Posts Tagged ‘open source’

Bayar murah, mahal atau gratisan?

Suatu ketika ada orang yang bertanya kepadaku seputar pengembangan website.

Saya liat ada orang yang bikin web yang murah-murah begitu cuma beberapa ratus ribu sudah dapat fasilitas yang lengkap. Tapi kenapa kok yang ditawarkan dari beberapa developer lainnya bisa sampai berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar?

Dan yang pasti hal ini selalu menjadi dilema bagi orang yang mau membuat web. Sama juga kasusnya ketika ada orang yang mau membuat sebuah software, memilih provider internet, atau hal-hal lainnya. Tentu bagi sebagian orang Indonesia, yang kemungkinan besar dipilih adalah yang paling murah, atau bahkan kalau boleh gratis alias ga membayar sama sekali.

Tentu bukan tanpa alasan bila seorang developer menawarkan sebuah website atau program dengan harga di atas “standar”, walau secara langsung ga ada standar dalam penentuan harga web. Standar ini bisa berubah-ubah sewaktu-waktu dengan negosiasi antara client dengan developer. Aplikasi yang dituliskan di sini dapat berupa aplikasi desktop, maupun aplikasi web, akan tetapi lebih ditekankan kepada aplikasi web.

(more…)

This entry was last modified on: March 8th, 2009 at 9:49

Going to learn about C#

Tadi setelah melewati UTS untuk mata kuliah yang pertama, tiba-tiba saja aku ditelpon untuk memperbaiki sedikit bug pada revisi terakhir proyek yang aku buat malam sebelumnya. Dan sambil mengerjakan perbaikan untuk modul yang mengalami bug, aku pun diceritakan mengenai kemungkinan proyek baru lagi dari institusi pendidikan yang lainnya.

Yah, memang proyek terakhir itu sudah dikerjakan sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu dan harusnya memang sudah selesai sejak 1 bulan yang lalu, akan tetapi aku masih membantu menangani beberapa hal yang penting seperti bug yang dapat mengganggu jalannya aplikasi web itu. Sedangkan selama 1 bulan belakangan rasanya jenuh juga karena ga ada proyek baru yang datang karena memang masih menunggu keputusan dan proposal yang disampaikan oleh pihak IT Directorate sendiri.

Tiba-tiba saja aku ditawari untuk training C# (baca: C-sharp) oleh dosen yang menangani proyekku. Beliau sempat ragu untuk menanyakan hal itu karena mengaggap aku anti-Microsoft, padahal aku tidak terlalu anti dengan perusahaan itu (baca: biasa saja). Seperti yang diketahui, C# merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C yang kemudian dikembangkan oleh Microsoft menjadi C#. Dan bahasa pemrograman ini menjadi salah satu pemeran utama dalam infrastruktur ASP.NET selain Visual Basic.

(more…)

Jawaban MySQL mengenai lisensi

Di entry sebelumnya, aku menuliskan bahwa lisensi ganda open-source dan GPL pada MySQL membuatku bingung, ditambah lagi dengan membaca sebuah blog mengenai lisensi ini juga. Oleh karena itu beberapa hari yang lalu aku mencoba menghubungi pihak MySQL untuk menanyakan soal lisensi MySQL ini bila digunakan untuk mengerjakan proyek web dari orang lain.

Pertanyaan yang aku ajukan kira-kira seperti ini:

I have a scenario where I will contracted by someone to build a website using these technologies (PHP, Apache, MySQL). I write my PHP code and using MySQL as the database software, and the source must be kept in private and may not be released to public. That mean this will be closed source project. I will do my job on my own computer. After the project finished, my work will be placed on my client’s server using the same technologies I used, including MySQL. Should I buy commercial license for MySQL, or may I use the GPL licensed? The same question go about my future client, should they buy the commercial license, or may they keep using GPL licensed MySQL?

Regards,
William

Dua hari kemudian pertanyaan ini dijawab oleh pihak MySQL AB:

Thank you for contacting MySQL,

You don’t need a commercial license to develop with MySQL, unless you are packaging MySQL server with your solution and selling it as a package.

Your customer also doesn’t need the commercial license provided they are again not distributing MySQL.  They may choose to purchase Enterprise simply because it gives them support and monitoring/tuning tools, and if they are relying on the solution then this makes sound business sense.

Hope this helps,

MySQL Web Team

Sekarang masalah sudah cukup clear. Selama proyek yang kita buat tidak dibundling dengan MySQL, kita tetap dapat menggunakan MySQL secara gratis dan tidak harus merilis kode kita dalam GPL karena setau saya terdapat juga lisensi FLOSS yang memodifikasi beberapa hal dalam lisensi GPL bila diperlukan. Selain itu dari pihak client juga hanya perlu membeli lisensi komersial MySQL bila ingin menggunakan fitur yang tidak terdapat di MySQL standar (yang saya rasa sudah disediakan cukup banyak di MySQL yang open-source).

Semoga dengan pertanyaan ini juga bisa membantu orang lain yang bingung mengenai lisensi MySQL.

This entry was last modified on: October 15th, 2009 at 17:03

Lisensi open source yang memusingkan

Catatan (17 Oktober 2009): Bila Anda masuk ke blog ini untuk mencari arti dari open-source dan semacamnya, Anda dapat melihatnya di bagian comment yang merupakan klarifikasi dari Pak Eus mengenai arti open-source dan free software yang sebenarnya. Komentar tersebut merupakan tanya jawab dan klarifikasi antara saya dan Pak Eus dalam Bahasa Inggris, yang untuk sementara dapat diterjemahkan dari Google Translate dengan klik di sini. Untuk ke depannya saya akan menulis artikel baru yang dikhususkan untuk membahas tentang open-source ini. Artikel di bawah pada dasarnya hanya merupakan sebuah artikel yang membahas kebingungan saya terhadap dual-lisensi yang diadopsi oleh MySQL, dan hal lainnya yang tertulis seperti lisensi-lisensi software yang ada hanya merupakan penjelasan dari apa yang saya ketahui 1 tahun lalu tentang lisensi software bersamaan saat saya menulis artikel ini. Terima kasih atas perhatiannya.

Seringkali kita mendengar kata “program / software open-source” di mana-mana mulai dari internet sampai media cetak dan elektronik lainnya. Open source merupakan sebuah konsep untuk program yang source code-nya dapat dilihat oleh publik dan setiap orang bisa menggunakannya untuk tujuan apapun, baik non-komersial ataupun komersial.

Bila pada program berbayar sering kita dengar yang namanya copyright atau hak cipta, maka pada program open-source kita akan mendengar copyleft. Pada dasarnya copyleft merupakan kebalikan dari copyright (berhubung left memang lawan dari right). Copyright bertujuan melindungi hak cipta sebagai sebuah hasil karya dan hak ciptanya tidak boleh diutak-atik tanpa ijin dari penciptanya. Sedangkan copyleft bertujuan melindungi sebuah hasil karya open-source agar tetap open-source.

(more…)

This entry was last modified on: October 17th, 2009 at 20:39

Razia software bajakan di bandara?

Satu minggu belakangan ada lagi berita heboh yang beredar di Indonesia. Yeah, berita heboh melulu. Paling ga hidup di Indonesia ini adalah hal yang musti kita hadapi kapan saja dalam keadaan siap maupun tidak siap. :)

“Razia laptop atas software bajakan di bandara”. Kurang lebih itulah headline yang tepat untuk berita hebohnya.

Lucu sih, saat ini perkembangan teknologi informasi di Indonesia khususnya penggunaan laptop mulai berkembang, dan di saat bersamaan ada pihak yang dengan pintar memanfaatkan keadaan ini. Bagi orang-orang yang membawa laptop di bandara, pihak bandara akan memeriksa software di laptop tersebut apakah berlisensi atau tidak. Bila tidak berlisensi alias bajakan, maka laptop akan ditahan dan pembawa laptop akan dikenai sidang di tempat dan diharuskan membayar denda 9,5 juta rupiah.

(more…)

This entry was last modified on: June 7th, 2008 at 1:20