sebenarnya murid-murid di sekolahku cukup beruntung sejak 3 tahun yang lalu sudah mendapatkan mata pelajaran elektronika yang merupakan salah satu modal untuk mempelajari robotika, yah walaupun banyak juga yang mengeluh karena itu mengambil jam pulang sekolah seperti layaknya lab-lab lain. Sayangnya ketika aku masih berada di bangku SMA, aku tidak mendapatkan mata pelajaran ini. Tapi yah apa boleh buat lah, mungkin nanti harus belajar sendiri juga, termasuk belajar nyolder-nyolder. Yang jelas bakal susah bagiku untuk membaca warna pada transistor karena mataku mengalami defisiensi warna hijau. :D Dan mungkin harus belajar bahasa assembly juga yang mumet buat pemrograman instruksi di robot nya. :D Bahkan sebenarnya sempat ada yang mengumumkan kompetisi robot ke forum sekolahku, tapi yah kalau dipikir-pikir agak susah untuk mencari orang yang interest dengan kompetisi robot, apalagi yang jelas forum itu sudah sepi dan yang membaca pun kecil kemungkinan mengumumkannya ke pihak sekolah, ditambah lagi sekolahnya belum tentu support.

Oh iya, mungkin juga minat robotika di Indonesia agak kurang karena robot dianggap hanya mainan seperti yang diberitakan oleh detikInet dan membuang-buang duit karena komponennya mungkin masih mahal (mungkin loh, aku belum pernah survey). Tapi mungkin juga karena paranoid dengan robot yang akan menghancurkan bumi seperti layaknya film the Matrix atau Terminator. :D Tentu saja seperti biasanya bila banyak yang menganggapnya mainan belaka atau terpengaruh film saja, tampaknya Indonesia tidak akan pernah keluar dari lingkaran setan konsumerisme, dan tidak akan pernah menjadi negara produsen robotika (atau minimal punya ahli robotika) yang bisa membuat negeri ini berjaya di kompetisi internasional.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai kompetisi robotnya. Anyway, maju terus ilmu robotika Indonesia! :D

Bandung Lautan Coding

Judul di atas agak lebay karena Bandung sebenernya kota hujan (Bogor yah harusnya? :D ). Bagi yang sering chat lewat YM, pasti tau kalau selama 5 hari belakangan aku jarang online. Kalaupun online biasanya melalui eBuddy sehingga jangan bingung kalau message yang dikirim ga aku balas, karena nyampe ke handphone ku aja fifty-fifty.

Ceritanya ke Bandung ini buat ikutan lomba yang namanya Arkavidia yang diselenggarain himpunan jurusan Teknik Informatika nya ITB alias Institut Teknologi Bandung. Ada 2 lomba yang diselenggarain, yaitu Software Design dan Programming Contest (PC), tapi aku cuma jadi peserta programming comtest nya aja (cerita soal gimana bisa tiba-tiba ikut kaya ginian lagi bisa dibaca di entry-entry sebelumnya yah :D ). Lomba buat PC nya sendiri itu tanggal 4 April 2009, tapi kita-kita udah pergi ke sono tanggal 1 April 2009, berhubung supaya bisa berangkat bareng-bareng sama 2 tim yang ikut Software Design. Sedangkan untuk tim PC sendiri ada 5 tim yang masuk final sudah termasuk timku. Ditambah dengan satu penanggung jawab (yang ternyata dosen SisMul ku sendiri :| ), totalnya ada 19 orang yang berangkat tanggal 1 itu. Otomatis 5 hari ga ikutan kuliah dan lab dengan dispensasi tentunya, entah apakah bisa ikutan quiz susulan buat lab soalnya nilai praktek itu 100% dari quiz. :(

(more…)

This entry was last modified on: April 5th, 2009 at 22:43

Menuju Final

Setelah beberapa hari menunggu, lebih tepatnya 2 hari sih, akhirnya pengumuman finalis lomba programming Arkavidia yang diselenggarakan oleh ITB diumumkan juga. Tim yang aku bentuk bersama teman-teman satu sekolahku, Eta Carina ternyata tembus ke final walau harus mati-matian juga karena berada di peringkat 29 yang merupakan 2 terakhir yang masuk final dengan nilai 410. Pengumumannya dapat dilihat di situs arkavidia.com.

Entah harus senang atau bagaimana, bermodal pengalaman lomba sewaktu SMA dan belum pernah mengikuti pelatihan sebelumnya, kami akhirnya malah masuk ke final. Padahal sebelumnya aku tidak optimis kalau kami bisa masuk ke final semudah itu, apalagi melihat jumlah tim yang terdaftar berjumlah lebih dari 100 tim. Dan mengerjakan soal pun menggunakan metode barbar alias hantam saja kalau misalnya sudah menemui jalan buntu, maksudnya dengan coding tanpa memperhatikan efisiensi dan mungkin akan menghabiskan banyak memory dan waktu dari yang ditentukan.

Akhirnya mungkin harus mengikuti pepatah, sudah kepalang basah, sekalian nyemplung aja. Dan nyemplung bukan sekedar nyemplung, nanti di final harus lebih baik lagi, jangan sampai malah menjadi di peringkat terakhir alias turun lagi ke peringkat 30 dari 30 finalis. Dengar-dengar sih untuk semua finalis dari Binus akan disediakan fasilitas bus dan akomodasi dari pihak Binus nya untuk menuju Bandung. Yah, hitung-hitung lumayan lah ga perlu keluar modal. :D

Ayo berusaha lagi untuk final. :D Doakan semoga mendapat hasil yang bagus yah di final nanti, syukur-syukur masuk 3 besar. :D

Indonesian’s Idle

Fiuh, hari ini hari yang panas buat ngeblog dan berdiam diri di rumah. Rasanya pengen bergentayangan ke mall atau ke tempat mana gitu yang ada AC nya biar ga keringetan kaya gini mulu. Apalagi belakangan memang bener-bener ga ada kerjaan, pengen nyari duit, tapi ga ada duit yang datang. Adanya malah buang-buang duit sekarang. Mana bentar lagi duit ditarik lagi buat bayar SKS di Binus. Eyaaahhh… (_ _ !)

Kalau mau dibilang selama 2 bulan belakangan benar-benar nganggur ga ada proyek, rasanya jenuh banget. Dulu pas ada proyek kan seru tuh, ngoding-ngoding seharian di depan lappie, dari bangun tidur sampe sesaat sebelum tidur, dan berulang lagi esok harinya. Sekarang? Kayanya malah jadi ga produktif (menyedihkan) :(

Ngomong-ngomong soal idle alias nganggur, gue belakangan juga bingung ama banyak hal yang berhubungan dengan Binus, mulai dari sistem pembelajarannya, kejadian-kejadian aneh yang ada di sono, sampe orang-orangnya. Tapi seperti kebanyakan orang, gue bakal lebih senang ngomongin orang lain dulu dibanding hal lainnya, so ini lah yang ingin gue omongin. :D

(more…)