Posts Tagged ‘ubuntu’

Install sana, install sini

No Comments
Tags: , , , , ,

Dalam 2 minggu, software yang aku install hampir semuanya digunakan developing web dan juga kuliah. Nih listnya tanpa urutan waktu atau abjad:

  • Ubuntu 8.04 Hardy Haron
  • PHP 5.2.6 untuk Ubuntu
  • MySQL 5 untuk Ubuntu
  • Apache 2 untuk Ubuntu
  • Wireshark untuk Ubuntu
  • Apache Tomcat (Windows)
  • Oracle Database Express Edition (Windows)
  • Microsoft SQL Server 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C++ 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C# 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Web Developer 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual Basic 2008 Express Edition (Windows)

Entah dari software itu ada berapa yang bakal digunain terus sampai nanti, atau cuma digunain selama semester ini saja. Yang pasti software untuk web developing termasuk Ubuntu akan dipakai terus. ;) Ah iya, semua software yang ada di atas itu gratis semua, termasuk juga Visual Studio-nya karena memang Express edition dikhususkan untuk kalangan penghobi atau yang baru belajar.

Tiga hari bersama Ubuntu

4 Comments
Tags: , , , , , ,

Tidak terasa sudah lama ga menulis blog karena alasan yang bermacam-macam. Di antaranya lagi males, lagi sibuk karena ada proyek, lagi sibuk karena ada tugas kuliah, dan sekarang ada lagi satu alasan tambahan: lagi nyoba Ubuntu dan ngutak-ngatik.

Yuhuu…! Ubuntu. Pernah dengar? Bagi yang belum pernah dengar, Ubuntu itu merupakan salah satu distro atau varian Linux yang paling banyak digunakan belakangan karena user-friendly bagi sebagian orang. Di samping Ubuntu sebenarnya masih banyak distro lain yang dikembangkan secara lokal seperti BlankOn dan IGOS maupun dikembangkan oleh komunitas internasional seperti openSuSe, Mandrake, RedHate, Knoppix dan sebagainya.

Ubuntu yang belakangan aku coba adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Pertama-tama memang agak sulit untuk mengoperasikan sistem operasi ini berhubung aku sudah terlalu terbiasa dan “dimanja” oleh Windows. Berawal dari mencoba menginstall Ubuntu ini pada partisi yang memang sudah aku siapkan sejak aku pertama kali membeli laptop, karena rencananya dulu mau di-install Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon  walaupun akhirnya ga jadi karena error. Proses installasi berlangsung lancar menggunakan untuk Hardy, dan lebih stabil dibandingkan Gutsy.

Kemudian masuk ke tahap berikutnya yaitu mengkonfigurasikan seluruhnya, dan masih seperti sebelumnya proses ini agak sulit karena memang belum terbiasa. Setelah 1 hari mencoba-coba, akhirnya sudah mulai terbiasa dengan tampilan baru ini.  Dan yang paling menyenangkan adalah menggunakan command line pada Ubuntu ini. Yap, menggunakan Linux memang akan banyak berkutat dengan command line mulai dari menginstall software baru atau pun melakukan hal-hal lainnya.

Tahap berikutnya pun masuk ke proses untuk mengubah tampilan Ubuntu menjadi lebih “wah”. Dan aku berhasil melakukannya dengan menggunakan Compiz-Fusion dan juga Emerald Theme Engine. Sekarang tampilan dan efek yang terdapat di Ubuntu yang aku jalankan pun ga kalah dengan efek Aero di Vista dan Mac OS X. Dan efek yang bisa didapatkan dari Ubuntu ini pun lebih banyak daripada efek yang selama ini terdapat di OS lainnya. ;) Dan tentu saja sebenarnya Compiz-Fusion ini tidak hanya bisa diinstall di Ubuntu, melainkan juga di distro Linux yang lain.

Satu hal yang belum berhasil aku lakukan di sini adalah melakukan kalibrasi warna layar. Pada dasarnya warna layar laptopku cenderung bersifat cool, yang artinya warna putih cenderung terlihat kebiruan. Sehingga hampir setiap kali browsing, aku merasa nuansanya terlalu “biru”. Walaupun warna ini cenderung soft dan dianggap menyejukkan mata, tapi mata ku justru lebih cepat lelah dibanding menggunakan warna yang agak warm atau normal. Kalau di Windows aku dengan mudah bisa melakukan perubahan terhadap warna layar melalui software driver yang disediakan oleh Intel, tetapi di Ubuntu ini aku masih terus berusaha mencari caranya.

Ah iya, bagi orang yang penasaran, coba aja menggunakan Ubuntu. Bukan hal yang sulit kok buat belajar Ubuntu, asalkan punya niat buat mencari bantuan di internet bila ada masalah karena memang itulah caranya hidup dalam dunia Linux yang open source dan community-based. ;) Dan jangan lupa juga buat menyiapkan mental kalau menemui kegagalan.

Tiga hari ini baru menjadi awal bagiku untuk menggunakan Ubuntu, dan ke depannya mungkin (dan semoga) aku akan lebih sering lagi menggunakannya. ;)

Go Ubuntu Go!!!

Be A Multi Operating System Personal

1 Comment
Tags: , , , ,

Belakangan ini entah kenapa saya menjadi sangat ingin mencoba operating system selain Windows XP yang ada di komputer saya. Saya ingin mencoba merasakan perbedaan-perbedaan di setiap operating system (OS) dan juga mempelajarinya. Oh ya, selain itu semoga aja dengan mempelajari dan menggunakan OS lain saat ini, nanti waktu kerja dan diharuskan menggunakan OS lain selain Windows, saya ga cengok karena kebingungan menggunakan suatu OS selain Windows. :)

OS pertama yang paling sering saya gunakan tentu aja bisa anda tebak, yaitu Windows. Sejak saya kelas 3 SD, Windows bisa dibilang udah menjadi darah daging saya. Mulai dari Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows Me, Windows XP dan Windows Vista. Sampai saat ini saya masih pengguna aktif Windows XP dan cukup mengenal OS ini. Yah kalau dihitung-hitung, mungkin lebih dari 97% “jam terbang” saya adalah sebagai pengguna Windows ini. Inilah OS yang membuat addicted dan tidak dapat dilepas dengan mudah, apalagi kompabilitasnya dengan banyak program dan dominasinya di pasaran yang membuat OS ini memiliki banyak program tambahan. Sayangnya kadang harus dipusingkan dengan masalah registry dan keamanan selama lebih dari 3 tahun menggunakan Windows XP.

OS kedua yang pernah saya coba adalah Mac OS, khususnya Mac OS X : Tiger yang terdapat dalam MacBook teman saya. Keunggulan dari OS ini adalah pada tampilan dan sisi keamanannya. Efek desktop yang dimiliki Mac OS X cukup menakjubkan, walau sebagian sekarang sudah dapat dinikmati di Windows Vista juga. Sayangnya OS ini ga semudah OS lain dalam hal penginstallan karena saya dengar OS ini eksklusif hanya untuk perangkat buatan Apple Comp. Dan tentu aja hal ini membuat harganya lebih mahal (dengan asumsi, membeli OS ini juga harus membeli perangkat Apple).

Linux merupakan OS ketiga yang pernah saya gunakan. Ada beberapa distro (distribution) Linux yang pernah saya coba yaitu Mandrake, Knoppix, dan Ubuntu. Kemaren saya baru aja berhasil menginstall Linux Ubuntu 7.04 ke dalam komputer saya. Ubuntu sendiri menggunakan tampilan desktop GNOME yang bisa dimodifikasi dengan theme-theme dan efek-efek yang tidak kalah hebat dengan Vista dan OS X. Sampai saat ini saya masih mencoba membiasakan diri menggunakan Ubuntu dan tentu ini ga akan mudah apalagi saya sudah terlalu terbiasa dengan XP. Selain itu saya masih harus mengatasi masalah yang terjadi dengan kompabilitas hardware komputer saya (yang juga mendera saya sewaktu menginstall Ubuntu ini) dan masih harus mencari beberapa driver yang cocok untuk dapat menikmati Ubuntu dengan sempurna. Kelebihan OS ini di adalah free dan bersifat open-source. Bahkan program-program yang umumnya bisa digunakan di Linux juga bersifat open-source, gratis dan bisa didapat dengan download di internet. Karena sifat open-source itu, program-program dikembangkan dengan cepat dan umumnya banyak themes dan extension yang tersedia sehingga tampilan yang “cupu” bisa jadi sangat menarik, termasuk fungsionalitas dan themes di Linux itu sendiri.

Selain 3 OS yang pernah saya coba, saya juga berkeinginan mencoba menggunakan Solaris yang dibuat oleh Sun Microsystem. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan saya akan coba untuk mencari OS ini.

Seperti yang saya bilang di atas, bahwa saya mulai mempelajari banyak OS supaya nanti tidak kebingungan ketika disodorkan OS baru saat kerja. Mengingat software dan operating system yang berlisensi cukup mahal harganya, maka open-source dan freeware merupakan salah satu cara untuk beradaptasi dengan keadaan “berhemat”. Mungkin beberapa dari pembaca akan bilang, “Kenapa ga pake software bajakan aja, kan lebih murah?”. Yo weis, beruntunglah karena Anda tinggal di Indonesia di mana cukup mudah mencari software bajakan di pasaran yang bahkan dijajakan di mall-mall secara terbuka. Itulah kenapa Indonesia ini hanya menjadi konsumer untuk bidang TI dan tidak menjadi produser karena orang-orang sini (programmer) pasti udah berpikir kalau menciptakan program di sini, produknya akan berakhir tragis di tingkat emperan Mangga Dua atau Glodok yang harganya cuma 20 ribu rupiah dan dicampur-campur dengan banyak program lainnya. Penguasaan banyak program (dan OS) menurut saya akan menjadi nilai tambah di masa yang akan datang nanti.

Jadi bagi teman-teman yang belum pernah mencoba OS dan program lain, jangan serta merta hanya bilang “ah, pake program ini aja deh, ga usah yang aneh-aneh.” Apalagi teman-teman yang berada di berada di bidang IT. Selain itu juga ga susah mempelajari hal lain selama kita punya niat. ;)