Posts Tagged ‘tarif’

Adu hoki dengan angka sial

No Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

Kalau dulu ada sebuah trend yang bernama gunakan angka nol sebanyak-banyaknya untuk meraup keuntungan, maka saat ini ada lagi sebuah trend baru yang dipakai sebagai strategi pemasaran operator telepon seluler, yaitu gunakan angka sial untuk meraih untung sebanyak mungkin.

Bagi beberapa kalangan, angka 666 atau 13 merupakan angka keramat. Saat ini angka ini justru digunakan untuk “ngadu nyali” dan “menuai perhatian” dari para calon pelanggan. Kontroversi yang terjadi saat peluncuran AXIS sebagai seluler baru Indonesia yang menuai banyak kritik dan kecaman bagi dari beberapa kalangan karena dianggap merupakan jelmaan dari keberadaan setan atau iblis, justru membawa keberuntungan tersendiri bagi pihak AXIS. Pada saat itu AXIS menawarkan skema tarif yang menggunakan banyak angka 6, di mana beberapa pihak dengan kreatifnya mengintepretasikan hal ini sebagai angka 666 yang merupakan angka yang tabu bagi mereka. Secara tidak langsung AXIS mendapatkan publikasi besar dari masyarakat tanpa perlu melakukan strategi pengiklanan tanpa perlu mengeluarkan uang yang berlebihan. Apalagi saat ini telah ditemukan penyebar SMS gelap mengenai nomor telepon “setan” yang sempat heboh belakangan dan hal ini akan sedikit “memperbaiki” keadaan AXIS. Walau tentu saja beberapa kalangan yang tertentu hal ini tetap saja masih ada unsur “setan”-nya. Yah, paling ga itulah pendapat pribadi saya mengenai isu AXIS.

Beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah iklan baru dari Telkomsel yang berisi promosi tarif dengan angka 13 sebagai lama teleponnya. Bahkan dalam iklan itu terdapat banyak angka 13, seakan-akan menantang para “setan” dalam berbisnis telepon seluler. Seperti yang diketahui, angka 13 bagi beberapa kalangan juga dianggap sebagai angka sial (dan bahkan mungkin pihak tersebut sama dengan pihak yang mengganggap angka 666 merupakan angka sial). Apa yang dilakukan Telkomsel menunjukkan bahwa Telkomsel tertarik dengan apa yang terjadi di AXIS yang justru mendapatkan “nama” karena kontroversinya. Segala hal dapat dipergunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran dengan melihat dan mengikuti apa yang terjadi di pesaing usaha. Atau mungkin ini memang sudah rencana tarif yang ada di benak management Telkomsel yang sudah direncanakan sebelum terdapat kontroversi AXIS? Who knows? Hanya pihak Telkomsel yang tahu akan hal ini kan?

Yah, beberapa waktu sebelum strategi angka sial mencuat ke permukaan, Indosat dan XL telah melakukan perang tarif menggunakan angka biner (binary digit) di mana angka nol dan satu diprioritaskan. Dimulai dari hanya sebuah angka nol atau sebuah angka satu, lama-kelamaan jumlah nol pun bertambah sampai tidak bisa dihitung lagi. Seakan-akan kedua perusahaan itu sedang mengajarkan masyarakat menggunakan matematika dan bilangan mikro yang bahkan lebih dahsyat daripada menghitung jumlah digit di belakang koma pada bilangan PI. Bahkan sampai ada iklan sumpah-sumpahan sampai kawin dengan binatang-binatang yang bagi beberapa pihak sebagai wujud pelecehan terhadap martabat manusia hanya karena ingin menunjukkan sebuah angka untuk waktu yang “sepuasnya”.

Lucu memang melihat perkembangan saat ini. Apa saja bisa dimanfaatkan untuk meraup untung sebanyak-banyaknya, bahkan dengan terang-terangan menyindir pihak lain sampai terkadang keluar dari etika yang belaku dalam masyarakat. Seharusnya masyarakat sudah cukup dewasa untuk melihat kelihaian para operator dalam memainkan angka mengingat memang banyak penggunaan angka dalam dunia telekominakasi ini, mulai dari tarif, biaya percakapan, jarak, waktu, besar data dan jumlah. Banyaknya angka justru membuat pandangan masyarakat bias dan tidak memerhatikan “bintang-bintang kecil” yang menjadi biang keladi setan yang sebenarnya. Alhasil ujung-ujungnya orang-orang yang mau untung dengan menggunakan angka sial atau angka biner tersebut malah buntung karena tidak membaca “keterangan lebih lanjut”.

Operator GSM baru (lagi): AXIS

15 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Mari kita belajar berhitung lagi, berapa jumlah operator GSM di Indonesia? Telkomsel (Simpati, Halo), Indosat (Mentari, IM3, Matrix), Excelcomindo (Bebas, Jempol), Hutchison Whampoa (Three). Kini ada lagi operator baru yaitu Natrindo Telepon Selular dengan produk barunya, AXIS.

Sebenarnya sudah agak lama saya mendengar mengenai nama Natrindo. Mungkin sejak beberapa bulan yang lalu, walau belum tahu bahwa nama itu akan menjadi nama operator salah satu telepon seluar di Indonesia. Operator ini sendiri baru beroperasi di kawasan Bandung dan Surabaya. Berdasar berita yang ada di TV, AXIS akan tersedia secara nasional dalam waktu 2 tahun mendatang. Pemegang saham utama AXIS adalah Saudi Telecom Company (51%) dan Maxis Communications (44%) sementara 5% sisanya dimiliki oleh perusahaan local. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa AXIS merupakan hasil investasi dari negara luar seperti juga Three.

(more…)

Indosat Price Cut

6 Comments
Tags: , , , , , ,

Sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan bahwa operator seluler harus menurunkan tarif telepon antar operator seluler pada bulan April 2008 ini, hari ini Indosat memasang iklan besar-besaran di Kompas yang berisi daftar perubahan harga yang kebanyakan berlaku mulai tanggal 10 April 2008 ini.

Yang menarik adalah bahwa penurunan tarif percakapan tidak terlalu banyak. Saya sendiri karena menggunakan kartu Mentari segera melihat perubahan harga yang dilakukan oleh pihak Indosat. Tarif telepon untuk sesama Indosat maupun ke operator lain ternyata masih tetap berkutat pada angka Rp 700 per 30 detik (dari sebelumnya Rp 750 / 30 detik).

Penurunan tarif yang besar justru terjadi pada tarif SMS di mana tarif pengiriman SMS dari Mentari ke sesama Indosat menjadi Rp 99 (dibanding sebelumnya Rp 350), dan Rp 149 untuk tarif pengiriman SMS ke operator lain (dari sebelumnya Rp 350 juga).

Walau demikian, banyak pula tawaran-tawaran yang tercantum di halaman iklan tersebut, semisal Mentari Hebat Ber-5, Telepon Rp 50 / 30 detik, sampai Gratis 1 Menit pertama setiap pengisian ulang pulsa dengan nominal tertentu.

Saya justru tertarik pada tarif yang ditawarkan Matrix yang merupakan layanan seluler pascabayar dari Indosat. Tarif yang ditawarkan lebih murah dari Mentari. Yah, dulu memang saya berniat untuk pindah ke Matrix, tapi sekarang lihat dulu deh soalnya masih banyak sisa pulsa di Mentari saya dan juga tidak terlalu mendesak untuk pindah ke Matrix.

Untuk IM3, saya tidak mau berkomentar terlalu banyak karena tarif murah memang sudah diterapkan di layanan ini dengan jargon Rp 0,0000000000…1 / menit serta bonus layanan SMS yang beraneka rupa, dengan beraneka rupa syarat dan ketentuan pula. :)

Untuk StarOne yang merupakan layanan CDMA dari Indosat, perubahan harga yang ada tidak akan terlalu berpengaruh bagi saya sendiri mengingat walaupun saya berlangganan StarOne, saya hanya menggunakannya untuk internet. Dan tetap saja Indosat masih menerapkan tarif Rp 99.000 untuk 1 GB data, padahal saya berharap kuota transfer ditambah menjadi 2 GB atau lebih.

Untuk menggunakan layanan data, Indosat masih mematok Rp 1,1 / KByte, yang menjadi tarif layanan data termurah saat ini. Tapi yang tidak dituliskan dalam iklan itu adalah layanan data dengan tarif Rp 110 / menit yang memang tidak terlalu dipromosikan Indosat. Tarif data di atas sudah termasuk PPN.

Ah, satu lagi yang menarik, beberapa hari belakangan saya berkirim SMS dengan beberapa teman saya yang menggunakan operator lain. Setelah beberapa SMS terkirim, saya mengecek pulsa saya melalui layanan *555#. Yang cukup mencengangkan adalah jumlah pulsa yang tidak berkurang karena pengiriman itu. Ternyata yang berkurang adalah jumlah bonus SMS yang ada. Tanpa saya sadari, untuk pengiriman SMS ke operator lain juga ternyata Indosat memperhitungkan dari bonus SMS terlebih dahulu sebelum menggunakan pulsa utama. Uhh, napa ga dari dulu begitu? Hehehe…

Tariff War of Cellular Operator

10 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Bila di dalam dunia internet terdapat istilah browser war alias perang browser yang pernah berlangsung dua kali pada tahun 1990-an (antara IE dan Netscape) dan juga 2000-an (antara IE, Firefox, Opera dan Safari), maka di dunia telekomunikasi Indonesia terdapat yang disebut perang tarif atau tariff war. Perang ini terjadi sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu antara beberapa operator telepon selular di Indonesia, khususnya GSM.

Seperti yang diketahui, sebelumnya tarif telepon sesama telepon seluler dan tarif interkoneksi antar operator telepon selular di Indonesia cukup mahal daripada negara-negara lain. Tiga operator telepon seluler utama seperti Telkomsel, Indosat dan XL pada awalnya lebih mengutamakan fitur Short Message Service (SMS) sehingga perang tarif pertama terjadi dalam dunia SMS.

(more…)