Hilang banyak, terlalu banyak
Sebuah rekor terbaru telah dipecahkan hari ini. Rekor baru pecah, bukan hal yang menyenangkan, tapi hal yang menyesakkan. Argghh.. Yah, pertama kali dalam sejarah aku kehilangan pulsa 0,02 juta rupiah, di mana seharusnya hanya 0,003 juta rupiah… (sori yah banyak nol nya, soalnya mau saingan ama operator telepon seluler yang pake banyak nol)
Ceritanya itu pagi ini aku mau pake internet dari Mentari. Seperti yang sudah pernah aku bilang di entry sebelumnya, Mentari memiliki 2 skema tarif untuk data yaitu volume-based dan time-based. Volume based memiliki tarif Rp. 1 / KByte, sedangkan time based memiliki tarif Rp. 100 / menit. Rencananya pagi tadi mau pake 30 menit aja lewat laptop baru dengan menggunakan time based, karena penggunaan time based di laptop terasa lebih cocok bila ingin mendowload file. Ternyata tanpa kusadari, aku memilih yang volume-based.
Selama 30 menit aku menggunakannya tanpa sadar bahwa aku sudah melakukan transfer data sebanyak 26 MBytes.
Hilanglah 24 ribu rupiah ditambah pajak 10% sehingga hampir mendekati 30 ribu. Padahal bila menggunakan time-based, cukup menghabiskan 3000 rupiah ditambah PPN. Setelah menyadari itu, aku langsung menghapus koneksi volume-based yang aku buat di laptop dengan harapan aku tidak salah memilih lagi.
Yah mungkin lain kali harus lebih cermat dan hati-hati dalam memilih. >.<
Anyway, karena peristiwa ini aku juga baru mengetahui bahwa skema tarif time-based bukan 100 rupiah / menit, melainkan 50 rupiah / 30 detik. Selain itu juga menyadari bahwa jaringan 3G di daerahku sudah cukup kuat dan stabil. Tidak seperti dulu di mana sinyal 3G sering hilang bila pindah dari satu tempat ke tempat lain.
Menyebalkan kalau harus membayar 7 kali lebih banyak karena salah memilih jenis koneksi.





