Posts Tagged ‘mangga dua’

Dengar-dengar lagu Geby (Jauh Kau Pergi)

3 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Dengar-dengar, belakangan ini ada sebuah lagu yang mencekam, errr, maksudnya yang menarik perhatian masyarakat. Yep, mungkin sebagain besar udah pernah mendengar sebuah lagu yang berjudul Jauh Kau Pergi. Katanya penyanyinya bernama Geby yang hidupnya berakhir secara tragis karena melihat perselingkuhan pacarnya. Akhirnya ia menyanyikan lagu ini di sebuah kafe yang kemudian beredar luas di internet dan jagat musik tanah air. :|

Dengar-dengar lagi, lagu ini memiliki unsur mistis di mana para pendengarnya bisa merasakan sesuatu yang aneh setelah mendengar lagu ini, terutama untuk pertama kalinya. Bahkan dengar-dengar lagi, ada orang yang sampai tersentuh akan lagu ini dan ada rasa ketakutan dan sejenisnya setelah mendengar lagu ini.

Dengar-dengar lagi, lagu ini diperebutkan oleh sejumlah orang untuk diklaim sebagai lagu ciptaan mereka. Mungkin karena sempat booming tanpa ada penyanyi yang “jelas” sampai-sampai mereka melirik kesempatan untuk mengeruk keuntungan dari sana dengan mempatenkan atau mengklaim hak cipta atas lagu iini.

Dengar-dengar lagi, penyanyi aslinya sudah ditemukan dan namanya bukan Geby, tapi Ega (kalau ga salah ya). Katanya Mama Lauren yang terkenal dan Roy Suryo yang ga kalah terkenal sampai ikut turun tangan buat “menerawang” keberadaan penyanyinya. Alhasil gabungan antara kedua senyawa, maksud saya kedua ahli pada bidang yang bertolak belakang membuktikan bahwa saudari Ega inilah penyanyi yang sebenarnya. Dan yang mengejutkan adalah DIA MASIH HIDUP. Aneh sih soalnya selama beberapa bulan lagu itu beredar kayanya dia sendiri masih adem-ayem saja tanpa mempedulikan karyanya yang sempat booming itu.

Berhubung ama soal “terkenal”, “mistis” dan “sudah lama”, kenapa saya kayanya seakan-akan baru mendengar soal lagu ini kemarin? Dan itu bertepatan saat mama saya sedang menonton salah satu channel yang berisi acara infotainment yang mengupas soal misteri lagu tersebut. Mungkin kalau saya sudah pergi ke Mangga Dua sebelum acara infotainment itu dimulai, saya juga belum akan tahu soal lagu itu sampai sekarang. Hmm, mungkinkah ini bagian dari kemistisan lagu tersebut? Memang sih saya sempat mendengar beberapa kali lagu itu dinyanyikan bahkan oleh anak-anak tetangga yang berkumpul di pos jaga dekat rumah saya, tapi kenapa saya tampaknya ga terhanyut oleh kehebohan di balik lagu itu? Bahkan judulnya saja belum tahu sampai kemarin. Mungkin kebanyakan kerjain proyek dan berpusing-pusing dengan kuliah dan ujian akhir semester kemarin. :D

Jujur sih lagu ini memang bagus dari segi lirik dan melodinya. :) Nanti cari ah. :)

Not just about screen protector

No Comments
Tags: , , , ,

Beberapa hal yang akan dibahas di sini adalah screen protector, debu, dan perbedaan pendapat.

Kita bahas hal pertama dulu, yaitu screen protector. Bagi yang punya perangkat berlayar, khususnya ber-display LCD seperti handphone, laptop atau PDA, screen protector akan menjadi penting untuk melindungi layar tersebut dari banyak hal termasuk debu dan goresan yang bisa menyakitkan hati dan mata Anda. Minggu lalu, baru saja aku membeli screen protector untuk aku pasangkan pada layar laptop 13,3 inch-ku. Hari itu aku bersama papa pergi ke Mall Mangga Dua untuk membelinya, sekalian soalnya papa juga mau mencari software. Harga yang didapat adalah Rp 60.000 untuk satu lembar screen protector. Saat itu aku sempat melihat proses pemasangan pada laptop yang ada di toko tersebut.

Sekarang kita membahas debu. Setelah pulang dari perjalanan yang melelahkan, papa mau supaya screen protector itu langsung dipasangkan saat itu juga dan aku pun langsung membuka bungkus screen protector tersebut. Awalnya layar laptop dibersihkan dulu dari debu yang menempel dengan menggunakan kain yang disediakan. Debu sempat bersih, tapi ternyata dalam sekejap selalu ada debu yang menempel kembali ke layar laptop. Padahal untuk menempelkan screen protector, tidak boleh ada debu yang menempel pada layar karena akan menimbulkan gelembung atau menjadi debu permanen yang terjepit antara screen protector dan layar.

Pembahasan ketiga adalah perbedaan pendapat. Papa mau agar segera dipasang. Aku pun membantu memasangkan. Awalnya karena debu yang menempel terus, aku berkali-kali menunda pemasangan untuk menghilangkan debu yang ada terlebih dahulu. Lama-lama akhirnya papa mulai berkata kalau debu sedikit ga akan masalah, di sisi lain aku tetap bersih keras tidak ingin satu titik debu pun. Akhirnya aku kesal dan menyerah sesuai kemauan papa.

Alhasil setelah beberapa menit berjuang, screen protector pun menempel, dengan debu-debu yang menyebalkan tentunya. Bahkan ada satu tumpukan debu yang terjebak di screen protector tersebut yang membuat aku benar-benar pengen teriak melihat debu itu. Hhhh… Kesal? Tentu saja. Tapi mau diapain. Seharian itu aku termenung mencari cara agar tidak terlalu mengganggu pandanganku ke layar laptop.

Berhari-hari aku lewati bersama sang debu, akhirnya kemaren aku mencoba lagi untuk membuka screen protector, dan ternyata BERHASIL. Yah, screen protector terbuka dan debu pun hilang. Sayangnya screen protector tak dapat ditempelkan kembali karena sudah banyak debu yang menempel lagi di sisi yang menempelnya. Hahaha…

Itulah kisahku sampai aku kehilangan Rp 60.000 hanya kurang dari 1 minggu karena ketidaksabaran. Yah, biarlah. Pelajaran juga kalau mau pake screen protector bahwa debu sedikit pun ga boleh diajak kompromi.

Malam tadi sewaktu aku membuka screen protector, ada 2 perasaan yang timbul. Pertama adalah lega karena paling ga pandanganku akhirnya tidak “terlukai” oleh debu yang menempel. Kedua adalah menyesal juga. Menyesal karena aku tidak mempertahankan pendapatku saja waktu itu, dan menyesal karena akhirnya screen protector yang bisa bertahan sampai 1 tahun hanya bertahan 4 hari saja. :)

Ah sudahlah, kembali memakai “screen protector” praktis saja, walau harus nempel-nempel pake selotip segala.

New Technology, New Accesories, (Not) New Status

3 Comments
Tags: , , , ,

Tanggal 1 Mei yang lalu, gue membeli sebuah nama domain untuk keperluan pribadi dan bisnis. ;) Ini salah satu langkah terbesar gue untuk lebih mendalami web design. This is the first things about what change in my life.

Hari ini gue jalan-jalan ke Duo Mango alias Mangga Dua. Di sono tadinya cuma mo ganti kacamata doank sih. Sekarang kacamata gue udah baru loh. Hmm, tapi ga bakal gue pake seterusnya soalnya lensanya gunain plastik. Dari pengalaman gue tuh lensa yang pake plastik selalu berakhir dengan tragis karena baret sana-sini dalam waktu 1 bulan. Pada akhirnya malah ganti lensa kaca juga nantinya. Tapi buat kali ini gue ga pake yang itu dulu buat sehari-hari. Klo mo kuliah atau mau pegi aja deh gue pakenya. Biar lebih gaya. :p Oke, I’ve told the second changed thing on my life.

Setelah beli kacamata, gue beliin barang titipan teman gue yaitu RAM sebesar 1 GB. Ternyata tuh RAM harganya lagi murah karena dollar lagi turun. Tukar tambah 256 MB dengan 2 x 512 MB cuma kena Rp. 350.000,-. Gue juga mau deh kalau kaya gitu. Tapi kapan-kapan aja, lagi cekak nih gara-gara perubahan ketiga yang akan gue bilang setelah ini. Yah, paling ga gue membuat perubahan kepada orang lain juga lah. Hahahaha…

Yang keempat adalah gue punya HP baru! Huiiiii… Yup, hari ini bokap gue minta barter HP lama gue kasi dia. Trus gue disuruh cari HP baru aja. Padahal gue udah bilang kalau HP gue yang lama (SE T630) tombolnya udah nyebelin dan susah banget dipencet-pencet. Tapi ya sudah lah, jangan menolak rezeki, pikir gue. Trus terjadilah pertukaran antara pedagang dan pembeli, anak dengan bapak, handphone lama dengan handphone baru, trus… apalagi? Oh ya, sekarang gue pake SE K618i. Ahahahaha.. Lumayan lah. :P

Yang terakhir mari kita membahas hal yang bukan merupakan perbuahan dalam hidup gue yaitu kisah romansa gue. :P Pertama, hari ini bahkan dari kemaren-kemaren gue berusaha menelepon “dia” tapi ga bisa-bisa. Kedua, alasan gue ga telpon itu adalah bingung mo ngomong apa, lagi mood, trus masalah waktu yang udah kemaleman. Napa coba gue bisa bingung? huhuhuhu.. Oh ya, selain itu gue juga rada malu ahh nelpon dia, soalnya ada yang liatin dan “nguping” nanti. Aneh, padahal dulu kalau gue lagi PDKT ama cewe mah gue ga peduli ada yang nguping atau ga. Yang ketiga, gue makin lama makin takut kehilangan dia. Kemaren aja setelah pulang dari kegiatan yang ada dia, gue ampe ikutin dia nyampe belakang saking parno nya gue dia direbut ama orang lain (yang gosipnya memang ngincer dia juga). Ufff… Susah deh klo gini terus. What should I do? :(

Sekian dulu mengenai apa yang berubah dari gue, dan apa yang ga berubah dari gue.