Posts Tagged ‘ujian’

Catatan Akhir Februari 2010: Sidang Skripsi

Satu bulan berlalu lagi. Dan sekali lagi aku cuma menulis blog sekali dalam satu bulan ini. Hehehe…

Yang jelas bulan ini merupakan salah satu bulan yang cukup berarti bagiku. Dan aku yakin juga merupakan bulan yang sangat berarti bagi kebanyakan teman-teman seangkatanku yang kuliah di Binus. Yap, bulan ini merupakan bulan penentuan dari apakah kami lulus atau tidak untuk mendapatkan gelar S1 alias Sarjana melalui sebuah proses yang dinamakan sidang skripsi. Yah, walaupun ada beberapa yang sudah mulai mendapat giliran sidang sejak awal akhir Januari kemaren sih.

Oke, untuk bulan ini aku cuma akan membicarakan tentang sidang saja dulu.

Sidang skripsi atau sidang pedadaran merupakan salah satu syarat yang harus dilalui oleh para mahasiswa Binus University jurusan Teknik Informatika untuk lulus dan layak wisuda untuk mendapatkan gelar S.Kom alias Sarjana Komputer. Tentu saja syarat lainnya adalah lulus semua mata kuliah yang diambil dengan minimal jumlah SKS kelulusan 146 SKS dan juga syarat-syarat lainnya yang agak ribet kalau dijelaskan di sini. Yang jelas tetap saja hal-hal selain sidang hanya dipandang sebelah mata saja sampai suatu ketika kita sadar ternyata syaratnya kurang untuk layak wisuda.

Selama satu semester (entah itu semester 7 atau semester 8, atau malah semester lebih lanjut lagi) kita menghadapi apa yang disebut penulisan skripsi. Di Binus sendiri ada yang disebut dengan skripsi kelas, yaitu skripsi yang sudah diatur jadwalnya dengan topik-topik yang biasanya tidak terlalu sulit, dan ada pula disebut dengan skripsi non-kelas yang merupakan skripsi dengan topik-topik di luar topik-topik umum skripsi kelas. Biasanya topik-topik skripsi non-kelas sifatnya harus unik, walaupun terkadang ada juga skripsi kelas yang salah jalur dan akhirnya masuk ke skripsi non-kelas. Alhasil beberapa orang yang salah jalur itu harus berakhir tragis di meja sidang.

Ah, yang perlu diketahui, dan ini memang cukup unik dibandingkan dengan skripsi di perguruan tinggi lainnya yaitu skripsi dilakukan secara berkelompok. Beberapa “kelompok” memang hanya berisi satu orang saja, tetapi ini sangat jarang terjadi. Dan pastinya kalau orang yang masuk perguruan tinggi lainnya akan berpikir “ga mutu amat skripsi berkelompok gitu”. Oke, ini memang benar-benar ungkapan nyata yang sempat dilontarkan temanku dulu ketika dia mendengar soal hal ini. Bagaimanapun juga, skripsi secara berkelompok punya sisi positifnya, yaitu melatih mahasiswa untuk membagi tugasnya dengan baik dan melatih mahasiswa agar dapat bekerja sama, tapi tidak saling menjatuhkan selama penulisan skripsi, bahkan sampai sidang. Kelompokku terdiri dari 3 orang, yaitu aku sendiri, Adrian, dan Dedy.

Kali ini kami mengambil skripsi non-kelas. Kami mengambil skripsi jalur Applied Technology Laboratory, atau yang biasanya disebut ATL yang kebanyakan penelitiannya cukup menantang dan unik. Sisi unik dari penelitian yang kami kerjakan ini adalah melibatkan 2 kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang, sehingga totalnya 6 orang. Kelompok kami menangani software dan server, sedangkan kelompok satunya lagi berasal dari jurusan Sistem Komputer menangani komunikasi hardware dan juga micro-controller. Pertamanya memang sempat agak ragu bahwa skripsi ini bisa berjalan dengan mulus, apalagi sewaktu mengajukan proposal ke Ketua Jurusan sempat diwanti-wanti bahwa kelompok kami akan sangat bergantung dengan kelompok hardware, di mana bila satu kelompok mengalami kendala sampai penelitian berjalan di tempat atau stagnan, maka penelitian kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, memang sempat terjadi masalah karena komunikasi antara server dan micro-controller tidak dapat dilakukan. Setelah perjuangan keras pada akhir tahun, di mana beberapa di antara kami tidak liburan tetapi malah mengerjakan skripsi, akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Pertama, terdapat masalah pada port Ethernet yang kendor yang terdapat di papan micro-controller. Kedua, setelah mencoba-coba memakai TCP/IP stack yang disediakan di internet secara berulang kali dan gagal, akhirnya kami pun mencoba membaca lagi source code yang disediakan oleh vendor micro-controller nya. Awalnya kami tidak mengira bahwa source code contoh tersebut juga menyertakan header untuk mengolah TCP/IP, dan aku akui bahwa source code di sana cukup sulit karena termasuk low-level, alhasil kami sempat meninggalkan source code itu untuk sementara sebelumnya.

Setelah aplikasi berhasil dijalankan, percobaan pun dilakukan dan sukses. Penulisan pun bisa dilaksanakan walaupun ada beberapa masalah yang membuatku agak kurang sreg dengan penulisannya. Tapi aku sebisa mungkin mencegah terjadinya banyak perubahan di sana, kecuali memang ada proses yang salah dan ga mungkin bisa dibantah. Oke, akhirnya setelah melalui beberapa revisi, softcover pun dicetak dan dikumpulkan. Selanjutnya kami menunggu sidang. Muncullah pengumuman di Binusmaya, bahwa sidang kami diadakan pada tanggal 18 Februari 2010.

Sayangnya kelompok hardware harus memperpanjang skripsi mereka selama 1 semester. Walaupun skripsi kami meneliti hal yang kurang lebih sama, akan tetapi ada beberapa hal yang harus berbeda sesuai dengan permintaan jurusan. Bila kelompok kami berhasil menyelesaikan semuanya, kelompok hardware masih harus menyelesaikan beberapa hal lagi. Tapi yang jelas kelompok mereka sudah banyak membantu kelompok kami selama pengerjaan skripsi ini. Kami pun masih akan membantu kelompok hardware untuk meneruskan skripsinya. :)

Satu hari sebelum sidang, aku sempat kesulitan tidur. Padahal sudah berusaha menenangkan diri dan optimis bahwa sidang besok pasti akan lulus, tanpa melihat nilainya sih. Mungkin terlalu excited dan merasa tertantang, atau justru takut ga lulus, aku sendiri ga mengerti apa yang aku pikirkan malam itu. Setelah beberapa saat mencoba memejamkan mata, akhirnya aku terlelap juga dan bangun pada pagi harinya.

Tanggal 18 Februari 2010, berangkat ke kampus pukul 11.00 dan ternyata di sana masih sangat sepi. Satu kelompok yang juga skripsi ATL sedang menunggu sidang waktu itu. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mendapat kabar bahwa penguji untuk sidang kelompok kami adalah Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan hal ini terbukti setelah papan nama penguji dipasang di meja ruang sidang. Perlu diketahui bahwa dalam satu jadwal sidang selama 4 jam (2 shift), terdapat 3 kelompok yang akan menjalani sidang. Ketika sidang berlangsung, 2 kelompok lainnya harus berada di luar ruangan, sedangkan semua anggota kelompok akan disidang sekaligus.

Kelompok kami merupakan kelompok pertama yang harus menjalani sidang di shift tersebut. Beruntunglah kami mendapatkan giliran pertama, paling ga kita ga perlu lagi deg-degan menunggu kelompok lainnya sidang terlebih dahulu sehingga bebannya sudah lebih diringankan. Sidang ini cukup santai karena pengujinya juga tidak terlalu “killer” dibanding dengan sidang yang selama ini aku tonton. Pertanyaan-pertanyaannya dapat aku jawab dengan baik, dan untungnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sempat aku baca sebelumnya di softcover yang aku buat. Alhasil setelah lebih dari 5 menit sesi presentasi dan 1 jam lebih sesi tanya jawab, sidang untuk kelompok kami pun selesai, dan kami pun diminta untuk menunggu di luar.

Setelah menunggu 2 kelompok lainnya selesai disidang dan juga para penguji mendiskusikan nilai kami, sampai lebih dari pukul 17.30, kami pun diminta masuk lagi untuk dibacakan hasil sidangnya. Dan yang cukup mengejutkan, kami aku dan satu temanku mendapatkan nilai A, sedangkan satu lagi mendapat nilai B. Hal ini menggembirakan karena sebelumnya targetku paling tinggi hanyalah B, dan standarnya adalah C alias yang penting lulus dulu.

Walaupun lulus dengan nilai yang memuaskan, ternyata kejadian setelahnya justru malah membuatku ga merasa senang di hari itu. Yah, lebih baik kejadian itu tidak diceritakan daripada mengorek-ngorek lagi dan akhirnya bikin ga menyenangkan lagi. :D

Dan yang mengerikan selanjutnya adalah menunggu nilai UAS diumumkan. Sebenarnya nilai UAS ini yang lebih membuatku takut daripada sidang yang telah aku jalani. Seperti yang aku tulis tadi bahwa untuk sidang ini aku sudah yakin akan lulus tanpa melihat nilainya. Setelah menunggu 1 minggu lebih, nilai pun diumumkan. Dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa aku “lulus”, dan lagi-lagi semua nilainya lebih tinggi dari targetku sebelumnya.

Ups, kenapa “lulus” itu masih dikutip? Karena saat ini kami harus mengejar pengumpulan hardcover yang maksimal waktunya 2 minggu setelah sidang, tepatnya 4 Maret 2010 ini. Yang jelas, memperbaiki tulisan softcover untuk dijadikan hardcover selama 2 minggu tentu sudah lebih ringan dibanding menulis softcover dan membuat aplikasi selama 6 bulan lamanya.

Sekarang kami tinggal menunggu wisuda saja yang katanya akan diadakan pada pertengahan tahun ini, entah Juni, Juli atau Agustus. Beberapa temanku sudah mulai mencari kerja, bahkan ada yang sudah bekerja sejak sebelum sidang, beberapa lainnya pulang ke kampung halamannya, ada juga yang mendaftar untuk program master atau S2, sisanya lagi masih menganggur dan berlibur untuk menikmati hidup yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sendiri saat ini masih ingin fokus ke proyek-proyekku sebagai freelancer dan memanfaatkan waktu ini untuk belajar lebih banyak lagi. Sudah saatnya kami semua bebas dari dunia kami sendiri dan terjun ke dunia yang lebih luas dengan pilihan hidup yang lebih beragam lagi.

Ayo, sekarang saatnya kita berjuang menghadapi “ujian-ujian” lainnya yang ada di depan mata dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan selamat 3 sampai 4 tahun ini! ;)

This entry was last modified on: March 2nd, 2010 at 19:46

Secuil Kisah Ujian Akhir Semester 6 dan Pemilu Presiden

Sekian lama ga nulis blog akhirnya hari ini bisa nulis blog lagi soalnya kemaren-kemaren sempat sibuk karena ujian akhir semester alias UAS. Bukan cuma sibuk karena itu doang sih, tapi juga karena adanya proyek buat Kerja Praktek ditambah lagi dengan persiapan skripsi non-kelas (kerennya sih non-class) yang aku ambil di Applied Technology Laboratory alias ATL. Skripsi agak berbeda dengan jalur skripsi kelas karena harus lebih banyak persiapan, baik dari sisi aturan, maksudnya musti bikin proposal, presentasi ke kajur, datangin Layanan Mahasiswa buat nyerahin surat-surat dan sebagainya, maupun juga dari sisi knowledge yang musti disiapin karena memang “katanya” skripsi non-kelasĀ  lebih advanced daripada jalur kelas.

Selain dari itu, aku juga harus mengerjakan beberapa proyek freelance dan baru kemarin selesai satu, padahal masih menunggu banyak proyek lagi di depan mata. Hmmm, entah rasanya aneh juga sih yah, dulu waktu ga ada proyek itu benar-benar ga ada proyek sama sekali sampai ga jelas mau ngapain lagi. Tapi sekarang ada proyek langsung setumpuk. Lebih enak direpotin proyek daripada ga sih, soalnya kalau ada proyek pasti otak ini dilatih buat mikir dan badan juga dilatih buat gerak, paling ga buat selama liburan ini ga selalu bengong di rumah aja menatapi layar laptop, tapi bisa bolak-balik buat nemuin project manager nya. :D

Ngomong-ngomong soal ujian, rasanya kemarin itu agak lebih sulit dan membuat pesimistis bakal dapat IPS tinggi lagi seperti semester 5 kemarin. Semester 5 kemarin aku sempat memperoleh penghargaan karena IPS yang menyentuh 3.84 yang berarti di atas syarat untuk mendapat penghargaan yaitu 3.75. Tapi semoga aja kalaupun ga mendapat lagi penghargaan, IPK ku tetap naik dan IP semester ini juga tetap di atas 3.

Ditambah lagi kemarin ngerjain quiz online susulan karena waktu itu ikut lomba ke Bandung sampai ga bisa ikut lab Network Management. Aku kira nanti sebelum quiz online itu, penerangan singkat mengenai materi yang diajarkan waktu itu, ternyata quiz online langsung dijalankan. Konyolnya lagi, bukan cuma itu aja, bahkan software yang biasa dipakai di dalam lab Network Management juga ga disediakan, apalagi dokumentasinya. Great. Anggaplah ini ujian coding dengan sintaks-sintaks dan function yang belum kita tahu, tapi kita ga disediain compiler atau dokumentasinya sekalipun. Yah, ujung-ujungnya yang menulis apa aja deh yang mirip-mirip ama soal-soal berikutnya. Kalau soal nomor 3 bilang AAA, maka soal nomor satu saya jawab AAB, toh memang harusnya setau saya ga jauh-jauh kok jawabannya satu sama lainnya :) Lagian pengumuman quiz online susulannya juga dadakan di bagian News 2 hari sebelumnya dan aku baru tau 1 hari sebelumnya. Mana kemaren pas quiz online susulan itu juga cuma ada 2 orang, aku dan satu orang lagi yang quiz online susulan Jaringan Komputer. Dengar-dengar sih, dari 6 nilai quiz online, yang diambil cuma 5 nilai tertinggi aja. Harapan buat memperbaiki nilai di quiz online susulan sirna sudah, dan beruntung orang-orang lainnya yang harusnya ikut ujian susulan justru ga ikut. Paling ga, mereka ga harus merasa dikerjain kaya gini, atau ga perlu repot-repot saling celingak-celinguk karena ga tau jawabannya dan berpura-pura jadi “dewa” yang ngerjain soalnya cuma 5 menit kayak aku.

Yang penting: Semester 6 sudah berakhir. Yay. Dan liburan panjang telah menanti. Nay. :| Not really.

Sayangnya aku bukan orang yang suka berlibur panjang tanpa mengerjakan sesuatu yang berguna. Yah, setelah merasakan efek liburan panjang 2 tahun lalu ketika liburan setelah semester 2 yang penuh kegilaan dan akhirnya membuat muak karena 2 bulan ga ngapa-ngapain, akhirnya aku menyadari liburan tanpa melakukan apapun ga enak. Kalau pergi jalan-jalan malah menghabiskan uang, kalau main game online nanti malah addicted sampai sesudah liburan (apalagi setelah liburan ini mulai skripsi), kalau browsing doang ini mah udah jadi rutinitas harian, lalu apa yang aku lakukan supaya produktif? Yah tentu aja nerima project. :D Tahun lalu juga gitu sih. Mayan lah, malah dibikin stress sama proyek waktu itu. Hehehe… :D Tapi untungnya project nya ga perlu dicari-cari lagi soalnya masih ada project lanjutan dari yang sebelum liburan.

Ngomong-ngomong, liburan kali ini juga bertepatan ama Pilpres alias Pemilihan Presiden, dan ini merupakan yang pertama kali aku ikuti, setelah 1-2 bulan yang lalu ikut Pilleg alias Pemilihan Anggota Legislatif (itu singkatannya bikinan sendiri, jadi kebaca kayak pilek :p ). Seperti biasa, karena TPS nya ada di belakang rumah yah memang cuma sebentar doang di sana. Buat Pilpres kali ini juga ga merepotkan kaya Pilleg kemaren itu yang harus buka kertas sebanyak 4 lembar. Belum lagi kertasnya segede-gede lebih gede daripada orang yang mau nyoblos, ups, nyontreng. Buat Pilpres kali ini kertasnya cuma secuil, jadi tinggal buka lipatan sekali trus contreng lah calon pilihan kita dan akhirnya lipat lagi dan masukkan ke kotak suaranya. :) Proses di atas ga sampai 1 menit, bahkan ga sampai 15 detik juga malahan, lagipula tadi di TPS nya juga sepi dan cuma ada 4 orang yang mengantri, dan sekaligus langsung 4 orang juga yang masuk bilik suara buat nyontreng karena memang bilik suaranya ada 4. :D

Ah, akhirnya semester 6 lewat, ujian lewat, dan Pilpres pun lewat. Tapi bagaimanapun masih banyak hal yang menanti di masa depan. Ayo berjuang. Ciayo…

UTS ke-5

Kurang dari 24 jam, mahasiswa Binus akan merayakan suatu hal yang menegangkan. Sebuah peristiwa yang terjadi hanya sekali seumur hidup. Sebuah peristiwa yang disebut UTS Ke-5. Bagi yang belum tahu apa itu UTS, UTS adalah Ujian Tengah Semester. :)

Aneh dan aneh. UTS ini tampaknya ga terlalu menegangkan seperti UTS-UTS sebelumnya. Masih teringat waktu semester 1, UTS masih jauh-jauh hari, banyak mahasiswa sudah kalang kabut nyari kisi-kisi ke sana kemari. Buku-buku yang belum sempat dibeli sebelumnya langsung dibeli semua. Tukang fotocopy penuh, bahkan bundel soal-soal ujian dari tahun-tahun sebelumnya laku keras.

Semester 2, keadaan yang ada ga terlalu berubah. Masih banyak yang mencari buku sampai membeli bundel soal ujian tahun sebelumnya. Semester 3 dan 4, rasanya sudah mulai agak reda ditandai dengan kepanikan yang datang dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum ujian seperti semester 1 dan 2. Hanya saja mencari bahan-bahan seperti fotocopy dan hunting kisi-kisi dar kelas lain masih banyak terjadi dan lumrah (dan rasanya masih akan terjadi sampai semester-semester yang akan datang).

Ketika semester 5 datang, rasanya kepanikan berganti dengan kepasrahan. Sejauh pengamatan, banyak yang masih online di YM, padahal dulu kalau sudah hari-hari seperti ini banyak yang ga online karena “sibuk dan serius belajar”. @_@ Ternyata sudah banyak yang berubah selama 2 tahun belakangan. Mungkin karena proses adaptasi itu sendiri sudah berjalan selama 2 tahun sehingga mahasiswa-mahasiswa nya juga sudah terbiasa dengan keadaan UTS dan UAS. Apalagi pada semester 5 ini sudah terpisah oleh peminatan dan terdapat mata kuliah peminatan yang berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya sehingga mau minta kisi-kisi dari kelas lain juga agak sulit untuk mata kuliah ini.

Anyway, bagi para Binusian, selamat menempuh UTS ke-5 ini. Good luck. ;)

Cerita mengenai “hoki”

Kata temanku, “hoki mah nomor satu, kemampuan baru di nomor dua” mungkin bukan sesuatu yang salah secara mutlak. Paling ga itulah yang sempat aku pikirkan sejak beberapa waktu yang lalu. Memang bukan sekali dua kali temanku itu bilang seperti itu, tapi udah berkali-kali, dan memang udah berkali-kali juga aku mengalami peristiwa yang membuatku mengatakan “memang bener yah hoki bener-bener nomor satu”.

Aku sering membaca koran Kompas, dan dari koran itu yang cukup menarik perhatianku adalah bagian Redaksi Yth di mana para pelanggan Kompas atau siapapun dapat mengirim suatu surat pengaduan atau menceritakan permasalahan akan suatu produk atau jasa yang tidak berjalan dengan baik. Berbagai macam hal diceritakan di bagian itu, mulai dari kartu kredit, handphone yang cepat rusak, jasa pengiriman barang yang merusak barang, kehilangan koper di bandara, internet sering putus, sampai kepada kesemerawutan dan kesewenang-wenangan polisi di jalanan.

Yang menarik adalah bahwa tidak jarang produk yang mengalami kerusakan atau jasa yang didapatkan tidak benar, tetapi di sisi lain aku juga menggunakan jasa atau produk yang sama dengan si pengadu tersebut. Ambillah contoh, internet Speedy atau operator telekomunikasi Indosat Mentari atau juga handphone Sony Ericsson. Sebagian besar menuliskan kekecewaan kepada penyedia layanan atau produk bahkan mengajak orang lain untuk tidak menggunakan produk atau jasa itu lagi. Dan bukan cuma di Kompas saja, bahkan terkadang melalui milis, email berantai, blog atau website “hasutan” atau ajakan untuk meninggalkan suatu produk atau jasa sering dituliskan.

(more…)

This entry was last modified on: September 26th, 2008 at 21:32

Where is the end? How ’bout future?

So, where is the end? Kalau ga ngerti, kalimat tadi kurang lebih bisa diartikan “di mana akhirnya?”. Apa sih yang berakhir?

Bulan Juni telah berakhir. Yeah, baru aja 2 jam yang lalu.

Rasa was-was akan kuota bandwidth buat ISP yang aku pakai juga sudah berakhir (walau saat pembayaran tagihan masih belum berakhir juga).

Ujian? Yey, hari ini adalah hari yang terakhir untuk pelaksanaan ujian akhir semester 4-ku. Hhhh… Lebih baik jangan ada pertanyaan “bisa ga ujiannya?”, soalnya aku ga sempat mikirin jawaban antara “bisa” atau “ga bisa” itu.

Dengan berakhirnya UAS, maka berakhir pula semester 4 yang sudah aku lewati selama kurang lebih 5 bulan. Waktu yang mungkin sebenarnya cukup lama, tetapi secara relatif bagiku merupakan waktu yang terlampau cepat. Terlampau cepat untuk memikirkan apa yang harus aku perbuat ke depannya, karena dalam sekejap saja hal itu sudah tertinggal jauh di belakangku.

(more…)

My Personality Test

Huh, hari yang membosankan. Dengan batuk yang ga kunjung sembuh-sembuh, rasanya hari-hari yang aku lewati belakangan ga begitu menyenangkan. Apalagi sebentar lagi aku harus mengikuti Ujian Tengah Semester di kampusku.

Di sela-sela waktu luangku, aku sempat mengisi personality test yang ada di mypersonality.info. Diliat dari hasilnya sih ga terlalu bikin kaget, malahan aku setuju ama hasil test itu yang menunjukkan aku lebih memiliki intelligence di intrapersonality, verbal dan logical (walau ga mathematical-nya). Sedangkan pada bagian personality, aku mendapat ESTP atau Extraverted, Sensing, Thinking, Perceiving.

Inilah hasil dari test yang kuambil:
Click to view my Personality Profile page

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Looking back to the future

Belakangan ini rasanya sibuk banget. Banyak hal yang musti dilakukan. Banyak hal yang musti diselesaikan. Ketika satu hal selesai, tiba-tiba muncul lagi satu hal lainnya. Hhhh.. Kadang sih cape juga kalau kaya gini terus.

Tapi inilah hidup. Penuh perjuangan, rintangan dan tantangan yang harus dihadapi. Walau kadang terlalu berat juga untuk dihadapi oleh diriku.

Inilah list beberapa hal yang mungkin akan atau harus aku lakukan dan selesaikan dalam jangka waktu yang dekat. Paling jauh adalah 3 bulan ke depan:

  1. Menyelesaikan proyekku yang ada sekarang. Entah kenapa sebenarnya aku agak terbeban sih sama proyek ini, tapi yang bikin aku bingung adalah kenapa aku bisa menikmati beban itu? Terbeban, tapi tak terbeban. Loh, pusing ah jadinya.
  2. Menyelesaikan tugas si dia. Ini bukanlah suatu beban, walau aku tetap memiliki tanggung jawab atas tugasnya mengingat aku sudah berjanji untuk membantu dia. Malah itu menjadi kegembiraan tersendiri bila aku bisa membantu dia, dan juga ada kesempatan untuk bertemu dan dekat dengan dia. :)
  3. Ujian dan tugas kuliah. Pertengahan bulan April sudah mulai ujian tengah semester. Ditambah lagi dengan beberapa tugas kuliah, walau ga sebanyak ketika aku berada di semester-semester sebelumnya.
  4. Membayar hosting untuk situs ini. Satu tahun sekali, dan terjadi 1 bulan lagi.
  5. Proyek lanjutan. Mungkin ini akan menjadi beban baru. Yup, beban baru yang akan kembali kunikmati.
  6. Membuat janji dengan si dia. Entahlah, janji apa. Aku masih belum tahu apa yang harus kujanjikan kepadanya, dan janji apa yang harus kuminta dari dia. Hanya saja sekarang aku kepikiran mengenai janji. Apa mungkin janji untuk bertemu dengan rutin setelah dia lulus SMA nanti? Atau janji yang lainnya?

Yah, itu sedikit proyeksiku mengenai masa depan yang harus kujalani. Um, kayanya suram yah proyeksinya? Aku harap tidak sesuram yang aku tuliskan. Semoga saja nilaiku tetap bagus dalam ujian. Semoga saja proyekku dapat berjalan dengan lancar. Semoga saja dia bisa menerima diriku sebagai diriku sendiri. (Yah, mungkin akan ada yang mengintepretasikan kalimat terakhir itu sebagai kekasih atau pacar. Tapi yah gitu deh.. :D )

Hidup memang harus dilalui dengan semoga.

This entry was last modified on: March 31st, 2008 at 23:59