Posts Tagged ‘server’

Server in Fire

No Comments
Tags: , , , , , ,

Sejak upgrade kurang lebih sebulan yang lalu, hosting yang saya pakai belakangan meningkat dari cukup memuaskan menjadi sangat memuaskan.

Kalau sebulan yang lalu ketika saya akan memposting content atau entry baru di blog ini saya memerlukan waktu sekitar 30 detik untuk melakukan ping ke server search engine menggunakan plugins XML Sitemap Generator, maka kini dalam sekejap saja ketika saya menekan tombol publish post akan ditampilkan dan status notifikasi ke server search engine telah berhasil dilakukan.

Sebulan yang lalu juga ketika saya membuat link ke blog lain yang mensupport fasilitas trackback atau pingback dan selalu berakhir dengan kegagalan, maka sekarang pingback dapat dilakukan dengan baik tanpa masalah. Dan saya rasa juga pihak “luar” yang mau melakukan pingback ke blog saya sekarang akan menjadi lebih mudah.

Dari pengumuman yang sempat saya terima, hosting yang saya gunakan telah mengupgrade server mereka dengan bandwidth internasional yang lebih tinggi yaitu mencapai 1 Mbps dan bandwidth IIX sebesar 1 Gbps. Hal ini juga menjamin situs-situs yang berada di server Indonesia (khususnya yang hosting di hosting yang saya gunakan) dapat dibuka dengan cukup mudah oleh orang-orang di luar Indonesia.

Entah kenapa sejak perubahan ini terjadi saya jadi mengidam-idamkan lagi untuk memiliki dan mengoperasikan server sendiri. I will have it someday. Hope so. :D

WordPress 2.5

No Comments
Tags: , , , , ,

Yuhuu… Selamat datang di dunia WordPress 2.5…

Mungkin kalimat itulah yang harus terucap untuk menyambut perubahan baru dari WordPress, sebuah blog authoring software atau software pembuat blog yang menjadi favorit para blogger.

Setelah beberapa kali ditunda dengan alasan mempersiapkan kematangan WordPress sendiri, akhirnya Wordpress 2.5 dirilis secara resmi pada tanggal 29 Maret 2008 yang lalu. Penundaan ini juga mengakibatkan hilangnya versi 2.4 dari roadmap pengembangan WordPress.

Banyak perubahan dan improvement di versi 2.5 ini, terutama di back-end. Salah satunya adalah tampilan halaman administrasi. Bila sebelumnya didominasi warna biru gelap, maka pada versi terbaru ini lebih didominasi oleh warna cerah. Tampilan menu yang terdapat pada bagian atas juga telah diubah.

Ketika user menulis entry baru blog dengan menggunakan tag, akan menjadi sulit bila author harus mengingat tag yang pernah dipakai sebelum akhirnya menulis pada bagian tags. Di versi terbaru, ketika author mengetikkan beberapa huruf pada kotak tags, secara otomatis WordPress akan menampilkan pilihan tags yang sudah pernah ditulis sebelumnya. Misalkan ketika author memasukkan kata “ja”, beberapa saat kemudian akan muncul sebuah box pilihan yang berisi beberapa tags yang pernah digunakan sebelumnya misalnya “Jakarta”, “jauh”, bahkan “manja” dan “kerja”.

Di bagian comments, pada sebelah setiap comment akan tampil avatar yang diupload setiap komentator di Gravatar. Yep, Gravatar kini sudah menjadi fungsi terintegrasi dalam WordPress 2.5 ini. Bahkan sudah terdapat fungsi dasar untuk menampilkan Gravatar yang dapat digunakan pada setiap themes yang ada.

Plugins pun dapat dengan mudah diupdate dengan menggunakan account FTP yang ada di setiap server. Cukup menyediakan username dan password untuk FTP, maka WordPress akan langsung mendownload dan menginstall versi terbaru dari plugins yang dipilih sehingga user tak perlu lagi mengupload file plugins itu sendiri.

Masih banyak lagi kelebihan WP 2.5 dibanding dengan versi-versi sebelumnya. Wordpress.com pun sudah diupdate dengan versi terbaru dari WP ini sehingga Anda yang penasaran juga dapat mencoba mendaftar di sana.

Bagi saya secara keseluruhan perubahan pada 2.5 sudah sangat baik, apalagi saya sudah mengikuti pengembangan WP 2.5 ini melalui Subversion yang terdapat di svn.wordpress.org sejak lama. Sayangnya satu fungsi utama telah dihapus di WP 2.5 adalah fungsi kompresi GZIP yang akan mempercepat waktu transfer halaman dan juga memperkecil jumlah bandwidth yang akan digunakan pada tiap halaman yang ada. Padahal bila alasannya adalah demi server, seharusnya pilihan untuk penggunaan kompresi tidak dengan serta-merta dihilangkan begitu saja dari bagian settings mengingat bagi user yang keberatan dengan fungsi ini dapat menonaktifkannya dari bagian settings. Semoga untuk ke depannya, fungsi ini dapat kembali ditanamkan.

Dan satu lagi, blog ini baru saja diupdate ke versi terbaru ini. ^^

Baking cookie, baking the privacy and bandwidth

No Comments
Tags: , , , , ,

Lagi lagi mengenai web. Dan yang sekarang akan dibicarain adalah mengenai cookie.

Cookie merupakan data yang dibuat oleh web-server dan disimpan di komputer client untuk kemudian digunakan lagi suatu waktu. Contoh mudahnya adalah bila Anda berkunjung ke suatu situs web dan kemudian melakukan login, beberapa hari kemudian Anda kembali ke situs web tersebut dan ternyata masih dalam keadaan logged in, umumnya hal ini disebabkan adanya file cookie yang disimpan dalam web browser atau komputer Anda.

Dalam kasus di atas cookie bisa menjadi berguna di mana user tidak perlu lagi melakukan login berkali-kali ketika berkunjung. Di sisi lain, cookie bisa menjadi batu sandungan bagi pengguna situs tersebut bila ternyata ada orang lain yang menggunakan komputer yang belum di logged out tersebut. Dengan tertinggalnya file cookie (dan belum di log out nya pengguna tersebut dari situs itu) maka tidak tertutup kemungkinan account user tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bila kita telaah lebih mendalam, cookie sering digunakan untuk melakukan tracking atau penjejakan terhadap pengunjung web atau visitor. Contoh di atas merupakan bentuk tracking juga karena web-server tahu mengenai account user yang sedang dalam keadaan logged in. Beberapa situs bahkan melakukan tracking untuk mencatat dan merekam data pribadi user, termasuk juga seberapa sering user tersebut masuk ke situs itu. Privasi pengguna pun dapat hilang dalam sekejap karena hal ini. Apalagi tracking cookie terkadang memiliki rentang batas waktu sampai bertahun-tahun lamanya sebelum akhirnya expired dan terhapus dari komputer user.

Browser-browser modern telah memiliki fasilitas untuk menghapus semua jejak browsing termasuk juga cookie. Contohnya adalah Mozilla Firefox di mana fasilitas ini bisa diakses melalui menu Tools > Clear private data… atau dapat diakses dengan menekan tombol Ctrl + Shift + Del.

Satu hal lagi yang perlu diketahui dari cookie adalah hubungannya dalam penggunaan bandwidth internet. Cookie dikirim oleh browser sebagai bagian dari request ke web-server sehingga untuk setiap file yang direquest yang berada dalam suatu domain, subdomain atau direktori (tergantung dari konfigurasi cookie) maka cookie akan dikirim sebagai bagian dari request untuk file tersebut. Beberapa web-server dan situs mencantumkan banyak cookie pada komputer user sehingga tentu saja akan meningkatkan jumlah data cookie yang harus dikirim sebagai request ke server.

Maka ketika browser meminta 20 file gambar yang hanya berukuran 1 kilobyte dan tidak memerlukan cookie untuk pemrosesannya, sedangkan cookie yang ada di pihak user memiliki ukuran total 1 kilobyte juga maka jumlah bandwidth yang digunakan hanya untuk request adalah 20 x 1 kilobyte = 20 kilobyte. Total bandwidth yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan 20 file tersebut adalah 40 kilobyte. Suatu bentuk pemborosan bandwidth yang sering dilupakan oleh para web-developer. Beberapa developer terkadang memilih untuk meletakkan file yang tidak memerlukan cookie pada direktori atau subdomain khusus dan juga mengkonfigurasikan cookienya untuk subdomain atau direktori tertentu saja, tapi hal ini lebih sering dilupakan sehingga tanpa disadari memberatkan pihak visitor web tersebut.

Tentu saja user yang telah menggunakan provider internet yang memiliki bandwidth tidak terbatas atau unlimited dan speed yang tinggi tidak akan terlalu terpengaruh oleh hal ini.

Saya sendiri menemukan beberapa situs web (terutama social networking) yang mengalami masalah “kebocoran bandwidth” ini dan tentu ini bukan hal yang menyenangkan mengingat saya masih menggunakan koneksi dengan bandwidth yang terbatas.

Free Hosting vs. Paid Hosting

6 Comments
Tags: , , , ,

Sewaktu kita ingin membangun sebuah situs web kemudian mempublikasikanya, maka akan timbul pertanyaan bahwa “akan dihost di manakah situs saya ini?”. Bagi yang belum mengetahui mengenai host, saya akan menjelaskan sedikit dengan bahasa yang sederhana.

Ketika Anda ingin membangun suatu situs web, file-file untuk situs web tersebut harus diletakkan di sistem komputer yang terhubung dengan jaringan internet (komputer server). Komputer tempat data Anda disimpan inilah yang disebut host. Sedangkan agar orang-orang dapat lebih mudah mencapai situs Anda, maka diperlukan domain atau nama web, misalnya www.situs-saya.com atau sejenisnya. Biaya domain umumnya Rp. 30.000 sampai Rp. 300.000 per tahun tergantung nama domain yang Anda gunakan (umumnya .com, .co.id dan .net lebih mahal daripada .org).

Kembali ke masalah hosting di atas. Ada 3 jawaban yang umum untuk pertanyaan di atas, yaitu hosting gratis (free hosting) atau hosting berbayar (paid hosting) atau Anda juga dapat menempatkan website Anda dalam host yang Anda miliki sendiri, yang tentu saja akan lebih mahal bila Anda hanya ingin membangun suatu website kecil-kecil atau web pribadi.

Penggunaan server sendiri memerlukan sebuah server lengkap dengan infrastruktur agar web bisa berjalan dengan baik dan tidak sering down, yang umumnya timbul karena masalah koneksi internet yang tak stabil dan suplai listrik sampai ke masalah kemungkinan kerusakan hardware. Dengan asumsi bahwa digunakan server dengan hardware standar, maka biaya untuk server adalah sekitar 5 atau 6 juta rupiah. Belum lagi ditambah dengan biaya tahunan atau bulanan untuk listrik dan internet 24 jam non-stop yang mungkin bisa menghabiskan 500 ribu rupiah per bulan.

Infrastruktur yang baik bisa didapatkan di beberapa data center yang cukup besar sebagai tempat server collocation. Server collocation ini sendiri bisa disebut sebagai tempat penitipan server. Di tempat ini umumnya telah disediakan infrastruktur seperti jaringan internet yang cepat (sampai dengan kecepatan Mbps), jaringan listrik yang stabil dan cadangan listrik dengan UPS dan generator, kondisi tempat yang lebih baik (suhu, kebersihan ruangan, keamanan). Akan tetapi kelebihan untuk sebuah collocation server harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, bahkan sampai jutaan rupiah per bulan per server. Karena mahalnya biaya yang akan dikeluarkan, maka alternatif ini umumnya hanya digunakan bila mau melakukan host untuk web-web yang besar. Oleh sebab itu mari kita sisihkan alternatif ini.

Alternatif kedua adalah hosting berbayar (paid hosting). Paid hosting artinya Anda menitipkan data Anda untuk dihost oleh perusahaan hosting dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan, misalnya jaringan internet dan listrik serta komputer servernya. Anda tidak perlu terlalu dipusingkan dengan masalah teknis seperti hardware, karena semua itu sudah menjadi tanggung jawab perusahaan web hosting. Sekarang ini jumlah paid hosting di Indonesia sudah cukup banyak dan harganya pun relatif murah. Pilih jenis pake shared hosting di mana dalam satu komputer server, terdapat banyak situs web yang dihost. Hal ini tentu akan lebih murah bila Anda menyewa satu server untuk diri Anda sendiri.

Umumnya biaya untuk shared paid hosting tergantung dari besar space atau ruang penitipan yang akan digunakan serta banyaknya bandwidth untuk transfer data yang disediakan. Space sebesar 10 Megabytes sampai 50 Megabytes sudah cukup untuk sebuah web pribadi. Bandwidth sebesar 1000 MB/bulan sampai 3000 MB/bulan juga sudah cukup untuk website yang baru digarap. Selain dengan bandwidth dan space, tarif host juga ditentukan dengan fitur yang ada, misalnya jumlah database, jumlah email dan banyak hal lainnya.

Jumlah biaya yang masuk akal untuk membuka sebuah web pribadi yang sederhana adalah Rp. 50.000 / tahun sampai Rp. 300.000 / tahun.

Kelebihan dari paid hosting adalah Anda akan lebih mudah mengatur isi situs web Anda serta mengkonfigurasi situs Anda, walaupun keleluasaan ini masih dibatasi oleh aturan perusahaan web hosting. Umumnya aturan ini berhubungan dengan banyaknya situs web yang dihost dalam satu server, di mana ketika Anda berbagi ruangan yang lainnya, maka banyak hal yang harus dibatasi satu sama lainnya agar tak terjadi konflik.

Perlu diketahui bahwa tidak semua shared hosting aman untuk digunakan. Shared hosting menggunakan beberapa aturan atau konfigurasi server yang berlaku bagi setiap user yang ada, sehingga bila sebagian user yang melakukan host di tempat tersebut puas, belum tentu sebagian lainnya juga menikmati aturan atau konfigurasi server tersebut. Kekurangan hosting yang dishare juga terjadi dalam hal security di mana bisa terkadang bila terdapat satu situs dalam server tersebut terkena crack (hack), maka situs lain yang di host dalam server yang sama juga akan lebih mudah terkena serangan. Sama prinsipnya ketika seorang penjahat berhasil membobol pintu depan rumah dan masuk ke dalam rumah, maka ia memiliki akses ke pintu-pintu kamar dalam rumah tersebut walau tentu ada pula pintu yang masih terkunci dan ada juga pintu yang terbuka lebar sehingga mempermudah sang penjahat untuk menjalankan aksinya.

Untuk ke depannya, mungkin saya akan menuliskan mengenai security dalam web dan hosting.

Solusi terakhir adalah free hosting. Free hosting tidak mengharuskan Anda membayar apapun dengan beberapa imbal balik sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan host. Contohnya saja Tripod atau Geocities yang akan secara otomatis menampilkan iklan dalam situs Anda. Selain itu, domain yang Anda gunakan juga tidak bebas sehingga harus menggunakan nama domain perusahaan tersebut. Beberapa situs hosting khusus seperti hosting untuk blog (contohnya Wordpress dan Blogspot), situs ini membatasi dalam jenis file yang dapat diupload karena memang dikhususkan sebagia blog yang sebenarnya tidak terlalu perlu menggunakan banyak jenis script.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan sebuah hosting gratis dengan fitur yang hampir selengkap hosting berbayar. Setelah ditelusuri, ternyata situs ini juga meminta imbal balik dan aturan yang ketat seperti harus bergabung secara aktif dalam suatu komunitas sampai situs akan dinonaktifkan tanpa pemberitahuan bila tidak ada traffic atau perubahan web dalam waktu 3 bulan.

Pemilihan jenis hosting yang akan digunakan tergantung dari kebutuhan Anda. Bila Anda termasuk orang yang ingin serius dalam dunia web, walau blogging sekalipun, Anda dapat mencoba menggunakan paid hosting karena Anda dapat membuat tampilan situs Anda benar-benar berbeda dari yang situs yang lain dan juga bisa lebih dinamis karena memperbolehkan script semacam PHP atau Perl.

Bagi Anda yang berminat mencari hosting berbayar, Anda bisa mencoba mencari di Google dengan keyword “indonesia hosting”. Bagi yang ingin mencari situs hosting gratis, silahkan gunakan keyword “free web hosting”.

Selamat berhosting dan membangun web. ;)