1 minggu sudah berlalu
Yay, akhirnya 1 minggu dari 9 minggu liburan sudah berlalu. Itu berarti sudah lewat 7 hari, yang sama juga dengan 168 jam lebih, sama juga dengan 10.080 menit lebih, sama juga dengan 604.800 detik lebih. Entah kenapa rasanya satu minggu pertama selalu menjadi neraka yang menyenangkan. Hmm, atau surga yang membosankan?
Memang udah diprediksi sebelumnya kalau liburan sepanjang 1/6 tahun lebih ini bakal sangat membosankan. Terlebih aku memang ga punya rencana jangka panjang untuk libur ini. Jadi mau ga mau yah harus menikmati saja kebosanan ini. Online di dunia maya pun ga terlalu banyak berarti, soalnya belakangan aku cuma online pada malam hari untuk menjaga bandwidth supaya ga kelewatan kuota 1GB per bulan. Terkadang memang online di siang hari menggunakan Mentari, tapi karena rada mahal dan yang aku gunakan juga paket time-based yang Rp 110 / menit, akhirnya juga ga bisa online lama-lama dan selalu ngerasa kaya dikejar-kejar setan.
Satu minggu ini aku ngapain aja yah? Hmm, hari pertama liburan (2/7) aku malah pergi ke kampus buat ngomongin proyek. Awalnya cuma mau sebentar aja di sana, trus sorenya mau ke kos teman, eh, ternyata malah ketagihan buat ngerjain proyeknya. Entah kenapa rasanya lebih semangat ngerjain proyek di kampus daripada di rumah. Mungkin karena kalau ngerjain di kampus bisa lebih jelas soalnya ada yang bisa aku tanyain langsung ama orangnya. Akhirnya aku pulang jam 5 sore dan ga jadi ke kos teman (selingkuhan).
Hari kedua (3/7), aku dan beberapa teman kuliahku jalan-jalan ke Dufan yang akhirnya dialihkan juga ke SeaWorld. Menyenangkan dan menyebalkan. Menyenangkan karena ada yang dengan santainya membatalkan keberangkatan mereka di saat semua sudah berjalan. Menyebalkan karena yang udah sampai di sana akhirnya bisa berfoto-foto ria dan melihat-lihat ikan. Errr, ups… Ada yang kebalik ternyata dari yang “menyebalkan” dan “menyenangkan” di atas.
Hari ketiga (4/7), kerjaanku cuma tidur di rumah dan ngerjain proyek walau yang didapat juga ga terlalu banyak.
Hari keempat (5/7), saking ga ada kerjaannya malah jalan ke kos selingkuhanku yang ada di daerah Binus. Akhirnya juga pergi ke Binus lagi kan walau libur-libur begini.
Hari kelima (6/7), sekali lagi cuma tiduran di rumah dan ngerjain sedikit proyek yang ga terlalu banyak perkembangannya.
Hari keenam (7/7), aku pergi ke Taman Anggrek sama teman-teman. Sebelumnya sempat nonton acara kekerabatan P2LS dulu di BHK. Dan hebatnya, selingkuhanku ampe datang sendiri ke rumahku untuk pertama kali dan untuk pertama kalinya juga naik B91 sendirian berdasarkan pengakuannya.
Di TA nonton Hancock yang diperankan oleh Will Smith. Ternyata memang setiap film yang diperankan Will Smith itu ga rugi kalau ditonton di bioskop. Sama seperti I Am Legend yang waktu itu sempat aku tonton juga di bioskop.
Hari ketujuh (8/7), selingkuhanku akhirnya pulang ke Cirebon juga.
Dan aku akhirnya cuma tidur-tiduran dan guling-gulingan di rumah doank. Hhhh…
Sudah hampir pertengahan bulan dan tampaknya aku harus bener-bener ngerjain proyekku nih. Soalnya aku udah janji pertengahan bulan bisa selesai. Hmm, satu lagi, minggu pertama biasanya akan sama seperti minggu terakhir liburan. Kalau awal liburan gelisah karena ga ada kerjaan, maka di akhir liburan justru gelisah karena udah “keenakan” libur.
Mau gimana lagi. Siklusnya memang gitu.

Awalnya aku sudah pesimis kalau akhirnya ga bakal bisa nonton film ini di bioskop berhubung batal mulu buat nonton bareng temannya. Bahkan hari Sabtu yang lalu juga sudah berada di antrian untuk membeli tiket XXI di Mall Taman Anggrek, tapi setelah antri selama 1 jam akhirnya tiket pun ga didapat karena sudah penuh.



