Posts Tagged ‘movie’

Keroyokan di film lokal

Bagi orang-orang yang berlangganan koran Kompas, pasti setiap hari bisa melihat pada halaman Klasika terdapat jadwal film-film yang diputar di bioskop 21 (XXI) dan juga Blitz Megaplex. Ada lebih dari 10 jadwal film yang terpampang di sana mulai dari film-film barat, terkadang terdapat film mandarin, tapi yang lebih banyak belakangan ada film-film lokal.

Di sini terlihat perbedaan mencolok bagaimana poster dari film lokal berbeda cukup jauh dibanding dengan film-film luar. Kalau diperhatikan pasti terlihat jika dalam poster tersebut terlihat banyak orang, umumnya lebih dari 6 hampir bisa dipastikan bahwa film itu adalah film lokal alias film yang diproduksi oleh anak negeri ini sendiri. Sedangkan kalau melihat poster film luar, yang terlihat umumnya hanya 2 sampai 3 orang pemain utamanya saja yang diperlihatkan.

Sebagai contoh, kita lihat saja Kompas yang diterbitkan hari ini, Minggu, 30 November 2008. Inilah beberapa daftar film beserta jumlah orang yang terpampang di poster film itu untuk jadwal bioskop 21 (XXI).

(more…)

Kapankah WALL-E datang?

Setelah sempat ditunda-tunda sampai 1 minggu lebih, akhirnya kemaren keinginan buat nonton Kungfu Panda akhirnya terpenuhi juga. :D Awalnya aku sudah pesimis kalau akhirnya ga bakal bisa nonton film ini di bioskop berhubung batal mulu buat nonton bareng temannya. Bahkan hari Sabtu yang lalu juga sudah berada di antrian untuk membeli tiket XXI di Mall Taman Anggrek, tapi setelah antri selama 1 jam akhirnya tiket pun ga didapat karena sudah penuh. :(

Kesan setelah menonton Kungfu Panda ini sendiri adalah menganggumkan. :D Sebelumnya aku sering mengganggap film animasi tidak terlalu bagus dan worthed untuk ditonton di bioskop. Tapi setelah menonton Kungfu Panda ini, ternyata pernyataanku itu ga benar. Durasi film yang pendek pun tidak terasa karena alur cerita dan efek visual yang bagus. Ga nyesal deh nonton film ini.

Daftar film yang “must-be-watched” selanjutnya adalah WALL-E, sebuah film mengenai sebuah (seorang?) robot yang bertualang bernama WALL-E. Trailer film ini sendiri sudah cukup lama beredar, akan tetapi pemutaran perdana film ini sendiri di luar negeri adalah bulan Juni ini (dari Wikipedia dan sejumlah situs lainnya dikatakan 27 Juni 2008 alias besok). Sedangkan untuk Indonesia, film ini baru diputar di bioskop-bioskop pada tanggal 13 Agustus 2008. Informasi ini baru saya dapatkan dari koran Kompas tanggal 20 Juni 2008 kemarin melalui sebuah iklan.

Rasanya film ini juga cukup worthed untuk ditonton di bioskop daripada menontonnya dari DVD bajakan yang jelas akan banyak beredar karena jeda waktu rilis yang cukup lama antara rilis di luar negeri dengan di dalam negeri. Tema yang diangkat pun cukup jarang yaitu mengenai robot, padahal film animasi belakangan ini kebanyakan mengangkat mengenai manusia (khususnya superhero), hewan, atau serangga.

Yah, mungkin bagi orang-orang yang udah ga sabar buat WALL-E sih boleh saja nonton lewat DVD atau media bajakan. Walaupun waktu itu pada intro sebuah film sempat diputarkan WALL-E dan Eve yang ingin menonton DVD bajakan yang didapatkan dari bumi dengan kualitas yang jelek, dan itu menjadi iklan yang kocak dan cukup menyentil. :p Tentu aku sendiri juga ga menyarankan buat menonton dari DVD bajakan. ;)

Don’t play with timeline

Timeline, yang kalau ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai garis waktu mungkin akan menjadi sesuatu yang membingungkan kalau mau dijelaskan secara rinci. Secara sampai saat ini kita masih belum dapat merasakan pindah dari satu jaman ke jaman lain karena belum ditemukan cara untuk itu. Tapi walaupun begitu, timeline tetaplah sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas.

Pertanyaannya adalah apa yang terjadi kalau kita bisa kembali ke masa lalu atau menuju ke masa depan?

Sebagian besar orang dalam hidup ini mungkin pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang terjadi setelah mereka melakukan sesuatu yang buruk atau membuat mereka menyesal. Misalnya saja ketika gagal menempuh ujian, tiba-tiba saja ingin kembali ke masa lalu untuk mengerjakan soal ujiannya kembali karena kita sudah tahu soal apa yang akan dikerjakan di mana artinya kita akan dapat mengerjakan soal tersebut dengan baik.

(more…)

This entry was last modified on: April 20th, 2008 at 15:17

Great Firewall of Indonesia

Menarik menyimak perkembangan mengenai berita pemblokiran beberapa situs mancanegara dan situs lokal oleh pemerintah dalam beberapa hari belakangan. Pemblokiran yang dianggap pemerintah sebagai “jalan” untuk mencegah perpecahan masyarakat Indonesia justru mendapat banyak tentangan dari masyarakat Indonesia sendiri, bahkan hanya beberapa jam setelah situs YouTube diblokir oleh pemerintah.

(more…)

This entry was last modified on: April 9th, 2008 at 21:04

Transformer

Hari ini berkesempatan nonton Transformer. Film ini sebenarnya sudah ada sejak lama dalam media kartun berseri. Hmm, terakhir kali seri yang saya tonton adalah Beast War.

Reviews

Film Transformer ini sendiri dibuat berdasarkan karakter Transformer yang ada sejak dulu. Di satu sisi terdapat Optimus Prime yang merupakan pemimpin kaum Autobots yang berperan protagonis. Sedangkan di sisi lainnya terdapat Megatron, sang pemimpin kaum Decepticons yang berperan sebagai peran antagonis. Film ini masih dititikberatkan di peperangan yang terjadi antara kaum Autobots dan Decepticons yang berasalah dari planet Cybertron.

Bila pada film serinya hanya perang antar kaum robot, maka di film Transformer ini perang terjadi di bumi yang melibatkan manusia. Bahkan para robot ini berbaur dengan kaum manusia dengan menjadi barang-barang elektronik seperti handphone, mobil-mobil canggih, bahkan menjadi senjata perang yang mematikan seperti pesawat F-22A. Setiap kali para robot ini berubah, perubahan selalu ditampilkan dengan baik. Bahkan tampak seperti telah diperhitungkan dengan baik oleh para pembuat visual effect-nya sehingga tidak terdapat suatu bagian robot pun yang bertabrakan dengan bagian lain.

Storyline : 7.5
Visual effect : 10
Sound effect : 9
Music : 8
Overall : 9

Jadi dapat dikatakan bahwa ini perkembangan teknologi yang sangat maju di dunia perfilman internasional. :p (apa sih?)

Kesimpulan
Banyak sekali perubahan yang terdapat di Beast War yang pernah saya tonton dulu dengan Transformer yang saya tonton tadi. Lebih banyak sisi manusiawi yang ditonjolkan dalam film ini, seperti bagaimana manusia bisa menerima keberadaan robot asing, serta bagaimana Optimus Prime yang menjadi pemimpin kaum Autobots berkata “freedom is the right of all sentient beings” atau “kebebasan adalah hak dari setiap makhluk hidup”. Hal ini membuat film ini wajib ditonton oleh semua fans film kartun Transformer ataupun orang yang mempunyai selera tinggi terhadap visual effect yang WOW. :D

Selamat Menonton

This entry was last modified on: July 7th, 2007 at 0:54

Eragon!!! Hiks… (Part 2)

Huhuhuhuhu… Hari ini padahal mau nonton Eragon tapi ternyata gagal lagi. Hix hix… Kenapa coba bisa begini. Padahal udah nyampe di TA trus tinggal pesan tiket doank… Tapi bisa kelupaan pesan tiket sebelum makan-makan barang panitia Yearbook… Hmmm, mungkin memang gue ga ditakdirkan buat nonton Eragon kali ya? Huuuu… Mungkin lebih baik nunggu keluar di TransTV aja jadi nonton bioskop TransTV deh. Ya sudah lah ya… Pada dasarnya gue memang ga begitu niat buat nonton nih hari. Ga tau kenapa gitu. Weeew…

Btw percaya ga ni hari gue jalan kaki dari TA ke rumah gue… Wkwkwkwkwkk… Pengen nyoba sih. Ternyata perlu waktu sekitar 25 menit lebih. Hohoho… Lain kali gue coba jalan deh dari kampus Anggrek ke rumah gue… hmmmm, ga jadi deh! Kayanya yang itu mah terlalu gila.

Oh ya, ada satu lagi nih, dulu waktu gue telpon ke nomor handphone “dia” yang ada di Dominos Special Edition selalu ga ada nada sambungnya ato klo ga ada yang bilang “tekan bintang untuk meninggalkan pesan”. Kemaren gue coba telpon lagi, jawabannya udah berbeda. “Maaf, nomor yang anda hubungi belum terpasang”. Huhuhuhuhu… Huuu, musti melakukan pendekatan secara langsung nih klo gitu. Nti aja ah, pas semester dua…

PS : Sekali lagi, gue bakal ga online dari tanggal 23 Desember ampe tanggal 1 Desember. Thank for the attention.

This entry was last modified on: July 26th, 2007 at 2:21

Death Note & Lord of the Ring: Completed

3 Comments Other

Wow, akhirnya gue nonton juga Lord of the Ring (LOTR) : The Return of the King kemaren malem. Bahkan bukan “kemaren malem” lagi gue nontonnya. Lebih baik kalo disebut kemaren pagi soalnya gue bela-belain nonton tuh film tanpa putus ampe jam 3.20 pagi. Ngantuq pun ampe ga kerasa. Hohohoho… Sebelumnya sih gue lebih milih bela-belain nonton di TransTV aja hari Sabtu ini. Tapi setelah gue pikir-pikir kan nanti hari Sabtunya gue pulang ke Bangka, dan di sono belum terjamin kalo gue bisa nonton LOTR yang katanya baru pertama kali ditayangin di Indonesia, akhirnya gue minjem aja DVD dari teman gue. Tapi ga nyesel deh nonton ampe larut malem, eh, maksudnya pagi-pagi buta. Nih film bener-bener keren. Pertama-tama bikin gue terkagum-kagum sama skenario perang ‘n setting nya yang luar biasa kereennnnnn…. Trus di akhir-akhirnya membuat gue terharu karena para tokoh utamanya berkumpul lagi. Wheeewww…. Sayangnya tadi gue liat di Wikipedia ternyata seharusnya film yang DVD itu ada additional scene, yaitu adegan-adegan yang ga ada di versi bioskopnya. Gue coba lagi liat di DVD yang gue pinjem dari teman gue itu ternyata ga ada adegan yang disebutin. Andaikan masih ada lagi sekuel yang berikutnya gue pasti ga bakal lewatin buat nonton di bioskop.

Selain itu, sebenernya sebelum nonton LOTR di komputer gue sendiri, gue nonton film Death Note. Belakangan ini banyak banget yang masang gambar Death Note sebagai picture di YM atau di MSN messenger. Ya tentu aja bikin penasaranlah. Film Death Note ini film Jepang yang diangkat dari komiknya (baca : manga) yang udah lebih dulu terbit. Filmnya berkisah mengenai buku yang bernama Death Note. Klo ada orang yang namanya ditulis di buku itu, maka orang itu bakal mati. Tapi dalam menulis buku itu ada cara dan syarat-syarat tertentu. Walau pun judulnya Death Note, film ini ga sepenuhnya horor, malah lebih ke arah film detektif biznya alur cerita filmnya susah ditebak. Jadi di filmnya itu diceritain klo ada seorang pemegang Death Note yang berusaha “berbuat baik” dengan membunuh para kriminal yang bebas dari tuntutan hukuman gitu dan kemudian orang itu dipuji sebagai orang baik. Di sisi lain, ada orang yang nganggap klo perbuatan itu sama aja sebagai pembunuh dan orang ini berusaha mencari tau siapa identitas dari pemegang Death Note itu.

Menurut gue sendiri sih cerita film Death Note ini keren ‘n bagus. Hmmm, mungkin dapat nilai 4,5 dari 5 deh… Katanya sih film Death Note ini pas diluncurin di Jepang bersamaan dengan penayangan Da Vinci Code dan berhasil menggeser Da Vinci Code ke peringkat dua.

Katanya lagi film Death Note ini ada sekuelnya dan bahkan ada teman gue yang bilang film Death Note ini merupakan trilogi. Biznya memang sih cerita akhirnya memang rada menggantung gitu dan misteri belum terpecahkan. Hmmm, nih film musti ditonton juga klo muncul di bioskop. Klo ga ditayangin di bioskop Indonesia ya nonton DVD nya aja deh…