Posts Tagged ‘StarOne’

1GB pun sudah tidak cukup

5 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah 2 tahun menggunakan StarOne sebagai provider internetku, rasanya sekarang kapasitas yang ditawarkan sebesar 1GB / bulan sudah tidak mencukupi lagi. Apalagi ketika proyek-proyek mulai mendekatiku dan aku mulai lebih banyak berkorespondensi melalui dunia web.

Berawal dari tahun 2006, bulan Juli ketika aku mulai menjalani aktivitas sebagai calon mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang dikenal dengan nama UBiNus, aku mulai mendaftarkan diri sebagai pengguna internet StarOne. Pada saat itu, StarOne menawarkan tarif yang lebih murah dibandingkan dengan provider lainnya yaitu sebesar Rp. 200.000,-. Tarif ini pun terus dikoreksi ke Rp 150.000 dan kemudian saat ini Rp. 100.000, akan tetapi jumlah bandwidth yang disediakan tetap tidak beranjak dari angka 1GB.

Sebenarnya seandainya Indosat menawarkan paket StarOne dengan jumlah bandwidth yang lebih tinggi, aku pasti akan mengambilnya tanpa pindah ke provider lain. Tidak benar-benar pindah sih, tetapi kemungkinan besar akan mengambil provider lain bersamaan dengan StarOne ini yang masih dipertahankan. Provider yang saat ini aku pertimbangkan itu adalah Fastnet dan Speedy.

Untuk Fastnet sendiri belakangan aku lebih sering mendengar berita yang tidak enak, mulai dari jaringan yang sering bermasalah dan down, speed yang turun, sampai ke customer service yang memberi pelayanan atau jawaban yang kurang memuaskan atas masalah pelanggan. Tapi di sisi lain, Fastnet menawarkan kecepatan yang cukup tinggi (paling tidak dibandingkan StarOne yang rata-rata berada di speed 144 kbps) dengan harga yang relatif murah juga, bahkan tanpa batasan bandwidth per bulan. Aku sudah pernah mencoba menghubungi Fastnet melalui form yang disediakan di websitenya, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Yah, mungkin juga itu cuma form untuk penghias webnya, atau mungkin memang bagianku terlewatkan oleh pihak Fastnet-nya. Untuk telepon, aku masih belum sempat menghubungi Fastnet nya secara langsung. Sempat juga mengecek apakah jaringannya sudah ada di tempatku atau tidak, walau yang aku temukan di website yang sama tadi rumahku masih belum tercover. Akan tetapi sering melihat mobil Firstmedia nangkring di depan rumah, entah apa yang dilakukan orang Firstmedia di sekitar rumahku kalau bukan untuk memasang atau melayani pelanggan yang sudah pasang.

Sedangkan Speedy, dengan harga yang relatif mahal tetapi masih terdapat batasan dalam bandwidth per bulan atau pun waktu. Akan tetapi memiliki prospek yang bagus juga menurutku, karena sudah beberapa kali menawarkan promosi yang menggiurkan mulai dari pemasangan gratis, modem gratis, bahkan yang sekarang lagi hebohnya adalah speed yang mencapai 1 Mbps dan gratis pemakaian sepuasnya dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi yang berlaku sampai akhir Januari 2009. Dan mungkin ke depannya akan ada promosi-promosi lainnya yang lebih menggiurkan lagi.

Keputusan untuk mengambil 2 provider sekaligus juga ga terlepas dari kebutuhan untuk backup karena seringkali ketika bug ditemukan di proyekku, aku harus segera memperbaiki dan kemudian mengirim email yang di attach dengan revisi terbaru dari proyekku. Dan tentu itu jadi ga lucu kalau karena internet down, aku harus kelabakan mencari warnet (tapi untungnya di sebelah rumahku adalah warnet walau aku belum pernah ke sana). Saat ini aku menggunakan StarOne sebagai provider utama dan Mentari sebagai provider cadangan, dan kedua provider itu saling membackup bila ada masalah. Tetapi Mentari hanya aku gunakan dalam waktu singkat mengingat mahalnya biaya koneksinya.

Kalau diingat-ingat, dalam 1 bulan terakhir ini, aku sudah menggunakan bandwidthku untuk mengirim email hampir sampai 30 MB. Bahkan pernah dalam satu hari mencapai 5 MB karena saat itu hasil kerjaku sedang dipresentasikan dan aku harus mengirim revisi beberapa kali atas bug yang ditemukan saat presentasi dilakukan.

Kalau misalnya ada yang menemukan provider yang menawarkan yang lumayan murah dan bisa aku gunakan sebagai provider utamaku, tolong informasinya yah. :) Bantuan Anda akan menolong sejuta manusia. Loh… @_@ Hehehe… Thanks…

What? Magibon?

6 Comments
Tags: , , , , , , ,

Setelah Canon Rock yang menjadi fenomena di kalangan teman-temanku sekitar satu bulan yang lalu sampai selalu dibicarakan di setiap conference dan YM, sekarang giliran Magibon. Nama yang aneh, aku juga ga tau apa artinya. Yang jelas mengingatkanku pada film kartun Jepang aneh alias anime yang bernama Mangkibau atau apalah namanya. :|

Setelah diterpa dengan rasa penasaran, akhirnya kemarin sewaktu sedang conference dengan teman-temanku, Magibon ini sendiri menjadi topik pembicaraan yang utama. Tapi inilah bagian tidak enaknya: harus liat di YouTube. Padahal ISP yang aku pakai sekarang ini masih limited, tidak seperti mereka yang sudah menggunakan Fastnet atau Speedy yang unlimited di malam hari. Beruntunglah aku memang sudah ga online menggunakan StarOne-ku selama beberapa hari sehingga bandwidth pun mengendap dan aku masih berani membuka YouTube yang terkenal boros bandwidth.

Setelah diberi link dari temanku, akupun membuka link itu dan terlihat seorang gadis yang berdiam diri ga jelas mau ngapain. Kadang tersenyum, trus tiba-tiba diam lagi, kemudian melambaikan tangan dan membuat bentuk V dengan jarinya. Kemudian diam sebentar dan selesai. (_ _ !) Benar-benar ga jelas. Video sepanjang satu menit itu benar-benar ga membuatku tertarik.

Tapi yang mencengangkan itu jumlah views nya yang mencapai 800.000 views lebih. Bahkan dalam beberapa video lainnya yang juga kurang lebih sama yaitu hanya berdiam diri, atau paling tidak hanya mengucapkan satu dua patah kata dalam bahasa Jepang atau Inggris yang juga ga jelas, angka viewnya bisa mencapai jutaan, dan paling sedikit itu ratusan ribu.

Dalam beberapa videonya, terdapat tulisan kanji Jepang yang berarti “silent is gold”. Hmm, gold? Entahlah, mungkin kalau dapat view sebanyak itu memang gold, apalagi sampai memecahkan rekor seperti Michael Phelps, perenang USA di Olimpiade Beijing yang sekaligus mendapat beberapa medali emas juga.

Magibon? Who is she? What did she do? Yah, jawabannya: diam. :|

Indosat Price Cut

6 Comments
Tags: , , , , , ,

Sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan bahwa operator seluler harus menurunkan tarif telepon antar operator seluler pada bulan April 2008 ini, hari ini Indosat memasang iklan besar-besaran di Kompas yang berisi daftar perubahan harga yang kebanyakan berlaku mulai tanggal 10 April 2008 ini.

Yang menarik adalah bahwa penurunan tarif percakapan tidak terlalu banyak. Saya sendiri karena menggunakan kartu Mentari segera melihat perubahan harga yang dilakukan oleh pihak Indosat. Tarif telepon untuk sesama Indosat maupun ke operator lain ternyata masih tetap berkutat pada angka Rp 700 per 30 detik (dari sebelumnya Rp 750 / 30 detik).

Penurunan tarif yang besar justru terjadi pada tarif SMS di mana tarif pengiriman SMS dari Mentari ke sesama Indosat menjadi Rp 99 (dibanding sebelumnya Rp 350), dan Rp 149 untuk tarif pengiriman SMS ke operator lain (dari sebelumnya Rp 350 juga).

Walau demikian, banyak pula tawaran-tawaran yang tercantum di halaman iklan tersebut, semisal Mentari Hebat Ber-5, Telepon Rp 50 / 30 detik, sampai Gratis 1 Menit pertama setiap pengisian ulang pulsa dengan nominal tertentu.

Saya justru tertarik pada tarif yang ditawarkan Matrix yang merupakan layanan seluler pascabayar dari Indosat. Tarif yang ditawarkan lebih murah dari Mentari. Yah, dulu memang saya berniat untuk pindah ke Matrix, tapi sekarang lihat dulu deh soalnya masih banyak sisa pulsa di Mentari saya dan juga tidak terlalu mendesak untuk pindah ke Matrix.

Untuk IM3, saya tidak mau berkomentar terlalu banyak karena tarif murah memang sudah diterapkan di layanan ini dengan jargon Rp 0,0000000000…1 / menit serta bonus layanan SMS yang beraneka rupa, dengan beraneka rupa syarat dan ketentuan pula. :)

Untuk StarOne yang merupakan layanan CDMA dari Indosat, perubahan harga yang ada tidak akan terlalu berpengaruh bagi saya sendiri mengingat walaupun saya berlangganan StarOne, saya hanya menggunakannya untuk internet. Dan tetap saja Indosat masih menerapkan tarif Rp 99.000 untuk 1 GB data, padahal saya berharap kuota transfer ditambah menjadi 2 GB atau lebih.

Untuk menggunakan layanan data, Indosat masih mematok Rp 1,1 / KByte, yang menjadi tarif layanan data termurah saat ini. Tapi yang tidak dituliskan dalam iklan itu adalah layanan data dengan tarif Rp 110 / menit yang memang tidak terlalu dipromosikan Indosat. Tarif data di atas sudah termasuk PPN.

Ah, satu lagi yang menarik, beberapa hari belakangan saya berkirim SMS dengan beberapa teman saya yang menggunakan operator lain. Setelah beberapa SMS terkirim, saya mengecek pulsa saya melalui layanan *555#. Yang cukup mencengangkan adalah jumlah pulsa yang tidak berkurang karena pengiriman itu. Ternyata yang berkurang adalah jumlah bonus SMS yang ada. Tanpa saya sadari, untuk pengiriman SMS ke operator lain juga ternyata Indosat memperhitungkan dari bonus SMS terlebih dahulu sebelum menggunakan pulsa utama. Uhh, napa ga dari dulu begitu? Hehehe…