Posts Tagged ‘telepon’

Indosat Price Cut

6 Comments
Tags: , , , , , ,

Sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan bahwa operator seluler harus menurunkan tarif telepon antar operator seluler pada bulan April 2008 ini, hari ini Indosat memasang iklan besar-besaran di Kompas yang berisi daftar perubahan harga yang kebanyakan berlaku mulai tanggal 10 April 2008 ini.

Yang menarik adalah bahwa penurunan tarif percakapan tidak terlalu banyak. Saya sendiri karena menggunakan kartu Mentari segera melihat perubahan harga yang dilakukan oleh pihak Indosat. Tarif telepon untuk sesama Indosat maupun ke operator lain ternyata masih tetap berkutat pada angka Rp 700 per 30 detik (dari sebelumnya Rp 750 / 30 detik).

Penurunan tarif yang besar justru terjadi pada tarif SMS di mana tarif pengiriman SMS dari Mentari ke sesama Indosat menjadi Rp 99 (dibanding sebelumnya Rp 350), dan Rp 149 untuk tarif pengiriman SMS ke operator lain (dari sebelumnya Rp 350 juga).

Walau demikian, banyak pula tawaran-tawaran yang tercantum di halaman iklan tersebut, semisal Mentari Hebat Ber-5, Telepon Rp 50 / 30 detik, sampai Gratis 1 Menit pertama setiap pengisian ulang pulsa dengan nominal tertentu.

Saya justru tertarik pada tarif yang ditawarkan Matrix yang merupakan layanan seluler pascabayar dari Indosat. Tarif yang ditawarkan lebih murah dari Mentari. Yah, dulu memang saya berniat untuk pindah ke Matrix, tapi sekarang lihat dulu deh soalnya masih banyak sisa pulsa di Mentari saya dan juga tidak terlalu mendesak untuk pindah ke Matrix.

Untuk IM3, saya tidak mau berkomentar terlalu banyak karena tarif murah memang sudah diterapkan di layanan ini dengan jargon Rp 0,0000000000…1 / menit serta bonus layanan SMS yang beraneka rupa, dengan beraneka rupa syarat dan ketentuan pula. :)

Untuk StarOne yang merupakan layanan CDMA dari Indosat, perubahan harga yang ada tidak akan terlalu berpengaruh bagi saya sendiri mengingat walaupun saya berlangganan StarOne, saya hanya menggunakannya untuk internet. Dan tetap saja Indosat masih menerapkan tarif Rp 99.000 untuk 1 GB data, padahal saya berharap kuota transfer ditambah menjadi 2 GB atau lebih.

Untuk menggunakan layanan data, Indosat masih mematok Rp 1,1 / KByte, yang menjadi tarif layanan data termurah saat ini. Tapi yang tidak dituliskan dalam iklan itu adalah layanan data dengan tarif Rp 110 / menit yang memang tidak terlalu dipromosikan Indosat. Tarif data di atas sudah termasuk PPN.

Ah, satu lagi yang menarik, beberapa hari belakangan saya berkirim SMS dengan beberapa teman saya yang menggunakan operator lain. Setelah beberapa SMS terkirim, saya mengecek pulsa saya melalui layanan *555#. Yang cukup mencengangkan adalah jumlah pulsa yang tidak berkurang karena pengiriman itu. Ternyata yang berkurang adalah jumlah bonus SMS yang ada. Tanpa saya sadari, untuk pengiriman SMS ke operator lain juga ternyata Indosat memperhitungkan dari bonus SMS terlebih dahulu sebelum menggunakan pulsa utama. Uhh, napa ga dari dulu begitu? Hehehe…

Tariff War of Cellular Operator

10 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Bila di dalam dunia internet terdapat istilah browser war alias perang browser yang pernah berlangsung dua kali pada tahun 1990-an (antara IE dan Netscape) dan juga 2000-an (antara IE, Firefox, Opera dan Safari), maka di dunia telekomunikasi Indonesia terdapat yang disebut perang tarif atau tariff war. Perang ini terjadi sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu antara beberapa operator telepon selular di Indonesia, khususnya GSM.

Seperti yang diketahui, sebelumnya tarif telepon sesama telepon seluler dan tarif interkoneksi antar operator telepon selular di Indonesia cukup mahal daripada negara-negara lain. Tiga operator telepon seluler utama seperti Telkomsel, Indosat dan XL pada awalnya lebih mengutamakan fitur Short Message Service (SMS) sehingga perang tarif pertama terjadi dalam dunia SMS.

(more…)

Here is the beginning and the end

No Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

Sebuah hal yang membingungkan, menyenangkan, menyedihkan, dan memusingkan telah kulewati dalam waktu yang cukup lama. Satu tahun sudah berlalu sejak aku menaruh hati kepada dirinya. Satu tahun pula aku sudah berjuang untuk menunjukkan perasaanku padanya. Walau aku menyadari sejauh ini usahaku untuk melakukan pembuktian itu masih terlalu sedikit dibanding usaha-usaha orang lain yang juga kasmaran.

Di sini aku akan menceritakan semuanya dari awal mengenai sesuatu yang bernama “cinta” dan bagaimana aku menghadapinya sebagai diriku sendiri, bukan sebagai orang lain.

(more…)

My voice was gone

No Comments
Tags: , , ,

Haiiiii… Dalam 3 hari terakhir leher terasa sakit.

Hari Jumat kemaren udah mulai kehilangan suara. Pas PMR jadi lebih sedikit ngomong. Tapi untuk dia, gue masih sanggup ngomong.

Hari Sabtu keadaannya bete banget. Apalagi pas Comptius di BHK. Anak programming bisa diajak kompromi dan gokil abis. Anak web design? Yeah, bikin semangat ngajar ga ada. Udah berkoar-koar sampe leher makin sakit juga diam aja. Kaga ada niat ngedengerin ya gue minta ganti aja yang ngajarnya. :( Pulangnya tenggorokan makin sakit, walau sempat nungguin dia dan ngobrol dikit juga. Karena tenggorokan sakit, pikiran pun jadi negative thinking mulu. Apalagi ditambah ama Comptius tadi. Arghhh… :cry:

Hari Sabtu malam, hari di mana puncak penderitaan dimulai. Hampir ga bisa keluarin suara dikitpun. Jadi males ngomong. Mending diam aja deh tuh malem. Menyesali karena ber-negative thinking pas paginya sama si dia padahal dia ngasih respons yang positif.

Hari ini, hari Minggu. Rasanya udah berkurang rasa sakitnya. Suarapun sudah sedikit kembali walau masih belum 100% normal. Yah, ga tau deh hari ini dia bakal minta bantuan atau ga buat install Corel Draw di komputernya. Kalau suara gue ga jelas pas lagi ngejelasin caranya lewat telepon, harus gimana dunk? Datang ke rumahnya kali ya? Maybe. Tadi sempat ada saudara yang nelpon, kayanya sih suara gue sendiri udah mulai kedengeran dan agak normal (sekitar 50% kali). Ya mungkin udah bisa berkomunikasi secara normal, ga kaya semalam. -_-;

Recover soon please…

First Ring

1 Comment
Tags: ,

Oke, gue akui gue memang orang yang gugupan gitu deh. Maaf, pembukaan blog tersebut agak menyedihkan dan menyudutkan diri gue sendiri. Tapi ya gapapa lah. Yang penting di sisi lain gue udah bisa melakukan dan memulainya.

Hmmm, kita mulai darimana yak?

Oke, kita mulai dari kemaren aja.
Kemaren tuh gue ada niat buat nelpon dia. Tapi ga tau akhirnya ga jadi nelpon mulu. Gue ragu-ragu nelpon dia. “Apa kemaleman?” “Apa dia lagi kaga ada di rumah?”

Nah, hari ini gue beraniin diri buat nelpon dia. Pertama-tama sih pengennya nelpon ke HP dia dari HP gue. Akhirnya gue pilih pake telpon rumah aja deh. Sekitar jam 19.35 gue mulai angkat gagang telpon rumah gue n nelpon dia.

Di sini mulai lah terjadi pembicaraan sepasang insan manusia (weleh, terlalu bagus tuh kata-katanya). Nada dering pun mulai terdengar dan jantung serasa makin melambat. “Koq kaga ada yang angkat?”. Dan saatnya pun tiba, telpon pun diangkat juga. Kesan pertama : Ga kedengaran jelas.>_< Kesan itu membuat gue makin bingung gitu deh.

Yang angkat telponnya sih bukan dia, tapi orang lain. Ga tau itu cicinya atau mamanya. Trus kaya biasa dunk gue ngomong “Hallo, selamat malam, bisa bicara dengan Maryana?”

“Maryana yah? Tunggu sebentar. <Ga terdengar jelas, tapi kurang lebih kaya gini lah. Beberapa lama kemudian> Hmm, ini dari siapa ya?”
“Ini dari William.”
“Oh temannya yah, William. Tunggu sebentar.”
<Trus kedengaran ada yang teriak “Maryana, ada yang nelpon. Temennya, William”. Beberapa saat pun suaranya berubah>
“Halo”
“Halo, Yana ya?”
“Ya, ada apa?”
“Lagi sibuk ga?”
“Lagi nonton film sih. Napa?”
“Mo ngobrol-ngobrol aja sih. Boleh kan?”
“Hmm, ya udah.”

Trus dari sini sumpah deh, suaranya makin ga jelas banget. Gue sendiri kadang-kadang ga ngerti apa yang dia bilang, maksudnya ga kedengaran gitu. Ditambah dengan gangguan lingkungan dengan suara TV sgala macam. Mari kita rangkum saja. Yang gue tanya itu (secara sekuensial klo ga salah inget) :

  • Tadi ga kemana-mana? (tadi pegi ama temennya)
  • Suara telpon nya kecil ya? (trus dia bilang memang lagi rusak)
  • Lagi nonton film apa? (Dari sono dia jawab dia lagi nonton film dari DVD gitu)
  • Kadonya gimana? (pengen tau reaksi dia sih . Tapi justru ga kedengaran jelas pas di sini.>_< Tapi kurang lebih dia bilang “tas kan?”, trus lanjutannya ya ga tau deh)

Setelah itu kedengaran suara “TUT TUT”. YAHHHH, suara yang gue benci…Ini pertanda bahwa ada seleksi alam dengan teknologi suara. Gue sempat nanya denger suara itu ga. Trus dibilang klo itu artinya baterenya udah pengen habis. Mungkin dia pake wireless jadi kaya gitu dan mungkin gara-gara itu suaranya agak ga jelas.

Setelah itu yah, selesai.

Waktu ngobrol ama dia sih sempat ada jeda-jeda gitu gara-gara gue bingung pengen ngobrolin apa gitu. Bahkan ada jeda sekitar lebih kurang 10 detik waktu sebelum denger suara TUT TUT itu. Rasanya hening banget.>_<

Yah, ga tau apa gue gagal malam ini ato kaga. Tapi yah gue juga rada senang sih bisa nelpon dia.

Sesuai kata dosen gue “Melakukan sesuatu yang pertama kali memang susah, tapi kalau kau bisa dan berani melewatinya, artinya kau telah berhasil”.

Kapan-kapan deh telpon lagi. Hehehe… Mungkin yang ke-2 atau ke-3 atau lebih bakal lebih baik…