Posts Tagged ‘proyek’

Going to learn about C#

No Comments
Tags: , , , , , ,

Tadi setelah melewati UTS untuk mata kuliah yang pertama, tiba-tiba saja aku ditelpon untuk memperbaiki sedikit bug pada revisi terakhir proyek yang aku buat malam sebelumnya. Dan sambil mengerjakan perbaikan untuk modul yang mengalami bug, aku pun diceritakan mengenai kemungkinan proyek baru lagi dari institusi pendidikan yang lainnya.

Yah, memang proyek terakhir itu sudah dikerjakan sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu dan harusnya memang sudah selesai sejak 1 bulan yang lalu, akan tetapi aku masih membantu menangani beberapa hal yang penting seperti bug yang dapat mengganggu jalannya aplikasi web itu. Sedangkan selama 1 bulan belakangan rasanya jenuh juga karena ga ada proyek baru yang datang karena memang masih menunggu keputusan dan proposal yang disampaikan oleh pihak IT Directorate sendiri.

Tiba-tiba saja aku ditawari untuk training C# (baca: C-sharp) oleh dosen yang menangani proyekku. Beliau sempat ragu untuk menanyakan hal itu karena mengaggap aku anti-Microsoft, padahal aku tidak terlalu anti dengan perusahaan itu (baca: biasa saja). Seperti yang diketahui, C# merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman C yang kemudian dikembangkan oleh Microsoft menjadi C#. Dan bahasa pemrograman ini menjadi salah satu pemeran utama dalam infrastruktur ASP.NET selain Visual Basic.

(more…)

Jawaban MySQL mengenai lisensi

No Comments
Tags: , , , , ,

Di entry sebelumnya, aku menuliskan bahwa lisensi ganda open-source dan GPL pada MySQL membuatku bingung, ditambah lagi dengan membaca sebuah blog mengenai lisensi ini juga. Oleh karena itu beberapa hari yang lalu aku mencoba menghubungi pihak MySQL untuk menanyakan soal lisensi MySQL ini bila digunakan untuk mengerjakan proyek web dari orang lain.

Pertanyaan yang aku ajukan kira-kira seperti ini:

I have a scenario where I will get contracted by someone to build a website using these technologies (PHP, Apache, MySQL). I write my PHP code and using MySQL as the database software, and the source must be kept in private and may not be released to public. That mean this will be closed source project. I will do my job on my own computer. After the project finished, my work will be placed on my client’s server using the same technologies I used, including MySQL. Should I buy commercial license for MySQL, or may I use the GPL licensed? The same question go about my future client, should they buy the commercial license, or may they keep using GPL licensed MySQL?

Regards,
William

Dua hari kemudian pertanyaan ini dijawab oleh pihak MySQL AB:

Thank you for contacting MySQL,

You don’t need a commercial license to develop with MySQL, unless you are packaging MySQL server with your solution and selling it as a package.

Your customer also doesn’t need the commercial license provided they are again not distributing MySQL.  They may choose to purchase Enterprise simply because it gives them support and monitoring/tuning tools, and if they are relying on the solution then this makes sound business sense.

Hope this helps,

MySQL Web Team

Sekarang masalah sudah cukup clear. Selama proyek yang kita buat tidak dibundling dengan MySQL, kita tetap dapat menggunakan MySQL secara gratis dan tidak harus merilis kode kita dalam GPL karena setau saya terdapat juga lisensi FLOSS yang memodifikasi beberapa hal dalam lisensi GPL bila diperlukan. Selain itu dari pihak client juga hanya perlu membeli lisensi komersial MySQL bila ingin menggunakan fitur yang tidak terdapat di MySQL standar (yang saya rasa sudah disediakan cukup banyak di MySQL yang open-source).

Semoga dengan pertanyaan ini juga bisa membantu orang lain yang bingung mengenai lisensi MySQL.

Di rumah, tidur, sendiri

No Comments
Tags: , , , , ,

Teringat iklan sebuah produk rokok yang belakangan populer karena slogan atau jargon yang diucapkan salah satu pemeran iklannya yaitu “di rumah, tidur, sendiri”. Kadang iklan ini nyindir juga, tapi tetap lucu. Apalagi kalau belakangan ada teman yang ngajak chat sambil menanyakan 3 pertanyaan berturut-turut, tanpa pikir panjang langsung aja aku jawab “di rumah, tidur, sendiri” :p

Dulu aku salah satu penganut sistem ini walau dulu belum ada iklan seperti itu, bahkan sampai sekarang. Kalau sering browsing di internet, ga jarang ngeliat artikel yang isinya mengenai lama tidur normal untuk orang seumurku yaitu 7 - 8 jam sehari. Nyatanya, aku malah tidur lebih dari 7 - 8 jam sehari.

Mari dihitung:

  • Tidur pagi: kalau lagi libur seperti sekarang ini bisa dari jam 2/3 pagi sampai jam 10 - 12 siang (berarti sudah 7 - 10 jam seharian), kalau lagi masa kuliah umumnya tidur pas 7 jam, apalagi kalau ada shift kuliah jam 7 pagi malah bisa cuma tidur selama 5 jam.
  • Tidur sore / malam: dari jam 4 sore sampai jam 7 malam (artinya sekitar 3 jam), atau dari jam 6 sampai jam 8 malam (sekitar 2 jam).

Dengan formula di atas maka tinggal ditarik garis lurus bahwa maksimal bisa tidur 13 jam sehari!!

OMG! Lebih dari separuh hidupku dihabiskan untuk tidur. AAAAAAAA!! Don’t panic!!

Yah, paling ga itulah yang terjadi selama liburan, dan itupun terbatas di hari-hari di mana proyekku ga jadi beban pikiranku. Toh dari waktu hibernasi alias tidur maksimal 13 jam itu, paling hanya 7 - 8 jam yang termasuk kualitas tidurnya baik. Selebihnya mulai dari diganggu alarm, guling sana guling sini, dan sebagainya.

Tapi untungnya walau sempat dilanda panic mode karena proyek beberapa minggu yang lalu, aku masih bisa menikmati tidur walau terkadang juga kurang waktunya.

Selama 2 bulan liburan, (yap, 1 minggu lagi menuju kuliah), liburan pun tidak terasa seperti liburan. :) Lebih banyak duduk di rumah buat nongkrongin proyek. Kayanya perlu nih rencanain jalan-jalan ke Bali. Hehehe… :p Tapi belum cukup modal tampaknya. :(

Dan ternyata walau belum merasakan liburan yang benar-benar “liburan”, tapi toh ada kenikmatan tersendiri dari hasil kerjaku. Ah mungkin memang begini lebih baik, ga usah diubah lagi, toh daripada cuma online di internet dan bengong, masih lebih baik menjadi orang yang produktif dengan memanfaatkan waktu libur (kata orang-orang sih).

Akhirnya sebuah rangkaian kata pun (akan) terucap kalau ada orang yang bertanya “ngapain aja lo di rumah liburan kemaren?”, palingan aku jawab “di rumah, tidur, sendiri”. (dan semoga ga ada yang bilang “kamu kangen ga sih sama aku?” @_@ No time for this one for now)

1GB pun sudah tidak cukup

5 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah 2 tahun menggunakan StarOne sebagai provider internetku, rasanya sekarang kapasitas yang ditawarkan sebesar 1GB / bulan sudah tidak mencukupi lagi. Apalagi ketika proyek-proyek mulai mendekatiku dan aku mulai lebih banyak berkorespondensi melalui dunia web.

Berawal dari tahun 2006, bulan Juli ketika aku mulai menjalani aktivitas sebagai calon mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang dikenal dengan nama UBiNus, aku mulai mendaftarkan diri sebagai pengguna internet StarOne. Pada saat itu, StarOne menawarkan tarif yang lebih murah dibandingkan dengan provider lainnya yaitu sebesar Rp. 200.000,-. Tarif ini pun terus dikoreksi ke Rp 150.000 dan kemudian saat ini Rp. 100.000, akan tetapi jumlah bandwidth yang disediakan tetap tidak beranjak dari angka 1GB.

Sebenarnya seandainya Indosat menawarkan paket StarOne dengan jumlah bandwidth yang lebih tinggi, aku pasti akan mengambilnya tanpa pindah ke provider lain. Tidak benar-benar pindah sih, tetapi kemungkinan besar akan mengambil provider lain bersamaan dengan StarOne ini yang masih dipertahankan. Provider yang saat ini aku pertimbangkan itu adalah Fastnet dan Speedy.

Untuk Fastnet sendiri belakangan aku lebih sering mendengar berita yang tidak enak, mulai dari jaringan yang sering bermasalah dan down, speed yang turun, sampai ke customer service yang memberi pelayanan atau jawaban yang kurang memuaskan atas masalah pelanggan. Tapi di sisi lain, Fastnet menawarkan kecepatan yang cukup tinggi (paling tidak dibandingkan StarOne yang rata-rata berada di speed 144 kbps) dengan harga yang relatif murah juga, bahkan tanpa batasan bandwidth per bulan. Aku sudah pernah mencoba menghubungi Fastnet melalui form yang disediakan di websitenya, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Yah, mungkin juga itu cuma form untuk penghias webnya, atau mungkin memang bagianku terlewatkan oleh pihak Fastnet-nya. Untuk telepon, aku masih belum sempat menghubungi Fastnet nya secara langsung. Sempat juga mengecek apakah jaringannya sudah ada di tempatku atau tidak, walau yang aku temukan di website yang sama tadi rumahku masih belum tercover. Akan tetapi sering melihat mobil Firstmedia nangkring di depan rumah, entah apa yang dilakukan orang Firstmedia di sekitar rumahku kalau bukan untuk memasang atau melayani pelanggan yang sudah pasang.

Sedangkan Speedy, dengan harga yang relatif mahal tetapi masih terdapat batasan dalam bandwidth per bulan atau pun waktu. Akan tetapi memiliki prospek yang bagus juga menurutku, karena sudah beberapa kali menawarkan promosi yang menggiurkan mulai dari pemasangan gratis, modem gratis, bahkan yang sekarang lagi hebohnya adalah speed yang mencapai 1 Mbps dan gratis pemakaian sepuasnya dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi yang berlaku sampai akhir Januari 2009. Dan mungkin ke depannya akan ada promosi-promosi lainnya yang lebih menggiurkan lagi.

Keputusan untuk mengambil 2 provider sekaligus juga ga terlepas dari kebutuhan untuk backup karena seringkali ketika bug ditemukan di proyekku, aku harus segera memperbaiki dan kemudian mengirim email yang di attach dengan revisi terbaru dari proyekku. Dan tentu itu jadi ga lucu kalau karena internet down, aku harus kelabakan mencari warnet (tapi untungnya di sebelah rumahku adalah warnet walau aku belum pernah ke sana). Saat ini aku menggunakan StarOne sebagai provider utama dan Mentari sebagai provider cadangan, dan kedua provider itu saling membackup bila ada masalah. Tetapi Mentari hanya aku gunakan dalam waktu singkat mengingat mahalnya biaya koneksinya.

Kalau diingat-ingat, dalam 1 bulan terakhir ini, aku sudah menggunakan bandwidthku untuk mengirim email hampir sampai 30 MB. Bahkan pernah dalam satu hari mencapai 5 MB karena saat itu hasil kerjaku sedang dipresentasikan dan aku harus mengirim revisi beberapa kali atas bug yang ditemukan saat presentasi dilakukan.

Kalau misalnya ada yang menemukan provider yang menawarkan yang lumayan murah dan bisa aku gunakan sebagai provider utamaku, tolong informasinya yah. :) Bantuan Anda akan menolong sejuta manusia. Loh… @_@ Hehehe… Thanks…

What I’ve Done?

No Comments
Tags: , , , ,

Sejujurnya, aku tak tahu apa yang telah kuperbuat. I don’t know, really. Bila biasanya aku selalu duduk di bangku di depan monitor komputerku yang dipenuhi nyamuk-nyamuk yang bergentayangan, dua minggu belakangan aku malah duduk di belakang laptop sambil berpikir keras dan mengetik serangkaian kode-kode yang membentuk website.

Kemudian baru saja aku membuka halaman Binusmaya dan melihat hasil peminatan. Aku masuk ke peminatan Networking, padahal sebelumnya aku memilih Jaringan Komputer. Errr, mungkin sama kali yah. Memang sama deh. :p

Maintenance untuk forum SMABHK.com yang sedianya aku lakukan hari Minggu tanggal 10 Agustus 2008 yang lalu pun akhirnya tertunda. Harapannya minggu depan aku bisa segera mengupdate forumnya dengan MyBB 1.4 yang baru diluncurkan beberapa hari belakangan.

Dan satu lagi hal yang belum aku lewatkan tapi mungkin bisa saja terlewatkan karena proyek yang aku kerjakan sekarang: WALL-E. Premiere untuk Indonesia dijadwalkan besok, tapi yang pasti untuk minggu ini aku masih belum bisa bebas bepergian dan menonton film itu karena proyek yang aku kerjakan masih belum benar-benar selesai. :|

Semoga saja minggu depan sudah sedikit lebih terbebas mengingat sekarang sudah 90% (hasil dari perkiraan, karena mungkin saja turun lagi jadi 70% atau 80% tergantung dari situasinya).

About sex

No Comments
Tags: , , , , , , ,

Oke, saya tahu pikiran Anda saat ini setelah membaca judul di atas. Tentu sebagian besar orang akan berpikir ngeres soal kata untuk judul di atas. Beberapa lagi akan membaca judul tersebut sambil mengkerutkan dahi atau malah celingak-celinguk buat melihat kiri-kanannya apakah ada orang lain yang melihat Anda membaca ini. Dan beberapa lagi yang mungkin ekstrim akan mengatakan saya gila karena menulis soal ini.

Yah, hanya terinspirasi dari tulisan di koran Kompas kemaren di bagian gaya hidup. Sebenarnya seberapa tabu sih kata sex ini di kehidupan kita sekarang? Dulu ketika ada anak kecil mengatakan kata sex ini, mungkin tamparan atau cacian dari orang tua sudah menjadi hal biasa. Sekarang jaman sudah berubah dan tata norma kehidupan juga berubah. Banyak banyolan-banyolan yang tidak jauh dari aroma yang menyangkut hal-hal yang dianggap tabu dulu. Bahkan tidak jarang kita membicarakan hal ini secara terbuka kepada orang-orang, baik itu yang satu jender, atau malah dengan jender lain.

(more…)

Deadline

No Comments
Tags: , , , , , ,

Satu bulan terahir saya mengerjakan sebuah proyek pembuatan website LMS untuk sebuah universitas. LMS yang merupakan kepanjangan dari Learning Management System ini merupakan suatu aplikasi e-learning untuk mahasiswa. Aplikasi ini sangat mirip dengan aplikasi Binusmaya yang bisa diakses oleh para mahasiswa Binus di http://binusmaya.binus.ac.id.

Satu hal yang menyita waktu yang paling lama adalah pembuatan modul registrasi KRS atau Kartu Rencana Studi. Sejak saya kuliah di Binus sampai menyelesaikan semester 4, saya belum pernah mengisi KRS karena sistem di Binus merupakan sistem paket di mana mahasiswa nya sudah mendapat jadwal dari pihak akademis.

Sampai saat ini, secara keseluruhan LMS ini sudah mencapai 60% penyelesaian dan diharapkan akan mencapai 100% pada akhir bulan ini. Karena dikejar waktu itulah, beberapa hari belakangan saya jarang online di internet. Jadi harap dimaklumi. :)