Posts Tagged ‘waktu’

Hilang banyak, terlalu banyak

No Comments
Tags: , , , , , ,

Sebuah rekor terbaru telah dipecahkan hari ini. Rekor baru pecah, bukan hal yang menyenangkan, tapi hal yang menyesakkan. Argghh.. Yah, pertama kali dalam sejarah aku kehilangan pulsa 0,02 juta rupiah, di mana seharusnya hanya 0,003 juta rupiah… (sori yah banyak nol nya, soalnya mau saingan ama operator telepon seluler yang pake banyak nol)

Ceritanya itu pagi ini aku mau pake internet dari Mentari. Seperti yang sudah pernah aku bilang di entry sebelumnya, Mentari memiliki 2 skema tarif untuk data yaitu volume-based dan time-based. Volume based memiliki tarif Rp. 1 / KByte, sedangkan time based memiliki tarif Rp. 100 / menit. Rencananya pagi tadi mau pake 30 menit aja lewat laptop baru dengan menggunakan time based, karena penggunaan time based di laptop terasa lebih cocok bila ingin mendowload file. Ternyata tanpa kusadari, aku memilih yang volume-based.

Selama 30 menit aku menggunakannya tanpa sadar bahwa aku sudah melakukan transfer data sebanyak 26 MBytes. :cry: Hilanglah 24 ribu rupiah ditambah pajak 10% sehingga hampir mendekati 30 ribu. Padahal bila menggunakan time-based, cukup menghabiskan 3000 rupiah ditambah PPN. Setelah menyadari itu, aku langsung menghapus koneksi volume-based yang aku buat di laptop dengan harapan aku tidak salah memilih lagi.

Yah mungkin lain kali harus lebih cermat dan hati-hati dalam memilih. >.<

Anyway, karena peristiwa ini aku juga baru mengetahui bahwa skema tarif time-based bukan 100 rupiah / menit, melainkan 50 rupiah / 30 detik. Selain itu juga menyadari bahwa jaringan 3G di daerahku sudah cukup kuat dan stabil. Tidak seperti dulu di mana sinyal 3G sering hilang bila pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Menyebalkan kalau harus membayar 7 kali lebih banyak karena salah memilih jenis koneksi.

Ngantuk: solusi atasi kemacetan Jakarta

No Comments
Tags: , , , ,

Saya sempat membaca koran Kompas beberapa waktu yang lalu mengenai adanya keinginan gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dengan mengatur ulang jadwal masuk sekolah dan masuk kantor bagi para Pegawai Negeri Sipil. Saat ini seperti yang kita ketahui bahwa para pelajar masuk ke sekolah pada umumnya pukul 7 pagi, sedangkan pegawai sekitar pukul 8 sampai 9 pagi.

Lucunya, penjadwalan ulang itu malah memajukan waktu masuk sekolah dan juga masuk kantor. Yah, untuk jadwal masuk kantor saya rasa ga terlalu masalah karena memang masih lebih siang. Sedangkan untuk para pelajar, jadwal tersebut dimajukan 30 menit sehingga mereka harus masuk sekolah pada pukul 06.30 pagi.

Mari kita telaah dengan seksama keputusan ini.

Bila para pelajar harus masuk ke sekolah pada pukul 7 pagi, maka perkiraan waktu untuk bangun pagi adalah pada pukul 6 atau 5.30 pagi. Tentu saja hal ini berlaku bila pelajar tersebut tidak tinggal terlalu jauh dari sekolah mereka. Bila mereka harus menggunakan kendaraan umum atau menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai di sekolah, tidak jarang mereka harus bangun pukul 5 pagi. Maka bila jadwal dimajukkan sekitar 30 menit, para pelajar harus menyiapkan diri sejak pukul 4.30 sampai dengan 5.30 yang mana matahari belum muncul atau bila pun muncul palingan hanya secuil.

Di sisi lain, waktu tidur yang ideal bagi seorang manusia adalah 7 sampai 8 jam (yaps, 1/3 hidup manusia… :| ). Maka waktu tidur yang ideal agar dapat bangun pada jam yang telah disebutkan di atas adalah pukul 20.30 sampai dengan 22.30. Saya rasa bagi sebagian pelajar, khususnya SMP dan SLTA, waktu tidur pada pukul 20.30 adalah sesuatu yang hampir mustahil. Bahkan tidak jarang sekarang saya menemukan para pelajar SD saja belum tidur pada pukul 22.00, yang artinya tentu pelajar SMP atau SLTA akan lebih malam lagi (rata-rata sekitar pukul 23.00).

Kalau ga salah ingat, berdasar analisis dari pakar lalu lintas, keputusan itu bisa mengurangi kemacetan sampai 12%. Yah, memang benar mengurangi kemacetan. Di sisi lain menambah para pelajar yang terkantuk-kantuk dan tertidur di kelas yang tentu secara otomatis akan mengurangi konsentrasi mereka dalam belajar. Jujur saja ini memang agak berlawanan dengan yang kita dengar bahwa belajar lebih pagi akan meningkatkan daya serap otak, tapi pada kenyataannya dengan melihat pola hidup masyarakat saat ini, hal ini merupakan sesuatu yang mustahil.

Oh ya, waktu itu di Kompas juga sempat ditulis bahwa keputusan ini juga bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di luar negeri seperti Amerika Serikat di mana jam masuk sekolah diundur sehingga para pelajar dapat tidur cukup.

Jadi intinya yah… Ngantuk merupakan solusi yang dianggap baik oleh pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. ;) Selamat tidur di kelas. (Atau paling tidak, selamat tidur lebih awal kalau aturan ini diterapkan). :D