Belakangan ini entah kenapa saya menjadi sangat ingin mencoba operating system selain Windows XP yang ada di komputer saya. Saya ingin mencoba merasakan perbedaan-perbedaan di setiap operating system (OS) dan juga mempelajarinya. Oh ya, selain itu semoga aja dengan mempelajari dan menggunakan OS lain saat ini, nanti waktu kerja dan diharuskan menggunakan OS lain selain Windows, saya ga cengok karena kebingungan menggunakan suatu OS selain Windows.
OS pertama yang paling sering saya gunakan tentu aja bisa anda tebak, yaitu Windows. Sejak saya kelas 3 SD, Windows bisa dibilang udah menjadi darah daging saya. Mulai dari Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows Me, Windows XP dan Windows Vista. Sampai saat ini saya masih pengguna aktif Windows XP dan cukup mengenal OS ini. Yah kalau dihitung-hitung, mungkin lebih dari 97% “jam terbang” saya adalah sebagai pengguna Windows ini. Inilah OS yang membuat addicted dan tidak dapat dilepas dengan mudah, apalagi kompabilitasnya dengan banyak program dan dominasinya di pasaran yang membuat OS ini memiliki banyak program tambahan. Sayangnya kadang harus dipusingkan dengan masalah registry dan keamanan selama lebih dari 3 tahun menggunakan Windows XP.
OS kedua yang pernah saya coba adalah Mac OS, khususnya Mac OS X : Tiger yang terdapat dalam MacBook teman saya. Keunggulan dari OS ini adalah pada tampilan dan sisi keamanannya. Efek desktop yang dimiliki Mac OS X cukup menakjubkan, walau sebagian sekarang sudah dapat dinikmati di Windows Vista juga. Sayangnya OS ini ga semudah OS lain dalam hal penginstallan karena saya dengar OS ini eksklusif hanya untuk perangkat buatan Apple Comp. Dan tentu aja hal ini membuat harganya lebih mahal (dengan asumsi, membeli OS ini juga harus membeli perangkat Apple).
Linux merupakan OS ketiga yang pernah saya gunakan. Ada beberapa distro (distribution) Linux yang pernah saya coba yaitu Mandrake, Knoppix, dan Ubuntu. Kemaren saya baru aja berhasil menginstall Linux Ubuntu 7.04 ke dalam komputer saya. Ubuntu sendiri menggunakan tampilan desktop GNOME yang bisa dimodifikasi dengan theme-theme dan efek-efek yang tidak kalah hebat dengan Vista dan OS X. Sampai saat ini saya masih mencoba membiasakan diri menggunakan Ubuntu dan tentu ini ga akan mudah apalagi saya sudah terlalu terbiasa dengan XP. Selain itu saya masih harus mengatasi masalah yang terjadi dengan kompabilitas hardware komputer saya (yang juga mendera saya sewaktu menginstall Ubuntu ini) dan masih harus mencari beberapa driver yang cocok untuk dapat menikmati Ubuntu dengan sempurna. Kelebihan OS ini di adalah free dan bersifat open-source. Bahkan program-program yang umumnya bisa digunakan di Linux juga bersifat open-source, gratis dan bisa didapat dengan download di internet. Karena sifat open-source itu, program-program dikembangkan dengan cepat dan umumnya banyak themes dan extension yang tersedia sehingga tampilan yang “cupu” bisa jadi sangat menarik, termasuk fungsionalitas dan themes di Linux itu sendiri.
Selain 3 OS yang pernah saya coba, saya juga berkeinginan mencoba menggunakan Solaris yang dibuat oleh Sun Microsystem. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan saya akan coba untuk mencari OS ini.
Seperti yang saya bilang di atas, bahwa saya mulai mempelajari banyak OS supaya nanti tidak kebingungan ketika disodorkan OS baru saat kerja. Mengingat software dan operating system yang berlisensi cukup mahal harganya, maka open-source dan freeware merupakan salah satu cara untuk beradaptasi dengan keadaan “berhemat”. Mungkin beberapa dari pembaca akan bilang, “Kenapa ga pake software bajakan aja, kan lebih murah?”. Yo weis, beruntunglah karena Anda tinggal di Indonesia di mana cukup mudah mencari software bajakan di pasaran yang bahkan dijajakan di mall-mall secara terbuka. Itulah kenapa Indonesia ini hanya menjadi konsumer untuk bidang TI dan tidak menjadi produser karena orang-orang sini (programmer) pasti udah berpikir kalau menciptakan program di sini, produknya akan berakhir tragis di tingkat emperan Mangga Dua atau Glodok yang harganya cuma 20 ribu rupiah dan dicampur-campur dengan banyak program lainnya. Penguasaan banyak program (dan OS) menurut saya akan menjadi nilai tambah di masa yang akan datang nanti.
Jadi bagi teman-teman yang belum pernah mencoba OS dan program lain, jangan serta merta hanya bilang “ah, pake program ini aja deh, ga usah yang aneh-aneh.” Apalagi teman-teman yang berada di berada di bidang IT. Selain itu juga ga susah mempelajari hal lain selama kita punya niat.